Terpaksa Menikah Karna Butuh Uang

Terpaksa Menikah Karna Butuh Uang
arora butuh uang


__ADS_3

Sebulan pun berlalu banyak yg mereka lalui masing masing Arora sibuk dengan pekerjaannya dan sibuk dengan panti asuhan nya sedangkan Kevin dia baru pulang dari Amerika karna ada urusan kerja disana, selama Kevin di Amerika dia selalu kepikiran Arora dan dia rasanya ingin cepat pulang biar bisa melihat Arora lagi dan selama itu juga Kevin memikirkan hal bisa membuat Arora menjadi miliknya.


Arora sekarang lagi sibuk kerja dan dia juga bolak balik panti karna keadaan putri makin memburuk maka dari itu dia memilik Buat bolak balik panti biar dia bisa jaga adik adik nya yg lain dan dseseklai juga dia gantian dengan buk Mirna untuk menjaga putri di rumah sakit karna buk Mirna juga harus ngurus anak anak yang lainnya, 2 hari setelah itu Kevin sudah sampai di Jakarta dan dia pergi ke restoran itu tapi enggak ketemu dengan Arora akhirnya Kevin memberanikan diri untuk nanya ke pekerja lainnya


Kevin "maaf mbk mbk kenal sama mbk mbk yang rambut panjang dan dia sering pakek sepeda"


Yang ternyata itu adalah nara


Nara "oh Arora ya kak yg di maksut, klok Arora saya kenal karna dia sahabat saya emngat ada apa ya kak nanyain dia"


Kevin "enggak papa soalnya kyknya dia enggk masuk ya"


Nara "iya Kak kebetulan Arora hari ini dan beberapa hari kedpan ngambil cuti"


Kevin "oh gitu ya oke mbk maksih"


Nara pun meninggalkan Kevin karna dia lagi bnyk bngt kerjaan dan di restoran itu juga banyak pelanggan, saat malam harinya tiba tiba putri mengalami sesak napas dan buk Mirna dan Arora pun langsung membawanya kerumah sakit karna takut terjadi apa apa samapinya di rumah sakit putri langsung di bawa ke UGD karna kondisi sangat buruk saat putri di bawa ku UGD Arora dan buk Mirna pun menunggu di depan ruangan karna enggk boleh masuk Arora dan buk Mirna saat itu sangat khawatir dengan keadaan putri dan di saat itu juga Arora harus ke ruang administrasi untuk ngurus semua pembayaran dan lain lainnya


Arora "buk Rara tinggal dulu ya, rara mau ngurus administrasi dulu ibu disini aja oke Rara cuman bentar kok" ucap Arora sambil memegang tangan buk Mirna dan buk Mirna cuman mengangguk aja karna dia benar benar enggak bisa ngomong apa apa apa lagi putri saat itu lagi di dlam ruang tindakan, Arora pun meninggalkan buk Mirna dan dia langsung menuju ke tempat administrasi dan setelah mengurus semua Arora kaget karna biaya rumah sakit yg sangat mahal


Suster "ini Kaka silahkan di baca lalu di isi formulir nya"


Arora "iya sus maksih"


Arora pun duduk di kursi yg enggak jauh dari situ kemudian dia mulai membacanya


Arora "astaga biayanya mahal bngt, aku dapet uang dari mana, mana tabungan ku udah dikit lagi aku juga enggak mungkin bilang ini ke buk Mirna karna dia pasti khawatir" ucap Arora dalam hati


Arora "sus ini biayanya enggak bisa kurang ya"


Suster "enggak bisa kak ini sudah yg paling murah"


Arora "ya udah deh sus aku bisa mintak waktu enggak, beberapa hari gitu"


Suster "boleh kan tapi harus ada uang dp dulu karna klok enggak kamu enggak bisa ngambil tindakan"


Arora "ya udh deh sus aku bicarain dulu sama kluarga yg lain"


Arora pun pergi meninggalkan berkas itu di susternya, tapi Arora enggak ke tempat buk Mirna dia malah duduk di taman dan dia mencoba nelpon Nara untuk meminjam uang


Arora "coba telpon Nara deh siapa tau dia ada uang dan bisa menjamin bentar"


Arora pun mengambil hpnya di tasnya lalu dia langsung mencoba menelpon nara.


Tutttt tuttt tuttt Tut Tutttt.....


Nara yg saat itu lagi nonton pun mendengar honya berdering lalu langsung ngangkat telpon nya

__ADS_1


Nara "hallo"


Arora "nar"


Nara "kenapa Ra kok kyknya kmu lagi nangis"


Arora "nar aku mau pinjem uang, kamu ada simpenan enggak aku janji deh nar secepatnya aku pulangin aku benar benar lagi butuh kondisi putri lagi drop dan sekarng lagi di rumah sakit"


Nara "ya tuhan Ra trus gimna keadaannya sekarng, memang kamu butuh berapa"


Arora "50 JT nar"


Nara "klok 50 JT aku enggk ada Ra kamu tau sendri kondisi ku gimana kn ibu juga baru keluar dari rumah sakit"


Arora "ya udah nar enggak papa aku cari pinjaman di tempat lain aja maaf ya nar"


Dan saat lagi Arora lagi duduk di kursi taman dan lagi belom tiba tiba disaat itu Rangga ada disitu dan dengar semua pembicaraan Arora


Rangga "seperti gua pernah liat itu perempuan dimana ya, aaa itu perempuan yang di cari Kevin itu kan" ucap Rangga dalam hati


Rangga ada di sana karna sodaranya ada yg lagi di rawat dirumah sakit itu dan rumah sakit itu adalah milik mamanya Kevin dan kenapa biaya nya mahal karna rumah sakit itu adalah rumah sakit swasta dan terkenal dengan bagusnya.


