
Enggak kerasa hari sudah malam dan Arora juga sudah selesai beres beres akhirnya dia pun pamitan kepada temannya untuk pergi
Arora "nar gua pergi dulu nanti klok gua bisa megang hp gua kabarin elu ya"
Nara "Ra kamu serius mau kesana sendiri apa perlu aku Antar atau aku teman gitu" ucap Nara sambil memegang tangan Arora dengan wajah yg sedih
Arora "enggak usah nar aku udah pesen taksi online itu mobilnya udah di depan ya udah aku pergi dulu kamu jaga diri ingat klok ada yg nanyain aku sementara waktu bilang aja kamu enggak tau oke"
Nara "tapi Ra aku khawatir sama kmu"
Arora "nar aku bisa kok jaga dri kamu tenang aja ya semua nya akan baik baik aja kok"
Arora dan Nara pun saling berpelukan Nara bahkan sampai menangis karna dia takut terjadi apa apa sama sehabatan itu apa lagi dia kan menikah dengan laki laki yg baru aja di kenal, Arora pun berusaha meyakinkan Nara bahwa dia kan baik baik aja biar Nara bisa tenang. Dan setelah itu Arora pun keluar gerbang dengan membawa sekoper barang barangnya Nara pun ikut mengantar kepergian sahabat nya itu dengan hati yg sangat sakit melihat sahabatnya itu berkorban dirinya sendri demi orang lain, Arora pun masuk ke mobil taksi online berwarna hitam yg sudah dia pesan dan Arora pun bergi dia melambaikan tangannya kepada Nara yang lagi menatap kepergiannya sambil menahan air mata agar tidak menangis sebenrnya Arora juga sangat sedih tapi dia menahannya untuk enggak nangis biar sahabat nya itu tidak nambah sedih setelah mobilnya berjalan Arora pun menangis sejadi jadinya air mata yg dari di tahan akhirnya pun pecah dia enggak bisa menjelaskan seberapa sedihnya dirinya harus pergi meninggalkan keluarga dan sahabatnya untuk menikah dengan laki laki yg sama sekali tidak dia cintai dan baru saja dia kenal.
Dan sekarng Arora sudah sampai di rumah Kevin yang megah itu lalu dia juga sudah di sambut oleh bik Wati kepala asisten rumah tangga dirumah itu, bik Wati membawa Arora keruang keluarga karna dia enggak dikasih tau bakal ada tamu yg akan menginap tuannya cuman memberi tau sebelom dia berangkat kepada bik Wati bahwa akan ada wanita yg datang kerumah itu jadi bik Wati memutuskan untuk menunggu kepulangan atau datangan tuan nya saja
Bik Wati "silahkan masuk mbk, tapi mohon maaf tuan lagi tidak ada dirumah mungkin sebentar lagi akan pulang, mbk mau minum apa biar saja buatkan"
Arora "enggak usah bik aku enggak haus kok"
Bik Wati "baik mbk mbk tunggu saja disini dulu ya dan klok perlu apa apa manggil aja saya ya mbk"
Arora pun duduk di soffa ruang tamu itu dan sangking lama nya nunggu Kevin pulang dia pun ketiduran karna beberapa hari ini dia kurang istirahat, sekuat jam 10 malam Kevin pun sampai dirumahnya dan saat dia masuk kerumahnya dia melihat Arora yg lagi tertidur di soffa dan Kevin pun menghampiri Arora sambil menatap Arora
Kevin "dia bahkan ketiduran disini ternyata dia menetapi janjinya"
Setelah itu Kevin pun memanggil bik Wati
Kevin "bik bik Wati"
Bik Wati pun langsung menghampiri tuannya itu
Bik Wati "iya tuan ada bisa saya bantu"
Kevin "bik tolong siapin kamar tamu ya lalu setelah itu bngunin cewek yg ada di depan itu suruh di tidur di kamar tamu dan juga bik tolong tawarin dia makan"
Bik Wati "oh iya tuan tadi sudah saya tawarin tapi dia menolak saya tadinya mau langsung menyuruh dia ke kamar tamu karna sepertinya dia akan menginap karna dia bawa koper waktu datang tadi tapi saya takut tuan marah Karna mengizinkan orng asing tidur dirumah"
Kevin "iya bik enggak papa ya udah saya keatas dulu ya mau bersih bersih dan bik tolong potongin buah ya antar ke kamar sya nanti"
Kevin pun pergi menaik tangga untuk ke kamrnya samapinya di kamarnya dia pun langsung melepas jam tangan dan bajunya lalu memakai handuk dan kekamar mandi untuk berendam air panas karna badannya sangat capek dan pegal pegal, tidak lama dia mandi setelah itu dia langsung keluar kamar mandi dan ganti baju setelah itu dia berbaring sambil membuka leptop nya dan tidak lama setelah ibu ada orang yg mengetuk pintu kamarnya dan ternyata itu adalah bik wati
Tokkk tokkk tokkk.
Bik wati "Tuan ini buahnya"
__ADS_1
Kevin "masuk aja bik, tarok di atas meja itu aja"
Setelah selesai itu bik wati pun meninggalkan kamar Kevin dan kembali ke dapur dan Kevin pun memakan buah itu ada beberapa jenis buah seperti mangga, semangka, melon dan anggur.
Setelah selesai makan buah Kevin pun memutuskan untuk istirahat karna dia sudah ngantuk, sedangkan Arora sedang sudah ada di kamar Tamu dan bik Wati juga membantu membawakan koper milik Arora dan tidak lupa untuk menawarkan makan tapi Arora menolaknya dan memilih untuk lanjut tidur aja karna dia masih ngantuk bngt tapi sebelom lanjut tidur dia ngecek hpnya dan ada beberapa pesan dari buk Mirna dan Nara dia pun membalas pesan tersebut lalu baru dia lanjut tidur.
