THE ALFATIH BROTHER

THE ALFATIH BROTHER
13


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


sudah 7 bulan mereka menjadi taruna secara permanen dan 3 bulan pertama mereka masih berstatus CATAR. tinggal 1 bulan lagi mereka akan berpisah dengan ketiga temannya, yg kembali ke kesatuan masing2 yaitu AAU,AAL dan AKPOL. mereka semua tidak pernah mengambil IB ( ijin berlibur), karena ke enam temannya tidak tinggal di pulau jawa. jadilah mereka hanya pesiar saja, dan tempat vaforit mereka adalah warung angkringan pak cipto. tapi kali ini danish mengajak sohib2nya itu untuk IB, membuat mereka heran melihat danish


ulan bagaimana dengan gadis cantik berhijab itu, dia jadi langganan kejahilan Danish. seperti saat ini, ulan yg baru saja pulang Bimbel, harus menarik nafasnya dengan berat. karena harus bersiap adu otot mulut dengan mahluk astral bernama Danish, manusia satu itu udah tersenyum setan dengannya. ulan hanya pura2 tidak lihat danish yg dengan baju pesiarnya, plus sifat jahil dan menyebalkan menghampirinya.


" ehemm... ehh ada calon persit abang, pantesan kok tiba2 tercium aroma2 wangi gitu" danish


" ck... dia kira aku ini, pengharum ruangan apa" grutu ulan


" ahhh... makin cantik kalok ngomel gitu"Β  danish


" hah.. ok, sabar ulan.... abang danish" ulan tersenyum manis


" iya... adek ulanya abang" Danish


" abang udah makan" ulan


"ya... ampun perhatiannya... udah kok dek" Danish


" ohh syukur deh... udah bayar belum bang" ulan


" ohh... udah kok dek ulanya abang" danish


" ohhhh... ya udah pulang sana" jawab ulan ketus


danish bener2 kesel dan juga gemes melihat ulan ygΒ  bersikap biasa aja dengannya. semua orang tertawa melihat tom & jery itu, tak hanya mereka bahkan ulan tertawa sangat manis. danish terpaku melihatnya hingga tak berkedip, ulan yg biasanya jutek dan cemberut kini tertawa lepas.


" cantiknya" danish dalam hati


ulan yg ditatap oleh danish dalam diam, langsung menatapnya dengan sinis dan tajam.


" kenapa liat2" ulan ketus


" ya... orang aku punya mata, gimana gak ngeliat, sapa suru berdiri didepan, coba dibelakang udah pasti gak keliatan" danish gak mau kalah


" ihhhh BANG DANISH NYEBELIN" ulan teriak


fadel datang demi melerai 2 anak manusia itu yg selalu bertengkar kalau bertemu.


" heh... udah2 berantem mulu,entar jodoh lo...hihi" fadel


" OGAH" jawab mereka serentak


mereka tertawa melihatnya, ulan pergi dengan kesal tingkat dewi dan danish pergi dengan kesel juga seneng gangguin ulan. Danish mengajak teman2nya kesuatu tempat, mereka bingung dan penasaran. danish cuma senyum aja melihat sahabatnya yg bengong, berdiri di sebuah rumah yg cukup besar itu.


" heh...nish ini rumah siapa" gio

__ADS_1


" gede banget ya..." hendro


"alahh banyak tanya, ayo masuk" danis


danish berjalan dan mengucapkan salam dan disambut dengan seorang ibu, usia sekitar 35 tahun dan seorang gadis 7 tahun. danish mencium tangan dan memeluk bulek tinah, beliau dan suaminya dipercaya untuk tinggal dan mengurus rumah itu. sohibnya udah melongo dengan pemandangan yg dilihat adalah ruang tamu yg ahhhh...


" ehh.... abang danish ya...allah, kok baru pulang sihh bulek sampek rindu" buleh tinah


" alah.... biasalah bulek, sibuk.. ini sahabat2 aku di akmil bulek, eh... ciki citatos udah gedek ya... " danish


" ihh... bang danis resek, nyebelin" ciki


" ihhh dasar kentang centil, udah pinter pacaran nie bulek, kemaren danish liat" danish


" bohong buk, bang danish tu buk gangguin kak gayatri, anaknya nyonya lampir sebelah" ciki


" dasar kutil, kamu juga manfaatin abang bilang abang kirim salam iyakan" danish


" yeee tapi kita bagi 3 hasil, abang dapet cemilan, terus abang bon cabe juga impas kannn " ciki


" wess gue suka gaya lo broo..." danish


" haha.... tenang bang... ini udah ciki kumpulin dari penggemar abang, rencana mau aku kasi ke abang bon cabe, ehhh malah pulang" ciki


" ok ciki citatos bawa hasilnya ke kamar abang, ahh... lanjutkan kegiatan rutinya dan sering, palak tu keluarga lampir" danish


bulek tinah cuma geleng2 liat anaknya dan anak majikannya itu, bulek tersenyum kearah teman2 danish.


