The Life Of Five Brother

The Life Of Five Brother
Chapter 1 : Lima Bersaudara


__ADS_3

Kisah di mulai pada suatu pagi di sebuah sekolah SMA yang terlihat bersih, indah, luas, dan sangat damai.


(Pukul : 07:30)


Lonceng sekolah pun berbunyi yang menandakan kelas akan segera di mulai, saat lonceng berbunyi, terlihat empat laki laki yang sedang berlari dengan cepat ke gerbang sekolah.


"Oi cepat!! gerbangnya akan segera di tutup!!!" Ucap salah satu pria yang sedang berlari disusul dengan ketiga pria lainnya.


"Kami juga tau!!" Ujar pria lainnya.


Satpam yang melihat mereka terburu buru pun malah berniat menutup pagarnya.


"Paman sialan!!" Kesal pria itu.


Mereka pun mempercepat lari mereka saat mereka hampir sampai, satpam itu malah menutup pagarnya, tiba tiba, mereka berempat pun melompati pagar itu yang membuat satpam itu seketika sangat terkejut melihat mereka yang dapat melompati pagar yang tinggi itu, satpam itu pun sampai terdiam membatu melihat mereka, mereka pun kembali berlari dengan cepat menuju kelas mereka.


#Disisi lain


"Baiklah anak anak, hari ini kita mulai pelajarannya.." Ucap lembut seorang guru.


"Baik buk!.." Serentak para murid.


Tiba tiba terdengar suara berisik, tetapi guru dan para murid itu tidak merasa penasaran dengan suara itu, seakan akan mereka sudah tau suara apa itu.


Guru itu pun membuka pintu dan terlihat keempat pria yang sedang berlari ke arah kelas itu, setelah lama berlari, akhirnya mereka sampai di kelas, mereka pun duduk di bangku mereka masing masing.


Keempat pria itu adalah saudara kandung yang selalu bersama dari sd hingga SMA, tetapi saat SMP, kedua orang tua dari keempat pria itu meninggal dunia tanpa alasan yang jelas.


"Hei , Sune apakah ada sesuatu yang tertinggal?," Tanya seorang pria sembari memikirkan apa yang ia tinggalkan.


"Apa maksudmu Ishiki?" Tanya Pria itu.


"Aku merasa ada yang tertinggal, tapi apa ya? ada yang kurang.." Ucap Ishiki.


Sune pun diam memikirkan apa yang mereka tinggalkan.


"Ngomong ngomong, Sui dimana?" Tanya pria lainnya.


Seketika mereka pun sadar, yang mereka tinggalkan adalah Sui.


"Hadeh.. Sui kemana sih" Ngeluh pria lainnya.


#Disisi lain.


Seorang pria pun terlihat sedang berjalan dengan santai sembari mendengarkan lagu menggunakan headphonenya.


Ia pun membeli minuman kaleng dari mesin minuman yang sempat ia lewati, ia pun berjalan sembari meminum minumannya, saat sedang berjalan, ia pun melewati sebuah lapangan dan melihat seorang siswa yang seangkatan dengannya sedang di jahili oleh beberapa siswa dari sekolah lain.


"Sepertinya mereka adalah geng yang sering di bicarakan" Gumam Sui sembari meminum minumannya dengan santai.


"Dari banyak geng yang ku temui, ternyata geng mereka juga sama saja, hanya bisa keroyokan agar lebih unggul dalam pertarungan" Gumamnya sembari jalan mendekati mereka.


#Disisi lain


Terlihat seorang gadis cantik sedang melihat Sui dari kejauhan.


"Huh?" Gadis itu pun sedikit terkejut melihat Sui yang berjalan mendekati geng itu.

__ADS_1


"Apa yang akan dia lakukan?" Gumam gadis itu kebingungan


"Oi oi, dia menangis loh! Hahaha!!" Ucap salah satu pria dari geng itu.


"Hahahaha! Lemah sekali! Ahahaha" Mereka pun terus membully pria yang lemah itu sembari menertawainya.


"Ternyata mereka selama ini terus membully yang lemah agar terlihat seperti geng kuat" Gumam Sui.


"Apakah dia akan bertarung melawan mereka?" Gumam gadis itu kebingungan sembari terus memantau Sui dari kejauhan.


Sui pun mendekati dan memegang bahu dari salah satu anggota geng itu.


"Permisi, bisakah aku membawa teman sekelasku kembali?" Tanya Sui dengan santai.


Pria yang di bully itu pun terkejut melihat Sui yang malah ingin membantunya.


"Apa apaan kau bocah? mau gelud kah?? kau tidak tau siapa kami?!" Seru salah satu pria itu.


"Maaf, aku tidak ingin berkelahi, aku hanya ingin membawa teman sekelasku kembali" Ucap Sui dengan santai.


"Kau meremehkan kami ya?!" Seru pria itu.


Pria itu pun langsung menyerang Sui, tetapi Sui berhasil menghindari serangan pria itu yang membuatnya terkejut.


"Dia menghindarinya?!" Gumam gadis itu terkejut.


