
Semenjak kejadian semalam, yang membuatnya tidak dapat tertidur pulas di karenakan keberadaan Elisa yang ada di kamarnya saat itu, ia tidak mengenakan
sehelai benangpun di tubuhnya yang membuatnya tidak dapat tidur dan panik hingga sekarang ini, Sampai di bangku sekolah barunya itu."Pagi Zai bagaimana perasaanmu saat pidato kemarin?"
"Ah..Rekko aku kira siapa" jawab Zai pada temannya itu, Rekko yang mendengarnya itu berjalan seperti wanita yang sedang marah sembari menghampirinya."Ahhh!!!!!..masa kamu lupa denganku?"ujarnya
"Ah apa itu?..jiji bet, Kitakan laki laki berhentilah" ujarnya sembari mengetuk dengkulnya, Rekko tertawa sembari menepuk bahunya entah apa yang di pikirannya Zai tidak tahu."Iyh Iyh lagi pula kita baru kenal kemarinkan saat acara pembukaan murid baru, jadi bagaimana perasaanmu?"
"Entahlah aku hanya teringat kejadian semalam saat aku sedang di kamar mandi, aku melihat hantu di cermin"ujarnya sembari menutupi kebenaran karena yang dilihat semalam itu adalah Elisa yang sedang,
Mengintipnya dan karena itu membuat Rekko tertawa sejadi jadinya, yang membuatnya teringat dengan sahabatnya Sun dan JiangZi satu satunya sahabatnya di capter satu.
Mungkin kini mereka sudah menjadi petualangan hebat dan sudah berkeluarga karena sudah lebih dari 15 tahun yang lalu mereka meninggalkan kota kerajaan mereka
mungkin karena dirinya adalah dewa dan Elisa yang merupakan jelmaan iblis mereka tidak akan tua sedikitpun namun akan terlihat tetap seperti anak muda pada umumnya walau kini Zai sudah berumur 34 tahun
dan begitu juga dengan Elisa yang sudah melebihi ribuan tahun umurnya namun di banding Elisa dirinya bukan apa apa dalam pikirannya, sampai Rekko menyadarkannya dari lamunannya yang lama.
"Sudah sudah Jangan di pikirkan mungkin kamu lagi kenal sial"ujarnya
********************************************
"Kurang asem kau Rekko, Rasaakan buah asem ini!!!" ujarnya sembari memasukan jeruk nipis ke dalam mulutnya yang membuat wajah Rekko menjadi melas karena rasanya
yang buruk Rekko bertanya tentang buah itu karena di dunia ini dia belum melihat buah seperti itu lalu Zai menjelekkannya jika tumbuhan seperti ini tumbuh di kota mati
__ADS_1
Dataran yang kering dan tidak memiliki sedikitpun langit yang tidak berawan namun memiliki Sumber mata air yang berlimpah walau cuaca di sana selalu panas, setelah
mendengarnya perkataannya Rekko terheran karena seharusnya kita mati tidak ada penduduk sama sekali di tambah tidak ada yang tumbuh di sana namun Zai menyangkalnya karena di bagian terdalam
kota mati adalah daerah yang di sebutkannya lantas yang seperti itu membuat Rekko bersemangat dan ingin pergi ke guild petualangan untuk mencari misi yang berhubungan dengan kota mati.
"Oh iyh..Rekko sebelum kamu kekota mati lebih baik kamu selesaikan tugas musiman dulu karena kita ini pelajar baru" ujarnya pada Rekko saat hendak Rekko duduk, mendengar kata tugas Rekko seketika tumbang tidak
sadarkan diri namun Zai memalingkan wajahnya sembari berkata 'lemah Baru tugas'
di keadaan isi kelas panik ia hanyalah seseorang yang duduk santai seperti sedang
menjual temanya, namun pada akhirnya Zai membatu membawanya keruang perawatan di Ruang sebelah yang tidak jauh dari kelas mereka, yang harus membuatnya melewati
Kelas Elisa dengan tampang seperti orang ingin mati Zai melewati kelas itu dan melihat Elisa sedang fokus dengan bukunya namun di dalam hatinya ia selalu berkata 'Bagaimana jika semua orang tahu jika dia iblis Yh, namun sebelum itu akukan melindunginya'
melihat orang pingsan hanya panik saja pada akhirnya hanya Zai sendiri yang membawanya Sampai ruangan itu walau kelas ia tidak terlalu memperdulikannya, Sampai Rekko sadar."ZzAaaii!!"ujarnya
"Tidurlah dulu Rekko aku Lelah sekali membopongmu Sampai sini mana tidak ada yang bantu" ujarnya dengan nada kelas
"Tapi aku punya permintaan terakhir sebelum aku tidur lagi"
"Kau seperti orang mau mati, baiklah akan aku dengarkan apa permintaanmu itu?"
