Tetangga Kos Tampan Misterius

Tetangga Kos Tampan Misterius
Manis


__ADS_3

"kukuruyuuk.. kukuruyuuk"


Seperti biasanya aku dibangunkan dengan ayam jadi-jadian punyaku.


Sudah enam hari berlalu sejak kunjungan ayahku dan kejadian dengan edgar waktu itu.


kalau di ingat masih bikin deg-degan hati ini.


setelah itu aku jarang ketemu dia lagi.


pernah aku sengaja bangun agak pagi dan keluar.


aku melihat edgar sudah bersiap di atas motornya untuk berangkat.


waktu itu aku memanggilnya dan dia bilang masih sibuk dengan kuliahnya.


aku tidak masalah dengan itu.


karna pendidikan memang harus jadi yang nomor satu.


"tok..tok..tok" suara ketukan membuyarkan lamunanku.


aku bangun dan membukakan pintu.


"edgar" kataku kaget.


edgar tersenyum.


"mau masuk?" tanyaku.


"aku masih mau keluar lagi habis ini, ada urusan" kata edgar.


"ohh.. okay" kataku.


"kamu besok ada waktu?" tanya edgar.


"mm ada, aku gak kemana-mana"


"kenapa emang?" tanyaku.


"besok mau gak jalan sama aku?" tanya edgar.


aku kaget dan senang sekali mendengar hal itu.


"boleh" jawabku berusaha tetap tenang.


"besok malam aku jemput kamu jam enam" kata edgar.


"iyaa" jawabku.


"okay aku pergi dulu" kata edgar.


"bye" balasku.


setelah edgar pergi aku masuk ke kamarku.


aku melompat kesenangan.


"yes, besok aku jalan-jalan sama edgar" kataku senang.


"amel" teriak achi dari luar tiba tiba.


aku kaget karna achi tiba-tiba memanggilku.


biasanya kan mengetuk pintu dulu.


aku bergegas keluar membuka pintu.


"iya, ada apa chi?" tanyaku.


"amel.. huhu.." suara achi seperti bersedih.


"kenapa chi? kamu ada apa?" tanyaku panik.


"bantuin aku" kata achi lagi.


"iya, bantuin apaan?" tanyaku lagi.


"bantuin aku ngerjain tugas pak tisno aku belum selesai" kata achi.


"kirain apaan" aku menoyor kepala achi pelan.


"bilang aja mau nyalin tugas" kataku.


"pliss.." kata achi memelas.


"yaudah masuk dulu" kataku menyuruh achi masuk.


lalu achi menyalin tugasku dengan tenang di meja belajarku.


aku membaca komik di kasurku.


"oh iya kamu kenapa belum ngerjain?" tanyaku ke achi.


"aku lupa, aku keasikan main game hehe" kata achi.


aku hampir lupa kalau achi ini emang gamer. dia menghabiskan kebanyakan hidupnya di rumah main game.

__ADS_1


kalau dia tidak ada kewajiban di luar. pasti dia bakal di rumah terus main game.


"oh iya, tapi kan tugas pak tisno dikumpul hari senin"


"besok minggu, kenapa kamu udah panik banget?" tanyaku.


"aku besok mau keluar. ada saudaraku yang ngajak untuk main ke pantai" jawab achi.


"dari pagi?" tanyaku lagi.


"iyaa, bakal seharian sih" jawab achi.


abis itu aku lanjut baca komik dan achi masih mengerjakan tugas.


sekitar lima belas menit kemudian achi sudah selesai dengan tugasnya.


"makasih ya mel"


"aku balik dulu naruh buku, abis ini ke sini lagi" kata achi seraya pergi.


"okay" kataku.


gak lama achi balik membawa sebuah kresek.


"ta..da.." achi mengeluarkan dua buah eskrim dari kresek.


"wahh.. enak nih" kataku.


"iya dong" kata achi.


"nih satu buat kamu" achi memberikan salah satu es krim yang dibawanya.


kita memakan eskrim dengan lahapnya.


tak selang berapa lama kita makan es krim ada orang naik motor yang datang ke daerah kosan kita.


awalnya aku kira edgar. tapi aku lihat motornya berwarna hijau sedangkan edgar motornya berwarna biru.


seorang cowok yang lumayan tinggi.


melepas helmnya lalu melihat ke arahku dan achi.


dia melambaikan tangannya.


