The End Of Everything

The End Of Everything
kebenaran Berupa penyesalan


__ADS_3

Setelah lelah menangis Zai tertidur di pangkuan Violet, namun ia bermimpi tentang sosok dirinya yang jauh berbeda dengannya di dalam mimpi itu ia melihat dirinya,


Memiliki mata iblis bernama Evil eye disebut juga sebagai mata pemusnah dirinya yang lain pergi untuk menaklukan dunia ini dimana dirinya sendiri memiliki pasukan iblis yang


sangat banyak walau semua itu adalah ksatria yang pernah mereka kalahkan dulu, ia juga melihat Empat wanita di kelilingnya yang memiliki aura membunuh yang berbeda beda


dirinya yang lain juga memegang kepingan terakhir dari ingatannya di tangannya sendiri saat ingin mencoba meraihnya sayang dirinya di serang orang Empat wanita penjaga tersebut yang membuatnya tiba tiba terbangun karena ada yang mencolek pipinya.


********************************************


"Duuh..Kamu tidur seperti Kambing Saya susah sekali di bangunkannya tapi melihat kamu seperti ini sanggat lucu juga"


'ujar Violet sembari mengusap usap rambut Zai'


Zaipun terbangun karenanya namun saat hendak terkejut dirinya mengingat kejadian semalam yang membuatnya Sampai tertidur.


"Aah..Violet"


"Aha..Ternyata kamu sudah bangun Zaiku"


"Ah seper...,Tunggu kamu bilang apa tadi?"


"Zaiku? memangnya ada yang salah dengan ucapanku"


********************************************


Sontak dirinya terkejut bahkan lebih dari yang sudah di rencanakan dirinya bertanya mengapa sifatnya berubah namun Violet Tetap tersenyum dan selalu berkata


'seperti inilah sifatmu memang ada yang salah?'berulang ulang kali ia bertanya ia selalu berkata demikian seakan memang semuanya berubah namun ia sadar dirinya


Tidak mengenakan Baju dan Baju yang di pakai Violet cukup berantakan entah apa yang terjadi semalam otaknya Traveling kemana mana tidak tau apa yang dibayangkannya


dan seketika Elisa masuk kedalam Kamar tersebut namun ia terheran melihat tingkah Zai seperti buronan yang yang tertangkap basah melakukan sesuatu yang tidak tidak.


********************************************


"Violet sudahi Antingmu Kamu lihat Zai sudah seperti Orang penderita obesitas tingkat gangungan Jiwa" ujar Elisa di depan pintu'


"Aaah tidak seru padahal semalam itu sangat seru loh dan aku yang memenangkan permainan itu" balasnya'


"Eh...Akting?"


Seketika Zai terkejut mendengar kata akting


"Memang apa yang kalian mainkan semalam dan apa yang di maksud pemenangnya?" tanya Zai'


"Oh semalam Kami bermain Go bersama Ratu juga dan Pemenangnya mendapatkan Hak atas tubuhmu dalam semalam Zai"jawab Elisa'


"A.a.ap.a Tubuhku? maksudnya jadi semalam Violet melakukan apa dengan Tubuhku?" tanya panik'

__ADS_1


"Entah aku tidak Tahu ia meminta kami untuk keluar dan beristirahat jadi hanya dia yang tahu"


********************************************


Seketika Zai merasa mati rasa di seluruh tubuhnya tidak terbayang apa yang di lakukan Violet semalam namun Zai tetap pada pikiran positifnya namun Violet mengeluarkan katanya 'Semalam itu sangat seru Elisa, aku mempermainkan Tubuh Zai tahu'


Seketika Seperti tersambar petir Zai pingsan mendengar kata kata tersebut, namun Elisa mengatakan untuk berhenti berakting kepada Violet dan Violet Tertawa setelah itu ia tidak


Tahu lagi apa yang mereka bicarakan karena kesadarannya sepenuhnya sudah lenyap tidak tersisa, di Dalam dirinya ia bermimpi hal yang sama seperti sebelumnya ia melihat dirinya


Yang lain menghancurkan dunia dan para dewa dan seluruh ciptaannya musnah hanya tersisa dirinya sendiri di ruang kehampaan yang tidak ada ujungnya ia melayang layang di dalamnya, dan seketika itu juga dirinya


Terbangun di pangkuan Elisa Saat hendak bangun Elisa menahan kepalanya dan menyuruhnya untuk tetap tiduran karena ia akan membersihkan kotoran di kupingnya.