"Terima kasih, Tolong isikan tugas sekolahku agar aku cepat kekota mati untuk menemukan buah yang kamu berikan padaku karena ingin aku jual mungkin harganya mahal dan kita bisa jadi kaya"
__ADS_1
Setelah mendengar itu Zai berubah seketika menjadi orang yang tidak peduli dan meninggalkannya sendiri namun sebelum meninggalkan ia berpesan pada guru perawatan untuk membantunya,
Ia meninggalkan seperti barang Rusak meski di panggil berkali kali ia tidak menengok sama sekali namun di hatinya mungkin ia juga akan menjadi sahabatnya seperti Sun
karena tingkahnya yang sangat mirip, di lorong menuju kelas ia teringat kembali dengan paman yang dulu memberikannya pekerjaan mungkin di masa ini ia sudah memiliki seorang cucu entah berapa
Yang membuatnya tidak sadar sudah melewati kelas Elisa, namun Zai tidak peduli karena memang jam pelajaran sedang berlangsung ia tidak boleh terlambat di hari pertamanya.
Di kelas ia juga hanya duduk dan belajar seperti murid pada umumnya namun setiap materi yang di berikan gurunya di depan Zai menghafalnya karena materi tersebut,
pernah ia pelajari juga saat bersama Yue, sepanjang perjalanan ia terus memikirkan nasib Yue saat ini Sampai sebuah kapur melayang mengenai jidaknya sampai,
Seisi kelas tertawa."Zai Jangan pikir kamu itu murid dengan peringkat satu kamu jadi malas belajar" ujarnya dan Zai berdiri lalu membungkukan tubuhnya.
"Maafkan saya Ibu Guru karena saya melaun, Saya juga siap di hukum karena membuat jam pelajaran ibu jadi terganggu" mendengar perminta maafan dari jadi sontak satu kelas di buat takut olehnya karena guru tersebut
Termasuk guru tergalak di sekolah ini." Baiklah jika itu maumu Zai jelaskan kembali materi yang di papan ini sekarang" ujar guru tersebut sembari menepung nepuk papan tulis di kelasnya.
"Ah itu yh" ujarnya dalam hati, lalu Zai menjelaskan kembali Rumus Runer Sihir dan memberikan sedikit perbedaan Runer Zaman ini dengan Zaman kuno serta perbedaannya yang jauh lebih maju namun menjadi
Seikit melemah karena perubahan Zaman yang terlalu cepat, namun Saat ingin melanjutkan penjelasan tentang Asal usul Runer seketika Guru itu menyuruh Zai berheti
Dengan berkata cukup lalu menjelaskan kembali asal usul Runer tersebut saat guru tersebut menjelaskannya banyak sekali penyimpangan Runer yang asli karena,
Di kehidupan Sebelumnya Runer di jadikan alat untuk membunuh siapapun bahkan sampai terciptanya organisasi pembunuhan bayaran yang menggunakan Sihir Runer karena kecepatannya yang melebihi akal sehat, namun Runer yang di jelaskan Guru
__ADS_1
tersebut merupakan awal dari kemajuan teknologi sekarang walau ia tahun teknologi sihir yang di kembangkan Elf itu bukan Runer melainkan Sihir tiruan yang di sebar luaskan oleh suku Elf, namun Zai hanya diam karena Baginya memberi pendapat pada orang
yang keras kepala sama saja sedang mencari mati.