"eh, dia melambaikan tangannya ke siapa?" pikirku dalam hati.


aku liat ke samping ternyata achi balas melambaikan tangannya.


"kamu kenal dia chi?" tanyaku.


achi tidak menjawab hanya tersenyum.


aku kaget setengah mati.


achi balik ke arahku dengan cowok itu.


"itu siapa chi? pacar kamu?" tanyaku penasaran.


"iyaa, tapi bo'ong" kata achi tertawa.


"achiii" kataku kesal.


"ini sepupu aku. besok aku berangkat ke pantai sama dia" jelas achi.


"amel ya, aku reno sepupunya achi"


"iya kak reno" balasku.


"gak usah panggil kak. achi aja manggil aku reno"


"ihh, gak sopan kamu chi" kataku.


"santai aja kamu juga gak apa-apa kok" kata reno tersenyum.


Reno sepertinya tipe orang yang santai dan ramah. tipe orang yang bisa bergaul dengan siapa saja.


"yaudah aku balik dulu ya mel" kata achi pamit bersama reno.


***


"kukuru.."


belum selesai ayam jadi-jadianku membangunkanku.


aku sudah bangun duluan dan mematikannya.


aku sangat semangat hari ini. tidak lain karna aku ada janji sama edgar nanti.


bisa di bilang aku bahkan tidak bisa tidur tadi malam.


aku harap nanti aku tidak ketiduran waktu sama edgar.


"tok..tok..tok" suara ketukan di pintu kosanku.


aku bergegas ke depan dan membukakan pintu.


terlihat bi miti membawa bungkusan makanan.

__ADS_1


"ini non buat sarapan" kata bi miti menyerahkan bungkusan itu.


"makasih bi" kataku.


bi miti pergi setelahnya.


selesai aku makan aku berniat untuk mandi.


tapi sebelum mandi aku lanjutkan membaca komik yang baru aku beli kamis lalu.


aku membacanya ketika aku benar-benar ada waktu luang.


aku tidak mau waktu membacaku terganggu.


aku membaca sambil tertunduk-tunduk karna efek aku belum tidur sama sekali. sampai akhirnya aku ketiduran.


***


aku terbangun dengan komik di atas wajahku.


aku melihat jam dindingku.


"buset udah jam lima"


aku panik dan langsung menuju kamar mandi.


setelah selesai mandi dan sudah rapi aku melihat jam menunjukkan pukul enam.


"wahh mepet sekali jamnya. untung edgar belum dateng jemput" kataku lega dalam hati.


tidak lama kemudian


"tok..tok..tok" suara ketukan di pintu.


aku bergegas membukannya.


edgar nampak di balik pintu. super duper tampan sekali.


"kamu cantik banget hari ini" kata edgar.


"makasih" jawabku berusaha tenang meskipun aslinya malu dan senang.


"kamu juga super duper tampan gar" kataku lirih.


"kenapa mel?" tanya edgar.


"gak apa-apa kok" kataku tersenyum.


"kita mau kemana?" tanyaku.


"taman hiburan b" jawab edgar.


taman hiburan b adalah salah satu taman hiburan terbesar di daerahku.


kita berangkat menuju taman hiburan itu.


***


sesampainya di taman hiburan.


aku dan edgar langsung mencoba berbagai wahana.


kita berdua ternyata penyuka wahana ekstrim.


semua wahana ekstrim kita coba.


setelah mencoba banyak wahana. edgar menagajakku untuk makan.


makan di sebuah restoran di dalam taman hiburan.


banyak orang di taman hiburan hari ini.


agak susah berjalan karna banyak orang dan aku beberapa kali tersenggol hampir jatuh.


tiba-tiba edgar menggandeng tanganku erat.


"ayok" katanya tersenyum.


tak berapa lama kami sampai di restoran.


kami berdua memesan spaghetti.


"hari ini menurut kamu gimana?" tanya edgar.


"menyenangkan sekali"


"kita mencoba banyak wahana" kataku bersemangat.


"iya, hari ini menyenangkan sekali" kata edgar.


"coba kalau kita selamanya seperti ini" kata edgar lagi namun dia terlihat agak sedih.


"kita bisa jalan-jalan juga kan ke tempat lain" kataku.


"gak bisa mel"


"aku harus pergi.."

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2