Terperangkap Dalam Mimpi

Terperangkap Dalam Mimpi
Akhir Kesalahpahaman


__ADS_3

Ujian kenaikan kelas pun akhirnya selesai juga, sekarang masuk minggu tenang. Selama satu Minggu sekolah gue disibukan oleh kegiatan olahraga, lebih tepatnya perlombaan olahraga antar kelas.


Dengan Minggu tenang ini, gosip gue yang merebut kak Satria dari Eya semakin menyebar. Gue sangat malu dan teramat malu, tapi gue berusaha sabar agar kenyataan gak akan menimbulkan rasa bersalah dari Eya.


Saat waktu perlombaan sudah agak lapang, gue jumpa sama kak Satria dibelakang kelas secara diam-diam. Gue jumpa sama kak Satria adalah untuk membahas gimana caranya untuk memberitahu Eya tanpa harus menyakiti perasaannya terlebih lagi agar tidak menimbulkan rasa bersalah bagi Eya.

__ADS_1


Tetapi walau gimanapun caranya gue berusaha bersembunyi, ada juga yang memergoki gue jumpa sama kak Satria. Orang yang memergoki gue bernama Hendi, Hendi adalah teman gue sejak kecil jadi Hendi tau banget seperti apa gue.


Saat Hendi melihat gue sama kak Satria ntah karena apa Hendi langsung menarik gue dan jatuhin gue dari kak satria, Hendi lantas marah sama kak Satria "kakak kelas bukannya memberikan contoh yang baik bagi adik kelasnya, tapi justru membawa dampak buru" tanpa memerlukan jawaban Hendi langsung menarik gue menjauh dari kak satria.


Sebenarnya gue kesal sama Hendi tanpa tahu sebab akibat dia membuat gue gak jadi nyusun rencana buat memberitahu Eya, tetapi disisi lain gue senang karena Hendi tetap menjadi sosok yang selalu mengutamakan gue "thanks for you hen, Lo emang selalu bakal jadi sosok kakak yang gue rindukan" kata gue dalam hati. Semua ini karena sedari gue masih TK Hendi selalu jadi sosok kakak bagi gue apalagi sejak kakak sekaligus kembaran gue meninggal saat gue kelas 2 SD karena tenggelam di danau, sejak itulah Hendi benar-benar menggantikan sosok kakak gue.

__ADS_1


Hari demi hari berlalu, sekarang adalah hari pembagian raport. Dihari pembagian raport ini ternyata gue berhasil masuk 3 besar walaupun cara gue untuk masuk 3 besar tergolong curang, tetapi apa daya orang lebih mementingkan hasil tanpa bertanya akan proses.


Saat sudah masuk jam pulang sekolah gue dapat SMS dari kak Rendi. Ternyata kak Rendi sudah ada depan sekolah gue, gue langsung keluar dan menghampiri kak Rendi sedangkan mata orang sekitar gue seketika melotot gak percaya. Pada hari pembagian raport ini Eya akhirnya menghampiri gue, sebenarnya tidak dapat disebut menghampiri gue lebih tepatnya Eya menghampiri kak Rendi sepupunya.


Karena Eya sudah mau bertemu gue walaupun terfokus sama kak Rendi, jadi gue ajak Eya buat ngobrol sebentar disalah satu kedai minuman dekat sekolah gue. Di kedai minuman itu sudah ada kak Satria yang menunggu, sedangkan Eya dan kak Rendi bareng sama gue.

__ADS_1


Di kedai minuman gue dan kak Rendi jujur sama Eya bahwa kita udah pacaran sekitar 2 Minggu, kita sengaja menghitung dari awal kita jumpa di pantai seolah gue dan kak Rendi benar-benar dua insan yang terjerat akan cinta lokasi.


__ADS_2