The End Of Everything

The End Of Everything
Menuju arah Timur


__ADS_3

Zai termenung di sebuah pohon besar di pinggiran kota kerajaan itu sembari meratapi tentang kejadian kemarin dalam kebingungannya Elisa menghampirinya


Untuk mecoba menghiburnya kembali agar dapat ceria kembali dan memutuskan semuanya dan mulai hidup seperti sedia kalanya karena ini adalah kehidupannya.


********************************************


"Sepertinya kamu sedang galau Zai"Sembari tersenyum ia duduk dengan membereskan rambuatnya yang menutupi matanya,


"Bagaimana aku tidak seperti ini apa menurutmu ini sudah benar?"ujarnya


"Maksudmu tentang pertunangan kamu dengan violet"


"Iyh, apa ini semua sudah benar lalu bagaimana dengan dirimu nanti?"


"kamu jangan hiraukan aku ini hidupmu yang lalu buang lah masa lalu dan mulailah hidup baru"ujarnya sembari mengelus ngelus rambutnya.


********************************************


Dan seketika serpihan dari ingatannya itu kembali walau hanya sedikit ia ingat jika dulu Elisa pernah melakukan hal yang sama seperti tadi saat dirinya benar benar


saat dirinya kehilangan tinjuan hidupnya dimulai dirinya kehilangan salah satu hal yang paling berharganya di kehidupan sebelumnya, tidak lama setelah itu


Zai mulai bangkit kembali dan memutuskan untuk memulai dari awal lagi dan ia juga sudah memutuskan untuk melanjutkan petualangannya mencari jati dirinya


demi mengubah sang takdir, namun di dalam perjalanannya nanti akan ada banyak rintangan yang akan menghadangnya namun baginya selama dirinya masih hidup dan,


di temani oleh Elisa baginya itu sudah cukup karena perjalanan di kehidupannya yang baru adalah mengumpulkan seluruh ingatannya dan menjadi petualangan yang hebat


bersama Elisa namun setelah semangatnya kembali dirinya mulai melangkah dengan penuh percaya diri dan penuh semangat.


********************************************


"Yos..,sudah aku putuskan kita akan menuju bentang timur disana ada sebuah perlengkapan pahlawan legendaris"ujarnya penuh semangat.


"Baiklah jika itu maumu aku akan terus mengikutimu walau sampai ujung dunia sekalipun"balasnya sembari tersenyum.


********************************************


Dengan penuh percaya diri mereka kembali kekastil untuk memberi tahukan kepada sang raja jika dirinya akan pamit walau saran itu di dapatnya dari Elisa,


karena dirinya akan lari dan kabur dari pertunangannya dengan violet namun Elisa meyakininya kembali untuk menjadi seorang laki laki sejati dan Zaipun tidak dapat menolaknya

__ADS_1


Dan mereka pergi dari tempat itu menuju kastil sang raja yaitu ayahnya violet dalam penuh semangat di dalam perjalanannya ia tidak sengaja melihat rombongan yang,


sedikit Familiar dan ia memutuskan untuk menghampirinya alangkah terkejutnya saat ia melihat rombongan itu.


********************************************


"Yue!!?"ujarnya dalam hati dan bersembunyi


"Zai apa yang kamu lakukan kenapa kamu bersembunyi?"ujarnya


"Aku melihat rombongan Yue di sana juga ada Ririn dan jiangZi mereka berjalan bertiga"


"Kita harus cepat bergegas sebelum di temukan oleh mereka" ujarnya dengan panik


********************************************


Lalu Zai mendorong Elisa untuk segera pergi dari sana di dalam hatinya dirinya merasa bersalah karena masih belum waktunya mereka bertemu kembali,


Di dalam hati kecilnya dirinya selalu berkata 'jika dirinya kembali sekarang maka semua perjuangannya akan sia sia sang takdir pasti akan mempersulit mereka kembali'


meski begitu Ia tidak lupa mengeluarkan sedikit sihirnya dan menggunakan sedikit elemen Cahaya yang membetuk seperti batu kerikil dan melepaskannya ke arah


rombongan Yue sebagai sinyal dirinya merindukannya namun Rombongan itu sepertinya berheti sejenak dan membahas sesuatu dan pergi berpencar


Namun Elisa membuka pelindung kepalanya dan memujukan wajah cantiknya yang palsu dengan begitu Ririn juga tidak akan curiga dan mereka dapat berbicara dengan Santai


********************************************


"Maaf apa kalian melihat orang dengan foto ini?" tanyanya sembari memujukan foto Zai


