
Hari yang dinanti banyak siswa akhirnya datang. festival tahunan yang diadakan sekolah.
dulu katanya diawal terbentuknya, festival sekolah diadakan selama tiga hari. tapi setiap generasi mengalami pengurangan. sampai di generasiku festival hanya diadakan sehari saja.
aku dan achi sengaja berangkat lebih pagi. bukan karna banyak yang harus dikerjakan.
tapi memang ingin melihat susasana keramaian dan serunya anak-anak murid yang lain membuat sesuatu.
karna untuk kelasku sendiri cukup santai atau bahkan santai banget. tinggal bawa lima makanan jadi dari rumah. untuk dikumpulin dan dijual di acara nanti.
paling yang agak ribet anak-anak cowok yang harus bikin stan buat jualan nanti. dan juga aku yang harus menyiapkan mental untuk tampil nanti. hufft.
"kamu pasti bisa mel" achi melihatku dengan semangat.
"iyaa, makasih.." jawabku.
"santai aja nanti aku traktir lumpia" kata achi.
"siap bos!" kataku langsung bersemangat.
achi tertawa melihatku. aku juga ikut tertawa.
***
acara bazar sudah dimulai.
sangat ramai sekali. ada yang berjualan makanan, asesoris, bahkan kaos band.
aku jalan-jalan berkeliling bersama achi. melihat ada yang jualan apa saja.
aku melihat ada yang jualan pancake.
hebat sekali dengan bikin jualan yang langsung diolah di tempat.
karna kalau gak bisa hanya bikin berantakan saja.
"amel..amel sini" ajak achi.
aku menghampiri achi.
"ada yang jualan lumpia tuh" kata achi semangat sambil menunjuk salah satu stan.
"ayok" kataku semangat sambil bergerak menuju stan lumpia itu.
baru satu langkah aku berhenti.
"eh kenapa kok berhenti mel?" tanya achi penasaran melihatku tiba-tiba berhenti.
aku tadi tidak memperhatikan dengan benar. tapi yang menjaga stan lumpia itu adalah rico.
rico menjaga stan itu dengan dua temannya.
achi masih melihatku dengan penasaran. lalu melihat ke arah stan lumpia.
"ohh gara-gara cowo itu" kata achi.
"iyaa chi" kataku sambil meringis.
"kamu aja ya yang kesana" kataku memohon.
"yaudah" kata achi seraya pergi ke stan lumpia.
sedangkan aku bersembunyi di belakang papan kardus yang dibentuk menyerupai badut.
tak berapa lama achi kembali membawa dua styrofoam.
punya achi dan aku sama-sama berisi dua lumpia.
"berapaan?" tanyaku.
"enam ribu" kata achi.
"isi dua ini enam ribu?" tanya lagi.
"hu'um" jawab achi.
"tapi yang punya kamu gratis" kata achi.
"ehh kenapa?" tanyaku kaget.
"kamu dikasih sama cowo berkacamata itu"
__ADS_1
"dia bilang buat amel" achi menjelaskan.
"ihh.. kenapa diterima?" tanyaku.
"ya dikasih sama dia"
"kamu kalau gak mau balikin aja"
"atau bayar ke dia kalau gak mau gratisan" kata achi.
aku bingung karna ternyata lumpiaku di kasih sama rico. aku mau membayarnya tapi aku males untuk berhadapan dengan dia.
"yaudah tinggal makan aja enak kok" kata achi santai sambil memakan lumpia.
"bukan itu masalahnya" kataku.
"terus masalahnya apa?" tanya achi.
aku terdiam.
"oh iya kamu gak lupa bawa gitar untuk tampil nanti?" tanya achi.
"aku gak bawa"
"gitarnya udah disiapin sama evelyn" jawabku.
"kamu gak latihan dulu?"
"biar nanti lancar tampilnya" kata achi.
"boleh deh" jawabku.
aku dan achi menuju kelasku.
sesampainya di kelasku aku masuk bersama achi.
ada beberapa orang termasuk evelyn yang sepertinya sedang sibuk membicarakan sesuatu.
"evelyn" panggilku agak keras.
evelyn mendengarku lalu menghampiriku.
"iya, ada apa mel?" tanya evelyn.
terdiam sebentar evelyn tiba-tiba menepuk jidatnya.
"astaga aku lupa bawa gitarnya mel" kata evelyn.