Sui pun tanpa basa basi langsung memukul perut pria itu dan menendang kepalanya, yang membuatnya seketika langsung pingsan.


"Ketua!!" Panik bawahannya.


"Aku sudah bilang aku tidak ingin berkelahi kan." Ucap Sui dengan santai.


Pria itu pun melihat headphone milik Sui dan sangat terkejut.


"Kau?!!" Pria itu pun seketika menjadi sangat ketakutan.


"Kuroi ba!-" Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Sui memukul pria itu dengan kuat yang seketika membuatnya pingsan.


"Jangan sebutkan itu atau kubunuh kalian!!" Ucap Sui dengan nada dan aura yang menyeramkan.


Seluruh bawahan geng itu pun seketika bubar ketakutan melihat Sui yang sangat ganas.


Gadis yang memantau Sui dari kejauhan pun terkejut dan sangat kebingungan dengan apa yang terjadi, sifat Sui tiba tiba berubah saat pria itu menyebutkan kalimat yang belum sempat ia selesaikan.


Sui pun melihat teman sekelasnya yang masih menangis sangat ketakutan.


Sui pun mendekatinya dan mengucapkan "Ayo kita kembali ke kelas, bu guru pasti akan marah jika kita tidak masuk hari ini" Ucapnya.


Pria itu pun tidak bergerak sama sekali, ia masih sangat ketakutan dan trauma dengan perundungan yang ia terima.


"Huh, percuma saja" Sui pun bangun dan berjalan meninggalkan pria itu sendirian.


Saat sedang berjalan, tiba tiba seorang gadis muncul tepat di depan Sui, ternyata gadis itu adalah gadis yang sebelumnya mengikuti Sui.


"Hei, nama kamu siapa" Tanya gadis itu.


Sui pun kebingungan dan kembali bertanya "Siapa kamu? apakah kamu mengikutiku dari tadi?" Tanya Sui.

__ADS_1


Gadis itu pun menjawab pertanyaan Sui dengan hormat "Namaku adalah Hayanako Rin, salam kenal, jika boleh bertanya, siapa namamu" Tanya gadis itu.


"Hayanako Rin, Kuremachisu?" Gumam Sui kebingungan sembari melihat jaket yang di pakai oleh gadis itu.


"Um apa aku boleh tau namamu?" Tanya Gadis itu.


"Namaku Sui, kenapa kamu menanyakan namaku?" Tanya Sui.


Gadis itu pun menjawab "Sui, bergabunglah dengan gengku" Ucap gadis itu.


"Tidak, aku tidak ingin masuk kedalam geng manapun, aku sudah memiliki kelompokku sendiri" Ucap Sui sembari berjalan melewati gadis itu.


Gadis itu pun terkejut mendengar respon Sui yang tidak sesuai dengan harapannya dan ucapannya sangat dingin.


#Time skip.


Satu jam pun berlalu, tiba tiba pintu kelas pun terbuka yang membuat seluruh murid dan guru di ruangan terkejut, ternyata yang membukanya adalah Sui.


"Sui?!" Ucap guru itu terkejut.


"Maaf bu guru, aku terlambat" Ucap Sui sembari menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu bisa terlambat?" Tanya guru itu.


"Aku hanya mengambil barangku yang ketinggalan bu, maafkan aku" Ucap Sui.


"Baiklah, silahkan duduk Sui" Ucap guru itu.


Sui pun berjalan ke bangkunya.


"Kamu lama sekali Sui" Ucap Sune.


"Maaf, tadi aku terlibat perkelahian kecil" Ucap Sui sedikit kesal.


"Mukamu menunjukan kekesalanmu Sui, apa yang terjadi?" Tanya Sune.


"Iya Sui, kenapa? tumben sekali kamu marah pagi ini" Ucap Ishiki.


Sui pun menjawab "Aku terlibat perkelahian kecil, dan seseorang dari sebuah geng menyebut nama keluarga kita yang membuatku sangat kesal" Jelas Sui.


Seketika mereka berlima pun mengeluarkan aura yang menakutkan, seisi kelas seketika kebingungan melihat mereka berlima.


"Huh, sudahlah, kita masih di sekolah, jangan emosian begitu" Ucap Sune.


"Ah maaf, hei kalian, tenangkan diri kalian" Ucap Ishiki.


"Huh.., hei Kenzo, sebaiknya kamu tidak masukkan hati ucapanku tadi, bisa bisa kelas ini hancur jika kamu tidak bisa menahan diri" Jelas Sui.


Kenzo pun terlihat diam tiduran di meja, mereka pun menjadi kebingungan dan melihat Kenzo, ternyata Kenzo sedang tertidur yang membuat mereka bersyukur.


"Baguslah jika dia tidur..." Ucap Ishiki.


Ishiki pun menatap langit langit kelas dan mengingat masa lalu mereka.


#Masa lalu.


Tangisan pun terdengar, terlihat lima anak kecil dengan banyak luka di tubuhnya terus menangis ketakutan dan sangat trauma, dan terlihat kedua orang tua yang terus tertawa dan menatap mereka sembari memegang beberapa alat pukul.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2