The Life Of Five Brother

The Life Of Five Brother
Chapter 8 : Yoku Fukai


__ADS_3

Hina pun sangat terkejut karena Yoku Fukai adalah geng kakaknya yang ternyata sengaja menyuruh bawahannya untuk memanfaatkan dirinya.


Hina pun berjalan perlahan ke pinggir sungai dan hanya berdiri sembari menatap langit, Kenzo yang prihatin dengannya pun mendekatinya dan berniat untuk menenangkannya, saat ia mendekat tiba tiba seseorang meneriaki mereka "Yo Hina, apakah cukup menyenangkan pertarungan kalian?" Tanya seorang pria dengan jaket hitam putih bertuliskan nama Yoku Fukai.


Hina pun menatap pria itu dan ternyata pria itu adalah kakaknya, ia pun berjalan ke arah kakaknya di saat yang bersamaan aura nya pun menjadi menyeramkan Kenzo dan yang lainnya pun terkejut melihat Hina.


Hina pun menghampiri kakaknya sembari menatapnya dengan tatapan penuh dendam dan amarah.


"Ada apa Hina adikku tercinta? Apakah kau marah dengan kakakmu ini??" Tanya pria itu mengejek Hina.


"Tch!" Hina pun langsung menendang pria itu dengan sangat kuat tetapi dengan reflek pria itu berhasil menahan serangan Hina, walaupun begitu ia tetap terjatuh karena keseimbangan badannya yang tidak teratur, saat Hina akan menginjaknya ia pun menendang Hina yang membuat Hina langsung reflek melindungi dirinya, tiba tiba bawahan pria itu menangkap dan mengunci Hina.


Tetapi Hina pun dapat mematahkan kuncian bawahan pria itu dan menendang bawahannya hingga terpelanting ke arah pria itu.


Saat Hina lengah, pria itu langsung menendang kepala Hina, tetapi sebelum tendangan itu mengenai Hina, kaki pria itu di tahan oleh Kenzo menggunakan kakinya.


"Sudahi pertarungan ini, atau akan ku hancurkan kau!" Seru Kenzo yang seketika membuat Hina terkejut.


Pria itu pun seketika kesal dan mengucapkan "Menyingkirlah kau!!" Seru pria itu.


"Brisik kau sialan!!" Kenzo pun langsung menendang pria itu dengan kuat yang membuatnya terpelanting cukup jauh.


"Sial! Kekuatan macam apa itu!?" Gumam pria itu terkejut.


"Pergilah, aku muak dengan keberadaanmu yang tidak berharga itu!" Perintah Kenzo.


#Disisi lain


"Ah.. Perkataan Kenzo kalau sudah marah pasti sangat menusuk" Ucap Ishiki.


"Ya benar sekali" Serentak Sune dan Yosuke dengan wajah yang datar.


Sui pun melihat Kenzo dari kejauhan dengan wajah yang serius dan sedikit tersenyum, Rin yang melihat Sui pun seketika wajahnya sedikit memerah.


"Kenapa aku ini? masa aku jatuh hati hanya karna senyumannya?!" Panik Rin dalam hatinya.


"Tapi..." Rin pun kembali melihat Sui, ia pun terkejut karena Sui sedang menatapnya sembari mengucapkan "Kamu baik baik saja?" Tanya Sui.

__ADS_1


Seketika Rin pun nunduk dan mengucapkan "Aku baik baik saja" Ucapnya spontan.


Sui yang melihat Rin sedikit aneh pun menjadi kebingungan.


#Disisi lain


Pria itu pun menatap Kenzo dengan tatapan tajam dan meninggalkannya, sebelum meninggalkan Kenzo ia pun mengucapkan "Ingat saja ini, aku akan membuatmu menderita! Lihat saja nanti!" Serunya.


Kenzo pun tidak merespon ucapan pria itu, disisi lain Hina pun sangat terkejut karena Kenzo sangat kuat dan bahkan mampu memukul mundur kakaknya yang di juluki sebagai 'Alat Perang' yang di maksud dengan 'Alat Perang' adalah Seseorang yang memiliki kemampuan bela diri dan reflek yang melebihi rata rata.


"Si, siapa namamu?" Tanya Rin.


Kenzo pun menghembuskan nafas panjangnya untuk menenangkan dirinya, setelah tenang ia pun menjawab "Namaku Kenzo, salam kenal" Ucapnya sembari tersenyum ramah.


Hina pun kembali terkejut dan kebingungan karena sifat Kenzo yang berubah dengan sangat cepat "Apa aku boleh bertanya?" Tanya Hina.


