
Saat Arora sampai dirumah sakit dia langsung mencari keberadaan buk Mirna, dan ternyata buk Mirna masih ada di tempat yg tadi di depan ruang UGD
Arora "buk ada apa dengan putri buk dia kenapa"
Buk Mirna "Ra kamu dari mana aja putri Ra putri kondisinya semakin memburuk, kita harus gimna Ra kata dokter dia blom di tindak karna kita belom bayar apa pun, ibu harus gimna Ra ibu enggak mau putri Sampek kenapa kenapa" ucap buk Mirna sambil menangis dalam pelukan Arora
Arora "buk ibu tenang dulu ya ibu minum dulu putri pasti enggak papa kok putri pasti kuat" ucap Arora sambil menenangkan kan buk Mirna
Buk Mirna pun berusaha untuk tidak menangis lagi, dan setelah buk Mirna sedikit tenang ada dokter yg datang ke ruang UGD itu untuk memeriksa keadaan putri
Arora "dok dokter gimna keadaan adik saya dia enggak papa kan"
Dokter "iya buk adik ibu kondisinya memburuk karna asma nya semakin parah dan sepertinya dari hasil pemeriksaan tadi pagi adik ibu juga seperti ada benjolan di daerah payudara tapi kamu belom bisa memastikan karna untuk memastikan benjolan itu apa kita harus melakukan beberapa tes"
Arora "Aah benjolan, dok tapi itu enggak bahaya kan dok" ucap Arora sambil menahan air matanya
Dokter pun masuk keruangan UGD itu lagi untuk ngecek kondisi putri dan di ikuti beberapa suster, buk Mirna yg mendengar kata dokter itu semakin menangis
Arora "buk Rara tinggal bentar ya ada yg harus Rara urus bentar aja"
Arora pun meninggalkan buk Mirna lalu menuju ke tempat administrasi, samapinya disana Arora langsung ingin membayar biaya rumah sakit
Arora "sus saya wali dari pasien yg bernama putri apa sya bisa bayar sekarng, dan setelah sya bayar adik sya bakal di tindak lanjuti kan sus"
Suster "baik ibu tunggu sebentar saya cari dulu datanya, oh iya buk ini ada nama pasien yg putri zielinka ya buk"
Arora "iya sus itu adik sya ,berapa yg harus sya bayar sus"
Suster "oh tapi buk klok disini sudah di bayar lunas semuanya"
Arora "apa sus sudah di bayar tapi siapa yg bayar"
Suster "oh tadi ada laki laki yg datang kesini lalu melunasin semua buk"
Arora "laki laki siapa sus"
Suster "namanya Rangga buk dia juga bilang dia suruhan calon suami ibu"
Arora "calon suami? Oh ya udh sus mkasih" Arora pun meninggalkan suster itu lalu dia berjalan tanpa tau arah
Arora "calon suami ku? Siapa? Apa pak Kevin yg bayar biaya rumah sakit nya, tapi kenapa" ucap Arora sambil berjln perlahan lahan
__ADS_1
Dan sampai lah Arora di depan ruang UGD dan Arora melihat buk Mirna yg berdiri dan bolak balik di depan pintu UGD itu
Arora "buk"
Buk Mirna "Rara kamu dari mana aja Ra tadi ada dokter yg baru aja masuk mereka bilang mereka akan melakukan tindakan apa kmu yg bayar rumah sakitnya Ra"
Arora pun terdiam karna dia sangat bingung dan kaget
Buk Mirna "Ra Rara kmu denger ibu kan"
Arora "ohhh iy iya buk Rara yg bayar barusan"
Buk Mirna dan Arora pun duduk Arora sambil memikirkan apa yg terjadi hari ini
Tidak lama setelah itu hp Arora berdering
Tuttt tuttt tutt tutt.....
Arora pun melihat hpnya dan ternyata yg menelpon ya adalah Kevin
Arora "buk Rara angkat telpon bentar ya"
Buk Mirna pun hanya mengangguk, dan saat agak jauh dari buk Mirna Arora pun mengangkat telponnya
Kevin "iya sudah kan saya sudah urus semuanya sekarng tinggal kamu tepatin janjian kamu oke, saya tunggu besok kedatangan kamu"
Arora "pak Kevin kamu yg bayarin rumah sakit, tapi kenapa"
Kevin "saya sudah bilang saya bisa ngelakuin apa ajakan, dan yg terpenting adek kamu indah di tangani oleh dokter kan sekarng tinggal kmu aja nepatin janji, dan kamu jngn coba coba buat kabur dari saya karna Sampek itu terjadi bukan cuman kmu yg saya hancurkan ngerti"
Telpnnya pun di tutup oleh Kevin padahal saat itu Arora belom selesai ngomong, tapi Arora memutuskan untuk tidak memikirkan itu dulu dan pokus ke adiknya.
Beberapa jam setelah itu dokter dan susternya pun selesai mengambil darah putri untuk melakukan cek lep dan sat dokter keluar buk Mirna dan Arora langsung berdiri dan menanyakan keadaan putri gimna
Buk Mirna "dok gimana keadaan anak sya dia baik baik aja kan"
Dokter "iya buk dia baik baik aja kok kamu juga sudah melakukan mengambil darah anak ibu dan kamu akan melakukan cek lep untuk mengetahui penyebab benjolan itu"
Arora "terus dok hasil nya kapan akan selesai"
Dokter "mungkin nanti malam atau besok pagi buk"
__ADS_1
Setelah itu dokter dan suster nya pun pergi Karna masih ada beberapa kerjaan sedangkan Arora dan buk Mirna mereka berpelukkan sambil menangis.
