
Matahari sudah tak nampak. kondisi di luar sudah gelap.
Aku dan ayahku hampir selesai menata barang - barangku.
"tok..tok..tok.." Suara ketukan di pintu kosanku.
Ayahku berdiri lalu membukakan pintu.
ternyata bi miti. bi miti membawa nampan berisi dua mangkok lumayan besar dan dua botol mineral berukuran sedang.
"ini buat kalian.. belum pada makan kan" kata bi miti ramah.
"wah.. makasih ya bi tau aja lagi laper". kataku sambil tertawa kecil.
"maaf.. jadi ngerepotin". kata ayahku singkat.
"aah.. gak apa - apa.. gak ngerepotin kok.." jawab bi miti.
"Yaudah.. saya balik dulu ya.. semangat amel nata-natanya". kata bi miti lalu pergi.
"Siap bi!" jawabku menirukan siap ala tentara.
"Terimakasih makanannya" kata ayahku.
Karna menata barangnya udah hampir selesai.
kita putuskan makan dulu. sebelum nanti makanannya keburu dingin.
ngomong - ngomong makanan yang dibawa bi miti adalah soto ayam.
Dengan toping lengkap suwiran ayam, sayur, telor rebus yang di iris jadi dua tidak lupa juga jeruk nipis biar makin seger.
Sungguh makan malam yang enak dan menghangatkan.
Sesudah makan kita beristirahat sebentar.
"kamu gak apa - apa tinggal sendiri?" ayah bertanya membuka obrolan.
"gak apa - apa yah.." kataku nyoba meyakinkan.
"Ayah ikut tinggal di sini aja deh" kata ayah tiba - tiba mengagetkanku.
"hah!.. kenapa?.. kan ayah ada kerjaan di luar kota.. mau tinggal di sini juga mana cukup yah.." kataku benar - benar bingung.
"ayah khawatir lah. anak satu - satunya, cewek lagi! harus tinggal sendiri di kosan" kata ayahku menjelaskan apa yang dia rasakan.
"Tenang aja yah.. kan ada bi miti juga di sini.. ayah juga kenal dengan pemilik kosan kan" kataku mencoba menenangkan.
"Tetap sa.."
"tok...tok...tok.." suara ketukan memotong obrolanku dengan ayahku.
Aku berdiri lalu pergi menuju pintu.
Waktu kubuka pintu kulihat seorang cewek. seperti lebih muda dariku. berpostur lebih pendek dari aku.
"Anak smp? ngapain malam - malam kesini?" tanyaku dalam hati.
"selamat malam.. amel ya.." kata cewek itu dengan tersenyum.
"s-siapa ya?" kataku agak bingung. karna dia tau namaku.
"oiya belum kenalan... namaku achi anaknya pak darko" jawab cewek itu.
"ehh.. anaknya pak darko?" kataku agak sedikit terkejut.
aku agak terkejut aja kenapa pak darko tidak menjelaskan tentang achi.
kalau dipikir - pikir pak darko belum menjelaskan tentang keluarganya sama sekali sih.
"ayok achi silahkan masuk.." kata ayahku menyadarkanku.
__ADS_1
saking seriusnya berpikir aku sampai belum mempersilahkan achi masuk.
"Achi kelas berapa?" ayahku bertanya membuka obrolan.
"Sama kayak amel om.. besok udah masuk SMA". jawab achi.
aku dan ayahku saling bertatapan.
aku kira dia masih anak SMP. dari tinggi badan dan mukanya juga masih kayak anak smp.
"Saya juga sekolah di sekolah yang sama dengan Amel om.. jadi seru ada teman sekolah yang deket" kata achi lagi.
"wah.. seru sekali pasti.." balas ayahku seperti lega.
kita bertiga ngobrol banyak hal. sampai akhirnya achi pamit pergi.
"Achi pamit dulu ya.. amel.. om.. udah malem.. besok aku kesini lagi ya mel.." kata achi melambaikan tangan lalu pergi.
"iyaa.. bye - bye.." jawabku sambil melambaikan tangan juga.
"Gimana? masih khawatir? ternyata ada teman sebaya juga di sini.. makin aman kan.." kataku meyakinkan sembari menutup pintu.
"Iyaa.." kata ayah sambil tersenyum.
Akhirnya kita berdua lanjut beres - beres lagi. setelah banyak hal - hal yang lewat tadi.
