Tetangga Kos Tampan Misterius

Tetangga Kos Tampan Misterius
Normal


__ADS_3

Setelah pengakuan edgar yang benar-benar mengejutkan. kita lanjut ngobrol tentang komik kesukaanku dan banyak hal lain hingga membuatku tidak tidur sampai pagi.


***


"tok..tok..tok.." suara ketukan tapi asalnya dari kamar sebelah.


"Amel.. amel.." teriak achi.


"astaga.. aku keasikan ngobrol sampai lupa kalau sudah pagi" panikku.


aku melihat jam dinding kamar edgar sudah menunjukkan pukul enam.


"gak berasa udah jam segini.. aku balik dulu mau sekolah" pamitku pada edgar.


"okay.. semoga lancar sekolahnya" edgar melambaikan tangannya.


tanpa pikir panjang aku buka pintu langsung keluar dari kosan edgar.


achi yang masih mengetuk kamarku. kaget melihatku keluar dari kosan edgar.


"mel kamu kok keluar dari kosan cowok aneh itu?" tanya achi dengan muka terkejut.


"itu.. mm.. nanti aku ceritain. panjang ceritanya" jawabku.


"seriusan itu aneh banget" kata achi belum bisa memproses apa yang sedang terjadi.


aku melihat achi membawa bungkusan. sepertinya makanan.


lalu aku mengajak achi untuk masuk ke dalam kosanku.


ternyata achi membawa dua nasi pecel.


aku menyiapkan dua piring untuk kita berdua makan.


sambil makan, achi masih melihatku dengan tatapan penasaran.


"jadi?" tanya achi.


"apanya?" tanyaku balik sambil makan.


"penjelasan keanehan yang terjadi ini" kata achi masih penasaran.


lalu aku menceritakan semua yang terjadi tadi malam pada achi.


aku menceritakan tentang aku yang bertanya pada edgar. tapi aku tidak menceritakan secara rinci tentang penyebab keanehan edgar. karna aku sudah berjanji pada edgar tidak cerita ke siapa-siapa.


"ohh.. jadi kamu sudah tau penyebab keanehannya selama ini dan ternyata dia sebenarnya cowok yang baik" kata achi setelah mendengar ceritaku.


"iya" jawabku singkat.


"tapi perkembangannya cepat sekali. dari yang tadinya benci sekarang udah biasa aja" kata achi.


"aku sebenarnya tidak membencinya. aku cuma kesal saja dengan perilakunnya dan ketidak tahuanku tentang maksud di balik perilaku anehnya" jawabku.


"jadi kamu sekarang tidak membencinya lagi. karna semuanya sudah jelas?" tanya achi.


"aku tidak membencinya, aku cuma kesal saja. dan karna sekarang semuanya sudah jelas. aku jadi tidak kesal lagi pada dia" jawabku.


"ohh.." kata achi.


"yaudah ayok kamu segera siap-siap nanti aku kesini lagi kita bareng berangkat sekolah" kata achi bergegas keluar dari kamarku.


waktunya sudah lumayan mepet.


aku juga bergegas untuk bebersih dan bersiap-siap berangkat sekolah.


***


Setelah untuk kesekian kalinya aku dan achi masih berhasil masuk meskipun udah mepet banget waktunya.


aku tidak tau, tapi sepertinya aku dan achi masih memiliki keberuntungan untuk masuk sebelum pagar sekolah ditutup.


pelajaran sekolah berlangsung seperti biasanya.

__ADS_1


sampai siang akhirnya waktu untuk pulang.


"mel kamu pulang sendiri ya" kata achi.


"hah.. kamu mau kemana chi?" tanyaku kaget.


karna biasanya aku dan achi selalu berangkat dan pulang sekolah bareng.


tidak biasanya dia tidak bisa pulang bareng.


"aku ada urusan osis mel" jawab achi.


"hah.. kamu jadi osis chi?" tanyaku ke achi.


"iya.. aku gak berniat jadi osis sih.. tapi temen smpku yang sekarang di sma ini juga. minta bantuanku jadi anggota osis" jawab achi.


"ahh.. yaudah kalo gitu" kataku.


"sorry ya mel.. aku lupa belum bilang ke kamu" kata achi.


"iya gak apa-apa kok" kataku menenangkan.


"yaudah aku pulang dulu chi" pamitku ke achi.


"ati-ati di jalan mel" kata achi sambil melambaikan tangan.


tidak jauh dari gerbang sekolah aku melihat beberapa kerumunan cewek.


