
Setelah aku beranikan diri melabraknya.
Dia berbalik ke arahku dan berjalan semakin mendekat.
Untuk kali ini aku tidak menutup mata. aku beranikan diri untuk tetap melihatnya
dia semakin dekat dan sekarang sudah berhadapan denganku.
dia menundukkan wajahnya. wajah kita saling berdekatan.
"dia mau ngapain sih!?.. kenapa dia mendekatkan wajahnya sedekat itu.." kataku panik dalam hati.
Hembusan nafasnya terasa sampai ke aku.
Dia semakin mendekat, aku panik.
"Bruuukk.."
aku jatuh tiba - tiba dia menimpaku.
"ehh?.. apa?.. ada apa ini???" aku bertanya dalam hati.
Karna sangat tiba - tiba. aku jadi kaget dan tidak bisa berkata - kata.
"Mel.. kamu lagi ngapain?"
Tanya achi yang melihatku sedang ditindih seorang cowok.
Tergambar jelas di wajahnya kaget, bingung melihatku di posisi seperti ini.
"a..a..aku.. aku juga gak tau chi.." teriakku sambil agak nangis.
kemudian achi memanggil bi miti dan tidak lama bi miti datang bersama pak tukang kebun.
pak tukang kebun kemudian mengangkat cowok itu dibantu bi miti, masuk ke kamar cowok itu.
"ini mel minum dulu" kata achi menyerahkan botol air mineral.
"makasih chi.." kataku.
bi miti dan pak tukang kebun keluar dari kamar cowok itu.
"dia sepertinya cuma kelelahan.." kata bi miti menjelaskan keadaan cowok itu.
"memang tadi kejadiannya kayak gimana mel?" tanya achi kepadaku.
bi miti dan pak tukang kebun melihatku juga.
sepertinya semua penasaran dengan apa yang terjadi.
akhirnya aku ceritakan semua dari awal. dari aku mendengar suara aneh malam - malam dari kamarnya.
dan paginya ketika aku bertemu dengan dia, aku melabraknya.
hingga dia mendekatiku dan terjatuh.
Semua tampak diam setelah mendengar ceritaku.
aku akuin ini memang aneh sekali. jika aku di posisi mereka aku pasti juga akan seperti mereka.
"kita tidak pernah tahu dia sosok seperti apa.. sepertinya memang semua butuh penjelasan" kata bi miti memecah keheningan.
"kalian tidak berangkat sekolah? kalian gak telat jam segini belum berangkat?" tanya bi miti.
Aku dan miti saling bertatap - tatapan.
"sial kita sampai lupa tentang sekolah.." kataku.
"kita berangkat dulu ya bi.." kataku sambil berlari bersama achi.
**
aku dan achi sampai sekolah hampir terlambat.
pintu gerbang sudah mau ditutup. untung masih sempat untuk masuk.
setelah itu pelajaran seperti biasa.
jam sepuluh bel berbunyi waktunya untuk istirahat.
aku dan achi membeli beberapa jajan dan minuman.
kami memakannya di balkon depan kelas. karna kelasku berada di lantai dua.
__ADS_1
sambil melihat ke arah lapangan. ada beberapa anak bermain bola.
Saat aku melihat ke arah anak - anak yang bermain bola di bawah. pandanganku tertuju ke sosok tidak asing yang pernah ku kenal.
Wajah yang tidak asing, berkacamata, tinggi dan berbadan bagus.
tiba - tiba banyak memori lewat di kepalaku.
secara tidak sengaja dia melihat ke atas melihatku.
aku refleks jongkok supaya tidak terlihat.
"kamu kenapa mel?" tanya achi bingung melihatku.
"ah.. ini.. gak apa-apa.. cuma capek aja berdiri terus" jawabku sekenanya.
tidak salah lagi dia teman sdku. aku gak nyangka dia sekolah di sini juga.
setauku dia pindah ke luar kota setelah lulus sd. tapi sepertinya dia balik lagi ke sini.
tapi bisa jadi itu bukan dia. mungkin hanya kebetulan mirip doang.
tapi kalau itu beneran dia. aku benar - benar tidak mau melihat dia lagi.
tadi dia melihatku gak ya?
apa cuma gak sengaja ngeliat ke atas doang.
"mel.. mel.. ayo masuk bel udah bunyi tuh.."
Suara achi membuyarkan lamunanku.
