Terperangkap Dalam Mimpi

Terperangkap Dalam Mimpi
Prolog


__ADS_3

Disebuah kamar di rumah kos-kosan yang sederhana, ada seorang gadis yang berdiri didekat jendela sambil memandangi indahnya langit malam. Suasana malam cukup tenang, gadis itupun terhanyut dalam lamunannya.


Nama gadis itu Clarisa, biasa dipanggil Isa. Isa duduk sendiri dikamar ukuran 4 meter kali 6 meter. Sebenarnya kamar ini dihuni oleh dua orang, tetapi teman sekamar Isa lagi menginap di kos-kosan temannya.


Teman sekamar Isa bernama Aisyah, biasa dipanggil Ayi. Ayi adalah gadis periang dan perhatian, tak jarang Ayi sangat memperhatikan keperluan Isa teman sekamar sekaligus satu jurusannya. Ayi sudah berteman dengan Isa selama hampir enam tahun, tepatnya saat mereka duduk dikelas 2 SMA.

__ADS_1


Selain Ayi, Isa memiliki teman bernama Aleya. Aleya yang biasa dikenal dengan panggilan Eya adalah teman Isa dari SMP, Eya sangat mengenal Isa bahkan kedekatan Eya dengan keluarga Isa seperti halnya keluarga kandung.


Dimalam yang sunyi ini tidak ada yang dapat gue lakukan lamun Isa, biasanya gue bisa ngobrol bareng Ayi atau terkadang Eya akan main ke kos gue hanya untuk cerita untuk melepas beban yang ada dihatinya.


malam ini benar-benar sepi, gue akui sebenarnya gue adalah gadis penyendiri dan tenang dengan sifat gue yang seperti ini maka gue juga mengharapkan suasana yang tentang biar lebih rileks. Tetapi berbeda dengan malam ini semuanya benar-benar terasa sepi ditambah kos-kosan gue gak ada orang lagi.

__ADS_1


Ingin rasanya gue VC (Vidio call) bareng Ayi dan Eya, tapi kalo dipikir-pikir gue segan vc Ayi karena jarang Ayi main sama orang lain kecuali gue dan Eya. Walaupun Ayi gadis yang periang dan punya banyak teman tetapi dia sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan, bahkan bisa dianggap dia adalah gadis yang setia akan sahabatnya. Sedangkan Eya sendiri akan susah menghubunginya karena dia lagi dikampung, jaringan internet dikampung sangat susah. Dua dikampung bukanya tanpa alasan, tetapi karena sekarang kampus gue lagi libur disebabkan kabut asap yang menimpa provinsi tempat gue berkuliah. karena gak mungkin gue mengganggu kedua teman gue maka gue terpaksa terperangkap kan kesendirian gue yang membosankan.


Ditengah kebosanan gue, saat gue melihat kearah bulan yang tengah bersinar indah gue masuk kedalam lamunan gue. Susana gue lihat sosok pemuda yang tampan, pemuda itu bernama Panji. Panji adalah pacar gue, Panji adalah pacar yang setia dan selalu ada saat


gue sedih dan selalu punya cara menghibur gue. Sayangnya Panji tidak seperti pemuda pada umumnya yang bergelut akan gemerlap sanjungan media sosial, sedangkan dia jangankan media sosial handphone aja adalah benda langka dihidupnya oleh karena itu gue sangat susah hubungi dia.

__ADS_1


Tetapi gue gak tahu entah ada ikatan batin yang kuat antara gue dan Panji sehingga saat gue butuh dia disekitar gue, dia pasti selalu ada walaupun tanpa dihubungi dulu ataupun tanpa ada janji terlebih dahulu.


Dengan adanya kedua teman gue yang baik dan setia ditambah kehadiran pacar yang setia dan apa adanya sehingga gue merasa hidup gue terasa sempurna dan gue berharap hidup gue akan selalu damai seperti sekarang ini.


__ADS_2