
Setelah berjalan Satu Minggu, Long Zu dan Lyra sampai di sebuah kota kecil, kota itu adalah bagian dari kerajaan yang dekat dengan desa yang ia anggap rumah, sesampainya. Gadis Elf itu berlari untuk berkeliling kota bersama Long Zu,
**********************************************
"Wah...kotanya sangat bangus sekali"ujarnya dengan nada gembira
"yh seperti ini lah kota pinggiran banyak para pedagang yang berdagangan di daerah sini karena cukup dengat dengan kerejaan tentengga, namun sebelum kamu bersenang senang kita cari tenpat bermalam karena kita akan lama di daerah sini"
"Aku memiliki saran bagai mana jika kita bekeliling sembari mencari tempat untuk bermalam"Saran Yue, LongZu akhirnya mengangguk tanda setuju.
**********************************************
mereka mengintai setiap kota, dan Long Zu tidak mempermasalahkan itu karena dirinya akan pergi ke hutan maut keesokan harinya, karena tempat tujuannya tidak jauh dari kota kecil itu, lebih tepatnya di seberang bagian selatan adalah hutan maut sedangkan,
bagai lainya adalah jalan menuju tempat lain, saat sedang asik berkeliling, Long mengajak Lyra membeli sebuah pakaian untuknya saat di jalan waktu itu, mereka melihat tokoh pakaian saat sedang berjalan ke arah pasar untuk membeli pemasokan,
**********************************************
"Hey, Lyra bagai mana jika kesitu dulu untuk mecari beberapa pakaian untukmu"Ujarnya
"Untuk apa?"Tanya Yue
"kita akan berpetualang kamu tahukan kamu harus punya baju ganti dan aku ingin saran makanan untuk perjalananya kembali ke kota kerajaan karena perjalanan kita cukup jauh"Akhirnya Lyra mengikuti LongZu pergi untuk mecari beberapa pakaian
saat mereka sedang berjalan di sebuah jalan besar di tempat mereka berjalan, ada teriakan meminta tolong dari sebuah gang kecil tidak jauh dari tempat mereka berjalan, Lyra yang mendengar
berlari menghampiri sumber suara tersebut sembari diikuti oleh laki laki yang bersamanya itu, saat mereka berdua telah Samapi sumber suara itu mereka melihat ada dua orang pria, yang sedang mencoba melecehkan seorang gadis muda di gang sempit, Long Zu yang melihatnya tanpa aba aba, menyambar kedua laki laki itu dengan menghempaskan pedangnya dan berhasil memotong jari,
**********************************************
"Tenang kawan aku akan membalaskan dendam jarimu itu, dan kau siapa berani menyerang kami,AHH!!..,Aku tidak peduli rasakan ini"
dari salah satu dari pria itu, melihat temanya tertebas pedang laki laki itu menyerang kembali dengan keinginan balas dendam, untuk jari temanya pada long Zu, tanpa menanyakan sebuah nama pertarungan mereka tidak dapat di elakan, namun sayangnya pria itu kurang berutung karena,
Long Zu merupakan seorang pendekar ganda, saat Long Zu mengayukan pedangnya, pedang itu tertahan oleh pisau pria itu, namun pisau yang sedari tadi berada di tangan kanannya menyambar pinggang pria itu, dengan membalikan mata pisaunya agar,
orang itu tidak terluka saat Long Zu membereskan mereka Lyra, juga ikut membatu gadis muda yang di ganggu tadi dengan memberikannya sebuah air dan juga satu buah Apple, untuk di makanya saat suasana panik gadis itu mulai merasakan ketenangan, dan setelah tenang Lyra,
**********************************************
"Terima kasih banyka atas pertolonganmu"Ujar wanita itu
Dan saat suasana mulai berasa tenang ia menanyakan namanya sembari menanyai keadaannya dan Gadis itu menyebutkan namanya 'Ririn' dan keadaanya baik Long Zu,
__ADS_1
yang sedari tadi terdiam mulai angkat bicara,
**********************************************
"Apakah sungguh sudah tidak apa apa Rin?,"
gadis itu hanya mengagukkan kepalanya tanda dirinya tidak apa apa setelah tenang gadis itu berterima kasih dan ikut angkat bicara," Terima kasih sebelum itu apa aku boleh tau nama kalian," Lyra yang mendengar seketika teringat karena lupa memberi tahu,
namanya ia melihat Long Zu sembari membelikan tatapan tajam sebagai sinyal dirinya marah karena tidak memperingatkannya, namun yang ia dapat, Long Zu hanya menaikan kedua tangannya dan bahunya bersamaan sebagai tanda dirinya juga lupa akan hal sepele itu,
Lyra yang merasa kesal dengar jawaban yang diberikan temanya itu hanya angkat bicara untuk Ririn," Namaku Lyra yang seperti kamu lihat aku adalah Elf, dan orang yang tidak peka ini adalah Long Zu panggil saja dengan kebo jantan", long Zu meridik ikut kesal,
**********************************************
"Apa kamu bilang"Ujarnya sembari maneikan alisnya dengan tangan yang melipat
namun melihat tatapan tadi membuatnya sedikit takut, setelah itu mereka pergi ke penginapannya sembari membawa Ririn, saat mereka bertiga telah sampai Lyra, mengancam Long Zu, untuk tidak melakukan hal tidak senonoh terhadap Ririn, sembari
menahan konaknya karena kesal Long Zu berbicara," kamu kira aku akan berbuat yang tidak tidak oh sayangnya aku tidak tertarik dengan hal seperti itu walau aku ingin menikahi salah satu kaum elf tapi aku mencintai pedangku", melihat mereka bertangkar heboh sampai terdengar dari,
sebelah Ririn tersenyum ia mengatakan Long Zu dan Lyra, sangat romantis mereka berdua yang sedang bertengkar hebat seketika terdiam, sampai terlihat dari wajah masih masih memerah karena memendam perasaanya masing masing Ririn yang melihatnya hanya tertawa dan tidak lama
**********************************************
LongZu dan lyra saling melempar tatapan dan seketika bahunya LongZu begidik sembari neledek Lyra
"Aku dengan Dia romantis? tidak tidak aku membayangkannya saja sudah ngeri"ujarnya LongZu sembari bergidik
dan seketika longZu tercekek oleh lyra dengan tengan terlipat di leher longZu ia mencoba melawan namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan ikatan tangan milik Lyra, Ririnpun tertawa lagi karena melihat tingkah mereka.
