THE ALFATIH BROTHER

THE ALFATIH BROTHER
11


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


sudah tiga bulan danish menjalani latihan dan tes kelulusan candradimuka sebelum menjadi taruna akmil secara permanen. bahkan danish sampai saat ini belum melihat abangnya itu, yg membuatnya sedikit sedih rayhan bahkan tidak berusaha untuk mencarinya. Kesedihan danish terobati karena penjelasan dari pelatihnya yg bagi para senior tidak diperkenankan bertemu sebelum wisuda taruna berlangsung.


pagi ini setelah sarapan diumumkan siapa2 saja yg lulus, raut kebahagian terpancar dari 10 CATAR itu. seperti sudah diatur siswa 1 kamar itu merupakan siswa terbaik. selepas latihan waktu istirahat dimanfaatkan oleh 10 orang ini untuk duduk dibawah pohon.


"kalian berempat gimana bro, siapa yg datang" gio


raut sedih sangat ketara diwajah mereka berempat, kalau danish sihh malah gak terlalu sedih karena papanya yg dapat beasiswa sekolah keluar negeri bidang militernya selama 2 tahun dan sudah berangkat 1 bulan yg lalu. tidak hanya papanya bahkan adiknya juga ikut ujian UN dengan program akselerasi, mau tidak mau mamanya juga ikutan pindah.


" ahhh gue mah... biasa aja sihh... mereka gak datang gue maklum, yg penting abang gue bisa hadir. ahh tapi gue gak jamin juga dia bisa datang"danish


mereka semua sudah tau kalau papanya danish itu tentara, tapi tidak tau berpangkat apa dan tugas dimana.


" ahh... iya bokap lo dapet beasiswa keluar negri ya..." nugi


" hey.... kalian jangan sedih... ok" malvin


" iya.... ada kita yg ada buat kalian" semi


" inget kalian gak sendirin ada kita2" hendro


" kita ini bersaudara broo, ortu kita itu ortu kalian juga kok" Rhohul


disaat mereka tengah mengobrol tiba2 pelatih kapten. Rasid datang bersama dengan membawa jus dikedua tangannya. mereka yg melihat pelatihnya itu langsung sikap siap.


"siappp ijin petunjuk pelatih" semua


" sudah gak usah tegang gitu, biasa aja duduk, ini buat kalian semua" kapten rasid


mereka duduk kembali direrumputan itu sambil memegang jus, yg dibawa sang pelatih yg begitu bersahaja dan murah senyum dengan mereka. tidak ada yg berani meminum jus itu, sebelum ada perintah. pemandangan tegang dan kaku yg terlihat saat ini membuat kapten. rasid tersenyum, melihat anak asuh kebanggaannya itu.


" ahhh sudah gak usah tegang, biasa aja ok.... diminum itu jus sengaja istri saya buat, dia bilang


"pa... tolong anterin buat anak2 mama itu ya.... bilang ama mereka, besok kita yg datang buat jemput mereka dilapangan. jangan sedih bilang ama 4 cowok kece anak2 asuh mama ya..." jadi saya harus sampein pesan ibu asuh kalian itu" kapten rasid


mereka semua menangis terharu karena ada yg peduli dengan mereka, sementara danish merasa bersalah karena belum sepenuhnya jujur. Tapi danish akan jujur nanti kalau sudah waktunya, ya .... waktu dimana dia bisa membuat bangga orang tuanya.


hari yg ditunggu- tunggu bagi para CATAR naik tingkat menjadi TARUNA, semua siswa berkumpul dan berpakaian rapi. dengan baju kebanggaan taruna yaitu biru putih bagi yg militer dan merah putih bagi yg AKPOL. sudah banyak keluarga para taruna yg berkumpul dipinggir lapanyan. rasa sedih dirasakan Danish, Evan,Ken, dan Fadel karena tidak ada satupun keluarganya yg hadir disana.


" kok.... aku sedih gini ya.... berasa anak yg teraniaya gini, gak ada satupun yg dateng, ahhh kann mereka gak salah juga sihhh... orang emang aku yg gak ngijinin dateng. senyum Danish kamu itu hebat" danis dalam hati

__ADS_1


seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan hikmat, setelahnya disinilah acara yg menguras air mata. semua keluarga mencari keberadaan anaknya, tapi tidak dengan keempat calon perwira itu. hingga semua barisan menghikang dari pandangan mereka tetap berdiri tegap disana, dengan pandangan fokus kedepan. mengundang perhatian semua orang termasuk para jajaran pembina akmil dan akpol yg masi berada disana. hingga pelatih mereka yg datang bersama istrinya, siapa lagi kalau bukan kapten rasid dan segerombolan taruna tingkat 3 yg menggunakan seragam PDL. ada pandu, Rama,Darma, Yudi dan abang RAYHAN ALFATIH RUZAIN yg selama ini ngumpet.


senyum mengembang dibibir Danish, pasalnya sudah 2 tahun tidak bertemu langsung dengan abangnya itu. dengan wajah datar dan gagahnya Rayhan berjalan menghampiri danish dan teman2nya.