Hari itu pun berlalu dan saat pagi harinya Arora bangun lebih awal karna mendengar suara orang lagi menyapu
Arora "jam berapa ini, ini kamar siapa ohhh iya ini kan aku udah di rumah pak Kevin" ucap Arora sambil melihat sekitar kamar itu, setelah itu dia langsung memutuskan untuk mandi karna dari kemaren dia belom mandi, sedangkan Kevin dia baru bangun karna suara alarm nya lalu dia pun kekamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi setelah itu dia ganti baju olahraga karna setiap pagi dia harus olahraga dulu baru melakukan aktifitas lainnya, sekarng Kevin udah berapa di bawa
Kevin "mana gadis itu apa dia belom bangun tidur" ucap Kevin dalam hati sambil mencari keberadaan Arora tapi tidak aja jadi dia langsung saja ke ruangan olahraga nya dan mulai olahraga, sejam setelah itu Kevin pun kembali ke kamarnya untuk mandi karna dia harus siap siap sarapan dan pergi ke kantor, Arora sudah selesai mandi tapi dia masih bingung dan sungkan untuk keluar kamar jadi dia memilih untuk tetap di dalam kamar saja, Kevin sudah selesai mandi dan siap siap menggunakan baju rapi seperti biasanya setelah itu dia langsung ke meja makan untuk sarapan
Kevin "bik Wati bik"
Bik Wati pun langsung menghampiri Kevin
Bik Wati "iya tuan ada apa apa ada yg perlu di bantu"
Kevin "apa perempuan itu belom bangun"
Bik Wati "bibik enggak tau tuan tapi dari tadi dia belom keluar kamar apa perlu bibik panggilin tuan"
Kevin "iya bik panggil dia suruh kesini temani saya sarapan" jawab Kevin dengan ketus
Bim Wati pun langsung pergi ke kamar Tama dan dia langsung mengetuk pintu kamar Tamu itu
Bik Wati "permisi"
Arora pun membukakan pintu
Arora "iya ada apa bik"
Bik Wati "oh mbk sudah bngun, ini mbk di suruh tuan keruang makan sekarng buat sarapan"
Arora "oh gitu ya bik ya udh iya bik"
Arora pun menuju ke ruan makan mengikuti bik Wati dan sampainya diruang makan disana sudah ada lagi lagi yg sedang duduk
Bik Wati "tuan ini mbk nya sudah datang"
Kevin "duduk, makasih bik"
Arora pun duduk di dekat Kevin
Kevin "silah makan ahh siapa nama kamu saya lupa"
__ADS_1
Arora "emmmm Iya pak na nama nya saya Arora pak"
Kevin "Arora oke ya udah silah kan di makan"
Arora pun mengambil nasi goreng sedikit dan mereka pun memulai sarapan nya
Kevin "gimana keadaan adik kamu apa dia sudah baik baik aja"
Arora "emm iya pak kemaren dia sudah di operasi dan sekarng kondisi sudah baik baik aja berkat bapak"
Kevin "syukurlah klok gitu, oh iya besok hari Minggu kita akan nikah"
Arora pun terdiam sebentar karna kaget
Arora "Minggu besok pak"
Kevin "iya kenapa apa ada masalah"
Arora "enggak enggak ada pak"
Kevin "ya udah saya pergi kerja dulu kamu keumah aja jangan kemana mana Sampek nabati saya tau kmu enggak ada dirumh kamu akan menerima hukuman yg enggak pernah kamu bayangkan sebelum oh ini bawa sini hp kamu kasih ke saya"
Arora "tapi pak"
Kevin "saya paling enggak suka di bantah klok sya bilang sini ya sini" ucap Kevin dengan sedikit nada tinggi
Dan karna takut Arora pun mengambil hpnya yg ada di kantong celananya lalu memberikan nya kepada Kevin.
Setelah itu Kevin pun berangkat ke kantor nya dan Arora akan berada dirumah saja tidak boleh kemana mana dan jika kabur juga enggak mungkin karna tembok rumah itu sangat tinggi dan di jaga oleh penjaga di setiap sudut rumah, jadi Arora Hanay bisa pasrah saja menerima semua nya sekarng, Arora pun sekarng duduk di taman sambil melihat kolam ikan bin Wati yg melihat itu pun menghampirinya
Bik Wati " mbk mbk kenapa"
Arora "emm enggak papa kok bik"
Bik Wati "mbk kenapa bisa kesini dan kok bisa kenal dengan tuan Kevin"
Arora "em dia pernah bantu saya bik"
Bik Wati "mbk pasti terpaksa kan datang kesini"
Arora "eng enggak kok bik"
Bik Wati "mbak tolong jangan Sampek bikin tuan marah ya karna jika Sampek tuan merah dia membuat mbk tersiksa, jadi mbk tahan tahanin aja ya disini dan meskipun tuan Kevin terlihat sangat dingin dan kejam tapi dia sebenarnya adalah orang yg baik, ya udah mbk klok perlu apa apa panggil aja saya ya saya permisi dulu"
Bik Wati sudah bekerja dengan kularga Kevin saat Kevin waktu masih bayi dan sampai sekarng, jadi bik Wati tau semua tentang tuan mudanya itu.
__ADS_1
Arora pun hanya bisa diam menatap langit sambil memikirkan Nasib nya setelah ini gimana dia hanya bisa berdoa dan berharap agar dia bisa tetap hidup dan keluarganya yg di panti juga baik baik saja.