The End Of Everything

The End Of Everything
Kenangan Terindah dari Seribu tahun


__ADS_3

Usai menyelesaikan urusannya, Sekolahpun menandakan kelas berakhir dan mereka semua kembali ke rumahnya Zai yang sedang membaca buku di bojok Ruangan tempat,


Duduknya di hampiri seorang wanita tidak di kenal,"Permisi" ujarnya yang membuat Zai menolah dan menanyakan tujuannya karena suaranya yang dingin Wanita itu justru seperti


orang yang sangat yakin dan keyakinan itu semakin menjadi,"Apakah Zai di kelas praktik sihir sudah kembali?" mendengar perkataannya yang menyebutkan namanya di akhir ia sedikit terkejut karena tidak ada satu,


pun wanita di sekolah itu yang mau mengajaknya berkenalan bahkan sampai menyarinya namun saat hendak berbuka suara Wanita itu kembali berbicara."Sebenarnya aku ingin pulang bersamanya apa kamu melihatnya?"


sontak mata wanita itu menyipitkan sampai akhirnya ia mengaku lalu menanyakan tujuan jelasnya mengajaknya pulang bersamanya, lalu gadis itu memberi tahunya yang membuatnya tidak abis pikir sama sekali.


Namun ia memberikan satu syarat jika ingin pulang bersamanya ujar cakapannya pada wanita itu dan wanita itu juga menanyakan syarat tersebut Zai memberitahunya jika


ia harus izin dengan Elisa terlebih dulu karena ia tidak ingin menjadi bahan tinju olehnya namun alasan tersebut di tutupinya ia hanya beralasan karena ia harus menunggunya selesai isolasi Sihir yang akan di lakukan sebelum pulang.


mendengar syaratnya Elisa tertawa dan mengubah penampilan wanita tadi dengan dirinya kerena ia memang menyamar untuk menguji Zai untuk memastikan janjinya dapat di tepati atau tidak. melihat perubahan wujud


itu Zai terkejut dan berseru,"Elisa", Elisa hanya tersenyum" yh aku adalah Elisa siapa sangka syarat itu harus berbicara denganku" ujarnya


"Hey sihir kegelapanmu itu sangat bagus bahkan Elisa sampai sangat mirip denganmu, pasti kamu belajar dengan sangat giat yh"


ucapan itu yang menjadi bom waktu baginya dan seketika tinju milik Elisa menghatam wajah Zai yang membuatnya kesakitan tidak berdaya, meskipun Elisa sangat garang untuk


Sekarang ini ia tetap seorang wanita yang tidak ingin laki laki yang di sayanginya di rebut orang lain meski ia masih belum memiliki hak untuk memiliki hatinya ia tidak akan menyerah dan akan terus berjuang


setelah tinju itu berhasil mendarat ia pergi keluar dan seketika berheti di depan pintu


"Oi..ingin pulang tidak atau mau menginap di sekolah" ujarnya yang membuat Zai panik


"Aku akan pulang tunggu sebentar aku kesana, lagi pula kenapa kamu menijuku padahal aku memujimu karena bakat sihirmu dapat menyamar sebagai Elisa dengan sempurna bahkan Sampai sifatnya" ujarnya

__ADS_1


"Iyh iyh puji puji lagi dan aku ini memang Elisa kamu kira aku ini siapa masa sampai lupa dengan temanya sendiri yang sudah kenal sejak Ribuan tahu yang lalu" mendengar Zai terkejut karena hanya Elisa yang asli yang tahu masalah ribuan tahu.


dan ia menjadi panik di karenakannya sebab hanya ia dan Elisa yang tahu soal perkara tersebut, melihat Zai panik Elisa berseru pada dirinya sendiri."padahal aku cukup menyukainya tapi kenapa jadi gini?? hadeh"


Sembari menghela napas panjang wajahnya cemberut Namun dalan ke adaan seperti itu juga Zai masih tetap seperti orang yang tidak waras karena kepanikannya ia menanyakan dari mana ia tahu soal perkara ribuan tahun,


Tersebut namun Elisa tidak menjawabnya ia hanya berkata untuk memikirkan sendiri sembari terus menerus mengatainya bodoh


kejadian tersebut membawa sebuah kenangan yang tidak terganti baginya di kehidupan lamanya itu walau semua itu


Hanya cerita Baginya kenangan adalah kenangan senyuman LongZu pada saat itu sangat mirip dengan di kehidupan sekarang meski kini mereka hidup berdua sebagai saudara dan di adopsi oleh keluarga sederhana yang penuh dengan cinta dan,


Kasih sayang selayaknya seorang ibu Sampai akhirnya ia tersadar dengan kondisi dunia saat ini mereka bukan teripisah oleh Violet melainkan dunia mereka saat ini terpisah karena saat ia sadar tidak ada yang namanya


Kerajaan es yang ada adalah kerajaan Tanah Suci atau tanah putih yang di mana di sana juga terdapat pahlawan yang sama seperti Zai yang memiliki kekuatan yang sama namun ia sadar jika semua itu adalah palsu


********************************************


"Tunggu Zai..aku ingin mengungkapkan sesuatu," saat hendak melanjutkannya omongan itu terpotong,


"Sepertinya kamu sadar dengan dunia ini"ujarnya


Yang membuat Elisa jadi terheran selama ini Zai sudah lebih dulu sadar tentang dunia ini dan ia tidak memberitahunya, ia pasti memiliki suatu alasan yang tidak dapat terbantahkan dan alasan seperti itu sangat


Berarti baginya karena ia harus merahasiakannya dari dirinya sendiri yang sudah menemaninya berpetualang selama bertahun tahun.


