Terperangkap Dalam Mimpi

Terperangkap Dalam Mimpi
Simbiosis Mutualisme


__ADS_3

Setelah liburan bareng Eya dan lainnya hari ini, saatnya gue harus berjuang demi masa depan gue karena mulai besok ujian akhir semester dimulai. Otak gue yang hanya standard harus berjuang demi hasil yang mampu membanggakan kedua orang tua gue.


Gue belajar sangat giat, apalagi ujian hari pertama adalah ujian matematika dan bahasa Inggris yang keduanya gak gue sukai. Gue belajar dengan hanya waktu satu malam, tidak ada lagi waktu main-main. Saat gue tengah asyik belajar, tiba-tiba handphone gue berbunyi.


Gue buka handphone gue ternyata itu kak Satria, gue bingung gue angkat atau gak. Jika gue angkat gue bingung jelasin sama Eya tapi jika gak gue angkat gue takut masalahnya penting.

__ADS_1


Setelah panggilan ketiga, akhirnya gue angkat telpon dari kak satria. tidak ada basa basi antara gue dan kak Satria karena biar hemat pulsa juga terus gue gak enak sampai Eya tahu. Kata kak Satria "Isa lo satu meja sama Rahma kan dari kelas gue, lo tengokin jawaban sih Rahma ya terus lo kasih ke gue". setelah dengar kata kak satria, gue juga bukan orang yang mau rugi sehingga gue bilang sama kak Satria "kak, lo juga lihat jawabannya Daniyah ya biar saling menguntungkan kita". Setelah itu kami berdua sepakat dan telpon langsung dimatikan.


Gue tetap belajar tapi hanya terfokus ke matematika, bukannya gue sudah lancar bahasa Inggris sehingga gue gak belajar bahasa Inggris tetapi semua ini dikarenakan gue gak ngerti sama sekali bahasa Inggris jadi gue putuskan melupakannya.


Tak terasa dingin sudah menggerogoti tulang, aroma segar embun menusuk ke hidung, ditambah seberkas cahaya yang menyelinap diantara sela jendela. Karena gue tidur terlambat malam tadi sehingga mata gue masih nampak sendu dan capek ingin rasanya kembali dalam selimut dan melanjutkan mimpi indah gue.

__ADS_1


Tetapi karena hari ini ujian pertama dan gak mungkin gue bakal izin seperti saat pembelajaran makanya gue bergegas bangun dan bersiap untuk sekolah. Disekolah seperti apa yang sudah diperkirakan ternyata gue dan kak Satria benar-benar satu ruangan ulangan sekaligus duduk sebelahan.


Gue mulai fokus pada ulangan, gue ngerjain apa yang gue bisa. Tetapi kalo boleh jujur gak ada yang gue bisa padahal sudah belajar semalaman, gue kesal dan putus asa. Akhirnya gue kodein kak Satria dan kak Satria lihat jawaban Daniyah sedangkan gue lihat jawaban kak Rahma. Setengah waktu sudah berjalan, disaat orang tengah asyik berpikir gue dan kak Satria menukar kunci jawaban dan akhirnya ujian gue tepat waktu tanpa ada penundaan satu menitpun. Kerja sama gue sama kak Satria benar-benar simbiosis mutualisme dimana gue untung dan kak Satria tidak rugi. Kerjasama kami berdua selalu dalam keadaan yang baik tanpa ada yang mampu memecah.


Gue kira kerjasama kami akan berlangsung lama tetapi apalah daya ternyata ada yang iri akan usaha bersama kita berdua. Disaat gue santai dan merasa aman ternyata ada juga mata yang penuh kebencian yang siap menebarkan permusuhan.

__ADS_1


__ADS_2