Terperangkap Dalam Mimpi

Terperangkap Dalam Mimpi
ANEH


__ADS_3

Satu bulan sudah gue dan kak Rendi pacaran, selama gue pacaran gak ada istilah romantis yang dirasakan gue maklum saja soalnya gue sadar bahwasanya kami hanya sekedar pura-pura lagi pula gue punya pacar yang sangat teramat baik. Selama gue pacaran sama kak Rendi, gue selalu nyempetin waktu buat Izal ntah itu hanya makan bareng ataupun jalan ke taman.


Suatu hari saat gue jalan di taman bareng Izal secara gak sengaja gue nampak Hendi duduk disalah satu kursi taman, saat gue tengah memperhatikan Hendi Izal bicara sama gue "hemz, fokus aja sana sama teman masa kecil Lo, lupakan aja keberadaan gue disini". Sontak gue kaget dong, gue jelasin perlahan sama Izal bahwasanya gue udah jarang nampak keberadaan Hendi ini bisa dibilang kali kedua gue nampak Hendi sejak SMP. Gue udah takut Izal marah terus ninggalin gue, tetapi emang dasar sifat Izal yang terlalu baik dan selalu mengalah sama gue jadi dia terima aja alasan gue.

__ADS_1


Setelah permasalahan gue sama Izal berakhir, gue memutuskan duduk di kursi taman yang langsung menghadap kelaut. Taman tempat gue jalan emang tergolong unik karena dia langsung mengarah akan keindahan laut yang terbentang luas bagai selimut biru yang indah apalagi dengan gradasi warna biru dan hijau laut kata guru gue disekolah karena ada ganggang laut yang membuat laut seolah berwarna hijau.


Setelah gue mendapatkan tempat duduk yang menurut gue sangat nyaman dan memiliki pemandangan yang sangat menarik akhirnya gue pesan makanan disalah satu kedai dekat taman, gue pesan empek-empek bakar dan otak-otak sedangkan minumnya gue pesan es kelapa muda gula aren sedangkan untuk Izal gue pesankan makanan kesukaannya miso ayam sama soda. Setelah gue pesan makan buat kita berdua gue mau kembali ketempat duduk gue tetapi ibu penjual makanan itu bertanya "Banyak mbak makannya, habis tu sendiri". Masih dalam keadaan bingung, gue balik ke tempat duduk gue.

__ADS_1


Gue marah-marah sama Hendi sambil menyuruh Hendi kembali ke tempatnya dan gue juga melirik kearah Izal agar dia kembali duduk dan gak usah pedulikan Hendi, cowok resek macam Hendi kalo terlalu diurus nanti akan menimbulkan sakit hati yang berkepanjangan.


Rasanya belum puas gue marahin Hendi, ibu penjual kedainya sudah datang sambil bawain makanan pesanan gue sambil ngomong "eh ternyata mbaknya berduaan sama masnya, tadi ibu kirain mbaknya sendirian makanya ibu sempat aneh lihat mbak pesan makan buat dua orang". Setelah ibu kedai pergi timbul perasaan bingung pada diri gue, apa sih maksud sih ibu berdua bukanya kita bertiga ya. Tapi gue berpikir positif aja mungkin ibu itu maksud gue sama Izal mungkin ya sedangkan Hendi siapa yang peduli akan keberadaanya yang gak penting itu.

__ADS_1


Setelah semua makanan tersedia diatas meja, gue suruh Izal agar segera makan mumpung suasana segar dan indah seperti ini tetapi tetap aja gue kesal soalnya sih Hendi gak pergi-pergi juga, dalam hati gue bilang bahwa "senang banget dia jadi obat nyamuk, gak tahu apa dia saat gue sedang jalan sama pacar Izal gue gak mau diganggu". Gue sungguh marah, dasar cowok gak ada otak dan seenaknya saja. Saat gue mau usir Hendi tiba-tiba Hendi langsung makan misi yang khusus gue pesankan buat Izal, lagi pula seingat gue Hendi bukanya alergi sama ayam ya. Setelah makanan habis Hendi langsung pergi sedangkan gue masih memperhatikan ekspresi Izal, Alhamdulillah dia tidak marah bahkan dia suruh gue mempercepat makannya sedangkan Izal masih kenyang jadi gue gak pesankan makanan baru buat Izal.


__ADS_2