Terpaksa Menikah Karna Butuh Uang

Terpaksa Menikah Karna Butuh Uang
berkunjung kepanti asuhan


__ADS_3

"Rara kamu udah Sampek gimana kabar kamu nak,ayok nak masuk mereka udah nungguin kamu dari tadi pagi" ucap Bu Mirna sambil membukakan pintu gerbang untuk Arora, Rara itu adalah nama panggilan dia saat berada di panti


Rara itu panggil buat Arora dari orang orang yang dekat dengan dia


"iya buk maaf ya Rara baru sempet kesini soalnya Rara lagi bnyak kerjaan di restoran" jawab Arora sambil mencium tangan Bu Mirna ibu yg selama ini sudah merawat dia sampai dia dewasa seperti sekarng


Buk Mirna dan Arora pun masuk kedalam panti dan disana sudah banyak anak anak atau adik adik panti Arora yang nungguin dia sambil bermain dan yang paling dekat dengan Arora adalah putri anak yang sakit


"anak anak liat siapa ini yang datang" buk Mirna pun memberi tau bahwa Arora sudah datang kepada anak anak yg lainnya


"hai semua" sambil tersenyum bahagia Arora menyapa smua adik adik pantinya itu


"itu kak Rara sudah datang" ucap salah satu anak laki laki yg bernama Daffa kepada Arora


Semua anak anak pun menghampiri Arora dan mereka semua menyambut Arora dengan sangat baik


"kak Rara Kaka kenapa baru Dateng, wah apa ini es krim" ucap Daffa sambil menunjuk ke kantong plastik yang di bawa oleh Arora


"iya Daffa ini es krim kakak beli buat kalian semua nya, kalian gimana kabarnya apa semua nya sehat" Arora pun membuka plastik yg ada di tngan nya itu dan sambil membagikan es krim yg dia bawa itu dia pun menanyakan kabar adik adik pantinya itu


Salah satu anak yang lain pun menjawab


"iya kak kamu sehat semua tapi putri lagi sakit jadi dia enggak bisa ikut main sama kamu, kata ibu panti putri perlu istirahat yang banyak biar sehat" ucap zira memintak Arora untuk istirahat terlebih dahulu Karna kan Arora baru saja sampai


"oh gitu ya udah kalian main lagi sana" Arora pun memintak mereka semua untuk kembali bermain


"iya kalian main aja lagi sini Ra biar ibu yang bantu bagiin es krimnya kamu pasti mau nengokin putri dulu kan" buk Mirna pun juga memintak yg lainnya untuk kembli bermain


"iya buk putri mau liat keadaan putri dulu" Arora menanyakan kabar salah satu adik pantinya yg bernama putri yg sedang sakit


"iya udah sana putri lagi ada di kamarnya kamu kesana aja pasti dia senang karna kamu Dateng" buk Mirna pun memberi tau keadaan putri dan memintak Arora untuk menemui putri


Arora pun memberikan kantong plastik yang berisikan beberapa jajanan, es krim, mainan kepada buk Mirna, setelah itu Arora pun langsung menuju ke kamar putri untuk melihat keadaan putri

__ADS_1


Tokkk tokk tokkk tokk......


"putri boleh Kaka masuk" Arora pun sudah sampai di depan kamar putri dan dia pun mengetuk pintu kamar itu


Putri pun lagi menggambar pun menjawab


"iya masuk aja" putri yg lagi berbaring pun hanya bisa menjawab dg suara yg sangat lemas


Arora pun membuka pintu lalu masuk dan langsung menyapa putri


"hai putri kamu lagi apa cantik" Arora pun membuka dan langsung menyapa Putri


"kak Rara" putri pun kaget tapi tidak bisa di pungkiri dia terlihat sangat senang


Arora pun langsung memeluk putri dan putri juga membalas pelukan dari Arora


"kak Rara kenapa Kaka lama sekali tidak kesini, putri kangen sama Kaka Rara" putri langsung memberitau kak Rara nya itu klok dia sudah sangat kngn dg Kakaknya itu


"Kakak kataibu panti dan kata dokter putri bentar lagi sembuh Kaka tapi kata dokter putri harus banyak istirahat biar cepet sembuh, padahal putri mau ikut main sama yang lain putri bosen Kaka di kamar terus" putri langsung bercerita kepada Kakaknya itu


Arora dan putri pun ngobrol banyak, putri juga banyak cerita ke Arora ya layaknya Kaka dan adik yang baru ketemu setelah sekian lama enggak ketemu, sampai akhirnya putri ketiduran dan Arora langsung menyelimuti putri lalu pergi keluar dan membiarkan putri untuk istirahat setelah itu Arora pergi kedapur untuk membantu buk Mirna dan yg lainnya menyiapkan makan siang sambil ngobrol


"buk" Arora pun memanggil ibu Mirna yg lagi sibuk menyiapkan makanan


"Arora kamu udah selesai ketemu putrinya" buk Mirna pun menolah ke arah Arora yg memanggil nya itu


"iya buk putri baru aja tidur, ibu mau masak apa sini Rara bantu" Arora menawarkan bantu kepada buk Mirna yg terlihat sangat repot


"enggak udah kamu duduk aja kamu kan baru Sampek pasti capek" tapi buk Mirna menolaknya dan memintak Arora untuk duduk saja


Arora pun tetap membantu buk Mirna membersihkan sayur


"buk putri sakit apa sih memangnya" sambil menyiapkan makanan Arora pun menanyakan soal putri kepada buk Mirna

__ADS_1


"kata dokter dia terkena asma akut Ra" buk Mirna pun memberi tau soal penyakit putri


"asma akut trus gimana keadaannya buk" Arora pun kaget mendengar bahwa putri mengidap asma akut


