Terperangkap Dalam Mimpi

Terperangkap Dalam Mimpi
Traveling


__ADS_3

Malam ini benar-benar membahagiakan, satu hari yang gue habiskan bareng Izal adalah hari paling membahagiakan dalam hidup gue tapi sayang ada gangguan sdri si Hendi resek itu. Gue bersiap buat istirahat karena besok gue bakal jalan sama teman baik gue, walaupun sebenarnya gue hanya akan menjadi obat nyamuk mereka.


Gue sudah mulai memejamkan mata gue tiba-tiba satu panggilan telpon datang, ternyata itu dari kak Rendi. Gue malas angkat telpon kak Rendi apalagi hari sudah malam jadi gue bisa pura-pura udah tidur, lagipula besok pagi gue dan kak Rendi akhirnya bakal jumpa. Gue udah mau tidur tapi lagi-lagi bayangan Izal datang menghampiri gue, gue bayangin perasaan Izal sebenarnya kegue seperti apa sebab dia bisa menahan marah saat Hendi merebut makanan yang gue pesankan secara khusus untuk dia.

__ADS_1


Disisi lain gue sadar betapa sayang Izal sama gue dan gue yakin Izal gak mungkin bakal menyakiti hati gue serta gue gak bakal mungkin akan menyakiti perasaan Izal orang yang sangat gue sayangi dan gue juga sudah bertekad nanti saat gue benar-benar mendapat izin dari mama dan papa buat pacaran Izal adalah sosok terbaik yang bakal gue kenalkan dan Izal adalah sosok pacar paling sempurna dalam hidup gue.


Setelah sekian lama gue hanyut dalam mimpi dan harapan serta khayalan gue akan kebersamaan gue bareng Izal gue akhirnya tertidur, gue bangun lagi saat cahaya matahari sudah menerpa kelopak mata gue. Gue langsung bangun dan siap-siap untuk jalan-jalan bareng Eya,gue akui gue emang gak dipaksa ataupun ditekan melakukan tugas-tugas dalam rumah karena mama gak ingin gue sedih dan keluarga gue selalu berupaya membuat gue bahagia apalagi kejadian dimana gue kehilangan saudara kembar gue untuk selamanya adalah pukulan fatal bagi keluarga gue dan semenjak kejadian itu gue benar-benar dilindungi secara menyeluruh.

__ADS_1


Setelah sarapan gue menunggu Eya dan lainnya dan bersiap untuk jalan-jalan, lokasi jalan-jalan kami ternyata adalah sebuah gunung yang menyewakan penginapan. Ternyata telpon dari kak Rendi semalam untuk mengatakan rencana jalan-jalan kami dan gue menyesal kenapa tidak gue angkat telon dari kak Rendi, gue bilang sama mama rencana jalan-jalan gue dan yang lain dan seketika itu pula wajah mama berubah masam.


Gue sudah mulai takut bahwasanya gue gak bakal dapat izin tetapi ternyata gue diizinin dan mama juga ikut bantu gue untuk packing, saat gue udah mau jalan ternyata Hendi datang dan membawa tas besar gue bingung dong dan mama langsung menjelaskan "sa, Isa boleh pergi tapi Hendi akan menemani Isa. Mama khawatir kalo Isa pergi sendiri" lah gue bingung dong apa maksud mama, lagian gue pergi bareng sama Eya dan yang lainnya kok. Tapi demi kebahagiaan dan ketenangan mama gue setuju disisi lain Eya dan yang lainnya tidak keberatan dan akhirnya jadi juga jalan-jalan kita.

__ADS_1


__ADS_2