THE ALFATIH BROTHER

THE ALFATIH BROTHER
12


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


menjelang magrib danish kembali kebaraknya dengan senyum mengembang. tatapan khawatir dari teman2nya berubah menjadi bingung, gimana gak bingung danish tersenyum dan bersiul. tatapan intens teman2nya membuatnya risih juga akhirnya, danish berdiri menatap mereka semua dengan celana putihnya yg sudah kotor kena tanah.


" ckkk.. biasa aja dong ngeliatnya, kayak gak pernah liat muka ganteng gue, heran" danish


" heh.... nish lo gak apa2 kan" ken


" lo lagi gak sakit" evan


" atau lo abis kejedot" fadel


" terus gila deh..." gio


danish menggeleng dan tersenyum sangat manis.


" ya... terus apa" jawab yg lain


" oh.... mannnnn lo pada mau tau apa" danish


mereka semua mengangguk lucu kayak anak kucing yg dikasi mainan gitu, membuat danish tertawa dan ngenes buat mereka.


" abang gue dateng brooo" teriak danish heboh


mereka semua berteriak heboh, merasakan kebahagian danis juga. danish menceritakan kedatangan abangnya, tapi ya.... tetep ada yg dirahasiakan disana.


" eh... ngomong2 lo diapain tadi nish" evan


" biasa lah broo, disiksa gue, untung muka gue yg ganteng gak diapa- apain, bisa nangis cewek2 karena gak ada orang yg seganteng gue dimuka bumi ini" danish


"dimuka bumi, dimuke lo iya..." nugi


" muka pas2an bangga lo"hendro


" wah.... ngina gue lo, ini muka tampan permanen, tanpa bahan pengawet, tanpa pemanis buatan, gak pakek Merkuri" danish


" merkurius, venus" semi


" sono lo ke pluto, sableng" rohul


" adeh... dikira gue alien apa" evan


mereka tertawa karena menghujat danish, mereka tidak memungkiri bahwa danish itu emang ganteng dibanding mereka . tapi ya.... gitu mereka gak mau ngomong, entar makin sableng lagi temennya satu itu.


" ah... gue dapet info, kalok bang Rayhan itu ternyata Taruna paling keren, pinter, aduh.... gak ada tandingannya deh..." nugi


" iya... terus itu orang diperhitungkan banget ama petinggi akmil karena kecerdasannya" malvin


" semua Taruna hormat ama dia dan sering juga jadi pemimpin disegala kegiatan, ahhh gue denger juga dia pemimpin bataliyon taruna tingkat 3" fadel

__ADS_1


" ada yg bilang tu orang sadis broo, gak ada takut2nya walaupun ama senior ahhh mulutnya sadis, pedes banget kalok ngomong, tapi baik juga sihh anaknya" kened


" terus gue denger juga, banyak juga yg suka ama dia tapi, ya.... gitu dia gak tertarik, bahkan waktu acara MAKRAB dia gak bawa rekanita" rohul


" ahh... dia bener2 hebat, gak ada yg berani hukum seorang Rayhan broo, keren tu orang" hendro


" eh... gue denger adeknya juga di akmil, tapi gak ada yg tau siapa adeknya itu" evan


" ehh... kunyuk adeknya itu ya... gue geblek" batin danish


" si sableng dari tadi kita ngomong ehhh die malah ngayal" nugi


" ya.... gue mau ngomong apa coba, ahh mau ganti baju gue capek bay..." danish


mereka masih terus mengghibah rayhan dari mulai yg baik2 ampek yg jelek tapi gak amat. danish cuma senyum doang dengernya emang abangnya begitu mau gimana. danish berjalan keluar membawa 1 botol air mineral yg tinggal stengah.


" heh... mau kemana lo" semi


" ini mau sikat gigi dulu diluar" danis


danish keluar namun terkejut melihat ternyata ada rayhan yg bersandar ditembok. mata danish melotot dan rayhan tersenyum sambil telunjuknya diletakkan dibibirnya, tanda untuk diam. danish hanya meringis dan menggaruk tengkuknya, teman2 masih terus bergosip ria kayak ibu2 asrama. rayhan memberi isyarat buat danish melanjutkan aktifitasnya, didepan tepatnya ditaman danish menyikat giginya dan cuci muka. tisu didepan wajahnya membuatnya menoleh pada tangan yg menyodorkannya.


" abang" danish


" ini dilap pakek ini" rayhan


danish tersenyum menerima tisu itu, tidak hanya danis yg tersenyum rayhan juga. rayhan malah mengusap gemas kepala plontos adiknya itu, sambil terkekeh.


rayhan nenonyor bibir monyong danis yg mau nyium dia dan menatap adiknya itu jijik tapi sayang.