Rangga "kayak dia lagi ada masalah deh, aaaa mending gua kasih tau Kevin aja".


Arora saat ini lagi nangis karna dia bingung harus cari pinjaman dimana lagi mana dia cuman di kasih waktu Sampek besok klok enggak putri enggak akan di tindak lanjuti oleh dokter, Rangga pun langsung ngambil honya yg ada di saku jasnya dan dia langsung menelpon Kevin


Tutttt tuttt tutt tutt ..


Kevin "halla gga"


Rangga "iya hallo Vin, Vin gua enggak sengaja lihat cewek yg lu cari itu ada disini lagi nangis kyknya dia lagi ada msalh deh"


Kevin "cewek?"


Rangga "itu loh yg lu mntak gua cari tentang dia itu, di sakar ga da dia rumah sakit nyokap lu"


Kevin "ahh Arora maksut lu, dia ada dirumah sakit ngapain apa dia sakit"


Rangga "kayaknya bukan dia, mungkin keluarganya tapi kayaknya dia lagi butuh uang soalnya tadi gua enggak sengaja dengar dia belom orang trus bilang uang uang gitu"


Kevin "ya udh klok gitu gga, gua bakal cari tau maksih bro"


Telponya pun di matikan setelah itu Kevin langsung nelpon pihak rumah sakit untuk mencari tau tentang itu tapi Karan pihak rumah sakit perlu waktu dan Kevin juga enggak atau atas nama siapa yg terdaftar jadi dia memutuskan untu kerumah sakit sekarng, tidak lama setelah itu Kevin pun sampai di rumah sakit dan dia langsung mencari Arora di taman tapi saat itu Arora sudah enggak ada ditamn karna dia udah kembali ke tempat buk Mirna, karna enggak ketemu Arora Kevin pun langsung mencari keliling rumah sakit dan tidak lama setelah itu Kevin pun melihat dari kejauhan ada Arora yg lagi nunduk


Kevin "itu dia, siapa yg sakit apa keluarganya"


Setelah itu Kevin melihat Arora pergi ke luar keluar dan Kevin mengikuti Arora dan saat itu Kevin sengaja menabrakkan diri ke Arora agar bisa menetap Arora lebih lama

__ADS_1


Arora "Awww. Maaf maaf aku enggak liat jalan maaf ya"


Kevin "iya lain kali klok jalan liat jalan jangan ngelamun" ucap Kevin sambil menatap Arora dan Arora juga menatap ke Kevin


Arora "iya maaf ya, ehhh kyknya kita pernah ketemu ya"


Kevin "iya kita memang pernah ketemu di restoran" ucap Kevin dengan ketus


Arora "maaf ya sekali lagi, aku permisi dulu"


Arora pun pergi meninggalkan kevin dan dia duduk di taman lagi sekitar 20 menitan Kevin ke taman lagi dan dia sengaja duduk di kursi yg enggak terlalu lalu jauh dari Arora, di saat itu Arora lagi nangis dan Kevin pun menghampirinya


Kevin "ini" ucap Kevin sambil memberikan saput tangan untuk Arora mengelap air matanya


Arora "kamu, maksih"


Kevin pun duduk di sebelah Arora


Kevin "kamu kenapa nangis sendrian disini apa kamu lgi ada masalah".


Arora "heheh iya aku lagi ada sedikit masalah"


Kevin "oh gitu kamu ngapain disini apa kmu sakit"


Arora "enggak aku disini nemnin adik panti ku lagi sakit, sekarng dia di ruang UGD"


Kevin "adik panti? Trus kmu sedih karna itu"


Arora "iya, tapi aku juga lagi butuh uang buat bayar rumah sakit"


Kevin "memang adik kamu sakit apa"


Arora "asma kronis. Maaf ya aku jadi curhat"


Kevin "memang biaya rumah sakitnya berapa"


Arora "75jtan"


Kevin "oh Gitu, saya bisa bantu kamu ngobatin adik kamu atau minjemin kamu uang"


Arora "benaran kamu bisa bantu aku"


Kevin "iya saya bisa bantu kamu klok kamu mau besok kamu bisa datang kerumh saya besok, tapi ada syaratnya tentu aja"


Arora " apa syaratnya aku bakal terima asal adik ku bisa di tindak lanjuti tapi beneran kan kamu bisa bantu aku"


Kevin "ini kartu nama saya dan disana ada nomor telpon ku bsok kmu telpon saya aja nanti saya kasih kamu alamat nya, ya udah klok gitu saya pamit dulu sampai ketemu lagi besok"

__ADS_1


Arora cuman mengaguk


Tidak lama setelah itu Kevin pun pergi dan meninggalkan Arora untuk pulang kerumahnya karna sekarng sudah sangat larut malam, Arora sangat bahagia karna ada yg mau membantunya tapi dia enggak tau klok tentu aja Kevin enggak mungkin meminjamkan dia uang tanpa balasan.


__ADS_2