
Saat aku sedang melamun di balkon.
lamunanku buyar ketika tiba-tiba ada yang memakaikanku jaket.
yang bikin terkejut lagi. yang memakaikanku jaket adalah cowok aneh itu.
**
"kamu gak dingin?"
"malam-malam begini di luar"
tiba-tiba saja dia sudah berada di sampingku.
dia melihatku. ada yang berbeda dengan dirinya sekarang.
aku tidak tau apa, tapi dia sekarang terlihat lebih tenang. meskipun wajahnya masih menunjukkan wajah seorang yang lelah.
aku agak menjauh.
"dasar kamu orang aneh!"
"tidak ramah!"
"malam-malam berisik mengeluarkan suara aneh"
"paginya malah nibanin cewek!"
tanpa sadar aku keluarin semua uneg-uneg dalam pikiranku.
"maaf ya.."
"aku tidak bermaksud apa-apa"
"maaf ngerepotin kamu beberapa hari ini"
dia meminta maaf sambil menundukkan kepala.
"hufft.." aku menghela nafas.
"baiklah kamu aku maafin"
jujur aku kesal sekali dengan dia. tapi aku bukan tipe orang yang tidak mau memaafkan orang. dan juga aku merasa ada sesuatu dibalik keanehan dia selama ini.
"apa aku boleh tahu apa yang sebenarnya terjadi" tanyaku.
"ceritanya panjang.." jawab dia sambil mengangkat kepalanya.
"aku punya banyak waktu"
"itu juga kalau kamu tidak keberatan menceritakannya"
aku penasaran dengan apa yang terjadi, alasan di balik semua keanehannya. tapi aku tidak mau sampai memaksa dia juga.
"sebelum itu, kita belum berkenalan kan"
"namaku edgar"
sambil menyebutkan namanya dia tersenyum.
langit hari ini cerah tidak berawan. sinar bulan terang menerangi kita berdua. menerangi wajahnya dengan senyum manisnya.
"mm.. kalau nama kamu siapa?"
"kalau boleh aku tahu.."
pertanyaan dia membuyarkan lamunanku.
"Namaku Amelia" jawabku.
"Nama yang cantik" kata edgar dengan senyuman manisnya.
"sial. ini cowok kalau lagi gak aneh benar-benar beda dari biasanya."
"kenapa cowok ganteng seperti ini harus aneh sih.." gumamku dalam hati.
"Di luar dingin banget"
"Ayo, aku ceritain semuanya dalam kosanku aja"
edgar mengajakku.
Aku mengikutinya dari belakang.
Setelah dia membuka pintu dan masuk.
langkahku terdiam di depan pintu masuknya.
"Ada apa?" tanya edgar bingung melihatku diam.
hening sejenak edgar berbicara lagi.
__ADS_1
"ah maaf.."
"aneh sekali memang kalau dipikir"
"cowok mengajak cewek masuk ke kamarnya ditengah malam"
"maaf ya aku tidak berpikir sejauh itu tadi" edgar meminta maaf.
aku masih terdiam.
"gak apa-apa kok"
"aku terdiam tadi memang berpikir soal itu"
"tapi kalau dipikir lagi. ini kan masih di lingkungan tempat tinggalku sendiri"
"banyak juga orang yang aku kenal di sini"
"jadi gak bakal kenapa-napa" kataku banyak setelah tadi terdiam cukup lama.
aku mulai berjalan lagi. masuk ke kamar edgar.
edgar mempersilahkan aku duduk di kursi.
sepertinya ini kursi untuk meja belajarnya.
"sebentar ya" kata edgar.
aku memperhatikan isi kamarnya.
rapi dan bersih.
aku kira akan jadi tempat yang kotor dan berantakan
mengingat kelakuannya yang berisik di malam hari.
aku kira isi kamarnya akan acak-acakan.
"maaf ya lama" edgar kembali sambil membawa dua gelas berukuran sedang.
"ah jadi ngerepotin" kataku.
"nggak kok" jawab edgar.
edgar memberikanku satu dari dua gelas yang dibawanya.
ternyata dia membuat coklat panas.
aku meminumnya sedikit.
rasa hangat dan manisnya benar-benar membuat malam yang dingin menjadi hangat.
"jadi tentang penjelasan semua yang terjadi belakangan ini" kata edgar memecah fokusku yang sedang menikmati coklat panas.
"jadi apa penjelasannya?" kataku bertanya.
