
Setelah ide cemerlang dari achi.
kita akhirnya memutuskan untuk menunggu bi miti datang. untuk menanyakan tentang cowok aneh itu.
Sembari menunggu bi miti datang untuk mengambil mangkok.
Aku mengambil beberapa komik koleksiku untuk aku tunjukkan ke achi.
"Buku apa itu mel?" tanya achi.
"ini komik chi.. coba baca deh.. seru banget loh.." jawabku.
Aku dan achi pun membaca komik yang aku punya, sembari menunggu bi miti datang.
Setelah membaca ulang dua komik kesukaanku. akhirnya terdengar suara ketukan dipintu.
Aku bergegas bangun dan menghampiri pintu.
"Akhirnya bi miti datang juga. aku tidak sabar menanyakan tentang cowok aneh itu". gumamku dalam hati.
Saat aku membuka pintu, aku terkejut ternyata bukan bi miti yang ada di balik pintu.
Sosok tidak asing, tinggi, berkulit putih pucat, wajah yang tampan tapi terlihat seperti sangat capek.
"Sial kenapa ada cowok aneh itu di sini!, ngapain dia di sini!?" teriakku dalam hati.
Aku menatapnya, dia juga menatapku.
Tidak lama tiba - tiba dia bergerak berjalan pergi ke kamar sebelah, ke kosannya sendiri.
"itu bi miti mel?, kenapa gak masuk?" tanya achi dari dalam.
"bukan, itu bukan bi miti chi.." jawabku sembari masuk ke dalam.
"lah.., kalo gitu tadi itu siapa mel?" tanya achi heran.
"itu.. cowok aneh itu chi.." jawabku.
"ehh.. cowok yang kamu ceritain itu mel?" tanya achi terkejut.
"hu'um.." jawabku singkat.
"ngapain dia kesini?" tanya achi heran.
"entahlah aku juga gak tau.. aneh banget tuh orang.." jawabku sedikit kesal.
aku merebahkan badanku di kasur. aku mengambil buku komikku yang lain dan membacanya lagi.
"tok...tok...tok..."
baru membaca lima halaman komik sudah ada ketukan lagi di pintu.
"kamu aja deh chi yang buka pintu" kataku ke achi.
"okeoke.." jawab achi.
"malas aku membuka pintu lagi. nanti tiba - tiba cowok aneh itu lagi yang datang" gumamku sendiri.
Achi beranjak dari kasur menuju arah pintu.
saat pintu dibuka, bukan cowok aneh lagi itu. tapi bi miti yang ada di balik pintu.
"udah non mangkoknya? kalo udah mau saya ambil.." kata bi miti.
bi miti masuk untuk mengambil mangkok.
setelah mengambil mangkok, mau berjalan keluar. bi miti aku tanyain.
"bentar bi, ada yang mau aku tanyain nih.." tanyaku tiba-tiba.
"iya non, ada apa?" tanya bi miti.
"penghuni kosan nomor delapan itu siapa bi?" tanyaku.
"memang ada apa dengan penghuni kosan nomor depalan non?" tanya bi miti penasaran.
__ADS_1
"gak apa-apa bi, cuma penasaran aja.." jawabku.
"kalau gak salah dia anak kuliahan.. masuk kos sini dari dua tahun lalu.. udah itu doang sih non yang saya tau" jawab bi miti.
"ohh.. ya udah bi.." kataku menyudahi.
bi miti berjalan keluar, kembali ke rumah achi.
"jadi gimana mel?" tanya achi.
"gak gimana-gimana.. infonya gitu doang, anak kuliahan yang ngekos di sini dari dua tahun lalu.." jawabku.
"memang dasarnya aneh aja kali ya.." kata achi.
"mungkin.." jawabku.
sudah semakin sore dan achi pun pamit pulang.
"aku balik dulu ya mel.." kata achi pamit.
"bye..bye.." jawabku mengantar di depan pintu kosanku.
achi membalas melambaikan tangan.
kemudian aku beberes kamar dan mandi gak lama setelahnya.
Selesai mandi dan berganti pakaian, aku langsung merebahkan diri di kasur.
