Tetangga Kos Tampan Misterius

Tetangga Kos Tampan Misterius
Kos


__ADS_3

"Kukuruyuuk.. Kukuruyuuk.."


Suara ayam membangunkanku dipagi hari.


Bukan ayam asli tapi jam alarm berbentuk ayam yang aku miliki dari sd.


Kulihat jam menunjukkan pukul tujuh.


Sengaja kuatur jam tujuh untuk bersiap - siap. karna aku dan ayahku akan pergi ke kosan jam 8.


Berusaha keras aku bangun dari tempat tidurku. Seakan seluruh pusat gravitasi bumi ada di kasurku.


Berhasil bangun. aku duduk di pinggiran kasur untuk ngumpulin nyawa.


Setelah 10 menit duduk bengong.


Aku pergi ke kamar mandi.


Mandi, keramas, sikat gigi.


Setelah semua kegiatan bebersih selesai. sudah berpakain rapi juga. waktunya sarapan.


Aku pergi ke ruang makan. aku liat mejanya masih kosong. ayah juga tidak keliatan.


Aku ke ruang tengah, ruang tamu, teras juga tidak ada.


Apa ayah masih beliin makanan diluar? aku kebingungan.


"grrrookkk... grrrookkk.."


Hah!?, suara apaan tuh? sekilas aku mendengar suara yang gak asing di telingaku.


Aku telusuri arah suara tersebut.


Sampailah di tempat suara itu seharusnya berada.


Ternyata ayahku sedang tidur pulasnya sampai ngorok.


"Ya ampun yah! kok masih tidur sih!?" teriakku sambil menggoyangkan badan ayahku.


"Banguunn! katanya kemarin kita berangkat jam 8. ayah janjian sama pemilik kos jam setengah sembilan kan". aku masih mencoba membangunkan.


"iya, iya. ayah bangun" kata ayahku gelagapan setengah sadar.


"Beneran cepet bangun! sekarang udah jam 7.50" kataku ke ayah.


"iya mel. kamu tunggu di luar aja. ayah segera siap - siap" kata ayahku mulai bangun dari tempat tidurnya meski masih keliatan setengah sadar.


Setelah memastikan ayahku bangun. aku pergi ke dapur untuk sekalian bikin sarapan untuk aku dan ayahku.


Karna waktunya mepet akhirnya aku putusin buat bikin mi instan aja.


Selesai bikin taruh di meja makan. aku liat ayahku datang sudah siap juga.


Kita lalu makan bareng.


Selesai makan kita siap berangkat.


Aku berangkat ke kosan naik mobil ayahku. sedan tua berwarna putih yang merknya juga aku gak begitu tau.


Dari kecil aku sudah naik mobil ini. meskipun tua tapi masih terasa nyaman dinaiki.

__ADS_1


Teringat waktu kecil aku sering tertidur di kursi belakang.


Entah kenapa rasanya nyaman sekali. aku jadi sering tertidur dulu.


Sekita lima belas menit akhirnya sampai di tempat yang di tuju.


Jam menunjukkan pukul setengah sembilan.


Benar - benar pas dengan waktu janjian kalo tidak mau dibilang mepet.


Setelah kekacauan tadi pagi ini masih bagus sih. minimal tidak begitu lewat dari waktu yang dijanjikan.


"Yok kita turun" ajak ayahku.


Aku turun dan langsung disambut dengan halaman depan yang lumayan luas.


Ada beberapa pohon dan tanaman juga. membuat tempat ini keliatan jadi asri.


Tidak lupa juga kosannya.


Kosannya berlantai dua. kata ayahku lima di bawah dan lima di atas.


Tidak terlalu banyak menurutku. ketika melihat tempat ini.


Seperti lebih luas halaman daripada kosannya.


"Kita temuin dulu pemilik kosannya" kata ayahku singkat.


Aku perhatiin lagi sekeliling.


"temuin pemilik kosannya? tapi di mana?". tanyaku dalam hati.


apa sang pemilik tinggal di salah satu kosan? aku bingung.


Ayahku lalu berjalan semakin dekat ke arah kosan.


Ke bagian kanan kosan dan seperti ada sebuah gang kecil yang hanya cukup dilewati dua orang dewasa.


