
Setelah puas menikmati pemandangan dari taman gue dan Izal jogging sore-sore, kami berdua jogging menuju kearah pantai dengan jarak tempuh lebih kurang satu kilometer. jarak ini dapat dianggap jauh apalagi bagi gue yang gak pernah olahraga tetapi karena ada Izal didekat gue jadi seberapa jauh jarak tak akan terasa.
Selama jogging gue selingi dengan ngobrol bareng Izal, gue dan Izal ngobrol dengan senang dan semangat jadi rasa lelah yang gue rasa benar-benar hilang. Selama perjalanan semua mata seolah mengarah pada gue, gue sadar sih gue gadis yang gemuk dengan muka pas-pasan bahkan bisa dibilang jelek tapi bukan berarti mereka harus memandang gue dengan ekspresi seperti itu. Dengan pandangan mereka membuat gue minder berada didekat Izal, apakah benar-benar tidak pantas itu gue buat bersebelahan sama Izal.
__ADS_1
Gue mulai murung dan merasa menyesal coba aja gue gak jogging dan membawa Izal ketempat rame mungkin gue dan Izal gak jadi pusat perhatian, yang lebih gue takuti kalo Izal mendadak menjadi risih dan kesal dan akhirnya meninggalkan gue sungguh gue gak sanggup jika harus berpisah dari Izal. Disaat gue merasa galau dan tertekan, Izal bilang pada gue agar gue santai aja anggap aja semua orang yang memandang gue merasa itu karena gue mendapatkan cowok yang istimewa dan pengertian akan keadaan gue dan sebenarnya mereka bermimpi untuk mendapatkan pacar seperti Izal. Setelah mendengar kata dari Izal gue lanjut laki jogging hingga gue sampai dipantai saat langit sudah berangsur diselimuti oleh cahaya merah nan indah yang perlahan menggantikan birunya air laut.
Karena gue sampai dipantaunya sudah sore, gue gak langsung berbalik buat kembali kerumah tetapi gue gunakan pemandangan yang indah ini buat menikmati matahari sore nan indah bersama cowok yang gue suka dan pada saat ini akhirnya gue mengerti dengan istilah dunia serasa milik berdua yang lain pada ngontrak dan numpang. Gue dan Izal duduk disalah satu kursi pantai dengan ditemani satu buah kelapa muda, saat kami duduk berdua Izal berlaku manja pada gue seperti biasa dimana dia bersender dibahu gue sedangkan gue pun tidak merasa risih bahkan senang berarti gue penting bagi Izal dan Izal juga sangat bergantung sama gue.
__ADS_1
Sesampainya gue di rumah ternyata sudah ada Hendi dan kak Rendi menunggu gue, gue udah takut setengah waras kalo Hendi bakal cerita sama kak Rendi bahwa gue jalan sama cowok lain sedangkan disisi lain badan gue gemetaran takut kak Rendi bilang sama mama dan papa bahwa kita berdua pacaran. Tetapi apa yang gue takutkan tidak pernah terjadi sebab mereka mengunci rapat mulut mereka,didalam hati gue berucap terima kasih.
Karena gue udah pulang, Hendi langsung pamit sama mama buat pulang karena kata Hendi dia hanya mampir sebentar karena udah lama gak main sejak kakak gue meninggal sedangkan kak Rendi hanya mennyampai kan pesan Eya bahwasanya besok mereka ngajak gue jalan dan langsung gue setujui.
__ADS_1