Arora sangat bingung dengan perasaan nya sendri di senang karna putri akan melakukan pengobatan tapi saat mengingat perjanjian yg di buat tadi pagi untuk menikah dengan laki laki yg bukan dia sendri tidak mengenalnya membuat dia sangat merasa sedih, rasanya pedih bangt seolah hatinya di penuhi dengan luka disaat dia memikirkan pernikahan itu terjadi rasanya Arora ingin sekali kabur dan pergi jauh dari disini tapi dia juga merasa takut apa lagi sepertinya laki laki itu bukan orang sembarangan dan terlihat dari wajahnya bahwa dia sangat dingin seperti orang yang bisa melakukan apa pun, Arora benar benar bingung harus gimna Karna dia enggak menikah dengan laki laki itu tapi jika dia kabur panti dan keluarga nya yg disitu akan terkena marah dia benar benar takut.
Sedangkan Kevin dia sngat senang karna dia sudah hampir mendapat Arora, dia tinggal menunggu Arora saja dan jika sampai Arora kabur dari nya dia kan menghancurkan semua nya Sampai tidak ada yg tersisi, dan orng yg datang kerumah sakit itu adalah Rangga Rangga di suruh Kevin untuk kerumh sakit itu membereskan smua nya.
Enggak kerasa hari sudah malam Arora dan buk Mirna tiba tiba di panggil oleh dokter untuk keruangannya karna dokter ingin bicara tentang keadaan putri
Tokk tokk tokk tokk ..
Arora dan buk Mirna mengutuk pintu ruangan dokter
Dokter "iya silahkan masuk, silah kan duduk buk"
Arora dan buk Mirna pun duduk di kursi yg ada di depan dokter
Arora "dok gimna, adik saya baik baik aja kan"
Buk Mirna "iya dok anak sya baik baik aja kan"
Dokter "iya buk sekarng kondisinya sudah mulai membaik tapi buk ini masalah benjolan yg ada di sekitar payudara anak ibu"
Buk Mirna "kenapa dok apa itu dok"
Dokter "ada tumor di bagian payudara nya buk itu masih kecil tapi kita harus secepatnya mengambil tindakan seblom tumor itu semakin membesar dan malah membahayakan putri ibu"
Buk Mirna "apa dok tumor, raa putri Ra"
Arora "dok trus kamu harus gimana dok tolong lakukan apa aja asal adik saya selamat dok saya mohon"
Dokter "iya buk kami akan melakukan yg terbaik masalahnya kami enggak bisa melakukan oprasinya sekarng karna kondisi putri masih sangat lemah dan kami harus menunggu kondisi putri ibu stabil dulu agar tidak terlalu bahaya"
Setelah dokter menjelaskan semua nya ke Arora dan buk Mirna akhirnya mereka keluar dari ruangan lalu mereka ke ruangan putri buk Mirna menangis terus menerus mendengar keadaan putri itu dan sebenarnya Arora juga ingin menangis juga tpi dia tahan karna jika ikut manangis itu akan membuat buk Mirna semakin sedih dan enggak ada yg bisa menguatkan mereka, Arora yg tadinya masih mencari cara untuk kabur dari Kevin akhirnya dia benar benar enggak bisa kemana mana lagi karna melihat keadaan keluarganya itu yg sangat kacau membuat dia sangat sakit dan hancur.
Hari itu pun berlalu sekarng arora sudah ada di panti untuk mengecek adik adiknya yg lain yg ada di panti setelah itu dia ke kosannya dan setelah itu dia pun datang kerumah Kevin dan saat Arora datang Kevin lagi tidak ada di rumah karna dia sudah berangkat ke kantornya lalu Arora pun memutuskan untuk kembali kerumah sakit dan datang lagi nanti sore atau dia akan menelpon Kevin aja nanti untuk memintak waktu sedikit lagi karna dia enggak mungkin meninggalkan buk Mirna dan putri dengan kondisi yg seperti itu, sedangkan Kevin dia lagi ada di kantornya dan lagi ada meeting penting dan juga ada sedikit masalah di perusahan nya yg membuat dia harus turun tangan
Rangga "Vin gimana apa kita perlu memberi peringatan kepada dia"
Kevin "kita tunggu aja dulu dan kita cari tau dulu semua setelah itu jika memang benar itu perbuatan nya kita hancurkan dia Samapi enggak ada yg tersisi dan gga gimna dengan kerjaan kita di Amerika apa semua nya berjalan dengan lancar"
Rangga "klok yg di Amerika semua nya aman dan barangnya akan di kirim Minggu depan melalui jalur laut"
__ADS_1
Rangga dan Kevin adalah sahabat dari kecil Kevin sangat mempercayai Rangga, Kevin itu adalah pewaris satu satunya dari beberapa perusahan keluarga nya Kevin sangat pintar dalam hal apa pun dia bahkan menguasai beberapa bahasa, sekarang papa Kevin ada di Bali dia tinggal disana dengan mamanya papa Kevin bernama Gelendra Abiputra papa Kevin itu adalah anak pertama dari keluarga Abiputra yg di kenal dengan kekayaan nya papa Kevin memilik adik perempuan bernama Andriana putri Abiputra dan mamanya Kevin bernama Vina Putri panduwinata dia juga anak dari keluarga panduwinata pemilik rumah sakit terkenal di Indonesia dan mama Kevin itu adalah anak tunggal.
Jadi wajar saja jika Kevin sekarng di umurnya yg masih 25 tahun sudah harus mengambil alih beberapa perusahan papanya walaupun belom semua tapi cepat atau lambat itu semua akan menjadi milik Kevin mau tidak mau.