
"Aku harus pergi.."
edgar mengucapkan hal itu dengan background kembang api yang secara kebetulan sedang meledak bermekaran mengisi angkasa.
anehnya tidak ada suara. tidak ada suara kembang api. suara taman hiburan yang harusnya ramai pun juga sepi.
terlihat mulut edgar bergerak seperti berbicara denganku. aku juga tidak mendengar apa-apa.
edgar memegang bahuku, sedikit menggoyangkan badanku.
"amel..amel"
suara edgar mulai terdengar. suara taman hiburan juga sudah terdengar. sangat ramai sampai aku tidak sadar menutup telingaku.
"ayok kita pulang.."
edgar mengajakku pulang.
beberapa menit kemudian sampai di kosanku.
"maaf" kata edgar di depan pintu kosanku.
edgar berbalik mau balik ke kosannya.
aku memegang bajunya.
"ayo masuk" kataku singkat.
edgar mengangguk.
aku tidur dengan di peluk edgar.
edgar memelukku dari belakang.
aku sangat merasa nyaman dan aman dengan posisi ini.
"kapan kamu pergi?" pertanyaanku memecah keheningan.
"besok pagi" jawab edgar.
"kenapa?" tanyaku lagi.
edgar tediam sebentar.
"aku ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan" jawab edgar.
"keluarga?" tanyaku.
"iya.." jawab edgar.
edgar juga mengelus-elus kepalaku lembut.
rasanya benar-benar nyaman hingga membuatku tertidur.
***
"kukuruyuuk.. kukuruyuuk"
aku terbangun. terasa sangat lelah lebih dari biasanya.
aku bangun dan seperti biasa mengumpulkan kesadaranku dengan duduk di pinggir kasur.
aku melihat di pinggir bantalku seperti sebuah kertas terlipat.
aku mengambilnya membuka lipatan kertas itu.
"Amel.. maaf aku harus pergi.. tidak untuk selamanya..." kata yang tertulis dalam kertas tersebut.
ternyata itu dari edgar.
mataku sedikit berkaca.
aku mendongak melihat ke atas.
"cepat sekali"
"aku baru mengenalnya dengan benar"
"melihat dia secara nyata"
"sekarang harus berpisah" kataku dalam hati.
setelah kesadaranku terkumpul semua.
aku bangun untuk mandi dan bersiap-siap ke sekolah.
tak berapa lama setelah sudah siap semuanya.
"tok..tok..tok"
"amel..amel" terdengar suara achi memanggil.
aku bergegas ke depan dan membukakan pintu.
"ayok makan" ajak achi sambil membawa dua styrofoam.
isinya adalah bubur ayam.
aku dan achi memakan bubur ayam dengan lahap.
selesai makan aku dan achi pun tinggal berangkat. karna kita sudah memakai seragam dan siap semua.
__ADS_1
"berangkat sekarang?" tanyaku.
"ayok" jawab achi.
kita pun berangkat bersama ke sekolah.
sesampainya di sekolah pelajaran berlangsung seperti biasanya sampai jam waktunya istirahat.
"ayok ke kantin" ajak achi.
"gak dulu" jawabku.
"kenapa? gak bawa duit?" tanya achi.
"lagi males makan" jawabku.
"okay aku ke kantin dulu" kata achi seraya pergi.
aku di balkon depan kelasku sambil melihat anak-anak cowok di bawah bermain bola.
sedang melihat-lihat pandanganku bertemu dengan sosok yang tidak asing di kerumunan cowok yang sedang bermain bola.
kami saling melihat.
"sial dia melihatku" kataku terkejut langsung aku menunduk biar tertutupi tembok balkon.
"kamu kayak gini lagi. siapa sih itu cowo?" kata achi sudah berdiri di sampingku.
"achi.." kataku terkejut.
"jadi dia siapa?" tanya achi lagi.
"s-siapa?" tanyaku.
"itu cowo berkacamata yang sedang main bola. dia siapa?" tanya achi.
aku terdiam sebentar.
"dia rico temen sdku dulu" jawabku.
"ohh temen sd.. kok kamu sampe kayak gitu ke dia?" tanya achi lagi.
"ada hal memalukan tentang dia di jaman dulu" kataku.
"apa itu? kalau boleh tau" kata achi sambil mengunyah tahu bulat.
"aku dulu suka dia pas sd dan entah kenapa aku menembaknya"
"udah gitu aku juga ditolak sama dia"
aku menutup mukaku setelah bercerita karna menurutku itu cerita yang sangat memalukan.
