Tetangga Kos Tampan Misterius

Tetangga Kos Tampan Misterius
Sakit


__ADS_3

Setelah selesai makan aku dan edgar melanjutkan perjalanan pulang.


pas sudah sampai depang gerbang kosan.


"makasih ya udah anter aku pulang"


"kalau bisa tiap hari juga gak apa-apa" kataku sambil tertawa kecil.


"siap. kalau gak sibuk ya" kata edgar.


"aku cuma bercanda kok" kataku sambil senyum.


"aku mau lanjut pergi dulu, masih ada urusan" kata edgar.


"okay.. bye" kataku sambil melambaikan tangan.


"bye.." balas edgar seraya pergi dengan motornya.


***


Malam aku habiskan waktu dengan belajar. selesai belajar aku baca komik sebentar biar gak terlalu penat.


hari-hari berikutnya masih seperti biasa. sekolah, pulang, belajar. gak ada hal spesial yang terjadi.


hidup monoton seperti ini banyak orang yang mengeluh bosan. tapi kalau buat aku biasa aja sih.


aku belum memutuskan mau masuk ekskul apa di sma. waktu smp aku ikut ekskul karate.


sekarang udah gak terlalu tertarik sama karate. biarlah mungkin nanti aku juga ketemu apa yang aku tertarik saat ini.


***


"uhuk..uhuk"


Dari bangun tadi pagi tenggorokanku sudah gatal sekali. dan aku batuk terus sampai sekarang.


untung sekarang hari sabtu sekolah libur.


"tok..tok..tok" suara ketukan di pintu kosanku.


"iyaa.. sebentar" aku bergegas menuju depan.


aku membuka pintu ternyata achi.


dia berpakaian rapi sepertinya mau keluar.


"amel.. aku mau pergi.. bentar lagi berangkat" kata achi.


"pergi kemana chi?" tanyaku.


"pergi ke rumah saudara.. pulang minggu malam" jawab achi.


"sama siapa aja chi?" tanyaku lagi.


"sama ayah doang" jawab achi.


"nanti kalau ada apa-apa. kamu tinggal samperin aja bi miti" kata achi.


"okay chi" kataku.


"yaudah aku berangkat dulu mel" kata achi.


"bye ati-ati di jalan"


Achi pergi kerumah saudaranya. jadi agak sepi nih jadinya.


biasanya achi hampir setiap hari main ke sini kalau gak sibuk.


"apa aku harus mencari kesibukan ya?" pikirku dalam hati.


"uhuk..uhuk"


gak dulu deh. lagi gak enak badan gini mending aku istirahat aja.


aku merebahkan badanku di kasur. aku liat sekarang masih jam delapan.


aku memejamkan mata dan tertidur.


***


"tok..tok..tok"


suara ketukan di pintu membuatku terbangun.


aku mencoba bangun tapi badanku terasa lebih berat dari biasanya.


aku membuka mata. rasanya buram sekali aku melihat.


aku mengusap-usap mataku akhirnya lumayan jelas lagi penglihatanku.


badanku masih terasa berat. tapi aku sudah bisa bangun.

__ADS_1


"tok..tok..tok"


"iya.. bentar" jawabku sambil menuju pintu.


berjalan agak sempoyongan aku membuka pintu.


aku buka pintu ternyata edgar yang ada dibaliknya.


"iya, ada apa gar?" tanyaku.


"ini aku bawa ma.."


belum selesai edgar berbicara badanku tumbang.


"kamu kenapa mel?" tanya edgar panik.


"badan kamu panas banget" kata edgar setelah memegang dahiku.


dunia serasa berputar. aku serasa seperti berada di dalam kapal yang terjebak badai.


terombang-ambing kesana kemari sampai akhirnya gelap.


***


aku terbangun. aku tidak ingat apa yang terjadi sebelumnya.


aku liat edgar ada di meja belajarku. dia sedang tertidur.


aku mencoba mengingat. dan aku ingat sepertinya aku pingsan tadi.


sepertinya edgar menolongku membopong aku ke tempat tidurku.


ada kompres juga di dahiku.


aku melihat jam sudah menujukkan pukul enam malam.


"wahh selama itukah?"


"tadi aku pingsan jam berapa ya?"


"yang aku ingat hanya jam waktu aku tidur tadi pagi" kataku dalam hati.