"fyuhh.. akhirnya selesai.." kataku lega.
tidak sampai lima menit akhirnya selesai. karna memang tinggal dikit untuk nata - nata barangnya.
"okay.. ayah punya hal untuk dilakukan juga kan" kataku membuka obrolan.
Ayahku langsung memelukku
"Jaga kesehatan.. jaga diri kamu.. sekolah yang bener.." kata ayahku sambil mengelus - elus rambutku.
"Iya yah.. jaminan gak bakal ngecewain" kataku percaya diri.
Ayahku melepas pelukannya, mengambil jaketnya lalu pergi.
"Semoga lancar besok hari pertama sekolahnya.." kata ayahku sambil pergi.
Sesudah ayahku hilang dari pandangan.
Aku menutup pintu dan merebahkan diriku di kasur.
sekarang aku benar - benar hidup sendiri.
Tidak tau apa yang akan terjadi besok. tapi sepertinya seru juga.
Karna hari ini aku sibuk banget. banyak hal yang harus dikerjakan.
Tidak pakai waktu lama akupun tertidur pulas.
***
"Kukuruyuuk.... kukuruyuuk..."
Jam ayamku tidak pernah gagal membangunkanku.
Aku memang bukan tipe orang yang susah bangun sih.
Tapi tetap saja butuh waktu untuk mengumpulkan kesadaranku.
Aku duduk seperti biasa di sisi kasur sambil mengumpulkan kesadaranku.
"tok...tok...tok.." suara ketukan di pintu agak mengkagetkanku
"Siapa pagi - pagi gini ya?" kataku setengah sadar.
__ADS_1
Aku berdiri, berjalan agak sempoyongan menuju pintu.
Aku bukakan pintu. ternyata bi miti membawakanku sarapan.
"baru bangun non amel?" tanya bi miti.
"iyaa bi" jawabku sambil mata berusaha terbuka.
"Yaudah saya taruhin di meja" kata bi miti sambil masuk lalu menaruh sarapan di mejaku.
"Semua penghuni kosan di sini dapat sarapan atau makanan gitu bi?". tanyaku tiba - tiba.
"gak non.. cuma non amel saja.." jawab bi miti.
"saya pamit dulu.. banyak yang masih harus dikerjakan.." kata bi miti seraya pergi.
mungkin ayahku sudah ada omongan dengan pak darko. sehingga aku dapat makanan juga di sini.
"jadi tidak usah repot masak - masak lagi hehe.." kataku dalam hati. sambil mengunyah ayam goreng yang kriuk di luar dan lembut di dalam.
Ayam goreng bi miti the best enak banget.
Selesai makan, aku mandi sebelum nanti achi menjemputku.
tiga puluh menit aku selesai mandi dan juga berpakaian.
Rambut pendek enak banget.
Tidak terlalu ribet untuk mengaturnya.
dan rasanya juga fresh banget. biasanya kalo rambut panjang suka gerah.
Aku melihat diriku sendiri di kaca. dan aku suka melihat rambut pendekku.
"tok...tok...tok..."
itu sepertinya achi
Aku bergegas untuk menuju pintu.
Aku bukakan pintu dan achi sudah bersiap juga dengan seragamnya.
Dia memakai seragam yang sama denganku. ternyata beneran anak SMA.
meskipun masih terlihat seperti anak SMP.
"kamu udah siap? ayok berangkat.." ajak achi
"siap dong.. yok!" balasku.
kita pun berangkat
kita ke sekolah jalan kaki. karna jarak sekolah tidak begitu jauh dari kosan.
"Nanti MOSnya apa ya? aku males banget kalau disuruh aneh - aneh.." tanyaku ke achi.
"Di sekolah kita nanti gak aneh - aneh kok.. saudaraku dulu ada yang sekolah di situ dan gak ada MOS yang aneh - aneh". jawab achi.
"wah... untung deh kalo gitu.." kataku lega.
"ohiya.. pas aku awal ketemu ayah kamu.. aku gak ngeliat kamu chi.. kamu di mana?" tanyaku pada achi. hampir saja aku lupa menanyakannya.
"ohh.. itu aku lagi bermain game di kamar hehe.." kata achi sambil tersenyum.
"Ohh dia suka main game ya.." kataku dalam hati.
Tidak berapa lama akhirnya kita sampai juga di sekolah baruku.
Sekolah dengan banyak bangunan lama tapi sangat terjaga.
Dan termasuk sekolah unggulan juga di kota ini.
__ADS_1
bersambung.....