THE ALFATIH BROTHER

THE ALFATIH BROTHER
37


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


seorang gadis tengah berdiri didepan cermin dengan jilbab ditangannya, dia mengenakan jilbab itu untuk menutupi rambut panjangnya.


" cantiknya anak ibun" bu erika


tania langsung melepas jilbabnya tapi gerakannya dihentikan oleh bundanya. tania menatap bundanya intens dan bundanya hanya tersenyum.


" tania kamu cantik pakai hijab, pakai ya .... anggap kamu kasi kado terakhir buat bunda" bu erika


" ibun gomong apa sihh... gak ada kata2 terakhir ok" tania


sejak 1 minggu yg lalu tania sudah berhijab, tania tampak cantik dengan penampilannya saat ini.



danish belum tau tentang perubahannya, wajah ayunya tidak menutupi kegelisahan dirinya. sudah 2 hari ibunya dirawat karena gagal ginjal yg diidap bundanya, tania hanya bisa berdoa dan terus berusaha demi kesembuhan ibunya.


" tania... bukannya kamu ada undangan" bu erika


" iya... bun hari ini acara nikahannya abangnya al" tania


" ya.. terus gak pigi, udah pergi sana gak enak mereka udah ngundang secara langsung lagi, udah siap2 bunda gak mau tau, pakek yg dikasi itu aja bajunya, tar bunda yg dandani"


bu erika


mau tidak mau tania menuruti bundanya, dengan wajah pucat dan tangan gemetar ibunya merias anak perempuannya. alat makeup yg dipinjamkan seorang perawat yg sudah akrab dengan mereka, walaupun seadanya tania begitu cantik. tania tidak membawa apa2, hanya uang sekedarnya saja yg dia bawa diamplop. tania terpukau melihat betapa megahnya acara itu



tania hanya berdiri gak tau mau ngapain, dia melihat disekitarnya ada banyak tentara disana. tiba2  MC memberitahu akan ada acara pedang pora. tania benar2 penasaran karena ini kali pertama ia pergi kepesta semewah ini, dari kejauhan terlihat kirana yg begitu cantik digandeng dengan rayhan yg begitu gagah dan tampan.



"gila cantik banget mbak kirana bener2 pasangan sempurna" gumam tania


ada sepasang muda mudi yg berisik banget dengan baju yg sama dengan seragam keluarga mempelai. tania hanya melirik sekilas, tania sedikit menerobos untuk lebih dekat.


kira2 begitu ya.... suara berisik itu mengundang tawa orang2, karena pengantin sudah naik kepelaninan.


" ihhhh... abang, mau bunuh adek ya... gak bisa nafas tau, mulut adek dibekep" riza


" mana ada orang mati dibekeb congornya yg ada idung adek yg kayak jambu madu itu baru, abis malu2in aja, mau ditarok dimana muka ganteng abang Riza" danish


" ya.... tinggal tarok di prasmanan aja, biar diobok- obok ama tante2 girang abang, hehehe ...... uwekkkkk" riza


" ehhh.... dasar adek durhaka, awas... sini abang kasi kasih sayangg" danish


" enggak mau" riza


riza berlari menghindari kejaran danish, dhuha dan rasy geleng2 liat 2  anaknya itu. penganten baru yg liat dari pelaminan udah mesem liat kelakuan adik2nya, yg kayak anak kecil itu. riza menabrak seseorang yg tidak tau siapa, tapi kepalanya hampir bocor rasanya.  lebay sekali kamu nakk dan danish udah gak keliatan batang idungnya.


" aduh.... sakit banget, kayaknya bocor nie kepala nabrak tembok" riza


" dasar lebay" seseorang

__ADS_1


riza mendongak karena suara berat dan sexy baru saja terlontar, lebih tepatnya suara yg begitu mengganggu indra pendengarannya itu.



" KAMU" riza


" iya... saya kenapa, dasar ceroboh, setiap ketemu selalu ceroboh" arya


" ih.... bapak aja yg sirik ama saya, mana surat motor temen saya tu pak" riza


" bapak2.... emangnya saya bapak kamu, urasan itu silahkan ke kantor polisi sana, bukan sama saya" arya sewot


" ihhh...emang udah bapak2, bukannya kemarin bapak yg bawak, ihhh tentara gak tanggu jawab" riza sewot


mereka masih adu mulut, tania lebih memilih berkeliling dan menikmati acaranya. danish entahlah gak tau kemana, riza masi saja mengomel membuat perhatian orang2. perlu diketahui kenapa mereka begitu itu ada sebabnya. Riza yg saat itu tengah buru2 mengejar atasannya yg berada di kantor lain, sangking buru2nya dia lupa bawa dompet karena hanya HP disaku baju PDHnya. Tidak begitu jauh lagi sampai tujuan ada rajia gabungan antara Polisi dan PM ( Polisi Militer). udah pastilah ya..... ketangkep deh tu bocah oleh Letda Arya Ananda Wijaya yg sedang bertugas, terjadilah tarik2kan dan ngotot mempertahannkan kebenaran masing2.


" eh...... bang ada apa" nandi


" eh... nandi, ada anak kecil kena sawan" arya


" apaaaaa anak kecil kena sawannnnn...." riza histeris


" yok..... kita jalan, ngeri disini ada kuntilanak lagi datang bulan" arya sok merinding


" apaaaaa kun.....heh mau kemana lo"riza


riza makin kesel dengan ucapan arya barusan riza benar2 kesel sampek berteriak kencang.