********************************************


"Sudah beres, sekarang kamu boleh bangun"


'ujar Elisa'


"Terima kasih"


Seketika Suasana menjadi canggung, dan Elisa menyadari suasananya ia membuka obrolan ringan


"Apa semalam Sangat nikmat Bermain main dengan Violet?" ujarnya sembari menutupi kecemburuannya


"Semalam seluruh tubuhnya di bersihkanya dan luka di lengan kirimu itu violetlah yang merawatnya dan menutupnya dengan perban"


"Aku tidak tahu maafkan aku" ujarnya sembari murung


"Tidak apa lagi pula suatu hari nanti kamu pasti akan memilih siapa yang akan menjadi pendamping hidupmu" ujarnya


********************************************


Zai mencoba untuk menenangkannya dari kesedihan dengan mengalihkan topiknya lalu dirinya Bercerita Tentang Mimpinya pada Elisa namun ia tidak terkejut sama sekali


justru dirinya mengatakan 'itu sudah pasti' yang membuat dirinya terkejut dalam pikirannya mungkin dirinya akan menjadi raja iblis baru dan menghancurkan dunia


namun dalam pikirannya itu hilang seketika Saat Elisa memberitahu yang sebenarnya


'kamu adalah Dewa Iblis yang Biasa di sebut penguasa neraka meski begitu kamu tetap salah satu dari Tujuh dewa agung dunia ini"


mendengar itu Zai murung dirinya mengingat semua kejadian yang tidak di ketahui oleh Elisa Yue dan yang lainnya karena dirinya pernah berubah menjadi sosok iblis dan


melakukan berbagai teror terhadap kejahatan namun kini ia menyesalinya karena yang selama ini orang yang ia bunuh ternyata bukan penjahat namun orang orang baik


yang menjadi orang yang memiliki kekuatan untuk melindungi semua orang, setelah pembicaraan itu selesai Sang Ratu datang menghampiri mereka berdua


********************************************

__ADS_1


"Wah wah kalian ini disini bukan tempat untuk bermesraan tahu" ujar sang ratu sembari tersenyum'


"Emang kami terlihat seperti orang bermesraan Harun?" ujarnya sembari ngehela nafas panjang


"Aku rasa tidak karena aku melihat Zai seperti orang mati sih"


"Jadi ada keperluan apa sampai Sampai Ratu repot repot datang kesini?"


"Bukannya sudah jelas Elisa, waktunya gantian loh gantian"


********************************************


Elisa Berdiri dan meninggalkan mereka berdua sembari menghela nafas berat, setelah itu sang Ratu duduk di sampingnya dan memeluknya Seketika Zai teringat semua


Kejadian di waktu dirinya masih kecil ia juga pernah di peluk saat dirinya sedang menangis karena di marahi oleh ibu saat itu, namun semua itu kini hanya tersisa kenangan.


Tidak bagi Harun walau dirinya adalah Ratu Elf namun kenangan Itu adalah bahan bakar dirinya untuk terus tetap hidup dirinya selalu mendapat majaan dari ayah dulu yang membuat dirinya haru kabur dari hutan


namun dunia yang akan penuh bahaya ini Zailah yang menolongnya dulu dan memungutnya karena Zai kecil dulu beranggapan manusia berkuling runcing


Pasti akan diburu habis habisan.


********************************************


"Hey Zai..apa kamu ingat dulu saat kamu mengajak aku untuk bermalam di rumahmu bersama ibumu" ujarnya


"Ah aku ingat dulu kamu menolaknya dan aku memaksamu untuk menginap di rumahku"


"Iyh mulai saat itu aku juga menyadari jika ada hutan Elf lainnya di sekitar desamu itu, dan pada akhirnya aku bermain manusia manusiaan agar dapat berbaur dengan anak anak lainya"


"Saat itu juga kamu takut sekali ketahuan jika kamu adalah Elf"


"iyh tapi atas semua kejadian itu aku tidak menyesal sama sakali karena dari kejadian itu semua aku dapat belajar karena hidup tanpa penyesalan akan terasa hampa, apa kamu menyesal saat ini karena tahu kebenaran tentangmu Zai?"


"Iyh aku sangat menyesal namun sesuai perkataanmu walau ada iblis dalam diriku akan aku kendalikan kekuatanku demi melindungi senyum semua orang walau takdir telah menulis jika aku akan menjadi raja iblis sekaligus"


"kalo begitu aku akan mendukungmu jika kamu merasa putus asa panggil namaku dan aku akan selalu menjadi senderan kesedihannu karena semenjak saat itu juga ajh menyukaimu"


********************************************


Pada akhirnya Zai bangkit dari penyesalannya dan melanjutkan pencarian kepingan ingatannya kembali walau takdir selalu mengkhianatinya kali ini ia akan mengubah takdir itu sendiri sembari di temani oleh


orang orang yang peduli dengannya sendiri dan menjadi penopang dan dorongan untuk


dirinya agar tidak mudah menyerah pada akhirnya dirinya akan melanjutkan perjalanan


Demi masa depan bersama senyum orang di sekelilingnya karena di hatinya sudah memilih siapa yang akan menjadi pendampingnya di masa depan walau ia tahu akan ada orang


yang tersakiti nantinya namun ia akan berusaha membuat semua orang bahagian Demi hati yang sedang ia perjuangkan.

__ADS_1


__ADS_2