Tetangga Kos Tampan Misterius

Tetangga Kos Tampan Misterius
kunjungan


__ADS_3

Semuanya terjadi begitu cepat.


edgar menciumku. rasanya lembut dan hangat.


tangan edgar berpindah dari punggungku semakin ke atas.


memegang kepalaku lembut. menarik kepalaku lebih dekat ke dia.


padahal aku udah sembuh tapi entah kenapa semua badanku terasa panas.


"tok..tok..tok" suara ketukan membuat kita kaget.


"amel kamu di dalam?" suara yang tidak asing terdengar.


"a-ayah?" kataku terbata dari dalam.


"iya ini ayah, bukain pintunya" teriak ayah dari luar.


"b-bentar yah" balasku panik.


aku dan edgar panik.


aku melihat ke seluruh ruangan.


"edgar kamu sembunyi dulu di kamar mandi" kataku.


edgar mengangguk langsung lari ke kamar mandi.


aku merapikan rambutku dan bergegas membuka pintu.


"kamu abis ngapain kok lama banget?" tanya ayahku.


"i-ini yah, aku abis sakit jadi agak pusing" jawabku.


"kamu sakit?" ayah bertanya cemas.


"iya yah, tapi sekarang udah baikan kok" jawabku menenangkan.


"syukur kalau udah baikan. jadi kenapa kita masih di luar?" tanya ayahku.


"oh-iya ayok yah masuk" jawabku.


aku panik sampai-sampai lupa untuk ngajak ayahku masuk.


waktunya benar-benar tidak tepat.


aku sama sekali gak pernah kepikiran akan ada kejadian seperti ini.


"ini ayah bawakan makanan kesukaan kamu" kata ayahku mengambil sesuatu dari tasnya.


ayahku membawa lumpia yang memang salah satu makanan kesukaanku.


ayahku memperhatikanku.


"kamu kenapa kok kayak gelisah gitu?" tanya ayahku curiga.


"ah nggak kok yah" jawabku sekenanya.


dalam pikiranku aku hanya takut kalau ayahku ingin ke kamar mandi.


meski gak ke kamar mandi pun. yang aku pikirkan gimana caranya edgar bisa keluar dari kamar mandi.


"yah makan ayam bakar pak kumis yuk" kataku tiba-tiba.


aku terpikir sebuah ide. supaya edgar bisa keluar.


"kamu laper?"


"itukan udah ayah bawain lumpia" kata ayahku.


"lumpianya buat nanti aja. aku lagi pingin ayam bakar" kataku.


"kenapa kok tiba-tiba?" ayahku bertanya penasaran.


"lagi pingin aja. mumpung ayah di sini juga. kita sekeluarga kan dulu sering makan di situ" kataku meyakinkan.


"ya udah ayo" ayahku akhirnya mengiyakan.


aku dan ayahku keluar dari kosanku.


aku menutup pintu kosanku.


"kamu gak kunci?" tanya ayahku.


"nggak yah" jawabku.


"kan banyak barang di dalam. masak gak kamu kunci" kata ayahku.


"gak apa-apa yah. di sini aman semua orangnya juga baik-baik" kataku meyakinkan.

__ADS_1


"yaudah kalau kamu yakin aman".


aku dan ayahku akhirnya berangkat menuju ayam bakar pak kumis.


restoran ayam bakar yang terkenal di daerahku dari dulu.


aku sering makan dengan ayah dan ibuku waktu kecil.


pengalaman yang akan susah bahkan tidak mungkin bisa diulang lagi.


kita berangkat naik mobil ayahku. rasanya sudah lama sekali. padahal baru sebulan lalu aku naik mobil ini.


ayahku terlihat seperti mencari sesuatu di sakunya.


"nyari apa yah?" tanyaku.


"dompet ayah. kok gak ada ya" jawab ayahku.


"kayaknya ketinggalan di kosan kamu" kata ayahku lagi.


"yaudah aku ambilin aja yah" aku berinisiatif.


"yaudah tolong ambilin" kata ayahku.


kesempatan bagus buatku untuk mengecek edgar sudah keluar belum.


kalaupun belum. aku bisa ngasih tau kalau sekarang sudah aman untuk dia keluar.


aku sampai di kosanku. aku masuk ke dalam.


aku ke kamar mandi ku. aku mengetuk tidak ada jawaban. terus aku coba buka bisa.


aku liat edgar sudah tidak ada di dalam.


"hufft bagus deh dia udah balik" kataku lega.


setelahnya aku menemukan dompet ayahku di kasur dan kita langsung berangkat menuju ayam bakar pak kumis.


***


sesampainya di restoran aku dan ayahku memesan porsi ayam bakar yang biasa kita pesan dulu.


"kamu gimana sekolahnya?" tanya ayahku membuka obrolan.


