
Lonceng pun berbunyi, Ishiki, Sui, Yosuke, Sune, dan Kenzo pun pulang kerumah mereka, saat mereka sampai, mereka pun langsung berpencar mencari kedua orang tua mereka.
"Ayah?? Ibu???" Teriak Ishiki sembari mengecek seluruh ruangan.
Beberapa saat kemudian, mereka pun kembali berkumpul di ruang tamu.
"Apa kalian menemukan Ayah dan Ibu?" Tanya Ishiki.
"Aku tidak menemukan Ayah dan Ibu dimanapun" Jelas Sune.
"Aku juga tidak menemukan mereka" Ucap Kenzo.
Ishiki pun termenung sejenak dan mengucapkan "Sudahlah, mungkin Ayah dan Ibu sedang dirumah teman mereka, tidak mungkin Ayah dan Ibu menghilang" Ucap Ishiki dengan yakin.
Sune dan yang lainnya pun berfikir kemudian, mereka yang melihat Ishiki mengatakannya dengan yakin pun menjadi tidak khawatir lagi dengan kedua orang tuanya.
"Sudahlah, ayo kita memasak makanan!" Ucap Ishiki dengan sangat semangat.
"Ayo!!" Serentak mereka semua.
Ishiki, Sune dan Sui pun mengambil sayur dari dalam kulkas dan memotongnya, Kenzo memasak nasi, dan Yosuke memasak air untuk merebus sayur.
Mereka pun berkerja sama dalam memasak, semuanya di atur oleh Sune karena ia sangat pintar dalam memasak.
"Hei Ken, bisa tolong ambilkan bumbu disana?" Tanya Sune.
"Tentu saja" Jawab Kenzo sembari berjalan mengambil bumbu penyedap rasa.
"Sui, boleh tolong masukan sayurnya kedalam panci? Aku akan menyiapkan minuman" Ucap Sune.
Sui pun menganggukkan kepalanya dan memasukkan sayur yang sudah di potong kedalam panci, Sune pun mengambil sirup dari dalam kulkas dan membuatnya.
Setengah jam pun berlalu, mereka pun akhirnya selesai memasak dan bersiap untuk memakan masakan mereka, sebelum makan seperti biasa mereka menyalakan Televisi dan makan sembari menonton film, tetapi film yang mereka tonton kali ini berbeda, hari ini mereka menonton film yang bertema action yaitu film mafia.
Mereka yang melihat film itu pun menjadi sangat terkagum kagum dengan kekerenan para mafia itu, setelah selesai makan, mereka pun bermain main menjadi mafia yang mereka kagumi itu.
#Time skip
__ADS_1
Sore hari pun tiba, mereka pun mandi bersama, saat sedang mandi, mereka pun berbincang bincang untuk membuat sebuah geng seperti para mafia, tetapi hanya mereka berlima.
"Hei, apa kalian mau membuat geng?" Tanya Ishiki.
"Geng? Seperti mafia yang di film?" Tanya Kenzo.
"Iya, apa kalian mau?" Tanya Ishiki.
"Kalau boleh tau, kenapa kamu jadi ingin buat geng Ishiki? Apa karna film yang tadi?" Tanya Yosuke.
"Sedikit sih, tapi menurutku membuat geng itu juga bagus, agar kerja sama kita makin kompak, dan juga kita bisa membantu melindungi yang lemah dari orang jahat yang ingin melukai mereka" Jelas Ishiki.
Mereka pun termenung dan memikirkan ucapan Ishiki.
"Aku setuju" Ucap Yosuke.
"Menurutku itu ide yang bagus" Ujar Sune.
Mereka semua pun menyetujui saran Ishiki dan geng mereka pun terbentuk dengan nama Kuroi Bara, nama geng mereka di ambil dari nama keluarga mereka yang artinya mawar hitam.
"Apa yang mau kamu tanyakan Sui?" Tanya Ishiki.
"Apa kita akan mencari anggota? Atau hanya kita berlima?" Tanya Sui.
