Terpaksa Menikah Karna Butuh Uang

Terpaksa Menikah Karna Butuh Uang
Arora menerima syarat itu


__ADS_3

Keesokan harinya saat pagi hari Arora yg baru aja ke bngun langsung memutuskan untuk pulang duluan karna dia hati ini kan berencana untuk ketemu dengan Kevin untuk meminjam uang dia sangat berharap karna dia enggak tau harus minjem ke siapa lagi, biar benar benar senang karna dia sebentar lgi akan membayar rumah sakit dan putri akan di tindak lanjuti oleh dokter Arora benar benar enggak mikir negatif kepada Kevin karna di otaknya cuman mikirin gimna putri bisa sehat dan pulang lagi ke panti.


Arora sekarang sudah berada di kosannya lalu setelah itu dia mandi siap siap untuk pergi kerumah sakit lagi untuk membawakan baju ganti dan sarapan untuk buk Mirna sedangkan Kevin dia baru saja bngun dari tidurnya lalu seperti biasa di olahraga setelah itu mandi,sarapan dan setelah itu dia keruangan kerjanya karna hari ini dia kaan ke kantor agak siang karna hari ini enggak ada rapat.


Sekarng Arora sudah sampai dirumah sakit lagi lalu dia membiarkan baju ganti agar buk Mirna bisa mandi dan sementara Arora yg akan nungguin putri


Arora "buk"


Buk Mirna "Rara kamu udah kesini kenapa cepat sekali seharusnya kmu istirahat aja di kosan kan kamu pasti capek semalam nmnin ibu disini"


Arora "enggak kok buk Rara udh cukup istirahat, oh iya buk ini Rara bawain baju Rara buat ibu ganti kn pasti baju ibu udah kotor karna di pakek dari kemaren udah sana ibu mandi dan ganti baju aja dulu di kamar mandi rumah sakit biar Rara yg nungguin Disini"


Buk Mirna pun mengangguk lalu mengambil kantong yg berisikan baju yg di bawa oleh Arora setelah itu dia langsung pergi ke kamar mandi rumah sakit untuk mandi, sedangkan Arora dia duduk di depan ruangan Lalu dia menelpn Kevin untuk menanyakan yg semalam


Arora "aaa aku lupa aku belom nelpon laki laki semalam, dimana kartu namanya" ucap Arora sambil membuka tasnya mencari kartu nama Kevin setelah kartu namanya ketemu Arora langsung mengambil hpnya lalu mengetik nomor telpon laki laki itu lalu dia langsung menelponnya


Tutttt tuttt tutt tuttt ....


Kevin yg saat itu lagi pokus dengan leptopnya setelah mendengar hp berdering di kantong celana nya dia pun mengambil hpnya itu lalu dia melihat hpnya dan yg ternyata nomor itu adalah nomor baru


Kevin "siapa ini, apa ini nomor perempuan itu" ucap Kevin dalam hati Lalau setelah itu dia pun mengangkat telpon itu


Kevin "hallo"


Arora "iya hallo ini pak Kevin bukan ya"


Kevin "iya sya Kevin ini siapa"


Arora "oh ini pak saya Arora smlm kita ketemu di rumh sakit"


Kevin "oh iya saya ingat ada apa apa kmu jadi untuk minjam uang dengan saya"


Arora "iya pak, bapak tolong kirim alamat rumah saya akan kesana"


Kevin "oke" Kevin pun menutup telponnya lalu dia juga langsung mengirim alamat rumah ke Arora.


Kevin sangat senang menerima telpon dari Arora berarti dia tinggal mengajukan syrat nya, Arora lagi nunggu buk Mirna dan setelah buk Mirna selesai mandi Arora pun pamitan untuk pergi


Arora "buk ibu udah selesai mandinya ini Rara bawain itu srapan ini bukan dulu ya, Rara pamit dulu bentar Rara ada urusan sebentar doang kok buk setelah itu Rara kesini lagi"


Buk Mirna "kamu mau kemna Ra kamu udh sarapan belom, mkn dulu sini setelah itu baru pergi"


Arora "enggak buk tadi Rara udah makan kok ibu aja yg makan ya udah Rara langsung pergi ya buk" ucap Arora sambil pergi meninggalkan buk Mirna


Setelah itu di depan rumah sakit Arora langsung naik taksi dan langsung menuju ke alamat yg dikirim oleh Kevin tadi, sekitar 30 menit perjalanan Arora pun sampai di alamat yg di berikan oleh Kevin di depan rumah berwarna putih megah dan mewah Arora sampai terdiam menatap rumah itu, tapi Arora langsung sadar dan memutuskan untuk menekan bel rumah itu lalu setelah itu gerbangnya pun di buka oleh satpam yg bertubuh besar


Satpam "cari siapa" Tanya satpam ini ke Arora

__ADS_1


Arora "ini pak saya cari orang yg namanya Kevin apa benar ini rumahnya pak Kevin"


Satpam "iya benar, apa sudah ada janji sebelomnya dengan beliau karna tidak sembarang orang bisa ketemu dengan dia"


Arora "iya pak saya sudah ada janji dengan pak Kevin ya langsung"


Satpam "baik lah klok gitu mbk tunggu dulu Disini saya akan menanyakan nya dulu"


Arora pun tetap berada diluar dan satpam rumah itu pun mengambil hpnya lalu menelpon bosnya


Tuttt Tutttt tuttt tutt......