" eh ... duduk dulu bang, biar bulek buatin minum" bulek tinah


" jus jeruk aja bulek, ama cemilan bawa kekamar danis aja" danish


" ok... sipp" bulek tinah


" ohh... pak lek su dimana bule" danish


" ohh pak lek lagi kebengkel servis mobil bang" bulek tinah


" oh... ya... udah, biar danis ama temen2 aja yg ambil kasur lipatnya, bulek ambilin seprenya aja dehh.." danish


bulek tinah berjalan kerah dapur bersama anaknya yg centil itu. sementara tatapan tajam dari 9 pasang mata itu, seolah butuh penjelasan. Danish malah senyum dan menjelaskan tentang rumahnya


" ok broo jadi ini ruang keluarga


diujung sana itu kamar tuan dan nyonya besar, didepannya kamar tamu. yg ini dapur ( ada bulek yg lagi buat minum)


nah...yg ini kamar bulek dan suaminnya, sebelahnya kamar ciki ( danish keluar dan diikuti sahabatnya). kolam berenang nahhh kalok mau latihan jadi dugong disini aja hehe( mereka menatap tajam danish), disebelah sana ada gudang ayo naik ke atas cuyy. ini tempat lenyeh2 ama sholat berjamah kalau gak kemasjid, makanya cuma digelar karpet permadaninya aladin. ini kamar abang gue yg sebelahnya kamar adek cewek gue, gak usah masuk kalau masih sayang ama nyawa ( danish cuma nakutin). nahh yg paling luas ini kamar gue gess..ayo masuk sono taruh di sudut tasnya,silahkan2 masuk gak usah sungkan, anggep aja rumah orang lain hehehe" danish

__ADS_1


" si kanpret" semua


" heh... kamar lo gelap amat, macam orang masang pesugihan aja lo" gio


" heh... kunyuk, sembarangan kalok ngomong, gua melihara tuyul ama kutilanak puas lo" danish


" SERIUS" mereka serentak


"ya... enggaklahh..." danish sewot


mereka bernafas lega mendengarnya, danish cepat2 menyuruhΒ  sahabatnya untuk mandi. danish sengaja ngacir mandi dikamar Rayhan demi menghindar. tentang Rayhan dia tidak mengambil IB nya kali ini, entahlah ada banyak kegiatan gitu katanya. selesai sholat magrib mereka berkumpul dikamar danish yg sudah dipasang kasur lipat yg sudah rapi.


" ok... Dhanish Ada yg perlu lo jelasin ke kita" fadel


" iya... kita udah kenal lama ama elo, kenapa lo gini sihh" evan


" kita udah jujur tentang semuanya ama elo, gue kecewa nish" ken


" stopp yg lain gak usah kasi bumbu penyedap ke gue, bisa kelebihan micin gue lama2" danish


" ok.... kita cuma butuh kejujuran dan maksud elo nyembunyiin ini semua, gue mewakili 5 curut merasa kecewa" gio (dramatis dan 5 temannya melotot)


" eh... gue kayak lagi nonton drama anak paud sihh" danish


semuanya menatap tajam dan danish harus mulai serius pakek banget loh...ya.


" ok... ini rumah sengaja papa gue bangun buat kita berdua, ya... gue ama abang, papa selain TNI juga punya usaha sampingan di bidang properti. ya... punya rumah kontrakan, gedung apartemen, dan WO yg kesebar di kota besar indonesia ( temen2nya terkejut ampek melotot) . nah.... itu dari papa, kalok mama cuma gaji bulana yg tetep dikasi opa gue yg punya mall juga. apa lagi ya... papa dosen juga sihh dan mama juga suka jadi dosen juga, kalok kampus butuh mama. tapi kita gak pernah diajarin buat hidup poya2 dari kecil, papa ama mama ngajari hidup sederhana. ya... yg kayak kita masih tinggal di rumah dinas, ngelakuin kerjaan rumah tanpa ada asisten rumah tangga disana. tentang gue yg rahasiain dari kalian, ya... gue mau liat kalian itu tulus gak berteman ama gue tanpa, memandang status sosial. ahhh gue bahagia kalian itu sahabat gue dunia akhirat hehe" danish


danish langsung diserang dengan bar2nya, sumpah serapak, geplakan yg dapat danish terima dengan iklas. setelah puas mereka berhenti dengan ngos2an, danish gak tau dah bentukannya yg penting mereka puas dan mau maafin danish.


" jadi bokap lo itu sapa kunyuk" ken


" jangan lo bohong lagi" evan


" ahhh... kenapa lo harus bohong sihh nis, ini bukan aib yg harus lo tutupi, gue aja yg an-" fadel


" STOP AHMAD FADEL JANGAN LO TERUSIN GUE GAK SUKA" danish marah


" maaf nish, ok lo bisa jawab" fadel


" huff... gue mau tunjukin bahwa gue, suses dan berprestasi bukan karena gue anak siapa dan keturunan siapa. gue mau kesuksesan gue raih, itu karena kemampuan gue sendiri bukan karena faktor ex. papa gak pernah ikut campur masalah anaknya, termasuk tingkat kelulusan anaknya karena nama besarnya. papa bersikap profesional dengan tidak menunjukkan dirinya dengan jenguk kami di lembah tidar. sampai kami sendiri yg ijin papa untuk datangΒ  jenguk kita. ok papa gue itu Marsekal Muda Dhuha Haidan Ruzain, inget INI RAHASIA NEGARA AWAS KALOK SAMPEK BOCOR TAU SENDIRI TAR " danish


mereka mengangguk paham sambil bengong tak percaya, gimana gak terkejut orang mereka sempet ghibah papanya danish. mereka dikejutkan dengan seseorang yg membuka pintu kamar dan....... jeng...jeng... siapa ya... kira2 yg buka pintu hehe... next part


Tkn. 3 april 2020


ahhh ini part panjang banget ya... mudah2an gak boring bacanya ya..

__ADS_1


jangan lupa vott dan komen makasi😘😘😘😘☺️☺️😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2