THE ALFATIH BROTHER

THE ALFATIH BROTHER
07


__ADS_3

๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Hari ini adalah acara pelepasan pasukan kontingen garuda ke Lebanon, semua jajaran petinggi MABES turut hadir termasuk dhuha dan juga rasy. Rasy dengan baju ungunya kelihatan cantik, setelah selesai acara nyonya ruzain itu langsung pulang karena harus ikut rapat di kantor. sudah 1 jam dhuha berada di balkon ruangan sahabatnya, sekaligus abang iparnya yg merupakan sepupu Rasy yaitu, Mayjen Prabudiya Sumantri.


" heh... ha...dhuhaaaaa ngapain sihhh disini, ono anak buah lo nunggu di kantor lo" prabu


dhuha yg mendengarnya cuma mendengus dan menatap prabu yg gangguin dia cari angin. adehhh angin kok dicari bang, nyari aku gitu hehe.... eh...eh... disorakin ama yg lagi baca kita bang Aan hahaha๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.


" biarin aja dulu, gue masi MAGER" Dhuha datar


" heh... lempeng amat lo tong, gak bosen apa gitu mulu, gila lo ndroooo" prabu


" bisa diem gak" dhuha


prabu langsung diem dan mengap2 nahan emosi tapi, lebih ke miris sihhh... jahatnya 2 orang lagi disana malah ketawa ngakak. ya... orang itu adalah Mayjen Zain Abdullah dan Mayjen Prayoga Suwito.


" jhahaha... rasain lu tong" zain


" sumpah muka lo kayak orang nahan kentut tau hahaha" yoga


" ya.... allah dedek tampan ini salah apa coba, tolong azab 3 tua bangka ini" prabu


" ngaca lu, ngomong apa sendawa" dhuha


" ya...allah tu mulut pedes amat ya... heh mau kemana, gue ikut, masa gue sendirian dedek takut sendiri bangg" prabu


" ihh jijik" jawab ketiganya


mereka berjalan masuk ke ruangan dhuha yg sudah penuh dengan pasangan2 anggota barunya. siapa lagi para koloni taon tanah, dhuha menyalami mereka. ketika dhuha duduk wajahnya langsung berubah horor, 3 sahabatnya dibuat bingung melihat kelakuan dhuha.


" jadi perkenalkan diri bapak2 sekalian dengan istri"dhuha


" ijin ndan, saya Mayor jaka mahesa dan ini istri saya Reni Lestari" jaka


" selamat siang ndan, say-" reni tersenyum ramah


" lanjut" dhuha datar


" ijin ndan, saya Mayor Alex Muhede dan ini istri saya Barbara Leoni" alex


" sa- " barbara


"lanjut" dhuha

__ADS_1


semua orang heran melihat sikap dingin, datar dan buat ngeselin itu. sahabatnya yakin pasti ada apa.


" ijin ndan saya Mayor M. juna dan ini istri saya naura fabian" juna


" saya-" naura


" lanjut"dhuha


" ijin ndan saya mayor Anto lesmana dan ini istri saya Ratih Diana" anto


"s" ratih


ratih langsung terdiam tidak diberi kesempatan untuk bicara dan membuat para koloni itu geram, tapi mereka tidak berdaya karena status dhuha. tapi para suami sudah ketar ketir, karena sikap komandannya yg begitu. dhuha menarik nafas dalam untuk persiapan pidato kebangsaan.


" baik disini saya akan memberi nasehat sebagai komandan kalian, bahwa tugas dan tanggung jawab kita sangatlah besar untuk bangsa ini. kita adalah perisai pelindung utama bagi rakyat indonesia, tugas kita adalah pelayan yg melindungi tuannya. jangan buat uang rakyat sia2, uang yg mereka keluarkan dari pajak yg terus mengalir ke rekening kita setiap bulan. saya hanya ingin menyampaikan kami para suami yg bekerja sebagai pelayan, bukan bos besar, orang hebat, punya uang dan kekuasaan tiada tara. kami manusia biasa yg mengabdikan hidup kami untuk bangsa. jadi stop menyombongkan jabatan yg kapan saja terlepas dari pundak ini ( dhuha memegang pangkatnya). tidak ada bawahan maka tidak ada atasan, mereka juga sama seperti kita. justru mereka lebih hebat dari kita yg patut kita hormati, mereka yg terjun kelapangan dengan gigih. mana yg jauh lebih hebat kita atau mereka, kita hanya duduk dibalik meja dengan baju seragam yg rapi dan wangi. kita setiap hari bertemu dengan anak istri, bahkan liburan juga kita bisa pergi. bagaimana dengan mereka berkubang dengan lumpur, hutan dan nyawanya yg kapan saja terlepas dari raganya. " dhuha


semuanya terdiam dan menunduk dhuha menghela nafasnya dan menatap mereka semua.