"jika kamu tahu pasti kamu memiliki alasanya untuk merahasiakannya" ujar sembari melihat Zai dengan wajah serius, Zai melihat keseriusan wajahnya ia tersenyum lepas Elisa melihat senyuman Zai ia berfikir


Itu adalah senyumannya yang sudah hilang selama Seribu tahun yang lalu Senyuman itu sangat berarti juga baginya karena berkat senyuman itu ia dapat bangkit dari keputusasaan dan lebih memilih tetap menolong orang lain.

__ADS_1


"Bagiku hidup seperti ini tidak ada bedanya di banding hidup di dunia yang di mana keadilan seperti ini tidak berarti kamu tahu setiap penjahat di dunia ini di atur dengan hukum tabu setiap kejahatan kecil atau besar pasti akan mendapatkan hukumannya dengan adil dan setara ini yang baru di sebut hak untuk hidup sebagai manusia yang berfikir"ujarnya


Namun Elisa tidak mengerti dengan ucapan Zai itu namun saat ingin bertanya ucapannya itu terpotong kembali dengan ucapan Zai.


"Dikarenakan aku hidup di dunia ini bersama orang yang aku cintai aku mungkin melupakan semuanya Yue,Ririn Ratu elf dan wanita lainnya yang pernah berhubungan denganku namun itu sebuah adalah diriku di kehidupan sebelumnya namun takdir yang sekarang justru berbeda, Elisa aku mencintaimu sudah lama sekali aku memiliki perasaan ini" ujarnya dengan nada santai sembari melihat kelangit


yang membuat Elisa terkejut kini semuanya terhubung kembali awal pertemuannya takdir yang selalu mengkhianatinya ia dan Zai adalah orang yang sama namun di hatinya


Itu tidak mungkin terjadi karena Zai adalah dewa iblis." Itu mustahil Zai aku adalah iblis rendahan sedangkan kamu adalah dewa iblis bagaimana bisa dewa iblis bisa mencintaiku itu tidak adil bagaimana dengan iblis lainnya?" ujarnya


"Dewa iblis itu di dunia kita sendiri namun di dunia saat ini tidak ada dewa iblis karena aku adalah manusia biasa yang menyukai iblis yang di hina banyak orang mungkin jika aku hidup dan lahir di dunia ini aku akan di anggap gila namun hanya di dunia ini kita bisa setara tidak ada seratus dewa atau apapun di dunia ini yang mengingatku"ujarnya


meski tidak mengerti namun ia tahu perasaan terdalam milik Zai ia mengerti ketulusannya berkata seperti itu ia tidak tau apa yang di maksud cinta baginya ia tidak mengerti ia mulai bingung dengan dirinya sendiri.


"Elisa menikahlah denganku aku mungkin manusia biasa namun aku akan berjuang demi membahagiakanmu"


Seketika ia terdiam ia mengerti semuanya memang di dunia ini setara dan tidak ada yang perlu menghalangi mereka dan ia juga berkata akan berjuang untuk membahagiakannya akhirnya ia mengerti.


"Aku terima. Zai jadikanlah aku sebagai pengantinmu kita kan membangun keluarga yang hangat karena yang aku inginkan selama Ribuan tahun adalah giliranku untuk bersamamu dan memilikimu sepenuhnya"


ujarnya sembari meneteskan air mata di bukit sembari di saksikan matahari terbenam


"Ah kita kan selalu bersama dan pergi bersama semuanya kita lalui bersama aku berjanji" ujarnya sembari memberikan Jari kelingkingnya


"Yh..dengan ini janji kita telah di buat Jan sampai kamu mengingkari janjimu jika kamu ingkar kamu harus potong jarimu", ujarnya sembari tersenyum.


Berawal dari kenangan semuanya kini terhubung dengan baik cinta kasih sayang Elisa masih belum menyangka jika mimpinya menjadi kenyataan seseorang yang mengisi hatinya Ribuan tahun lamanya kini ada di sampingnya dan akan menemaninya di masa tua nanti walau perjalanan hidup mereka masih panjang ia tidak peduli dengan itu


karena kebahagiaan lah yang menjadi nomor satu sebagai manusia cinta sejati adalah jawaban jika manusia menemukan sosok yang di sukainya namun ia tidak tahu perasaan apa yang mengganjal hatinya.

__ADS_1


__ADS_2