The End Of Everything

The End Of Everything
Update karakteristik


__ADS_3

Di lagi hari sang juru Bicara membangunkan seorang anaknya yang tertidur pulas di kamarnya karena kelelahan akibat latihan akhirnya walau Anak tersebut bukanlah anak,


Kandungannya namun ia senang mengadopsinya "Hey..mau sampai kapan kamu tidur disana Zai?" ujar sang juru bicara lalu sang anak menolah untuk melihat.


Siapa yang membangunkanya, saat menolah ia mendapati sang juru bicara sedang berdiri di depan pintunya. "Lima menit lagi Bu." lalu sang anak kembali tertidur, namun sang juru


Bicara itu tidak patah semangat ia turun untuk mengambil senjata rahasianya. "Zai sampai kapan kamu akan tidur?" sembari memukul mukul telapak tangannya sembari,


berbicara dengan nada mengancam. "Tidakkah ibu harus mengurus yang lainnya?, tanggalan aku sendiri Bu aku sangat lelah" Cetusnya yang membuat sang juru bicara,


Muraka lalu memukul pantatnya dengan seonggok Panci besi yang sedari tadi di bawanya "Cepatlah bangun sarapanmu nanti cepat dingin" Mendengar suara indah dari


pukulan maut sang juru bicara ia turun kebawah untuk sarapan sembari memegangi pantatnya yang merah." Oh iyh Zai sekarang unurmu berapa tahun?" tanya sang juru bicara


"Seharusnya sudah masuk tujuh belas tahun Bu" Jawab Zai dengan ramah karena tidak ingin senjata legendaris lainnya keluar. Lalu sang juru bicara tersebut tersenyum lebar


dan pada akhirnya mimpinya akan Terwujud.


"Sudah waktunya kamu masuk SMA Zai dan juga kamu sudah Dua tahun tinggal di sini, setelah aku menemukanmu dan perempuan itu, namanya kamu ingatkan Zai ibu lupa."


Ujar sang juru bicara dengan melahap makanan di piringnya dan seketika ia teringat dengan Elisa, Dua tahun yang lalu Elisa juga di adopsi oleh keluarga ini setelah mengantar kembali Violet ke kerajaannya dan sudah,


Dua tahun ini mereka tidak bertemu. "SMA..yh, mungkin akan banyak orang disana"


Saat sedang melamun dirinya teringat dengan kenangannya bersama Yue namun ia tetap merahasiakannya karena ia ingin melupakan

__ADS_1


Semuanya namun saat setelah mendengar Yue menghilang ia berjanji pada dirinya sendiri jika akan menemukannya, dan sang juru bicara hanya membiarkannya.


Melamun karena sebenar lagi Zai akan di kejutkan oleh Elisa yang kebetulan sudah ada di rumah karena Di adopsi bersama Elisa ingin membatu ibu angkatnya mengurus rumah jadi pagi pagi sekali ia pergi ke pasar


untuk membeli beberapa persediaan sembari melihat Zai yang sedang melamun, dan saat di panggil tidak mendapatkan jawaban ia akhirnya memiliki ide cemerlang di otaknya


"Bu boleh aku membantuku?" ujar Elisa bertanya pada sang juru bicara dan sang juru bicara menyetujui karena ia juga memang memiliki niat yang sama ingin mengejutkan


Zai setelah mendapatkan persetujuan Elisa mulai membisikkan niatnya dan sang juru bicara mengikuti semua yang di rencananya,


"Zai bisa tolong ibu mengambil air di sumur belakang rumah?." ujar sang juru bicara


"Baiklah Bu" ia mengikuti kemauannya lalu sang juru bicara memberi tahu letak ember yang kosong untuk di sini dan dalam kodisi seperti ini Elisa dan Sang juru bicara saling


memandang Satu lain dan mulai menjalankan rencananya."Kita masukan ini saja Bu kedalam air minumnya." Ujar Elisa, lalu sang juru bicara mengikuti saran yang di berikan


Zai untuk beristirahat dan Sang juru bicara itu mengambil air yang mereka racik Elisa hanya menunggu dari kejauhan tidak melalukan apa apa hanya menunggu Zai sakit perut.