"Apa?" Tanya Kenzo.


"Tidak.. Tidak ada" Ucap Hina yang kembali membuat Kenzo kebingungan.


Kenzo pun kembali kebingungan melihatnya, di saat yang bersamaan Rin pun mengejar Hina saat ia akan mengejar Hina, ia menjatuhkan ponsel miliknya, Sui yang melihatnya pun memungutnya, "Hei Rin, ponsel milikmu terjatuh" Ucap Sui tetapi Rin sudah meninggalkannya cukup jauh.


"Larinya cepat sekali" Gumam Sui.


Ishiki pun mendekati Sui dan mengucapkan "Ayo kita pulang Sui, matahari sudah mulai terbenam" Ucapnya.


"Hei Kenzo, ayo kita pulang!" Teriak Ishiki dari kejauhan, Kenzo yang mendengarnya pun berjalan ke tempat mereka perlahan, di saat yang bersamaan mereka pun kembali berjalan ke rumah mereka.


"Hei Sune, apa aku boleh bertanya?" Tanya Ishiki.


"Silahkan" Ucap Sune.


"Geng Yoki Fukai itu seperti emangnya seperti apa?" Tanya Ishiki.


"Dari informasi yang ku dapat, mereka adalah geng yang sudah melebihi batasan geng geng biasa, mereka melakukan hal hal terlarang seperti memperjual belikan ganja, dan bahkan mereka sering menculik gadis dan memperkosa mereka demi kesenangan mereka sendiri" Jelas Sune.


"Terlebih lagi mereka geng besar dan sudah di kenal banyak geng lainnya, tetapi karena sifat geng mereka yang tidak pantas, banyak juga geng yang memusuhi mereka" Jelas Sune.

__ADS_1


"Begitukah.." Paham Ishiki.


"Terlebih lagi Sui sudah menyadarinya saat ia melihat anggota dari bawahan Hina yang sebelumnya, ia menyadari mereka semua adalah geng dari Yoku Fukai" Ucap Sune sedikit kagum.


"Kamu hebat sekali Sui" Ucap Ishiki sembari menoleh ke belakang, saat ia melihat kebelakang ia pun terkejut karena Sui tidak ada.


"Hei dimana Sui?" Tanya Ishiki kepada yang lainnya.


#Disisi lain


Rin pun tersesat saat mengejar Hina, Rin pun terus berjalan tak tentu arah mencari jalan keluar, saat ia sedang berjalan ia malah menemukan jalan buntu. "Hah... Kenapa aku bisa disini..." Ngeluh Rin.


Rin pun mengecek sakunya dan terkejut karena ponselnya yang tidak ada, ia pun panik dan kebingungan karena ponselnya yang hilang "Aduh.. Kenapa bisa hilang.. matahari sudah terbenam, apa yang harus aku lakukan?.. Hahhh... hari ini aku ceroboh sekali!.." Ngeluh Rin.


"Aku setuju jika kamu mengucapkan kamu ceroboh" Ucap seseorang yang sudah berada tepat di belakangnya, Rin pun terkejut mendengar suara seseorang yang berada tepat di belakangnya dan langsung menoleh, saat ia menoleh ternyata yang berada di belakangnya adalah Sui.


"Su.. Sui?!" Gumam Rin panik.


Sui pun memberikan ponsel dan mengucapkan "Ini ponselmu, tadi terjatuh saat kamu mengejar Hina" Ucap Sui.


"Ah.. Terima kasih" Ucap Rin sembari mengambilnya.


"Sudah, ayo kita keluar dari sini sebelum larut malam" Ucap Sui sembari berjalan perlahan disusul oleh Rin yang mengikutinya dari belakang, setelah lama berjalan akhirnya mereka pun keluar dari gang gang sempit itu.


"Terima kasih banyak sudah menolongku Sui" Ucap Rin sembari menundukkan kepalanya.


"Jangan dipikirkan, kalau begitu segera lah pulang, sekarang sudah larut malam, apa perlu aku antarkan?" Tanya Sui.


Rin pun menggelengkan kepalanya dan mengucapkan "Tidak perlu, kamu sudah sangat banyak membantuku hari ini, terima kasih banyak" Ucap Rin.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pulang, sampai jumpa" Ucap Sui sembari melambaikan tangannya.


Rin pun membalasnya sembari tersenyum.


"Sui, akan ku ingat dan akan ku balas pertolonganmu suatu saat nanti" Gumam Rin sembari tersenyum, Rin pun berbalik arah dan berjalan kembali ke rumahnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2