"Ternyata di samping bangunan kosan ada sebuah gang" gumamku dalam hati.


Setelah melewati gang itu ternyata ada rumah besar seukuran kosan di depan.


dengan lebar yang sama tapi lebih panjang ke belakang rumah ini.


Sungguh desain yang aneh.


Rumahnya di belakang kosan.


Dari depan sampai belakang. samping - sampingnya ada tembok menjulang.


Jika orang tidak masuk ke dalam. mereka tidak akan pernah tau kalau di sini ada rumah lagi.


Semakin mendekat ke rumah itu


Ada bapak - bapak sepertinya seumuran ayahku. yang sudah menyambut di depan rumah.


Dia lalu mempersilahkan aku dan ayahku masuk.


Sesuai dengan penampilannya dari luar. rumahnya memang sangat luas.


Pemilik kosan mempersilahkan kami duduk di sebuah ruang tamu. Dengan tv yang sangat besar dan lampu gantung yang terlihat besar juga.

__ADS_1


"Jadi ini nak Amel ya. yang mau ngekos di sini?" kata sang pemilik melihatku ramah.


"Iya pak" jawabku senyum.


Pemilik kosan bernama pak darko. Dia ternyata adalah teman lama ayahku sejak smp.


Waktu SMP mereka memiliki hobi bersama yaitu otomotif mobil.


Ketika SMA mereka berpisah. karna ayahku masuk SMA Negeri dan pak darko masuk SMK mesin.


Sepertinya pak darko sukses karna ke konsistenannya dengan hal yang dia suka.


sampe akhirnya dia sekarang punya banyak showroom mobil dengan total 39 cabang di seluruh Indonesia.


Benar - benar sosok yang luar biasa.


kami juga diberi teh. dan rasanya itu adalah teh terenak yang pernah ku minum selama ini.


yang membawakan teh bernama bi miti. beliau sudah lama tinggal di sini. mengurus rumah dan kosan.


hebat sekali pikirku. mengurus dua rumah dan halaman yang semuanya luas.


Sosok bi miti. lumayan tinggi dan besar. seperti bisa diandalkan di berbagai macam hal.


Dari obrolan yang aku dengar dari pak darko. ada beberapa pembantu lagi, tukang kebun dan supir.


Dan semuanya dibawah bi miti karna dia yang paling lama jadi paling mengerti seluk beluk rumah dan kosan.


Setelah ayahku dan pak darko ngobrol lumayan lama. yang kebanyakan di isi dengan cerita masa lalu mereka.


Akhirnya tiba juga waktuku untuk ngeliat kosan yang akan aku tempati nanti.


"Oiya., nanti sebelum makin petang. saya tunjukkin dulu kosan buat nak amel" kata pak darko menyudahi obrolan dengan ayahku.


"Kosan nak amel ada di lantai dua. tepatnya di kosan nomor tujuh". kata pak darko menjelaskan.


Kita pun berangkat ke area depan. yaitu area kosan tadi.


Setelah sampai di area kosan lagi. aku perhatikan penomoran di kosan ini yaitu.


Dari bawah kiri nomor 1. sampe bawah paling kanan nomor 5. berlanjut di lantai dua. paling kiri nomor 6 sampai paling kanan nomor 10.


Dan untuk ke lantai dua harus naik tangga di paling kiri dekat kosan nomor 1 di bawah.


Beruntungnya aku dapat kosan nomor 7. jadi tidak terlalu jauh jarak dari tangga.


Setelah sampai depan kosan nomor 7. pak darko memberikan kuncinya padaku.


"bila nanti ada apa - apa tinggal tanyakan saja pada bi miti". pesan pak darko kemudian pamit pergi.


Pak darko pamit karna masih ada urusan pekerjaan.


Lalu aku masuk bersama ayahku.


Di dalamnya sudah tersedia beberapa perabotan kamar. aku pun hanya membawa barang - barang yang aku pakai sehari - hari aja.


Karna memang dari awal ayah memberitahu bahwa kosan yang akan aku tempati ini. untuk perabotan sudah ada sendiri dan lumayan lengkap.


Aku mulai menata barang - barangku dibantu dengan ayahku juga.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2