"uhuk..uhuk" aku masih batuk.


edgar terbangun.


melihatku bangun edgar menghampiriku.


aku mencoba bangun untuk duduk.


"udah kamu tidur aja" edgar mencegahku.


"makasih ya.. kamu udah bawa aku ke kasur dan kamu jadi ngurus aku"


"sorry ngerepotin" kataku.


"gak ngerepotin kok" kata edgar.


"oh iya ini kamu minum dulu" edgar memberiku segelas air.


"agak susah ya minum sambil tidur.. bentar"


edgar melingkarkan tangannya di badanku. sedikit mengangkatku untuk menyenderkan di tembok.


dalam posisi normal aku pasti sudah deg-degan. tapi karna lagi sakit aku gak kepikiran apa-apa.


"ini kamu juga makan"


"kamu belum makan kan" kata edgar sambil membawa mangkok berisi bubur.


"kamu bisa makan sendiri?" tanya edgar.


"bisa" jawabku.


buburnya lembut. aku tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk memakan buburnya.


karna aku sakit makanku jadi gak begitu benar.


edgar membersihkan bubur yang menempel di pipiku.


"sini aku aja yang suapin"


edgar mengambil sendok dan mangkokku.


belum sempat edgar menyuapi aku.


aku langsung memeluknya.


aku tidak bisa berpikir jernih. tiba-tiba saja aku ingin memeluk edgar.


rasanya hangat dan nyaman.

__ADS_1


edgar mengelus-elus rambutku.


aku memeluk edgar cukup lama. sampai aku tertidur.


***


bau wangi masakan membuatku terbangun.


aku melihat ke arah dapurku.


aku penasaran ada yang memakai dapurku. aku saja sangat jarang memakai dapurku.


edgar keluar dari dalam dapur membawa dua piring makanan.


"pagii amel" sapa edgar tersenyum.


melihat edgar aku tiba-tiba teringat kejadian tadi malam.


aku langsung menutup wajahku dengan bantal.


"apa yang aku lakukan tadi malam?"


"kenapa aku tiba-tiba memeluk edgar?!!" tanyaku sendiri dalam hati.


"mm.. edgar.. sorry ya tadi malam" kataku lirih.


"ahh.. gak apa-apa kok" kata edgar.


"yang penting kamu sekarang udah baikan?" tanya edgar.


"iyaa.. aku udah seratus persen sehat" kataku bersemangat.


"bagus.. yuk kita makan.. aku udah buatin nasi goreng"


kata edgar menyerahkan satu piring nasi goreng.


nasi goreng dengan telur mata sapi. aku langsung memakannya.


"enak banget.. kamu jago masak gar" kataku memuji.


"nggak kok.. yang dasar dasar begini aku masih bisa" kata edgar.


"aku juga bisa.. tapi belum tentu enak" kataku tertawa.


"berarti aku lagi hoki makanya enak" kata edgar juga tertawa.


lalu kita ngobrol-ngobrol membahas banyak hal. hingga akhirnya aku melihat sesuatu yang aneh di diri edgar.


aku jarang memperhatikannya tapi ternyata badan edgar seperti gemetaran.


"kamu kenapa gar?" tanyaku.


"apanya kenapa?" tanya edgar balik.


"itu.. tubuh kamu gemetaran" kataku.


"ahh.. kamu menyadarinya ya"


"ini efek aku udah gak makek lagi mel" jawab edgar.


"rasanya pasti tersiksa banget ya gar"


"ya begitulah" kata edgar tersenyum kecil.


"tubuh dan pikiran meronta untuk memakai barang itu" kata edgar.


"kamu yang kuat ya gar" kataku menyemangati.


"sebenarnya kemarin pas kamu meluk aku mel"


"aku juga merasa nyaman"


"rasanya semua beban yang aku alami sirna begitu saja" kata edgar.


aku langsung memeluk edgar.


aku tidak sadar betapa menderitanya dia selama mencoba untuk menjauhi barang terlarang itu.


dia dengan usaha keras mencoba untuk melawan tubuh dan pikirannya.


edgar balas memelukku.


aku rasakan tangan edgar juga balas memelukku.


aku melihat edgar begitu juga dia melihatku.


edgar mendekatkan wajahnya. dia menciumku.


rasanya lembut dan hangat.


hembusan nafas kita saling beradu.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2