
ingatanku saat aki masih kecil hanya satu yang aku ingat sebelum menjadi seorang dark elf aku adalah keluarga elf yang memiliki umur panjang aku tida tahu harus bersukur atau tidak hidup aku yang cukup lama dan juga kemampuan khusus yaitu menyembuhkan segala penyakit dengan tetesan air mataku yang memiliki kelebihanya sendiri aku patut bangga dengan diriku aku lahir dengan sekorang ibu yang hebat dan seorang ayah yang seorang pekerja keres jika kalian ingin tahu ayahku adalah sekorang manusia bukan seorang elf seperti ibuku namun hidup ku dengannya bahagia sampai sini aku tidak bisa melanggar semua perintahnya kerena itu akan sangat membantu ayahku karena aku juga sering menolong ayahku bekerja di ladang sampai suatu kejadian yang membuat hatiku benar benar tertutup sampai aku harus lari menyelamatkan diri dan hidup sebatang kara.
saat sedang ada pesanan dari seorang bangsawan dari kerajaan yang cukup jauh dari hutan kami tinggal aku ikut bersama ayah dan ibuku untuk melihat betapa besarnya ibu kota kerajaan itu sampai aku tidak bisa untuk terlelap dimalam hari karena terus memikirkanya sesampainya pagi aku lupa bagian situnya mungkin karena sekarang aku sudah berumur lebih dari 900 tahun dan juga melebihi umur elf pada umumnya yang hanya berumur 500 sampai 300 tahun paling kecilnya aku bisa hidup sampai sekarang karena seorang yang selalu aku kagumi bahkan ia rela berangkarnasi demi betemu denganku lagi dikehidupan selanjutnya aku tidak tahu betapa bahagianya aku saat mendengarnya namun aku juga kesepian menunggu.
********************************************
ia untuk berengkarnasi karena aku sudah hidup lebih dari lebih 900 tahun dan aku terus menunggunya sampai sekarang tidak juga kunjung kembali aku tidak meresakan energi sihir dan sudah 9 abad aku menunggu dan tidak juga kembali dan aku akan lanjut bercerita saat dulu sesampainya di kota kerajaan aku mencoba untuk tetap tenang dan juga tidak terlihat gugup sembari jalan jalan melihat bertapa luasnya kota kerajaan itu dan juga saat itu dunia masih cukup normal tidak ada yang namanya sihir.
yang hanya ada pedang dan juga panah para petualang atau penjelajah wilayah untuk kepetingan kerajaan cukup maju di jaman sekarang para petualang itu cukup kuat dan setera dengan kesatria kerajaan yang terhormat bagi para bangsawan sesampainya aku berjalan jalan aku samapi di kediaman bangsawan itu sendir aku harus kagum atau bafai mana aku tidak mampu berkata apa apa saat melihat rumah besar itu.
********************************************
__ADS_1
setelah itu tidak lama ada seorang pelayan datang dan menanyakan tujuan kami datang dan ayah yang sendari tadi terdiam berbicara dan membari tahu tujuannya untuk mengangkat penyakit sang ayah dari anak bangsawan yang memanggil mereka datang karena pekerjaan ibu adalah seperti dokter hanya membutuhkan setetes darah orang yang mau meninggal mungkin tidak jadi meninggal dan juga anak bangsawan itu juga sudah memohon untuk menolong ayahnya yang sedang sakit.
tapi apa kalian tahu semua itu adalah sebuah tipuan ibuku di tangkap dan di masukan kepenjara bersamaku dan ayahku di bunuh oleh para penjaga rumah itu dan tidak tahu harus berkata apa aku hanya bisa berteriak saat melihat lumuran darah dari kekujur tubuhnya saat aku sedang merasakan kesedihan aku tahu bahwa bangsawan itu adalah palsu mereka adalah seorang pedagang budak yang suka menculik dan menjual demi uang.
********************************************
dan dari yang aku dengar setiap budak yang telah di beli oleh para petinggi atau apa itu tidak ada yang selamat mereka semua kemungkinan besarnya akan di bunuh tahu di jadikan budak pemuas nafsu birahi para laki laki bejat saat itu datang seorang kakek yang aku tidak tahu tujuannya saat itu membeli kami dan ibu ku menyuruhku untuk kabur dan pergi agar tidak di jadikan budak oleh orang itu dan adai kata aku tahu tujuan kakek itu adalah menolong kami aku tidak akan pernah kabur.
********************************************
aku betanya padanya apakan ada yang bisa aku bantu untuk dirinya ia berkata" tidak ada, tak apa aku baik baik sajah" aku melihatnya sungguh tidak tega walau aku tida tahu apa yang ia sudah alami aku sungguh tidak tahu andai ibuku ada di sini aku akan bercerita tentangnya seseorang yang tidak senang dengan namanya sendiri lalu aku menyebut Zai, wajahnya berubah ia terheran dengan itu yang aku ingat Zai adalah nama seseoarang bersayap yang datang menlihatku dan mengajak aku bermain,
__ADS_1
saat aku masih kecil ia selalu menyebut nama menyebut dirinya Zai jadi aku memanggilnya Zai namun saat aku lihat ekspersi Long Zu seperti senang jadi aku memanggilnya Zai sungguh Cocok juga dengannya orang yang menolongku saat aku di kejar oleh para anak buah dari penjual budak itu sampai aku tiba di pohon besar dan kami mulai tinggal di sini,
********************************************
kami membangun rumah kecil untuk aku dan dirinya tidur dan ia mulai bercerita tentnag dirinya yang di buang oleh para penduduk desanya dan juga desa itu saat dekat dengan pohon besar tempat kami tinggal walau hanya melewatu satu gunggung besar setidaknya dengan berjalan memutar aku dapat melihat desa indah itu, hingga suatu hari aku bertemu dengan ibuku kembali Zai yang membawa ibuku kembali namun ibuku seperti mengode untuk diam dan pura pura tidak tahu.
saat Zai memperkenalkan ibuku aku yang sempat berpikir apakah ia seorang penipu namun semua itu telah terhapus karena ia memperkenalkan seseorang yang selalu merawat dan mendukungnya untuk terus hidup karena kekejaman desa dan kakek yang membeli kami itu adalah seorang penyelamat ia ingin menyuruh membawa Zai bersama kami pergi.
********************************************
namun apa yang aku buat sungguh bodoh aku setelah itu semua rehasia di balik kami berdua kami bongkar satu sama lain bahwa ayahku tiada oleh para pejual budak itu dan malamnya saat aku tidur dan ibu pulang kembali kerumah dan aku memutuskan untuk hidup di hutan bersama Zai malam itu ia tidak ada di tempat tidurnya aku mecarinya kemana mana sampai aku tertidur di bawah pohon lebih tepatnya di bawah rumah pohon kami keesokan harinya ada sebuah surat yang ditulisnya jika ia sudah membalaskan dendamku untuk ayah aku termenung mematung saat melihat sebuah kepala tertenteng sore harinya di tangan Zai dan dari situ aku mulai mencintainya karena ia saat penduli padaku semenjak saat itu aku mulai menolong satu sama lain
__ADS_1