The Life Of Five Brother

The Life Of Five Brother
Chapter 14 : Kencan Pertama Ishiki


__ADS_3

Pukul 09:27


"Hara?!" Ishiki pun sangat terkejut dan tidak menduga jika Hara mengetahui lokasi tempat tinggalnya.


"Jangan terkejut begitu dong Ishiki" Ucap Hara sedikit tersenyum.


"Kenapa kamu bisa tau tempat tinggalku?" Tanya Ishiki.


"Hiri yang memberi tauku" Ucap Hara sembari tersenyum.


"Hiri? Gadis yang sering bersamamu itu?" Tanya Ishiki.


"Iya.. Dia adalah kakakku" Ucap Hara.


"Hmm baiklah, biarkan aku bertanya, kenapa kamu datang ke rumahku?" Tanya Ishiki.


"Eh, maaf tiba tiba tanpa memberi taumu, aku hanya ingin memberi tau sesuatu, bisakah nanti saat kita ketemuan, kamu menggunakan baju hitam?" Tanya Hara.


"Kenapa harus menggunakan baju hitam?" Tanya Ishiki.


"Sudah.. Jangan banyak tanya, setidaknya aku telah memberi taumu, kalau begitu aku pulang dulu ya.." Ucap Hara sembari tersenyum dan meninggalkan Ishiki.


Tiba tiba Hara berhenti dan mengucapkan "Hei Ishiki, kamu sangat rajin ya ternyata" Ucap Hara sembari tersenyum.


"Eh?" Ishiki pun melihat pakaiannya yang ternyata kotor akibat ia membersihkan dapurnya.


Hara pun tersenyum dan meninggalkan Ishiki.


"Hah.. kenapa aku merasa berdebar ya? Apa yang salah denganku?" Gumam Ishiki.


"Ishiki.. siapa dia.. Hehee.." Bisik Yosuke yang sudah berada di belakang Ishiki.


"Yosuke?!" Ishiki pun terkejut.


Tiba tiba Yosuke berteriak "Sune!! Kenzo!! Sui!!, Ishiki akan pergi kencan!!!" Teriaknya.


Suara Yosuke pun bergema hingga ke dalam kamar, seketika Sune, Sui, dan Kenzo langsung bangun dan berlari dari kamar ke tempat Yosuke berada.


"Ishiki?!, apakah itu gebetanmu?!" Tanya Yosuke sangat penasaran, di ikuti oleh Sune dan yang lainnya, mata mereka pun berkaca kaca menatap Ishiki.


"Hei hei! Jangan memasang wajah aneh begitu!.." Ngeluh Ishiki.


"Hei Yosuke, mereka berbicara apa saja dari tadi?" Tanya Sune.


"Yang ku dengar tadi gadis itu menyuruh Ishiki untuk menggunakan baju hitam saat mereka bertemu" Ucap Yosuke.


"Begitu ya..." Tiba tiba mereka semua pun menatap Ishiki dengan tatapan aneh.


"Ke, kenapa kalian menatapku seperti itu?!" Tanya Ishiki sedikit waspada.


"Hehehe..." Suara tawa jahat mereka pun membuat Ishiki semakin waspada.


"Hehehe, apaan ehehe?!" Panik Ishiki.


Sune dan yang lainnya pun langsung menangkap Ishiki dan membawanya ke kamar.


"Oi oi! Apa yang kalian lakukan?!" Panik Ishiki.


Sesampainya di kamar, Sune pun memberikan Ishiki sebuah kemeja hitam sembari mengucapkan "Pakailah ini saat kamu akan pergi nanti!, kami akan membantumu untuk berdandan" Ucap Sune dengan penuh semangat.


"Oi oi.. Kenapa ini seperti aku akan menikah saja?!" Panik Ishiki dalam hatinya.


#Time skip


Pukul 13:45


Beberapa jam pun berlalu, Ishiki pun yang menyadari jika sudah jam satu siang pun langsung memutuskan untuk mandi.


Saat sedang mandi, Ishiki termenung sembari memikirkan ucapan Hara yang menyuruhnya menggunakan baju hitam.


"Kenapa harus baju hitam ya?" Gumam Ishiki kebingungan.


"Apa Hara ada alasan tertentu menyuruhku menggunakan pakaian Hitam?" Gumam Ishiki.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Ishiki pun kembali ke kamar dan tak di duga, Sune dan yang lainnya sudah bersiap untuk mendandani Ishiki.