"Maafkan kami, kami hanya seorang penjaga kastil yang kebetulan sedang berpatroli jadi kami tidak tahu coba kamu tanya penjaga gerbang disana"


********************************************


dan Elisa memujukan salah satu penjaga di sana namun sebelum Ririn pergi ia meminta Zai untuk membuka pelindung kepalanya


Sontak itu sembuat Elisa terkejut antara panik dan Gelasa dan itu juga berlaku pada Zai dengan ragu ragu ia melepas pelindung kepalanya dan memujukan wajah yang cukup


banyak luka sayatan di pipinya dan benar saja wajah Zai telah berubah menjadi seorang bandit yang mengaku pahlawan waktu itu melihat itu Elisa tersenyum dan tertawa


sedikit melihat Wajah palsu yang di tunjukan Zai namun Zai masih tetap gugup walau dirinya sudah berusaha untuk tenang dan mengendalikan dirinya agar tidak panik

__ADS_1


Setelah itu tidak lama kemudia Ririn berpamitan dengan mereka dan pergi menuju penjaga yang di tunjuk oleh Elisa tadi dan itu menjadi kesembatan bagus untuk mereka berdua kamu, setelah itu mereka berlari


sekencang kencangnya menuju kastil dan di dalam gang ia juga tidak lupa untuk mengembalikan Wajah aslinya namun takdir itu lagi lagi kejam saat hendak melangkah keluar dirinya di tahan oleh Elisa


dan memujukan seseorang di sebuah toko buah di pinggir jalan saat Zai melihatnya benar saja di sana ia melihat sosok Yue yang sedang membeli bebarapa buah buah di sana


dan juga dari gerakanya ia menujukan selembar kertas kecil kepedagan tersebut namun pedagang itu menggeleng kepalanya dan Elisa menjelaskan yang mereka,


bicarakan tadi walau dirinya juga mengerti namun Ia hanya dapat mendengarkannya tidak lama Yue pergi dari tempat itu dan Elisa dan Zai juga akhirnya berlari melanjutkan


perjalanan mereka Sampai akhirnya di kastil tersebut dan di luar Kastil kebetulan mereka melihat Violet sedang berlatih menggunakan pedang kegelapannya sendiri tidak butuh waktu yang lama dirinya sudah mampu


menguasai skill pertama dari sepuluh skill dasar walau dirinya masih belum menguasai tiga skill terlarang namun Elisa berusaha agar dirinya tidak menguasai salah satu skill,


terlarang tersebut karena akan membahayakan nyawanya sendiri di dalam pelatihan itu ia melihat Elisa dan Zai dan Violetmu berheti berlatih dan bertemu dengan mereka berdua.


********************************************


"Selamat datang kembali untuk Kalian semua"


ujarnya


"Terima kasih banyak Elisa, Ngomong ngomong sepertinya kamu sudah menguasai Dark Elf salah satu skill pedang itu"ujar Elisa


"Dark Elf maksudmu tebasan yang seperti benang itu?"tanyanya dengan sedikit bingung


"Iyh, itu salah satu skill dasar dari sepuluh skill lainya yang aku kuasai itu hanya ada beberapa seperti Dark Elfmu, death slash,abyss of death dan dark dragon namun untuk yang terakhir itu jangan pernah kamu pelajari"ujarnya


"Memang kenapa?"


"karena itu akan membahayakan hidupmu Violet"sembari mengelus lembut rambut violet ujarnya Zai


********************************************


Setelah sapaan itu mereka akhirnya bertemu raja, dengan itu mereka berdua menjelaskan kedatangan itu untuk berpamitan karena dirinya dan Elisa akan pergi ke benteng timur wilayah perbatasan bangsa iblis dan manusia


walau dari dulu sampai sekarang mereka tidak dapat akur dan hidup berdampingan namun ada beberapa iblis yang menikah dan memiliki keturunan bangsa manusia


Setelah mendengarkan seluruh penjelasan dari Zai dan Elisa Sang raja menyetujui namun mereka akan berangkat dua bulan kemudian karena bulan depan adalah


Acara pertunangan mereka berdua, Zai dan Violet namun Violet menolaknya dan ingin pergi berpetualang segera bersama mereka

__ADS_1


awalnya sang raja sempat marah namun akhirnya rencana jahat sang raja terungkap saat itu juga Zai di minta untuk berangkat Dua hari kedepan tanpa penuh curiga Zai dan Elisa menerimanya dan pergi dua hari


mendatang namun mereka tidak tahu jika rencana sang raja besok adalah pertunangan merek berdua dengan wajah penuh rencana jahatnya Zai dan Elisa bersama Violet hanya dapat pamit untuk kembali kekamar mareka.


__ADS_2