
Dua minggu pun berlalu, Ishiki, Sune, Sui, Kenzo dan Yosuke dikabarkan tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas, tetapi guru guru di sekolah itu berfikir jika mereka mungkin tidak jadi untuk bersekolah disana, mereka pun menghiraukan kelima bersaudara itu, tetapi tidak dengan ketua dari geng yang sempat berpapasan dengan mereka, ia pun terlihat kesal tanpa alasan yang jelas.
#Disisi lain
Ishiki, Sui, Sune, Kenzo dan Yosuke pun terlihat memiliki bekas luka yang cukup serius karena siksaan dari Ayah dan Ibu mereka.
Ayah dan Ibu mereka pun meninggalkan mereka pergi berkerja setiap selesai menyiksa mereka, tetapi yang tidak mereka ketahui adalah, Sune sudah mengetahui identitas Ayah dan Ibunya, mereka berdua dulunya adalah mantan pembunuh bayaran, tidak hanya berdua, saat masa jaya mereka, mereka memiliki seorang teman perempuan yang sangat ramah, baik, dan selalu ceria walau sedang menghadapi masalah, pada suatu hari, teman dari mereka berdua di culik dan di siksa habis habisan, Ayah dan Ibu Ishiki pun langsung mencari pelaku, saat menemukan pelaku, ternyata pelakunya adalah orang yang memerintahkan mereka, ternyata mereka di jebak, dan mereka berdua pun di siksa, seiring berjalannya penyiksaan dan penderitaan yang mereka alami, mereka berdua pun di kabarkan terkena gangguan mental, tetapi mereka berhasil membunuh semua orang yang telah menyiksa mereka bahkan orang yang memerintahkan mereka.
Karena gangguan mental mereka itu, mereka dinyatakan memiliki dua kepribadian yang sama, yaitu baik dan kegilaan, mereka akan baik, sangat ramah, dan bahkan bisa menjadi orang yang sangat penyayang, tetapi jika ada orang yang menurut mereka membuat mereka merasa tidak suka, mereka pasti akan menyiksa orang itu, termasuk guru Ishiki, guru Ishiki di siksa karena ia sempat menabrak Ayah Ishiki saat sedang berbelanja di warung makan, ia sudah meminta maaf, tetapi Ayah Ishiki sudah terlanjur tidak menyukainya, alhasil ia pun di siksa habis habisan selama satu bulan lebih, setelah satu bulan, guru itu pun di tewas dan tidak sengaja di temukan oleh Ishiki dan yang lainnya.
Selama berlangsungnya penyiksaan yang mereka alami, kepribadian Sui, Sune, dan Kenzo pun mulai terbentuk.
Sui menjadi anak pendiam, Kenzo menjadi emosional, dan Sune yang malah semakin pintar, sedangkan kepribadian Yosuke dan Ishiki masih belum jelas.
Di saat Ayah dan Ibu mereka sudah meninggalkan mereka, Sune langsung berlari ke kamar mengambil handuk kecil dan ke dapur untuk memasak air, beberapa saat kemudian, air yang di masak pun sudah mendidih, Sune langsung mengambilnya dan di campurkan dengan air dingin hingga air panas itu menjadi hangat.
Setelah ia mencampurkannya, Sune pun langsung membawa air itu menggunakan baskom kecil ke tempat saudara saudaranya berada.
"Ishiki, kamu baik baik saja?" Ucap Sune sembari membasahi handuk di tangannya dan mengelap seluruh luka yang di terima Ishiki.
"Aku baik baik saja.. Agh.." Jawab Ishiki.
"Maaf Ishiki, semua ini terjadi karena aku" Ucap Sune murung.
Ishiki yang melihat Sune murung pun mengucapkan "Ah, tidak, ini bukan salah kita, hanya kita saja yang belum tau sifat asli Ayah dan Ibu" Ucapnya sembari tersenyum bahagia.
Sune yang melihat Ishiki malah tersenyum pun seketika merasakan sedih yang luarbiasa, karena ia tau, di balik semua senyuman Ishiki terdapat rasa sakit yang ia sembunyikan.
Sune pun sedikit menangis mendengar ucapan Ishiki barusan, Ishiki yang melihat Sune menangis pun terkejut dan bertanya "Hei Sune?, kamu kenapa? Kenapa kamu menangis? Apakah luka kamu sakit?" Tanya Ishiki.
Tetapi Sune tidak meresponnya, Ishiki yang berfikir jika Sune sedang merasa bersalah pun langsung memeluknya.
__ADS_1
"Sudah Sune, tidak ada yang perlu kamu pikirkan" Ucap Ishiki.
Tiba tiba Sui datang memeluk mereka berdua di susul oleh Kenzo dan Yosuke, Sune yang merasakan kasih sayang dari saudara saudaranya pun menangis tanpa henti.
Tidak hanya Sune, Ishiki dan Yosuke juga ikut menangis, Sui pun ikut menangis, tetapi ia tidak mengeluarkan suara sedikitpun, sedangkan Kenzo ia menangis tetapi diiringi oleh rasa emosi yang tinggi.
"Kenapa semua ini harus terjadi!!?!!" Gumam Kenzo sangat kesal.
Walau sangat kesal, air matanya tidak dapat membohongi kenyataan, air matanya mengalir lebih deras dari pada yang lain, sekarang ia lah yang paling merasa sedih dan kecewa dari keempat saudaranya yang lain.