"kata dokter sih enggak bakal bisa sembuh total tapi mungkin bisa membaik dengan mengonsumsi obat dan makan yang sehat" buk Mirna pun menjelaskan semuanya kepada Arora


Sambil masak Arora dan buk Mirna pun ngobrol tentang keadaan putri dan keadaan panti dan kata buk Mirna semua nya baik tapi buk Mirna agak kesusahan uang karna putri membutuhkan lebih banyak uang untuk membeli obat sedangkan donatur juga bulan ini lagi tidak terlalu banyak, Arora pun memberikan amplop coklat yang berisi ikan sejumlah uang kepada buk Mirna


"buk ini Rara punya uang sedikit semoga bisa bantu ya walaupun sedikit" Arora memberikan sejumlah uang walaupun sedikit tapi dia mau sedikit membantu kebutuhan


"apa ini ra, enggak ush uangnya buat kamu aja lagian ibu masih ada tabungan dan hasil dari jualan kue, uangnya buat kebutuhan kamu aja" buk Mirna pun menolaknya


"buk ambil aja Rara masih punya uang kok lagian kan sekarng ibu lagi butuh uang buat pengobatan putri dan makan adik adik yang lainnya" tapi Arora memaksa buk Mirna untuk menerima uang itu


Akhirnya setelah Arora sedikit memaksa buat buk Mirna menerima uang pemberiannya, buk Mirna pun menerimanya dan mengucapkan terimakasih kepada Arora padahal menurut Arora itu sudah kewajiban dia membantu dan Arora juga bahagia jika bisa membantu buk Mirna dan adik adik pantinya, dan tidak lama setelah itu masakan nya pun sudah Mateng dan sudah waktunya untuk ank anak makan siang, setelah selesai makan siang mereka pun tidur siang sedangkan Arora dia memilih untuk duduk di taman bermain dia duduk sambil mengingat masa kecil dia dulu.


Sebenarnya Arora dulu pernah di adopsi ole orang lalu Arora juga sempat bahagia karna dia bisa merasakan punya papa dan mama tapi sayangnya itu tidak bertahan lama karna suatu hari dia dan keluarga barunya mengalami kecelakaan yang menyebabkan papa dan mama yang mengadopsinya itu meninggal di tempat dan dulu saat dia mengalami kecelakaan itu dia juga terluka parah sampai di koma 2 hari tapi syukur lh tuhan masih menyayangi nya dan membiarkan dia merasakan hidup lagi, setiap Arora mengingat kejadian itu dia seketika bisa menjadi mual dan pusing karna kejadian itu sangat membuat dia merasa bersalah karna Arora berpikir kejadian itu terjadi karna adanya dia di keluarga papa dan mama nya, dia juga pernah merasa marah kepada tuhan kenapa harus papa dan mamanya yang di ambil kenapa bukan dia saja yang di ambil saat kecelakaan itu terjadi.


Mulai dari kejadian itu dia yang tadinya baru merasakan punya keluarga tiba tiba sekarng harus sendri lagi mangknya Arora memutuskan untuk di kembalikan saja ke panti asuhan, papa dan mama angkat Arora sebenar meninggalkan harta yg lumayan bnyk Untuk Arora karna Arora adalah anak mereka walaupun cuman anak adopsi tapi saat itu keluarga papa dan mama angkat nya enggak setuju jika harta itu jatuh di tangan Arora dan saat itu Arora juga masih anak kecil jadi akhirnya Arora di kembalikan ke panti asuhan dan semua harga itu di berikan kepada keluarga sah papa dan mama angkatnya, dan sampai sekarng jika mengingat kejadian itu Arora selalu merasa bersalah atas kematian orang tua angkat nya itu.


Enggak kerasa anak anak satu persatu pun bangun dari tidur siang mereka kemudian Arora pun Main sama mereka sebantar setelah itu Arora pamit untuk pulang karna hari sudah sore


"ya udah buk, adik adik Kaka pulang dulu ya kalian jangan nakal nurut sama ibu panti ya" setelah beberapa lama di panti Arora pun harus pamitan pulang karna hari sudah sore


"Kak rara kenapa enggak tidur disini aja biar kita bisa main yg lama, iya kan teman teman" Daffa pun memintak Arora untuk tidur di panti saja malam ini karna dia kasih kangen


"iya Kaka juga maunya kayk gitu tapi Kaka harus pulang karna bsok Kaka harus kerja lagi, lain kali Kaka bakal kesini lagi trus nginep disini ya" tapi Arora tidak bisa menginap karna bsok dia harus kembli bekerja


"anak anak Kaka Arora nya mau pulang dulu kan mau kerja biar besok besok bisa beliin jajan dan main lagi buat kalian oke" buk Mirna pun memintak pengertian anak anak karna Arora tidak bisa menginap


"ya iya ya udah deh tapi Kaka kesini lagi ya besok bawain mainan mobil mobilnya buat Daffa" Daffa dan anak anak lainnya pun sedikit sedih tapi mereka hnya bisa menurut saja apa kata ibu Mirna


Setelah selesai berpamitan Arora pun pulang dia menggunakan bus karna dari panti asuhan ke ke kosan nya membutuhkan waktu sekitar 1 jaman dan enggak mungkin jika dia jalan kaki atau pakek sepeda nya, dan tidak lama setelah itu Arora pun sampai di kosannya kemudian memutuskan untuk langsung mandi lalu memberikan kosan nya yg berantakan itu, sedangkan Kevin di selama seminggu ini masih kepikiran dengan gadis yang dia liat Minggu lalu dan entah kenapa semakin memikirkan gadis itu Kevin semakin penasaran.

__ADS_1


__ADS_2