"ada apaan ya?" tanyaku dalam hati.


sampai di gerbang sekolah. aku melihat ada cowok sepertinya sedang menunggu seseorang. menaiki motor gede memakai jaket.


sepertinya kerumunan cewek itu sedang memperhatikan cowok itu.


saat cowok itu menoleh ke arahku aku kaget.


"Edgar!" refleks aku menyebut namanya karna kaget melihatnya ada di sini.


"Amel" sapa edgar tersenyum.


"kenapa kamu di sini?" tanyaku penasaran.


"nungguin kamu" jawab edgar santai.


"hah.. nungguin aku? kenapa?" tanyaku lagi.


"jemput kamu pulang sekolah" jawab edgar.


belum selesai aku bertanya. ada yang menepuk bahuku dari belakang.


"Amel, itu siapa?" tanya suara di belakangku.


aku menoleh ke belakang.


ternyata evelyn. dia adalah ketua kelasku. aku tidak begitu jelas melihatnya tadi di kerumunan.


"itu siapa mel? pacar kamu ya?" tanya evelyn.


"bukan, cuma tetangga kok" jawabku.


"tetangga?" kata evelyn bingung.


aku melihat ke arah edgar.


"ayo, pulang" kata edgar.


aku segera menghampiri edgar


aku naik ke motornya lalu kita pulang.


aku sendiri juga bingung untuk jawab pertanyaan evelyn. jadi aku putuskan untuk langsung pulang saja sama edgar.


saat dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"kamu udah makan?" tanya edgar.


"kamu kenapa bisa jemput aku?" aku balik bertanya.


"nanti aja aku jelasin. kamu udah makan belum?" tanya edgar lagi.


"belum" jawabku singkat.


"yaudah kita mampir dulu makan sebelum pulang" kata edgar.


***


kita berhenti makan di sebuah restoran.


"kamu pesen apa?" tanya edgar.


"pesen aja aku yang traktir" kata edgar lagi.


"ayam sama kentang goreng aja. aku gak begitu laper" kataku.


edgar juga memesan makanan yang sama denganku.


setelah makanan datang dan kita selesai menyantapnya.


"jadi apa yang mau kamu tanyain?" tanya edgar membuka percakapan.


"ya itu tadi. kenapa kamu bisa jemput aku di sekolahan?" tanyaku.


"kamu gak dikasih tau sama achi?" tanya edgar.


"hah? apa hubungannya sama achi?" tanyaku balik.


"tadi pagi abis achi dari kamarmu. dia kebetulan ketemu aku. terus kita sempet ngobrol bentar dan dia bilang bahwa kamu kasian pulangnya sendirian karna dia sedang sibuk urusan osis" jawab edgar.


"yaudah karna kebetulan aku lagi gak ada kuliah. jadi aku menawarkan diri buat jemput kamu" kata edgar.


"sialan achi. nyuruh edgar jemput gak bilang-bilang" kesalku dalam hati.


"jadi kamu udah kenal achi?" tanyaku.


"baru tadi pagi. pas dia baru keluar dari kamar kamu"


"kebetulan aku lagi buang sampah dari depan ketemu dia. terus aku ngobrol bentar sama dia" jawab edgar.


"ohh kirain udah lama saling kenal" kataku.


"oh iya hampir lupa" kata edgar sambil mengambil sesuatu dari tasnya.


edgar mengeluarkan sebuah buku dari tasnya.


"ehh.. ini kan seri terbaru komik kesukaanku" kataku semangat.


"iya, aku tadi pas jemput kamu mampir bentar ke toko buku"


"terus kebetulan aku liat ada seri terbaru komik kesukaanmu" kata edgar.


"ini buat aku?" tanyaku.


"iya, aku beliin itu buat kamu"


"aku beli dua, yang satu buat kamu satunya buat koleksiku juga" kata edgar menunjukkan komik satunya lagi di tas.


"Makasih ya" kataku masih bersemangat


"iya, sama-sama" jawab edgar.


aku melihat di pantulan kaca jendela. beberapa cewek sedang memperhatikan edgar.


dia memang benar-benar menarik perhatian sih.


wajahnya tampan, kulitnya putih, stylish dan wangi juga.


pingin rasanya aku bertanya kenapa dia gak jadi artis aja. tapi pertanyaan konyol seperti itu lebih baik gak usah ditanyakan saja.

__ADS_1


setelah selesai makan dan ngobrol. aku akhirnya lanjut pulang bersama edgar.


bersambung...


__ADS_2