Sore hari pun tiba, Ishiki dan yang lainnya pun mencoba untuk mencari makanan, tetapi mereka hanya menemukan sayuran yang berada di kulkas, tetapi mereka sangat beruntung karena masih ada makanan untuk mereka makan, mereka pun langsung memasak dan makan, setelah selesai makan mereka pun duduk di ruang tamu sembari menenangkan diri mereka, setelah semua kembali tenang, Ishiki pun bertanya kepada Sune "Sune, jika boleh tau, bagaimana kamu bisa mengetahui identitas Ayah dan Ibu? dan juga bagaimana kamu bisa tau semua informasi tentang Ayah dan Ibu?" Tanya Ishiki.
Sune pun menjawab "Aku menemukan buku catatan dengan nama Ichinose Diary, saat aku membukanya, ternyata itu catatan dari teman Ayah dan Ibu saat mereka masih muda, semua informasi tertera di sana" Jelas Sune.
"Tidak hanya itu, saat aku membuka komputer Ayah, aku melihat banyak surat perintah dari orang misterius yang bertuliskan perintah untuk membunuh" Jelas Sune.
Ishiki yang paham pun terdiam sejenak dan mengucapkan "Sune, sepertinya kamu menjadi lebih pintar? Apa yang terjadi?" Tanya Ishiki kebingungan.
"Tidak, lupakan saja" Ujar Ishiki.
Tiba tiba pintu ruang tamu pun terbuka, spontan mereka semua langsung berdiri dan berbaris tepat di depan pintu.
"Selamat datang kembali, Ayah, Ibu" Serentak mereka.
Tiba tiba Ishiki pun di tampar dengan keras oleh Ibunya sembari mengucapkan "Jangan sok baik kalian!!" Seru Ibunya.
Seketika mereka pun terdiam, Sui menggenggam tangan Kenzo untuk menenangkannya karena Kenzo sangat emosi, jika Kenzo tidak bisa mengendalikan emosinya, pasti masalah yang lebih besar akan menimpa mereka.
Ishiki pun kembali bangun dengan senyumannya, seketika Yosuke pun terkejut dan sesaat ia merasakan panik dalam dirinya yang meningkat tanpa sebab.
Sune yang melihat Ishiki pun merasa marah kepada Ayah dan Ibunya, naluri pembunuh pun tumbuh dalam dirinya, Ayah dan Ibu mereka pun meninggalkan mereka dan langsung masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Ishiki pun mengajak Sune dan yang lainnya untuk mandi bersama, mereka pun setuju, tetapi mereka mandi dengan cepat, jika mereka berlama lama di dalam kamar mandi, Ayah dan Ibunya akan kembali marah dan kembali menyiksa mereka.
Setelah mandi mereka pun memutuskan untuk tidur, Kenzo pun langsung tidur di kasurnya di susul oleh yang lainnya, tetapi tidak dengan Sune dan Yosuke, Yosuke merasa sangat gelisah dan kembali panik tanpa sebab yang membuatnya terus kebingungan, sedangkan Sune ia sudah memutuskan untuk membunuh Ayah dan Ibu mereka saat larut malam tiba.
#Time skip
Pukul 03:17
Sesuai dengan rencana Sune pun bangun dari tidurnya, ia pun perlahan lahan berjalan ke dapur dan mengambil pisau dapur di sana, setelah mendapatkannya, ia pun masuk ke dalam kamar Ayah dan Ibunya, sesuai dengan rencana, ia pun masuk tanpa di sadari oleh Ayah dan Ibunya, ia pun berjalan ke tempat tidur Ayah dan Ibunya, ia pun berniat membunuh Ayahnya saat ia akan menusukkan pisau itu, tiba tiba suara telpon dari handphone ayahnya pun berbunyi, Sune yang panik dan tidak menduga hal itu akan terjadi pun langsung masuk ke bawah tempat tidur Ayah dan Ibunya.
Di saat yang bersamaan, Ayahnya pun bangun dan mengangkat telpon itu.
"Ya ada apa? Siapa target selanjutnya??" Tanya Ayahnya.
"Hayanako? Yang kamu maksud Hanayako Oreki itu?" Tanya Ayahnya sedikit terkejut.
"Sedikit susah untuk membunuhnya, tapi aku akan mencari caranya" Ucap Ayahnya.
"Baiklah.., terima kasih" Ayahnya pun menutup telponnya dan kembali melanjutkan tidurnya.
Sune pun menunggu hinga saat yang tepat untuk melakukan aksinya, ia pun menunggu sampai Ayahnya kembali tidur.
Satu jam pun berlalu, Sune pun keluar dari bawah tempat tidur Ayahnya, dan terlihat Ayahnya yang sudah tertidur, ia pun langsung melakukan Aksinya, saat ia akan menusuk Ayahnya, ia pun melakukan kesalahan, ia secara tidak sengaja menyenggol lampu tidur yang berada di sebelahnya hingga terjatuh pecah yang menyebabkan Ayah dan Ibunya seketika langsung bangun dari tidur mereka.
Aksi Sune pun gagal dan malah menyebabkan dirinya berada dalam bahaya.
"Sial!! Padahal selangkah saja lagi! Ceroboh sekali!!" Gumam Sune panik.
Ayahnya pun menatap Sune dengan tatapan tajam dan aura pembunuh yang tinggi.
Sune yang melihat tatapan Ayahnya pun menjadi sangat ketakutan, tetapi Sune pintar, ia pura pura berlari untuk menjauhi Ayah dan Ibunya, dan pura pura terjatuh, di saat yang bersamaan, ia melempar pisau di tangannya ke bawah lemari pakaian, beruntungnya rencananya berhasil tanpa di ketahui oleh Ayah dan Ibunya
__ADS_1
Bersambung...