"banyak sekali barang yang harus aku siapkan tadi"
"sampai lupa bawa gitarnya" kata evelyn.
aku dan achi saling melihat kebingungan.
"gimana nih. masa nanti tampil gak pakai gitar" pikirku dalam hati.
"oh iya" evelyn menepuk tangannya seperti mendapat ide.
"biasanya ada aja anak di kelas lain yang suka bawa gitar"
"aku akan jalan ke kelas lain siapa tau nemu gitar yang bisa di pinjam" kata evelyn seraya pergi.
"aku dan amel juga nyari" kata achi tiba-tiba.
"okay" jawab evelyn.
"kita juga nyari chi?" tanyaku.
"iyalah kan buat kamu" jawab achi.
akhirnya aku dan achi juga berkeliling. siapa tau menemukan ada anak yang main gitar di kelas.
kita berpapasan dengan evelyn di jalan. dan dia memutuskan untuk melihat kelas yang ada di lantai dua.
aku dan achi berhenti sejenak membeli dua es kopi karna lelah dan haus habis berkeliling.
aku dan achi meminum langsung di stan kopinya karna disediakan juga tempat duduk di tempatnya.
"jreng..jreng"
suara sekitar ramai banget tapi aku seperti mendengar sayup-sayup suara gitar.
__ADS_1
"achi kamu denger gak?" tanyaku ke achi.
"denger apaan?" tanya achi balik.
"suara gitar. coba denger baik-baik" kataku.
achi mulai mendengarkan dengan serius.
"jreng..jreng"
"iya, ada suara gitar mel" kata achi semangat.
segera aku dan achi menghampiri asal suara itu.
kita berjalan terus sampai di sebuah kelas yang tempatnya agak di pojok.
terlihat beberapa anak cowo sekitar tiga orang. satu orang bermain gitar yang lain bernyanyi.
aku hanya bisa melihat punggung anak yang bermain gitar karna menghadap berlawanan dari arahku melihat dari pintu kelas.
salah satu anak menyadari aku dan achi yang ada di pintu. lalu memberi tahu temannya yang lain.
betapa kagetnya aku melihat ketika orang yang membawa gitar itu berbalik.
padahal aku sudah menemukan gitar buat aku tampil. tapi ketika aku melihat orang yang memegang gitar itu. semuanya terasa jauh lagi.
"kenapa dari semua orang harus rico yang membawa gitar?!" kesalku dalam hati.
aku tidak tau harus bagaimana.
sepertinya aku harus mencari gitar yang lain.
baru aku mau memberi tahu achi. achi sudah berjalan masuk. lalu berbicara dengan rico.
aku tidak tau apa yang mereka bicarakan. karna aku tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. karna posisinya agak jauh dari aku yang di pintu.
tak berapa lama achi kembali dengan membawa gitar.
"ini gitarnya. buat kamu tampil nanti" kata achi seraya memberikan gitar itu padaku.
"aku gak boleh seperti ini terus. aku harus menghadapi rico"
"setelah acara selesai aku akan mengembalikan gitarnya dan berterima kasih sama dia" tekadku dalam hati.
satu jam kemudian sudah saatnya aku tampil untuk bernyanyi dan bermain gitar di panggung.
rasanya kakiku ingin copot ketika aku menaiki tangga panggung dari belakang.
pembawa acara memperkenalkan diriku ke penonton tapi aku benar-benar tidak fokus dengan apa yang dia bicarakan.
aku duduk dan sudah siap dengan gitarku.
aku mulai memainkan intro dengan gitarku.
dan aku mulai bernyanyi.
"kelak kau kan menjalani hidupmu sendiri..
melukai kenangan yang telah kita lalui..
yang tersisa hanya aku sendiri di sini..
kau akan terbang jauh menembus awan..
memulai kisah baru tanpa diriku.."
"Seandainya kau tau ku tak ingin kau pergi..
meninggalkan ku sendiri bersama bayanganku..
seandainya kau tau aku kan selalu cinta..
jangan kau lupakan kenangan kita selama ini.."
ketika aku nyanyikan bagian reff aku sedikit teringat tentang edgar.
aku bernyanyi sampai selesai.
setelah selesai aku lumayan kaget karna mendapat tepuk tangan yang cukup meriah.
aku melihat di bagian depan juga banyak teman-temanku yang menyoraki.
__ADS_1
rasanya senang sekali.
bersambung.