Sepertinya aku agak kecapekan, setelah kegiatan seharian ini.
Tidak lama setelah aku merebahkan diri. aku tertidur pulas.
**
"dukk..dukk...dukk..."
Aku terbangun karna kaget mendengar suara keras.
"dukk...dukk..dukk..."
suara itu muncul terus menerus.
Aku mencoba menenangkan diriku.
Aku akhirnya mencoba untuk menelusuri darimana arah suara tersebut.
Meskipun agak takut, aku memberanikan diriku.
"dukk...dukk..dukk..."
Aku dengarkan dengan seksama.
Suaranya semakin keras.
ternyata suara itu berasal dari kosan sebelah. kosan nomor delapan.
Kosan cowok aneh itu.
"ngapain dia malam-malam begini bikin suara berisik?" tanyaku kesal.
Aku mencoba menempelkan telingaku ke tembok.
Suaranya semakin keras dan temboknya terasa bergetar.
aku bangun dan menuju pintu depan.
aku buka pintu, aku lihat di luar tidak ada siapa-siapa.
"berarti memang benar dari kosan cowok aneh itu" kataku dalam hati.
Setelah tau asal suara itu, aku kembali merebahkan badanku di kasur.
tentunya suara itu masih terus ada.
aku melihat jam, masih jam 12 malam.
__ADS_1
"apa aku akan terbangun disisa malam ini, sampai besok berangkat sekolah?" pikirku dalam hati.
Mungkin karna aku memang lagi kecapekan.
suara yang ada terus menerus itu pun, menjadi seperti suara statis yang terus berbunyi. sampai menghantarkan aku tidur.
**
"kukuruyuuk.. kukuruyuuk.."
Seperti biasa jam ayamku, selalu berhasil membangunkanku dipagi hari.
aku mencoba bangun, menarik diri dari gravitasi kasurku yang sangat kuat.
aku duduk seperti biasa di pinggir kasur, untuk mengumpulkan nyawa lebih dahulu.
setelah lumayan sadar, aku teringat kejadian semalam.
"suara berisik tadi malam udah gak ada lagi. kalau sampai pagi pasti bakal banyak orang yang sadar" kataku dalam hati.
aku bangun untuk bersiap mandi
"Hoam.." aku menguap.
"gara-gara suara berisik semalam aku jadi masih berasa ngantuk". kataku kesal.
**
"tok..tok..tok.." suara ketukan di pintu.
Selesai aku mandi dan rapi berpakaian.
pas banget bi miti datang membawa sarapan.
aku bergegas ke arah pintu, membukakan pintu untuk bi miti.
Sarapan kali ini bi miti membawa nasi goreng. simpel dan enak untuk pagi hari.
setelah membawakan nasi goreng, bi miti pamit pergi.
Aku masuk langsung makan, karna perut udah terasa lapar sekali.
"yahh.. kenapa tadi aku gak cerita masalah tadi malam ke bi miti" kesalku dalam hati.
aku lupa tidak menceritakan kejadian tadi malam ke bi miti.
aku cuma fokus ke nasi goreng, karna lagi kelaparan.
**
selesai makan dan siap semua, aku menunggu achi di depan kosanku.
"achi kemana dah kok tumben agak lama.." gumamku dalam hati.
"ceklek.." suara pintu di kunci.
aku melihat asal suara itu. dan kulihat cowok aneh itu keluar dari kosannya.
memakai jaket, berpakaian seperti biasanya tapi kali ini memakai tas.
Dia berjalan melewatiku.
"hei, kamu!" kataku agak keras.
"kamu kan, yang tadi malam menimbulkan suara berisik itu!" tambahku.
Aku tidak biasa melabrak orang. tapi aku pikir kalau buat dia, kalau tidak aku labrak sekarang mungkin aku akan jarang ketemu dia lagi.
mumpung sekarang kebetulan aku jumpa dia. aku mau kejelasan ini semua.
setelah kata-kataku tadi, dia berhenti.
dia berbalik arah lalu menghampiriku.
dia mendekat ke arahku. kali ini aku tidak akan menutup mataku.
__ADS_1
aku memberanikan diri, dia semakin dekat.
bersambung....