THE ALFATIH BROTHER

THE ALFATIH BROTHER
04


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Danish merasa ada yg kurang dalam hidupnya, karena biasanya dia selalu bersama abangnya Rayhan yg selalu ia jahili. tapi Danish tidak menampakkan kerinduannya semua karena tingkah selengek annya. sudah 2 bulan Rayhan mengikuti seleksi Taruna Akmil, Rayhan tinggal bersama Pakdenya aska di asrama Kostrad karena letaknya tidak terlalu jauh dengan tempatnya mendaftar.


segala prosedur dan tes yg berat dijalani Rayhan dengan sangat baik, keluarga besarnya sangat bangga padanya karena nilai Rayhan yg tinggi bahkan, melebihi batas nilai disetiap tes yg ia jalani. Rayhan yg cerdas yg menguasai 5 bahasa inggris, mandarin, arab, jepang, prancis, dan pandai mengaji walau pun Rayhan masih belajar menghafal Al- quran. Membuat seorang rayhan memiliki nilai plus, papanya sangat bangga padanya walaupun selama tes tidak pernah mendampinginya. Rayhan tidak ingin nama besar ayahnya membuatnya diistimewakan, ia selalu minta dirahasiakan jika salah satu panitia yg mengenal siapa dirinya. bahkan 4 abang angkatnya para jompo yg menjadi tim penyeleksi awal, diminta pura2 tidak tau, walaupun rayhan kena hadiah tendangan di kakinya, omelan dan berakhir pelukan itupun dilakukan di kamar mandi KODAM, ck...ck gak elit banget tempatnya hehehe.


maka disinilah Rayhan di MABES TNI, para calon taruna dari seluruh indonesia berkumpul disini untuk mengikuti tes akhir yaitu PANTUHIR. semua nama2 yg lulus sudah ada di tangan panitia, namun belum diumumkan secara resmi membuat para calon taruna ketar ketir. setelah sholat ashar mereka berkumpul kembali, di aula MABES TNI itu.


" baik nama2 calon taruna yg lulus sudah berada ditangan kami dan akan kami umumkan setelah solat ashar. jadi tidak ada tingkat kekulusan karena kalian anak siapa, kerabatnya siapa, atau apalah, kalian lulus karena kemampuan kalian sendiri. untuk saat ini kita sedang menunggu panglima, yg diinfokan akan kemari jadi persiapkan diri kalian mengerti" ketua tim


" siappp mengerti" calon taruna


mereka semua diijinkan untuk duduk dan istirahat santai, rayhan yg sudah membaur dengan teman2 barunya merasa senang. ada 5 orang teman baru Rayhan yg juga masuk akmil, 1 masuk AAL dan 1 AAU. 8 orang ini benar2 klop disamping nilai mereka yg lumayan bagus, dan dengan latar belakang orang tua mereka yg berbeda. hanya dengan mereka Rayhan mau jujur kalau papanya TNI, tapi dia tidak bilang tugas dimana dan pangkat apa. semua yg disana cuma tau papanya punya kos2an dan sewa tenda/ teratak buat hajatan. tak lama panglima datang dan mereka kembali baris dengan rapi.


semua ditanyain ini itu termaksuk ke 7 teman Rayhan, panglima bergeser ke rayhan. beliau menyuruh rayhan memperkenalkan diri, namun beliau memperhatikan wajah Rayhan dengan intens.


" saya seperti gak asing sama mukamu lohh, mirip seseorang yg saya kenal baik ( Rayhan udah ketar ketir, dan panitia yg mengenal dhuha cuma senyum doang). kamu kenal Marsekal muda Dhuha tidak" panglima


" aduhhh mati aku, papa abang harus jawab apa ini" batin rayhan


melihat rayhan hanya diam panglima justru gencar buat introgasi rayhan, keringat dingin yg keluar membuat panglima curiga. anehnya tidak seperti yg lain panglima justru tidak melihat berkas milik rayhan.


" bener kamu gak kenal sama dia" panglima


" siapp... untuk saat ini tidak pak" rayhan


" hah... masud kamu" panglima


" siap... kalau sudah ketemu, mungkin saya kenalan dengan beliau dan sudah dipastikan saya akan kenalΒ  pak" Rayhan


ya... jelaslah adehhh si rayhan2 jadi pingin dibungkus lu tong, aduhhh kenapa virusnya si danish terinveksi ke rayhan sihh. panglima mengambil HPnya dan seperti menghubungi seseorang, senyumnnya merekah ketika sambungan telponnya di angkat. sementara yg lain menahan tawa mereka mendengar jawaban rayhan yg nyeleneh


" assalammualaikum.... ohh ndak apa2 allah itu lebih segalanya, ohhh iya.... bisa keaula sekarang penting, saya tunggu, ya....waalaikumsalam" panglima


rayhan ditanya ini itu dengan kemampuan bahasanya yg bagus, tak lama pintu dibuka oleh seseorang. orang itu berdiri disamping panglima memberi hormat dan menjabat tangannya. Rayhan jangan ditanya udah mau copot jantungnya melihat orang itu, yg belum sadar siapa orang yg berdiri disampingnya itu, lebih tepatnya dibelakang sedikit dari dhuha.

__ADS_1


...