"lancar yah" jawabku.


"kamu udah punya pacar?"


"kenapa ayah tiba-tiba nanya gituan sih?" tanyaku heran.


"gak apa apa, ayah cuma penasaran aja. ada cowok yang deket sama kamu nggak" kata ayahku.


"kalau ada cowok yang deketin aku emang boleh?" tanyaku.


"nggak dong" jawab ayahku sambil tertawa.


"ish terus ngapain nanya" kataku kesal.


tidak lama makanan akhirnya datang.


semua sudah tertata di meja.


aku mencobanya dan rasanya masih enak sama seperti dulu.


ayahku mengambil lalapan di samping kirinya. tapi terlihat agak kesusahan.


"astaga aku hampir lupa kalau ayahku tangannya habis patah" kataku dalam hati.


gara-gara banyak hal terjadi belakangan ini aku sampe lupa ayahku habis kecelakaan.


"ayah, gimana keadaan tangannya?" tanyaku sambil membantu ayahku mengambilkan lalapan.


"udah baikan kok, cuma agak kaku aja" jawab ayahku.


"aku khawatir banget waktu dapat kabar ayah kecelakaan waktu itu"


"aku sampe gak bisa tidur"


"tapi kamu pas ketemu ayah gak langsung nanyain tuh" kata ayahku.


"maaf yah, aku sempet lupa tadi soalnya banyak hal terjadi belakangan ini" kataku meminta maaf.


"iya gak apa-apa. ayah cuma bercanda kok"


"makasih ya udah ngekhawatirin ayah"


selesai ngebahas tentang keadaan tangan ayahku. aku langsung melanjutkan makan ayam bakar yang enak dengan tambahan rasa nostalgia ini.


***

__ADS_1


selesai makan aku dan ayahku langsung pulang.


pas banget sampai depan gerbang kosan ada mobil masuk juga.


ternyata itu achi dia sudah pulang.


aku melihatnya dari dalam mobil dia melambaikan tangannya.


"amel nanti aku ke kosan kamu ya" teriaknya dari dalam mobil.


"iyaa aku tunggu" balasku.


aku langsung menuju kosanku bersama ayahku.


ayahku duduk di meja belajarku sambil melihat note kecil yang selalu dia bawa.


"ayah mau aku bikinin kopi?" tanyaku menawarkan.


"gak usah ayah mau berangkat lagi abis ini" jawab ayahku.


"ehh ayah gak nginep?" tanyaku.


"nggak. ayah cuma mampir aja mau ngeliat keadaan kamu"


"ayah juga ke daerah sini mau ketemu klien" jelas ayahku.


"yaudah kamu baik baik ya. ayah mau balik"


"kok cepet banget sih yah" kataku memelas.


"maaf ya. nanti kalau ada waktu ayah ke sini lagi dan pastinya gak sebentar" kata ayahku sambil memelukku.


"okay" jawabku.


"ayah pergi dulu" kata ayahku berjalan keluar.


"iyaa, ati-ati di jalan" kataku sambil melambaikan tangan.


dua hari ini benar-benar banyak hal yang terjadi.


ada hal yang bahkan aku tidak pernah kepikiran bakal terjadi.


setelah ayahku pergi aku mandi dan merapikan kosanku yang sudah terlihat seperti kapal pecah.


abis itu aku merebahkan badanku di kasur.


"ahh.. rasanya nikmat sekali aku butuh me time dengan kasurku" kataku dalam hati.


"tok..tok..tok" baru rebahan sebentar sudah ada yang mengetuk pintu.


"amel..amel" terdengar suara achi dari luar.


aku bangun dan bergegas menuju pintu.


aku buka pintu aku lihat achi sudah membawa tas semacam totebag.


"ini buat kamu. oleh-oleh" achi menyerahkan tas yang di bawanya.


"makasih" jawabku.


"yaudah aku balik dulu" kata achi.


"eh gak mau masuk dulu?" tanyaku.


"aku cuma mau nganterin ini doang kok"


"okay" kataku.


"hmm..." achi tiba-tiba menatapku.


"a-ada apa kok ngeliatin aku kayak gitu?" tanyaku.


"ada sesuatu yang berubah dari kamu" kata achi.


"apa? emang ada ya?" tanyaku panik.


"kamu makin cantik" kata achi sambil tertawa.


"dasar" kataku kesal.


dia cuma ngerjain aku.


"yaudah aku balik ya" kata achi.


achi mendekatkan mulutnya ke telingaku.


"kamu udah ngapain aja sama edgar pas gak ada orang?" kata achi berbisik.


"bye-bye" achi langsung pergi setelah ngomong itu.

__ADS_1


"achiiii!!!" teriakku kesal.


bersambung..


__ADS_2