"jangan cerita siapa-siapa ya"
"cuma kamu yang aku ceritakan tentang hal ini"
"karna aku merasa bersalah membuat kamu jadi kerepotan dan bingung dengan yang terjadi belakangan ini"
edgar menjelaskan panjang lebar.
aku merasa aneh kenapa dia bilang jangan cerita siapa-siapa.
tapi akhirnya aku iyakan.
karna aku juga pingin tau apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
"iya, aku tidak akan cerita ke siapa-siapa" kataku.
"jadi ceritanya dimulai dari dua tahun lalu" edgar mulai bercerita.
"aku berpacaran dengan seorang cewek dari awal kuliah"
"ketika masuk tahun kedua. aku tidak sengaja melihatnya berdua bersama seorang cowok di sebuah kafe"
"mungkin aku masih bisa berpikir positive kalau mereka hanya duduk dan makan"
"tapi ternyata mereka malah berciuman"
"berciuman di tempat umum. hal yang aneh bukan"
"aku lalu menghampiri mereka berdua"
"saat tau aku ada di situ, pacarku kaget dan aku langsung memutuskannya saat itu juga"
"jadi kamu menjadi aneh karna diselingkuhin cewek?" tanyaku menyela cerita edgar.
"bukan, bukan cuma itu saja" jawab edgar.
__ADS_1
"setelah aku tau pacarku selingkuh. aku sempat merasa galau"
"entah kenapa momennya bisa pas. ketika aku sedang galau teman kuliahku membawakanku sesuatu"
"temanku memberiku sebuah plastik kecil berisi serbuk putih"
"hah?!.. narkoba??" tanyaku kaget, menyela cerita edgar lagi.
"iya, narkoba" jawab edgar datar.
"momen yang pas ketika aku sedang galau"
"teman kuliahku membawakan benda terlarang itu"
"sebenarnya aku hanya butuh waktu aja untuk menyembuhkan kegalauanku waktu itu"
"tapi karna pas sedang galau aku diberi barang itu"
"aku menjadi ketergantungan dengan barang itu. dan tidak bisa lepas sampai sekarang"
"akibatnya banyak mempengaruhi hidupku"
"kuliahku terganggu, perilaku menjadi aneh, sampai menganggu kamu"
"ketika aku berisik ditengah malam waktu itu"
"itu efek dari aku mencoba menahan tidak memakai barang itu lagi"
"rasanya benar-benar tidak enak. aku tidak bisa mengungkapnya dengan kata-kata"
mendengar penjelasan edgar. aku benar-benar kaget dibuatnya.
aku memikirkan banyak kemungkinan kenapa dia menjadi aneh.
tapi ini benar-benar diluar perkiraanku.
"yah seperti itulah ceritanya" edgar menyudahi ceritanya.
aku tidak tau mau bicara apa.
aku terlalu shock mendengar ceritanya.
aku menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya. untuk menenangkan diriku.
"kamu masih menyimpan barang itu?" tanyaku.
"masih, tapi aku sudah tidak memakainya beberapa hari ini" edgar mengeluarkan dua buah bungkus plastik kecil dari saku bajunya.
aku berdiri mengambilnya.
lalu aku berjalan menuju kamar mandinya.
aku buang semua isi dalam plastik kecil itu ke saluran air.
edgar kaget melihatku melakukan hal itu.
aku kembali duduk di kursi belajarnya.
"kenapa?" tanya edgar.
"kalau kamu memang berniat untuk berhenti. kamu harus membuang semua barang itu"
"juga jauhi semua teman-temanmu yang berhubungan dengan barang itu" kataku tegas.
"bisakah kamu berjanji?" tanyaku.
"aku janji aku akan menjauhi barang terlarang itu. dan juga semua temanku yang berhubungan dengan hal itu" jawab edgar.
"ahh.. aku benar-benar lega" kata edgar sambil tertawa kecil.
"kenapa?" tanyaku.
"entahlah. mungkin karna aku tidak pernah menceritakan semua masalah yang aku pendam selama ini" jawab edgar.
"baguslah kalau gitu" kataku.
aku melihat diantara tumpukan buku di meja belajarnya.
ada sampul buku yang tidak asing.
aku ambil dan ternyata itu komik kesukaanku.
"kamu baca komik ini juga?" tanyaku bersemangat.
"iya, aku baca itu komik dari sd" jawab edgar.
aku tidak menyangka edgar juga membaca komik kesukaanku.
kita berdua ngobrol banyak hal tentang komik itu.
aku benar-benar tidak tidur hari itu.
__ADS_1
bersambung...