Kevin "iya ada apa"


Satpam "maaf bos ini ada perempuan nyariin bos dia blng sudah ada janji dengan bos, apa itu saya perbolehkan masuk atau saya usir aja bos"


Kevin "suruh di masuk trus mintk bik Wati untuk antar dia ke ruangan kerja saya"


Satpam "baik bos"


Setelah itu telponya pun di tutup dan satpamnya kembali menghampiri Arora yg berada di luar gerbang, lalu satpam itu menyuruh Arora masuk dan di dapan pintu sudah ada bik Wati yg nunggu Arora dan mengantar Arora ke ruangan kerja Kevin


Tokkkk tokk tokkkk.....


Kevin "masuk"


Bik Wati "silahkan masuk mbk tuan Kevin sudah nyuruh masuk"


Arora pun membuka pintu lalu dia masuk kedalam ruangan kerja Kevin lalu setelah itu dia menghampiri Kevin dan saat itu Kevin langsung memutar kursinya


Kevin "kamu benaran Dateng rupanya,silahkan duduk"


Arora pun duduk di kursi yg ada didepan Kevin lalu Arora diam saja karna dia sedikit takut dan gugup dan dia juga bingung harus mulai omongan dari mana dengan Kevin


Kevin "kamu kenapa diam aja"


Arora "emmm iya ini pak saya mau minjam uang"


Kevin "boleh ada mau minjam berapa"


Arora "50 JT aja pak buat pengobatan adik saya apa bisa pak"


Kevin "tentu aja, tapi seperti yg saya bilang kemaren malam, ada syaratnya"


Arora "apa pun syarat bakal saya terima pak Kevin asal adik saya bisa di obati"


Kevin pun membuka lacinya lalu dia mengambil satu amplop yg berisikan surat perjanjian nikah kontrak

__ADS_1


Kevin "ini kamu harus tanda tangan surat itu setelah itu sya akan berikan uangnya bahkan lebih dari yg kmu mintak"


Arora pun mengambil amplop itu lalu dia membuka dan membaca nya dan alah ke kagetnya Arora setelah membaca surat itu


Arora "pak Kevin apa ini serius bapak mau saya melakukan kawin kontrak"


Kevin "iya sya serius itu pun klok kamu mau klok kmu enggak mau ya udh enggak ada masalah buat sya"


Arora pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Kevin dengan sangat marah tapi saat Arora sudah di depan pintu hpnya pun berdering yg ternyata itu adalah telpon dari buk Mirna


Tuttt tuttt tutt tuttt.....


Arora pun mengambil hpnya lalu mengangkat telpon tersebut


Arora "hallo buk"


Buk Mirna "hallo Ra kmu dimna, putri Ra putri"


Arora "kenapa dengan putri buk, buk ibu tarok napas dulu baru setelah itu kasih tau Rara putri kenapa"


Buk Mirna "Ra kondisi putri semakin drop ibu harus gimana sekarng, kata dokter harus cepat ambil tindakan klok enggak putri akan kehilangan nyawanya"


Arora "apa buk putri drop"


Arora pun terduduk di depan pintu Kevin dia terdiam beberapa saat lalu setelah itu dia memutuskan untuk kembali lagi ke dlam dan menemui Kevin lagi di ruang kerjanya, Arora membuka pintu ruang kerja Kevin dengan kuat


Kevin "ngapin lagi kmu kesini bukan kamu enggk setuju dengan persyaratan nya"


Arora "oke oke pak saya setuju dengan syarat yg bawa ajukan tapi tolong saya pak saya benar benar lagi butuh uangnya sekarng adik saya kondisi nya menurut saya mohon pak"


Kevin "iya kamu tinggal tanda tangan aja surat ini setelah itu saya akan suruh orang untuk saya untuk ngurus pengobatan adik kamu dan sekalian dengan uang yg kamu mintak akan saya kasih"


Arora sangat takut dan gugup karna dia enggak mau menikah dengan laki laki enggak sama sekali dia cintai apa lagi umurnya masih sangat muda masih bnyk mimpi yg harus di kejar tapi dia juga enggak bisa apa sekarng karna dia benar benar lagi butuh uang untuk pengobatan putri jadi mau tidak mau dia harus menanda tangani surat perjanjian itu.


Arora "ini pak sudah sya tanda tangani"


Kevin "oke kamu sabar saya telpon dulu pihak rumah sakit itu biar bisa mereka langsung menindak lanjuti adik kamu itu"


Setelah Kevin nelpon rumah sakit dan putri sudah di tindak lanjuti Kevin pun berdiri dan mendekat ke Arora


Kevin "sudah saya urus, dan kamu ingat mulai besok kamu harus kerumah ini dan tinggal disini lalu Minggu depan kita kan menikah dan kmu jangan mencoba buat kabur karena jika kamu kabur saya akan menghancurkan panti asuhan itu dan saya juga bisa saya membunuh semua orang yg ada disana, ngerti"


Arora yg mendengar itu terdiam karna dia ketakutan, dan Kevin pun menjauh dari Arora lalu kembali duduk di kursi miliknya lalu membuka brangkas dan memberikan uang yg di mintak oleh Arora


Kevin "ini uangnya"


Arora "ma makasih pak saya pergi dulu kerumah sakit dan besok saya janji akan kesini lagi saya janji itu pak"

__ADS_1


Kevin "baik lah silah pergi"


Arora pun berdiri lalu pergi dari ruangan itu dan dia langsung menuju kerumah sakit untuk memastikan keadaan putri dan juga buk Mirna disana.


__ADS_2