"yakan.." balasku.
"tapi itu kan dulu. sekarang kalian udah sama-sama gede. kalau pas kecil sih emang banyak hal random yang terjadi" kata achi.
"iya sih tapi.."
"jreng..jreng..jreng.."
belum selesai aku ngomong ada suara gitar dari dalam kelas.
aku dan achi masuk melihat ke dalam.
ternyata evelyn ketua kelasku sedang bermain gitar.
dan beberapa cewe teman kelasku di sekitarnya ikut mendengarkan.
evelyn melihat ke arahku.
"amel, achi ayok sini" kata evelyn mengajak.
aku dan achi akhirnya menghampiri evelyn.
"jreng..jreng" suara genjrengan gitar evelyn.
"hm..hm..hm" diringi dengan senandung dia.
aku mendengarnya cukup lama tapi terasa ada yang aneh.
"sorry aku potong. ini lagu apa ya?" tanyaku ke evelyn.
"ini bukan lagu apa-apa. aku cuma asal aja bermain gitar dan bersenandung"
jawaban evelyn membuatku dan achi hampir terjungkal.
ternyata dia daritadi hanya asal saja bermain gitar.
"kamu bisa bermain gitar mel?" tanya evelyn.
"bisa sedikit" jawabku.
"yaudah kamu aja yang main" Evelyn menyerahkan gitarnya.
aku melihat ke arah achi memberikan gitar. dia menggelengkan kepalanya.
sepertinya achi juga gak bisa bermain gitar.
aku mulai memainkan gitar.
sambil berusaha mengingat kunci-kunci gitar yang sudah lama gak aku mainkan.
__ADS_1
aku mulai bernyanyi
"Memandang wajahmu cerah..
membuatku tersenyum senang..
indah dunia.."
"Tentu saja kita pernah...
mengalami perbedaan...
kita lalui.."
"Tapi aku merasa...
jatuh terlalu dalam..
cintamu..."
"ku tak akan berubah...
ku tak ingin kau pergi..
selamanya..
tiba-tiba semuanya ikut bernyanyi.
"ku kan setia..
menjagamu..
bersama dirimu dirimu
uwoho.."
"sampai nanti akan selalu
bersama dirimu...."
dan akhirnya semuanya ikut nyanyi sampai lagu selesai.
"wah jago kamu mel. bisa main gitar suara kamu juga enak" puji evelyn.
"gak kok biasa aja" jawabku.
setelah itu bel berbunyi dan pelajaran lanjut seperti biasa.
***
bel pulang berbunyi guru juga sudah meninggalkan kelas.
pas kami mau keluar kelas evelyn maju ke depan dan mencegah kami untuk keluar dulu.
"sebentar semuanya. mohon perhatiannya sebentar" kata evelyn.
"tiga hari lagi akan diadakan festival sekolah yang diadakan setahun sekali"
"setiap kelas wajib membuat satu stan untuk bazar di festival nanti"
"jadi sebelum pulang kita tentuin kita akan jualan apa di acara festival sekolah" kata evelyn menjelaskan.
tidak jadi pulang akhirnya kelasku menentukan dulu apa yang mau kita jual di festival sekolah.
ada yang memberi saran untuk berjualan gorengan dan semacamnya. tapi ditolak karna terlalu ribet untuk masalah minyak goreng.
belum lagi kalau kita yang memasak pasti bikin stan seperti kapal pecah.
setelah beberapa saran akhirnya kelas kita sepakat untuk membawa makanan yang sudah jadi dari rumah sebanyak lima biji.
nanti kita kumpulin dan tinggal dijual di festival sekolah.
"akhirnya bisa pulang juga" kataku lega dalam hati.
"ohiya untuk kelas satu seperti kita"
"selain harus bikin stan kita wajib juga menyumbang satu penampilan setiap kelas" kata evelyn.
tiba-tiba semua melihat ke arahku.
"iya amel aja"
"amel aja dia jago main gitar"
"suaranya juga enak"
tiba-tiba banyak suara di kelas yang menyarankanku sebagai penampil wakil dari kelas.
"gimana? kamu mau mel?" tanya evelyn.
aku melihat sekitar
semuanya seperti berharap padaku.
aku melihat achi. dia menganggukkan kepala memberi semangat.
"oke aku mau" jawabku.
semua bersorak.
bersambung.
__ADS_1