" aduh... bisa lecet nie bibir sexy gue bang" danis


" jijik banget lo nish, gue berasa gak normal tau gak iiiii" rayhan( bergidik ngeri)


" hahaha.... lo nya aja yg baper, atau...." danish


" atau apa... jangan bilang lo percaya ama ghibahan temen2 lo yg gak tau apa2 itu" rayhan


" wohooo.... ngegas lo ya... ok ada apa gerangan kakanda datang menemuiΒ Β  adinda yg ganteng ini" danish


" ini ada cemilan dari bidadari syurganya kita, jangan dimakan sendiri dibagi ama yg lain" rayhan


" nahh gimana mau bawanya bang, entar ketauan habis gue" danish


rayhan mengambil kain sarung yg dia bawa untuk menutupi lehernya, rayhan tau apa yg didikirkan adiknya itu.


" ini bersih.... sengaja abang bawa" rayhan


" hehe tau aja" danish

__ADS_1


2 bersaudara ini menuang semua cemilan itu kekain sarung yg sengaja rayhan bawa.


" udah masuk sana, nie sampah biar abang yg sekalian buang didepan, mau piket patroli" rayhan


" ok... makasi bang, entar kalok abang diijinin megang hp, danish dipanggil ya... udah kangen my family nie..." danish


" iya.... udah sana, jangan sampek abang datang lagi meriksa kalian, itu cemilan belom abis, jangan lupa dikibasin diluar itu sarung, terus disemprot parfum. kalok masi bau cemilan abang hukum kalian" rayhan


" gilaaaaa ini abang gue bukan sihh, kok jadi cerewet gini ya..." danish


" udah sana" rayhan


" iya... iya... ok ijin mendahului bang" danish


" hemmm" rayhan


danish langsung masuk dan disambut tatapan heran, danish membuka ikatan sarung yg ia bawa. sorakan gembira terpancar dari mereka, dengan bar2nya cemilan itu kandas. danish dan teman2n membersihkan kekacauan yg mereka buat. hingga azan isya berkumandang ,mereka bergegas pergi ke masjid untuk melaksanakan kewajibab sebagai seorang muslim.


sebagai seorang calon perwira dan pemimpin mereka dituntut untuk jujur, amanah, bertanggung jawab, disiplin, berahlak mulia dan menjadi contoh bagi bawahannya kelak. salah satunya saat jam tidur, kali ini pengawas lagi masuk memeriksa kelengkapan dan mungkin ada barang2 yg mencurigakan yg dibawa oleh taruna.


ada banyak teman2 danish yg disuruh keluar baris karena membawa benda2 yg dilarang. disana ada rayhan yg memeriksa satu persatu taruna yg sudah menggunakan piyama tidurnya.


" ijin pelatih, mereka semua bersih dan lengkap ada 10 orang" rayhan


" baik, perhatian semuanya tidur dan baca doa, ( berhenti sejenak untuk berdoa) selesai... pejamkan mata kalian" pengawas


rayhan memeriksa semuanya dan sudah memejamkan mata, rayhan tersenyum melihat adiknya yg menutup matanya tapi bergera- gerak. rayhan mendekat dan mengusap kepala plontos adiknya. rayhan membisikkan sesuatu pada danish membuatnya tersenyum.


" udah tidur, jangan mikirin cewek aja, awas kalok besok pagi telat, abang hukum ngitungin cewek lo" rayhan


" ada apa rayhan" pengawas


" siap tidak ada pelatih, saya fikir ada apa dibawah bantalnya, rupanya dalemannya ini anak" rayhan


" hah... ada2 aja kamu" pengawas


" pelatih percaya ( pengawas tersenyum) tidak kann, itu saya kira belum tidur rupanya sudah" rayhan


suara rayhan sangat pelan yg hanya didengar danish pada saat berbisik, hampir saja mereka menyemburkan tawa mendengan candaan garing abangnya itu.


"haha... ya.. sudah matikan lampu" pengawas


"siap pelatih" rayhan


"untuk kalian... tahan ketawa kalian sampai besok pagi, kalau saya dengar suara akan saya hukum" pelatih


lampu dimatikan dan pintu ditutup, 10 cowok kece itu menutup mulutnya dengan tangan agar tidak kedengeran tertawa. bunyi sirine penanda bahwa semua orang untuk bangun, kembali lagi beberapa pengawas datang. semua berbaris untuk bersiap mandi. acara mandi diberi waktu 10 menit, lalu ganti baju koko, berbaris untuk berangkat kemasjid untuk sholat subuh dan ketempat peribadahan menurut kepercayaan masing2.


selesai menjalankan sholat subuh mereka diberi waktu 5 menit untuk ganti baju latihan dilapangan dengan lengkap. semua berbaris rapi menuju ruang makan khusus untuk tingkat 1,Β  danish dan teman2nya kebagian urutan pertama dengan nampan stanlis. nampan khusus untuk meletakkan berbagai olahan yg dimasak, setelah semua selesai barulah pelatih memerintahkan untuk makan. pemandangan inilah yg akan danish rasakan selama 4 tahun menempuh pendidikannya. sementara rayhan sebagai komandan bagi teman2nya ditingkat 3, hal semacam ini sudah menjadi rutinitas rayhan setiap hari. bagaimana kisah mereka next part ya...

__ADS_1


Tkn. 29 maret 2020


jangan lupa vot, komen juga ya.. ok... makasi😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2