Namun saat hendak bingung Zai menyadari sesuatu yang tidak beres dengan airnya lalu berhenti sejenak yang membuat sang juru bicara bertanya lalu ia melihat sekeliling.


Dan mendapati Elisa yang sedang mengawasinya ia sadar apa yang sudah mereka kerjaan lalu ia memberikan obat yang ada di dalam air itu tanpa sepengetahuan


dari mereka sendiri setelah membersihkannya ia sadar itu adalah obat diare lalu Zai memiliki rencana licik lainnya yang akan melibatkan Elisa. namun dalam rencananya ia harus berpura pura sakit,


perut dan masuk kedalam kamar mandi karena ia tahu tidak lama lagi Elisa akan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang berasal dari luar, setelah

__ADS_1


membeli beberapa bahan, dan begitu keseharian keluarga mereka berdua sang juru bicara adalah seorang ibu yang di tinggal suaminya namun ia tidak memiliki seorang


anak dan tidak sengaja bertemu dengan Elisa dan Zai di dalam gang sedang tertidur, lalu mengadopsinya tanpa sang juru bicara tau jika Zai adalah sang dewa iblis yang akan menghancurkan dunia iblis dan manusia


lalu menyatukannya dan mendamaikannya.


"Bu....Ibu lihat sabun mandiku?"Ujar Elisa bertanya pada sang juru bicara dan ia membawakan sabun mandi kepada Elisa Zai yang sudah tidak tahan tertawa kecil sembari


Menahan tawa lainnya karena sabun yang sang juru bicara bawa itu sudah di tukarkan dengan Sihirnya dan akan berwarna hitam busanya,"Zzzzzaaaaaaaiiiii..!!!!!" cetus Elisa ngamuk dan mencari Zai dalam keadaan


Tubuh di penuhi dengan busa hitam Zai yang bersembunyi dengan Sihirnya mulai tertawa bersama sang juru bicara yang melihatnya.


"Haduh.... Elisa kalo kamu mau mandi lumpur di luar kan ada Hadeh." sang juru bicara menggelengkan kepalanya.


"Ini semua ulah Zai ibu yang sudah menukar sabunnya apa ibu tidak sadar sabun yang ibu ambil?." Lalu sang juru bicara tidak dapat berkata apa apa lagi karena sudah tetawa terbahak bahak."Awas saja kamu Zaaaii"


mendengar Elisa murka akhirnya suara tawanya semakin keras yang membuat Elisa Mendengar lalu mencari sumber suara itu di kamar mandi Zai yang melihat Elisa mendekatinya mencoba menahan nafas


dan mencoba terus berfikir untuk kabur dari kejaraannya namun sayang Zai berhasil di temukan dan menjadi bahan amukan Elisa di tempat namun sang juru bicara memisahkan


pertengkaran mereka dan menyuruh mereka berkumpul di ruang tamu untuk membahas sekolah mereka masing masing. Elisa mencoba menenangkan dirinya Zai yang sudah terlanjur babak belur hanya ikut duduk


di ruang tamu."Zai wajahmu semakin ganteng tahu jika seperti itu" ujar sang juru bicara mengejek dan Zaipun memintanya menghentikannya."Sudahlah Bu apa yang mau ibu bicarakan? ujarnya.


"Ibu sedang berfikir untuk memasukan kamu di akademi kerajaan" namun Elisa bertanya alasanya, setelah mendengar alasanya itu ia tidak bisa berkata apa apa namun berbeda dengan Zai."Itukan sekolah para bangsawan ibu Kitakan hanya rakyat biasa" ujar Zai

__ADS_1


"Kan sudah ibu bilang Jenis sihir kalian itu langka mungkin saja setelah lulus kalian dapat menjadi pasukan penyihir di kerajaan benua laut, dan kalian juga akan masuk kesekolah yang sama paham" ujarnya


Zai yang tidak berkata apa apa lagi mulai pasrah bukan karena sekolahnya melainkan Elisa yang akan satu sekolah walau di ada ada asrama yang di pisah antara laki laki dan perempuan namun ia tahu sifat Elisa.


__ADS_2