Terperangkap Dalam Mimpi

Terperangkap Dalam Mimpi
Gunung di Malam Hari


__ADS_3

Untuk sampai ke lokasi pegunungan yang dijadikan sebagai tempat berlibur kami memerlukan sekitar 6 jam perjalanan menggunakan mobil dan dilanjutkan 30 menit menggunakan motor, tempat ini adalah tempat terjauh yang gue tempuh karena biasanya hari-hari gue benar-benar terkurung dalam rumah. Gue memiliki kebebasan buat jalan-jalan yaitu sekitar taman atau pantai yang mudah untuk diawasi apalagi didekat taman ada rumah sih Hendi sedangkan di pantai adalah tempat papa bekerja. Papa gue memang bekerja sebagai pengawas pantai tepatnya sebagai penanggung jawab pengolahan tempat pelelangan ikan dibawah dinas kelautan.


Jadi saat gue bisa jalan-jalan ketempat yang tergolong jauh dan pemandangan yang pastinya berbeda dan tak kalah indah dari pantai gue sangat senang hingga gue lupa bahwa sih Hendi juga ikut bergabung bareng gue dan teman-teman gue.

__ADS_1


Setelah perjalanan yang jauh dan melelahkan ini akhirnya gue dan rombongan sampai juga di villa tempat kita menginap, saat sampai di villa yang tergolong kecil ini kita langsung menuju ke kamar. Di Villa hanya terdapat di kamar tidur, satu ruangan lebih kecil dari ruangan yang lainnya. Di ruangan yang lebih besar akan dihuni oleh laki-laki sedangkan yang lebih kecil akan jadi kamar kami yang perempuan alasan pembagian kamar ini adalah karena jumlah laki-laki lebih banyak dari perempuan.


Matahari sudah kehilangan sinarnya sedangkan rembulan belum menampakan senyumnya tetapi sang bintang indah menghias langit malam. Setelah cukup lama berisitirahat gue dan rombongan keluar villa untuk sekedar jalan-jalan sambil mencari menu makan malam.

__ADS_1


Disaat tengah jalan-jalan gue dan teman gue nampak penjual bakso yang kebetulan suhu pegunungan cukup dingin sehingga bakso adalah pilihan yang tepat buat menghangatkan badan serta ditemani dengan Bandrek dan teh jahe. Serius ini pertama kali gue menikmati sejuknya pegunungan ditemani makanan dan minuman hangat serta rasanya tempat gue duduk sangat dekat dengan bintang seolah gue mampu menggapai bintang dan bisa terbang sampai ke bulan, dengan keadaan yang seperti ini akhirnya gue hanyut dalam lamunan gue dan gue tersadar saat Hendi memegang pundak gue.


Setelah selesai makan gue dan teman-teman gue berkeliling, ditemani gelapnya malam tidak menyurutkan keinginan kami menikmati indahnya pemandangan pegunungan apalagi ditempat tinggal gue gak ada gunung hanya ada sungai dan laut. Tidak terasa malam semakin larut dengan ditemani cahaya senter dari hp merk Nokia kami kembali ke villa dan kembali berisitirahat.

__ADS_1


Gue dan Eya langsung menuju ke kamar tetapi saat gue didalam kamar dan berniat menutup gorden kamar gue nampak Izal melambaikan tangan ke gue dan mengajak gue ke suatu tempat, karena anak muda yang memiliki jiwa penasaran tingkat akut akhirnya gue pun langsung izin ke Eya buat kekamar mandi dulu dan gue bilang sama Eya jika ada sesuatu langsung panggil aja yang laki-laki.


Setelah keluar dari kamar gue langsung menuju ayunan yang ada didepan villa, disana gue nampak Izal tengah bermain dan gue berbincang dengan Izal sebentar. Banyak topik pembicaraan yang gue dan Izal bahas malam ini, emang jika ada Izal hari gue bakal jadi lebih indah dan berwarna. Saking asiknya gue ngobrol bareng Izal gue gak nyadar ternyata ada yang mengintai dan memperhatikan gue sedari tadi.

__ADS_1


__ADS_2