" hehhh gue supahin lo dapet istri kayak gue, tau rasa lo sana, gue mah ogah ya..." riza teriak


" emang saya mau sama kamu, masi kecil udah nyumpahi orang, gak manjur tau" arya


riza tambah mencak2 membuat arya tersenyum senang, entahlah seperti seseutu yg menghibur dirinya. arya tak peduli yg dia inginkan saat ini adalah pesta kuliner geratis, riza juga tak peduli dan mengambil piring diprasmanan. Pandangannya tertuju pada satu objek, riza mendekat kearah yg dituju.


" maaf ini kak tania bukan ya..." riza


" eh... ini... " tania


" wah.... bener kak, aku riza ya... allah aku pangling loh kak, ohh iya kakak udah makan" riza


" ohh belum, soalnya baru dateng" tania


akhirnya riza mengajak tania makan dan mengobrol panjang lebar, keakraban mereka mengundang banyak perhatian. Tania yg begitu asing tapi akrab ngobrol dengan riza, danish yg melihat riza itu langsung menghampiri adiknya itu.


" dek... ambilin makan dong laper nie" danish


" eh.... abang mau makan, ya... udah riza ambilin" riza


" iya... eh... ini siapa" danish


" temen" riza


danish duduk disebelah tania yg dari tadi menunduk, buat danish gemes untuk ngajak ngobrol.


" maaf ya... saya duduk disini, emmm sendirian aja kamu" danish

__ADS_1


" hah... iya" tania


degggggggg


" tania, ini kamu tita" danish


mau tidak mau tania memandang lawan bicaranya itu dengan seutas senyum dibibirnya.



jantung danish hampir saja copot dibuatnya, titanya yg ia cari2 akhirnya ketemu juga. Tania makin cantik dengan hijab yg menutupi rambut panjangnya.


" subhanaallah ini budadari bukan ya.... sumpah nie cewek makin cantik, calon istriku cantik banget ya....allah" batin danish sambil bengong


" ehem.....maaf bisa gak ngeliatnya jangan kayak gitu, aku tau kok kalok aku jelek" tania


" ahh sapa yg bilang jelek coba, kecuali orang itu buta, cantik pakek banget gini kok" danish


" dasar gombal, ngerayu aja bisanya" tania mencubit perut danish


" awwww sakit sayang ihh, dipeluk kek udah lama gak ketemu juga" danish


tania beranjak pergi tapi langkahnya selalu diikuti danish, tania menuju pelaminan untuk memberi selamat pada pengantin. sesi foto2 pun terjadi tania udah berasa menjadi bagian dari keluarga itu, membuatnya sedikit risih.


" ayok... aku antar kamu pulang, gak ada bantahan apapun" danish tegas


danish menggenggam tangan gadisnya dengan senyum menawannya. disepanjang jalan danish udah kayak penyidik yg bertanya pada tersangka, awalnya tania minta diturunkan di halte busway. berakhirlah sekarang mereka diruang inap ibunya tania, gasis itu meninggalkan 2 orang itu karena mau ganti baju.


" mas al udah lama gak keliatan ya.... " bu erika


" iya... bu, maklum kerja gak ada liburnya, perkenalkan bu saya Danish Alfatih Ruzain panggil Danish aja bu, sa-" danish


" bunda udah tau semuanya dari nak rio, bunda tau danish laki2 yg beetanggung jawab, bunda titip tania sama kamu. danish harus sabar hadepin tania yg keras kepala, emosinya yg meledak- ledak. Sebenernya dia gadis yg rapuh dan cengeng, danish tolong didik dia dan berikan kasih sayang seorang suami semampu danish. tania tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, mungkin danish bisa memberikannya dalam bentuk kasih sayang seorang suami padanya. ibun titip anak nakal bunda sama kamu, jaga dia karena ibun gak sanggup lagi rasanya" bu erina


" bunda ngomong apa sih....... bunda harus bertahan masi banyak yg belum bunda selesaikan, ngurusin nikahan, bunda apa gak pingin liat cucu dari kami. ayo dong bun semangat kayak bunda ngomelin danish yg gak sarapan" danish


" kamu ini ada2 aja, pokoknya kamu harus jaga tania semampu kamu, ya... bunda tau calon mantu bunda ini tentara, tapi kamu punya keluarga yg begitu luar biasa. bunda yakin tania bahagia dan bunda selalu berdoa buat kalian berdua"bu erika


sementara dilain tenpat sepasang pengantin baru sedang bemersaan, kebahagian tidak dapat diukir. Rayhan memandang wajah ayu istrinya yg terlekap, setelah perang panjang hahaha....azan subuh berkumandang menghiasi pagi pertama bagi mereka. tangan rayhan yg melingkar diperut kirana mengagetkan istrinya itu yg terbalut mukenah cantik.


" selamat pagi perdanamu nyonya rayhan" rayhan


" selamat pagi suamiku tuan Rayhan yg manja" kirana


" kam-"rayhan


Brakkkkkkkkkkkkkk


"DANISHHHH" nganten baru


wohooooo kira2 tu anak ngapain ya....next


Tkn.5 juli 2020


jangan lupa vot dan komen ya..... kesayangan ibu Author yg kece makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2