**********************************************
dan karena asik bercanda mereka tanpa sadar tertidur, saat pagi menjelang Long Zu sedang sibuk dengan peralatannya karena dirinya dan Lyra akan ke hutan maut untuk memburu hewan buas saat sedang berkemas, Ririn terbangun dan melihat laki laki itu berkemas dan Ririn bertanya padanya,
**********************************************
" kamu akan pergi dari kota untuk berpetualang lagi?"
"Tidak aku akan kehutan maut untuk berburu"
"apa aku boleh ikut?"
sembari memperlihatkan wajahnya yang memohon, dan tentu saja Long Zu melarangnya ikut dan menunggu di sini, karena sebelumnya mereka bertanya tentang keluarganya dan Ririn menjawab, keluarganya ada di desa Yushi dan kebetulan juga dirinya,
__ADS_1
**********************************************
seorang petualang yang sedang berkelana saat laki laki itu mendangar desa Yushi, dirinya teringat adik perempuannya karena dirinya juga dari desa yang sama dengan Ririn tidak sadar saat mereka sedang mengobrol Lyra sudah duduk di belakang,
mereka berdua dan Lyra, juga mengajak Ririn untuk ikut berburu bersamanya saat dengar ajakan layra, Long Zu tidak dapat menolaknya, dan mereka berjalan menuju hutan tersebut,
2 jam berlalu kini mereka bertiga sudah berada dekat hutan maut itu saat sampai Lyra, menarik tangan Ririn masuk kedalam hutan karena ia merasakan keberadaan serigala bermata tiga tidak jauh dari sana wajar Lyra mengetahuinya, di ingat karena dirinya adalah elf
**********************************************
"Hati hati aku merasakan hawa membunuh yang kuat" sembari bersiap siap dengan posisi masing masing
seorang Elf yang menyatu dengan hutan saat tau ada serigala bermata tiga itu Long Zu tidak perlu basa basi langsung bergegas menuju serigala itu, serigala itu merupakan raja dari serigala biasa karena matanya yang berada di tengah dapat di gunakan sebagai,
obat untuk penyakit hewan dan harganya mahal Long Zu Langsung mengalahkan serigala itu dengan segala perlawanan yang dirinya terima dari serangan serigala itu,
namun pada akhirnya dirinya yang mengalahkan serigala tersebut sembari di susul dengan mayat mayat serigala biasa,
saat mengambil taring serigala itu Long Zu mencongkel mata tengah dari serigala itu, dan Lyra yang melihat tingkahnya terheran, mengapa dirinya mangambil matanya setelah Long Zu menjelaskan pada Lyra, ia baru mengerti fungsi dari matanya itu tidak lama dan langsung menanyakan keadaanya.
**********************************************
"apa kamu baik baik saya, tidak ada yang terlukakan?" ujarnya sembari memperhatikan goresan dari cakar srigala itu sembari mengobati longZu
dari pembicaraan mereka sosok Ririn telah kembali dengan membawa tanaman herbal, dan long Zu melihat tanaman dengan kelopak yang berwarna merah dan ia berkata bunga itu adalah bunga Lationa, yang dapat menyembuhkan luka luar dan menutupnya seperti sihir, Ririn yang mendengarnya
kagum karena laki laki itu mengetahui nama bunga itu karena tidak banyak yang tahu jenis tanaman langka ini sudah sewajarnya dirinya terkejut hanya orang desa Yushi yang tahu bunga itu sontak dirinya bertanya mengapa,
**********************************************
"Bagai mana kamu tahu tentang bunga ini?" ujarnya sembari bertanya pada longZu
namun Long Zu hanya menjawabnya dengan berkata dirinya pernah singgah di desa itu saat berjalan ke sini dan mendangar dari salah penduduk desa di sana setelah menjawabnya, long Zu mengajak mereka kembali ke asramanya untuk bermalam karena langit sudah gelap,
**********************************************
"Kita kembali ini sudah terlalu larut untuk melanjutkan berburukita"Ujarnya dengan Lyra yang jalan terlebih dulu di depan menuju penginapan
saat dirinya telah sampai di sebuah penginapan mereka memutuskan untuk tinggal lagi di sini beberapa hari lagi sembari di susul dengan omongan Ririn untuk ikut dengannya berpetualang Long Zu yang mendangar ajakanya tidak dapat menolaknya,
karena gadis itu adalah seorang petualang sama sepertinya dan tidak lama mereka memutuskan untuk tidur untuk kesenangan besok pagi dan hari hari selanjutnya,
Dan dari sini semua cerita dan petuangalangan mereka berlanjut semua keseruan dan cerita cerita sedih, bahagia akan mereka resakan sembagai seorang sahabat dan berpetualang.
__ADS_1