Terperangkap Dalam Mimpi

Terperangkap Dalam Mimpi
Gue Mendua Hati


__ADS_3

Setelah Eya mendengar pernyataan gue dan kak Rendi terlihat wajahnya penuh senyum dan bahagia seolah semua beban dan kecemburuan yang dia rasakan hanyalah mimpi. Hanya dengan satu pernyataan semua masalah sebelumnya terlupakan, gue sangat bersyukur sebab dengan selesainya masalah ini gue masih bisa menyimpan rahasia terbesar gue yang emang gak sanggup buat gue ceritain ke pada orang lain.


Rahasia ini sangat besar, orang yang tahu tentang rahasia ini hanya saudara kembar gue dan gue gak berani cerita kepada orang lain karena takut dianggap aneh dan terlebih gue justru dianggap gila. tapi suatu saat mungkin gue bakal cerita pada teman terdekat gue dan gue harap mereka tetap mampu menerima gue apa adanya.

__ADS_1


Setelah masalah gue dan Eya selesai, tetapi tidak mampu menghilangkan pandangan jelek tentang gue dari anak satu sekolah, gue benar-benar kesal tapi apalah daya nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Untuk meminimalisir semua gosip yang ada, gue dan Eya sering foto bareng dan di upload di fb maklumi saja pada waktu itu media sosial tidak sebanyak sekarang bahkan handphone hanya handphone Nokia yang kata orang kampung gue buat lempar ke anjing justru anjingnya yang mati.


Setelah semua masalah timbulnya rasa nyaman dan aman, liburan pun telah tiba. Selama liburan gue sering main bareng Eya tak lupa diikuti pacar masing-masing, tetapi karena gue dan kak Rendi hanya pura-pura jadi apa pantas disebut pacar terlebih lagi gue gak dapat izin buat pacaran dari pihak keluarga gue.

__ADS_1


Gue pacaran sama Izal sejak kelas 6 SD, cinta monyet emang tp sekarang gue duain Izal sama kak Rendi. Sebenarnya gue takut kalo Izal marah sama gue terus Izal ajak gue buat putus, tapi mau gimana lagi dia gak mau dikenalkan sama teman gue disisi lain Eya juga curiga sama gue dan beranggapan gue bakal merebut kak Satria dari dia. Gue hanya bisa meminta maaf sama Izal dan berharap Izal bakal ngertiin keadaan gue dan kedepannya Izal mau dikenalkan sama orang sekitar gue.


Hari-hari gue lakuin jalan bareng sama kak Rendi walaupun niatan gue hanya buat nemanin Eya tapi sepintas dari pandangan orang seolah gue bahagia jalan sama kak Rendi yang emang bergelar pacar gue, tetapi gak ada yang tahu hati gue meringis menahan sakit disaat gue bayangin Izal yang sendirian tanpa gue yang menemani. Emang dasar cinta monyet takut banget kehilangan orang yang disukai padahal orang yang disukai yang gak mau dikenalkan sama orang lain.

__ADS_1


Hari-hari berlalu, perlahan gue merasa nyaman jalan bareng sama kak Rendi tapi disisi lain gue gak mau nyakitin hati Izal pacar pertama gue. Karena kegalauan hati gue, gue hanya mampu berdo'a semoga Izal mampu ngertiin gue dan paham akan keadaan dan masalah yang tengah gue hadapin. Gue juga harus sadar siapa dihati gue, biar gue gak luka serta gue juga gak nyakitin dia yang gue sayang dan juga menyayangi gue. Mungkin gue harus jujur sama kak Rendi dan bertekad mengakhiri pacar pura-pura ini.


__ADS_2