" ya....allah abang gue datang, ahh jadi pengen nangis, ahhh gila makin ganteng aja abang gue, tunggu ahh tu muka gak bisa digadein sebentar apa datar amat, ahhh tapi gue seneng ya... allah" Danish


rayhan menjabat tangan teman2 danish dan diterima dengan senanghati plus kagum melihat rayhan. setelah bersalaman dengan mereka, rayhan bergeser dihadapan danish yg sudah siap2 memeluk abangnya itu. wajah datar dan sikap seolah tidak mengenal Danish, sehingga tangan danish hanya melayang diudara. tangan itu digapai rayhan untuk bersalaman saja, danish hanya bisa bengong takΒ  percaya, kecewa dan sangat sedih melihat sikap abangnya itu.


" perkenalkan nama saya RAYHAN taruna tingkat 3 " rayhan


deggg....


" ijin bang, nama saya Danish salam kenal dan mohon bimbingannya " danish


" ya...." jawab rayhan singkat dan acuh


jantung danish berdetak sakit, bagai ditusuk belati. dadanya sesak menahan sedih, marah dan kecewa dengan abangnya. danish hanya diam tak banyak kata yg keluar dari mulutnya. dia terus memperhatikan abangnya yg membaur dan danish seolah tak terlihat oleh rayhan. tanpa diketahui danish, rayhan sebenarnya memperhatikan danish dari sudut matanya.


danish tak mampu menyembunyikan lelehan bening dari matanya, dia berbalik kebalakang untuk menghapus air matanya yg mengalir. danish tanpa sadar terkekeh kecil menertawai kebodohannya dan kesedihannya. kekehannya didengar semua orang membuat rayhan menunjukkan amarahnya dan menghampiri danish


" hei kauuu kenapa tertawa" bentak rayhan


" maksudmu apa, kau tertawa karena ingin meledek saya iya" rayhan


"siapp tidak bang" danish


" ohhh berani berbohong, kauuu ikut aku sekarang" bentak rayhan menggelegar


" siappp bang" danish


danish dengan wajah menahan marah, terus berjalan mengikuti rayhan. sampailah mereka disebuah pohon yg sangat rindang dan sejuk, rayhan berdiri memperhatikan danish yg hanya diam.


" buka bajumu dan pus up 100 kali sekarang" rayhan


danish membuka baju dan bertelanjang dada menampilkan roti sobek yg ahhh... sudahlahh


" siap laksanakan" danish


danish mengerjakan perintah rayhan, hingga dia tidak menyadari rayhan yg pergi entah kemana. rasa marahnya membuatnya tidak merasa lelah, rayhan yg sudah kembali duduk diakar pohon yg menonjol ditanah.


" berhenti sekarang" rayhan

__ADS_1


danish berhenti dan pandangannya lurus kedepan dengan sikap siap, rayhan melemparkan handuk kecil yg sudah basah pada danish.


" elap keringatmu itu dengan handuk itu dan bakai bajumu lagi" rayhan


" siap" danish


danish mengelap tubuhnya dengan handuk dan memakai bajunya. disaat kancing terakhir danish terhenti karena omongan rayhan.


" bagaimana kabarmu danish, adek playboynya abang" rayhan


danish menatap rayhan dengan mata yg berkaca, tidak bahkan menangis. bagaimana tidak abangnya membawa sebuket bunga dan parsel yg isinya cemilan kesukaan danish. rayhan memeluk adiknya dan danish sudah menangis tersedu- sedu dipelukan abangnya.


" abang bangga padamu" rayhan


" ma..hiks...makasih bang, hiks" danish


" hahahaha si playboy cap kadal, rupanya bisa nangis juga ya..." rayhan


" reseh... lo bang hiks..." danish


" hahaha.... ini perlu direkam sebagai bukti, kalok danish itu pernah nangis kejer hahaha" rayhan


" ahhh.... dasar lo kanebo kering kesayangan gue, mulut pedes yg bikin gue kangen"Β  danish


rayhan tertawa terbahak- bahak melihat kejadian langka itu, sementara danish kesel karena ternyata dikerjai abang lempengnya itu. mereka ngobrol dan tertawa sambil ngembat cemilan yg dibawa rayhan tadi.


" abang... gue mau kita rahasiain dulu identitas kita yg saudara sekandung ini" danish


" iya... abang paham, kamu gak mau diistimewakan katena abang gitu" rayhan


" ahhh abang rayhan yg ganteng dan bermulut pedas, emang juaranya" danish


rayhan meraup muka danish gemes melihat tingkah danis yg dirindukan itu. rayhan juga rindu setengah mati dengan adeknya satu itu, meski setiap ketemu buat pusing dan ngeselin. mereka menghabiskan waktu berdua dibawah pohon beringin hingga sore. tempat itu menjadi tempat mereka bertemu jika disana secara diam2. bagaimana kisah mereka selanjutnya next part ya...


Tkn. 27 Maret 2020


tetap dirumah ya... temen2, jaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yg bergizi, minum air putih, vitamin C, hindari keramayan, hindari bersentuhan, cuci tangan dengan sabun, pakai masker jika keluar rumah. patuhi himbawan pemerintah ya... gess kalau tidak kita yg menjaga dan sadar akan bahaya virus corona siapa lagi.


salam sayang dari ibu autor yg kece πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


jangan lupa vot dan comen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2