"i.. iya.. chi" jawabku ke achi.
**
pelajaran berlanjut seperti biasa. hingga siang bel pulang berbunyi.
Seperti biasa aku pulang jalan kaki bersama achi.
"kita ke mall yuk" kata achi tiba - tiba.
"sekarang?" tanyaku.
"tahun depan.. ya sekarang lah" jawab achi.
saat sedang dalam perjalanan pulang, tiba-tiba achi mengajak ke mall.
aku lagi gak bawa duit banyak lagi. tapi palingan cuma liat-liat aja.
kita naik angkot untuk menuju kesana.
sesampai di mall achi langsung mengajak untuk makan.
"makan yuk laper nih" ajak achi.
"mm.. aku gak bawa duit banyak chi.."
"kita makan di luar aja nanti pas pulang" jawabku.
"santai aja.. aku traktir kamu mau makan apa aja" kata achi.
aku hampir lupa kalau temenku satu ini anak orang kaya. dia bener-bener sosok yang bisa membaur dengan orang banyak.
setelah berpikir cukup lama. sambil liat-liat juga.
akhirnya aku memutuskan untuk makan sushi.
"gimana kalo kita makan sushi aja chi?" tawarku ke achi.
"ayok" jawab achi.
sampai di restoran sushi kami memesan beberapa menu sushi.
selesai makan kita lanjut jalan-jalan lagi. sampai sore kita akhirnya pulang.
**
sesampai di kos seperti biasa kami berpisah ke tempat masing-masing.
selesai mandi ganti baju. aku merebahkan diriku di kasur.
"ahh.. nyamannya ini kasur"
__ADS_1
setelah beraktivitas seharian, tidur di kasur rasanya lebih nikmat.
"tok..tok..tok.."
"non amel.." teriak bi miti dari luar.
"kok bi miti dateng?.. perasaan tadi aku udah bilang ke achi kalau bi miti gak usah bawa makanan karna kita udah makan di luar" pikirku bingung.
Aku bangun dari tidur menuju pintu.
aku buka pintu, bi miti terlihat ngos-ngosan.
"ada apa bi?"
"kok kayak panik gitu" tanyaku.
"ini non tadi ada telpon dari ayah non amel"
"ayah non amel mengalami kecelakaan di tempat kerja" jawab bi miti.
Badanku langsung lemas mendengar ayahku kecelakaan di tempat kerja.
"ayok non ikut saya" kata bi miti.
aku langsung mengikuti tanpa bertanya. pikiranku kosong memikirkan apa yang terjadi dengan ayahku.
"ini non" bi miti memberikan telpon rumah.
terbuyar dari lamunanku, aku baru sadar aku udah di rumah achi.
"halo.. halo.. amel" suara dari telpon.
"ayah.. ayah.. gak apa-apa?.." kataku panik.
"tenang.. tenang.."
"ayah gak apa-apa kok.."
"cuma tangan kiri ayah aja patah" kata ayahku.
"hah.. gitu kok gak apa-apa?" tanyaku sedikit marah.
"iya.. ayah sudah ke dokter juga kok"
"tenang aja semua baik-baik aja kok" ayahku menenangkan.
aku ngobrol banyak dengan ayahku setelahnya.
"ini udah malam, kamu harus tidur" kata ayahku.
"tapi.."
"udah tenang aja ayah gak apa-apa kok" sela ayahku.
akupun balik ke kamarku.
aku liat jam udah jam setengah sepuluh.
aku memutuskan untuk tidur.
bolak-balik posisi di kasur, aku gak bisa tidur.
aku masih kepikiran keadaan ayahku. aku tau ayahku sudah bilang dia baik-baik aja. tapi tetap aja masih ada rasa khawatir.
aku putuskan keluar untuk mencari udara segar.
tapi karna udah malam banget aku putuskan untuk di depan saja.
di balkon banyak angin berhembus. angin malam terasa sangat dingin.
"apa aku balik saja ya.."
"mau ambil jaket tapi males wara-wiri" pikirku.
dalam kegalauanku memikirkan mending balik aja atau ambil jaket.
tiba-tiba ada jaket yang menempel di tubuhku.
"kamu gak dingin apa?"
"malam-malam begini di luar"
aku kaget setengah mati.
__ADS_1
ternyata cowok aneh tetangga sebelahku..
bersambung..