" saya meminta pada kalian semua tolong perlakukan dengan baik dan hormati dan hargai mereka juga sama. mereka yg berpangkat prada, pratu,praka, kopda,koptu, serda,sertu,serka, dan serma sampai perwira mereka juga manusia. saya begini bukan karena kalian memperlakukan istri saya begitu kemarin, saya tidak ambil pusing dengan hal yg tidak penting. itu adalah urusan ibu2 dan istri saya dimasa lalu. Tapi jika ada yg menghina, menindas keluarga dan anggota saya dengan semena-mena saya tidak segan2 ambil tindakan tegas. bersikaplah sewajarnya tidak perlu norak dan lebay dengan kekuasaan, karena kita semua sama dimata tuhan mengerti" dhuha


"siap mengerti ndan" 4 suami taon


" bagaimana ibu2...paham arti ucapan saya tadi dan saya rasa ibu2 ini wanita yg sangat cerdas. tolong sampaikan juga pada ibu2 yg lain, ucapan saya tadi" dhuha


" baik dimengerti ndan" 4 koloni


" baik saya rasa cukup, mohon maaf kita tidak bisa ngobrol lama, kebetulan saya mau ada tamu" dhuha


" ahhh baik ndan kalau begitu, ijin mendahului" anto


" mohon maaf sebelumnya jika kami ada menyinggung komandan" alex


" ah.... tidak masalah" dhuha datar


sahabatnya hanya melihat dhuha diam tanpa kata bagai patung, sementara dhuha malah biasa aja.


" waw..... itu tadi apaan ya..." zain


" kok gue kayak merinding gitu, macam pelem horor" yoga


" ini macam sinetron azab, yg judulnya "azab nyinyiran ibu2 persit yg menghina istri komandannya" gila" prabu


" wahhh ternyata gak berubah masih tetep sama lo dhuha" zain

__ADS_1


" tapi kali ini lebih sadis lo ha...dhuhhhaaa, biasanya lo bakal diem dan hanya tatapan tajam nan mematikan" yoga


" gue beri piala oscar buat elo, yg ngomong pedes bin tajem bin mak yet bin nyesek. dengan begitu panjang tanpa teks wohooo.... warbiasahhhh" prabu


" dasar sableng lu" dhuha


" iya.... iya... gue tau...gue itu emang ganteng gak usah muji gue" prabu


" setressss" dhuha, yoga, zain


prabu yg dihina begitu udah heboh mencak2 gak terima dikatain begitu, yg lain cuma diem dan eneg liat prabu yg berlebihan. setelah prabu puas dengan emosinya barulah dhuha menceritakan apa yg terjadi, dan hasilnya mereka merasa menyesal. ya... mereka menyesal karena tidak ambil bagian marah2 pada para taon kurang disiplin itu. tiba2 HPnya bedering menampilkan wajah putranya Rayhan ponselnya. bayangin si rayhan rambutnya cepak ya.... gesss....


...



Rayhan๐Ÿ˜Ž: assallammualaikum pa......


Dhuha๐Ÿ˜Ž: waalaikumsalam lohhh... mau kemana bang


Rayhan๐Ÿ˜Ž: ini mau jalan2 kerumah neneknya pandu pa, di jogja pa


dhuha๐Ÿ˜Ž: emang lagi IB bang....


Rayhan๐Ÿ˜Ž: iya...pa, ini papa dimana, mama kemana pa, adek2 dimana pa, opa, oma, nenek, kakek, om, tante, ama sepupu2 gimana pa


Dhuha๐Ÿ˜Ž: hahaha.... ya allah bang, kok jadi cerewet gini kamu bang, aduhhh banyak perubahan kamu bang


Rayhan๐Ÿ˜Ž: hehehe... gak tau pa.... mungkin kenak virusnya si pandu kali


Dhuha๐Ÿ˜Ž: hahaha papa dikantor nie... mama rapat, adek2 sekolah, semua keluarga sehat bang, ini papa lagi ama pade2 kece bang


dhuha mengarahkan kameranya pada 3 pakde yg kurang kasih sayang itu, dhuha sengaja mendekatkan kameranya biar keliatan wajah campur aduk dari yoga, zain, dan prabu. wajah kesal, lelah dan tingkah jahil ketiganya membuat rayhan cekikikan.


Rayhan๐Ÿ˜Ž:hihi.... assalammualaikum pakde semua


Dhuha๐Ÿ˜Ž: waalaikumsalam anak lanang ( semua), ya .... udah bang papa tutup dulu ya.... assalammualaikum


Rayhan๐Ÿ˜Ž: ah .. iya pa, salam rindu buat my home waalaikumsalam


3 jendral muda itu cuma gemes liat dhuha yg tidak memberi kesempatan, untuk ngobrol dengan ponakannya itu. mereka menatap dhuha tajam dan kesal ehhh malah yg ditatap biasa aja, malah sibuk sendiri membuat sifat jahilnya meronta. maka saling mengerjai tubuh pun terjadi, suara gelak tawa menggema berasa di hutan kali ahh adehhh.... gak inget umur emang bapak2 ini, bagai mana selanjutnya. nex part ya... gessss


Tkn.30 januari 2020

__ADS_1


jangan lupa vott dan komen makasi๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2