Ishiki pun termenung sejenak.
"Menurutku untuk sekarang kita berlima saja, kita berlima juga sudah cukup kok" Ucap Ishiki.
Sui yang sudah mengerti pun menganggukkan kepalanya, beberapa saat kemudian mereka pun selesai mandi, tiba tiba pintu ruang tamu pun terbuka, mereka yang mendengarnya pun langsung berlari ke pintu itu.
"Ayah ibu??" Teriak Ishiki.
Sesampainya di sana, mereka pun akhirnya bisa bertemu Ayah dan Ibu mereka, Ishiki pun langsung memeluk Ayah dan Ibu mereka di susul oleh Sune dan yang lainnya.
"Ayah, Ibu kalian kemana saja??" Tanya Ishiki.
Ayahnya pun mengelus kepalanya dan mengucapkan "Kami hanya pergi menginap di rumah teman kemarin, karena sangat kelelahan jadi kami menginap, maaf ya Ayah dan Ibu kemarin tidak pulang" Ucap Ayahnya.
__ADS_1
Mereka pun terus memeluk Ayah dan Ibu mereka dengan erat, saat sedang memeluk mereka berdua, Sune menyadari sesuatu, ia melihat ada sedikit noda merah pada baju Ayahnya.
Sune pun spontan mengucapkan "Ayah baju Ayah ada kotoran" Ucapnya sembari menunjuk noda merah itu.
"Oh iya, makasih Sune sudah memberi tau" Ucap Ayahnya sembari mengelus kepala Sune.
"Baiklah, Ayah dan Ibu mau mandi dulu, Ayah dan Ibu hari ini sangat kelelahan" Jelas Ayahnya.
Mereka semua pun melepas pelukannya dan Ishiki pun mengucapkan "Ayah, Ibu, besok bisa datang ke sekolah? besok sudah pembagian raport kelulusan" Ucap Ishiki.
"Oh.. Bisa kok, besok Ayah yang akan ke sekolah" Ucap Ayahnya sembari tersenyum.
Ayah dan Ibunya pun langsung berjalan ke kamar mandi dan mandi bersama.
#Disisi lain
Sune pun termenung, karena kebingungan "Kenapa di baju Ayah terdapat bercak darah?" Gumamnya kebingungan.
#Time skip
Pagi hari pun tiba, semua murid dan wali murid pun berkumpul di kelasnya masing masing, pengambilan raport pun di mulai, Sune mendapatkan peringkat pertama dan Sui mendapatkan peringkat kedua yang membuat Ayahnya sangat kagum dan bangga.
Mereka pun dinyatakan lulus dan akan segera bersekolah di SMP, mereka pun berjalan pulang dan sempat melewati sebuah SMP yang akan mereka masuki setelah musim libur berakhir.
Terlihat seorang pria dengan wajah yang menyeramkan bersama gengnya menatap Ishiki dan yang lainnya dengan tatapan tajam, tetapi Ishiki yang kebingungan pun mengacuhkan mereka.
Setelah sampai di rumah, Ayah dan Ibunya pun memberikan uang kepada Ishiki untuk membeli makan malam, karena mereka akan pergi berkerja hingga larut malam.
Ishiki pun mengambilnya dan kedua orang tuanya pun meninggalkan mereka, Ishiki pun memberikan uang itu kepada Sune agar Sune menyimpannya.
"Hei Ishiki, apa kamu tidak merasa heram dengan Ayah dan Ibu yang terus berkerja hingga larut malam?" Tanya Sune.
Ishiki pun menjawab "Tidak, kan emang Ayah dan Ibu banyak pekerjaan" Jelas Ishiki.
Sune pun terdiam mendengar ucapan Ishiki, ia terus memikirkan hal yang semalam baru terjadi, ia masih kebingungan dengan bercak darah yang menempel pada baju Ayahnya, dan hilangnya guru mereka, Sune mencurigai jika hilangnya guru mereka ada bersangkutannya dengan Ayahnya.
Bersambung...
__ADS_1