Dhuha yg tersenyum ketika mengobrol tiba2 terhenti karena panglima menggeser tubuhnya, berdekattan dengan salah satu calon taruna. membuatnya otomatis melihat anak tersebut, terkejut itu yg ditunjukkan dhuha....


" wahhh benerkan mirip, ( dhuha tersenyum dan Rayhan pucat) ayo.... mau jujur kamu kenal tidak, sama orang disamping kamu" panglima


" ijin ndan... maaf sebelumnya, apa sudah ada keputusan tentang kelulusan mereka semua" dhuha


" ohhh itu sudah, bentar lagi juga diumumin marsekal dhuha, jadi kamu perkenalkan diri kamu dengan lengkap jangan ada yg ditutupi" panglima


dhuha tau Rayhan sangat gugup dan merasa ketidak nyaman yg haqiqi, dhuha yg biasanya sangat datar, dingin, tegas dan irit bicara. sifat jahilnya keluar saat ini untuk mengerjai anak sulungnya itu.


" nama saya RAYHAN ALFATIH RUZAIN, umur 16 tahun 3 bulan , saya lulusan SMA Taruna Nusantara dan Militery Haigh School, saya anak pertama dari 3 bersaudara, saya anak dari pasangan.... pasangan..." Rayhan


dhuha langsung memandang wajah putranya itu dengan senyuman termanisnya, membuat siapapun terserang diabetes dibuatnya hahahπŸ˜… . tapi tidak dengan rayhan, dia malah udah siap2 buat hal2 tak terduga. benar saja dhaha mengelus kepala Rayhan gemas dan mencubit pipi putranya, hal itu buat hadirin melongo karena dhuha bertingkah tak seperti biasanya. rayhan udah menjerit kayak dirumahnya sendiri tingkahnya.


" aduhhh....aw.... papa sakit......... aduh...aduhhh lepasin pipi abang, aduhhh" Rayhan


" aduhh anak papa udah dewasa, apapun hasilnya nanti papa selalu bangga sama abang, karena sampai sejauh ini abang berdiri diatas kaki abang sendiri. tanpa bantuan papa, ahhh kok cungring gini bang( rayhan tidak bisa menjawab selain memeluk papanya dan menahan tangisnya). aduhh 2 bulan gak ketemu berubah, udah makan bang ( rayhan mengangguk). lahhh kok malah diem, gak pengen ngomong sesuatu, atau kita pelukan terus hahaha" dhuha


semua orang melongo melihat mereka ngobrol dengan santai dan menjadi penonton setia.


" ah papa kok kemari sihhh, abang belum selesai tes nie.... gagal buat kejutan nie..." Rayhan berkaca- ksca


" ya... mau gimana, papa dipanggil ya... dateng, ahh itung2 melepas rindu ama anak papa yg ganteng, gimana dong" dhuha


" ahhh My Home gimana kabarnya pa..." rayhan


" mereka baik dan sangat amat kangen ama abang, ahhh kabarnya ada yg kena tendang" dhuha


" iya... bar2 banget mereka" rayhan


" gimana rasanya" dhuha

__ADS_1


" sakit pa..." rayhan


" itu tandanya mereka sayang, ditraktir gak" dhuha


" iya... temen2 abang juga, nasi bungkus ama KFC" rayhan


" baguslah temen2 abang juga ditraktir, kalok cuma abang doang, papa geplak kepala mereka semua" dhuha


" papa siapa yg bilang, kalok abang, ketemu abang2 jompo" rayhan


" ya.... siapa lagi si satrio, jowi, wisnu,ari. mereka ke kantor papa bilang


'ayah.. ono si lempeng ikut tes ditempat kita, pakek sok2 gak kenal lagi, emang kita jelek amat sampek gak ngakuin kita ini abang2 gantengnya'


papa cuma senyum aja, ehh malah ngambek gak mau pulang2, malah nginep di rumah. semua ditelpon suruh dateng tanpa istri dan anak bener2" dhuha


" ck... lebay banget, kok kakak2 ipar mau punya suami kayak gitu ya... kasian ponakan rayhan punya bapak modelan begitu" rayhan


" udah gak usah dipikirin, udah kenak hajar sama nyonya besar, tu masi pada nginep di rumah semua nunggu abang pulang" dhuha


" hah... bener2" rayhan


" ya.... udah papa pulang dulu, ingat apapun hasilnya, mau itu berhasil atau gagal abang harus selalu bersyukur sama allah paham" dhuha


" iya pa, doain abang lulus pa" rayhan


" ya..udah papa pulang dulu, si nala, gatri, juna sama jihan( anak para jompo) nangis nyari papa" dhuha


" iya... pa ati2" rayhan


rayhanΒ  mencium tangan papanya, setelah dhuha pergi rayhan mendapat hadiah sid up 100 kali dan pust up 50 kali dari panglima. semua rangkaian acara dilalui dan sudah di pastikan rayhan dan ketujuh temannya lolos, mereka memberi semangat buat teman2nya yg tidak lolos. agar tidak putus asa dan coba lagi tahun depan, 8 orang ini siap membantu jika dibutuhkan. rayhan pulang dengan angkot penuh dengan senyuman dibibirnya membuat, siapapun gagal fokus dibuatnya.


Tkn. 29 Desember 2019


Hai...haii bonus... upnya rodi ya.... jangan lupa vott dan komen makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2