"Kemarilah Ishiki, kami akan membantumu!" Ucap Sune dengan semangat sembari memberi jempol kepada Ishiki.


"Hah.." Ishiki pun kembali mengeluh karena ia tidak menyangka hari ini akan terjadi.


15 menit pun berlalu, Sune dan yang lainnya pun selesai mendandani Ishiki dan Ishiki terlihat sangat keren dengan kemeja hitamnya.


"Baiklah, kalau begitu selamat jalan Ishiki!" Ucap Sune sembari tersenyum.


"Terima kasih Sune, Sui, Yosuke, Kenzo" Ucap Ishiki sembari tersenyum.


Ishiki pun keluar dari kamar dan bergegas untuk menemui Hara di suatu tempat.


Disisi lain Sune pun terlihat sedih yang membuat Sui dan yang lainnya kebingungan.


"Sune? Kenapa kamu tiba tiba sedih? Bukannya tadi kamu sangat bersemangat?" Tanya Kenzo.


"Aku tidak apa apa, aku hanya sedih karena senyuman palsu Ishiki tidak pernah hilang" Ucap Sune yang membuat Sui dan yang lainnya kebingungan.


"Apa maksudmu?" Tanya Yosuke.


"Apa kalian tidak menyadarinya? jika tawa, senyuman, kebahagiaan Ishiki itu semuanya ia buat buat? hati Ishiki sekarang sedang membeku dan ia tidak bisa merasakan apapun, makanya di saat Yosuke mengatakan jika Ishiki akan keluar, aku langsung berharap jika hati Ishiki akan terbuka dan ia bisa menunjukkan kebahagiaan yang tidak ia buat buat lagi" Jelas Sune.


"Hmm aku sedikit mengerti sekarang" Ucap Sui.


#Disisi lain


Ishiki pun akhirnya sampai di sebuah jembatan yang cukup panjang, ia pun menoleh kiri kanan tetapi ia tidak menemukan Hara di sana.


"Hm.. Apa aku datang terlambat?" Bingung Ishiki.


Tiba tiba Hara muncul di belakangnya sembari mengucapkan "Tidak.. Aku baru saja sampai kok.." Bisik Hara yang membuat Ishiki sedikit terkejut.


Hara pun tersenyum melihat Ishiki sembari mengucapkan "Ayo ikut aku" Hara pun menarik tangan Ishiki.


Ishiki pun terpaku dengan kecantikan Hara dengan gaun putihnya.


Mereka pun berjalan ke sebuah toko pakaian dan melihat lihat pakaian di sana, saat sedang melihat pakaian, Hara pun terpaku kepada sebuah gaun berwarna hitam.


"Hmm kelihatan bagus" Ucap Ishiki.


"Kamu tunggu di sini ya!.. Jangan kemana mana!" Ucap Hara sembari berlari ke ruang ganti.


Ishiki pun meletakkan tangannya di dadanya, dan mengucapkan "Kenapa aku merasa berdebar? apa ini? perasaan apa ini?" Gumam Ishiki.


Beberapa saat kemudian, Hara pun kembali dengan gaun hitam yang tadi ia bawa.


Ishiki pun kembali terpaku melihat kecantikan Hara.


"Ba.. bagaimana menurutmu? Ishiki?" Tanya Hara.


"Cantik, sangat cocok untukmu" Ucap Ishiki sedikit tersenyum.


Hara yang melihat Ishiki tersenyum pun memutuskan untuk membeli gaun itu.


Mereka pun langsung ke kasir dan membayar gaun itu, dan mereka pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.


#Time skip


Setelah membeli pakaian, mereka pun makan di rumah makan sederhana.


"Permisi tuan, silahkan memesan makanan yang kalian inginkan.." Ucap seorang pelayan sembari memberikan buku daftar makanan.


"Hara, kamu mau makan apa?" Tanya Ishiki.


"Sepertinya aku ingin makan udon saja deh" Ucap Hara.


"Baiklah, kalau begitu kami pesan udonnya dua, dan dua gelas jeruk dingin" Ucap Ishiki.


"Baik tuan.." Pelayan itu pun pergi.


Saat pelayan itu pergi, Hara pun memutuskan untuk duduk di sebelah Ishiki.

__ADS_1


"Hara?" Ishiki pun kebingungan dengan Hara yang berpindah posisi duduk.


"Kenapa kamu pindah?" Tanya Ishiki.


"Gapapa.. Aku cuma ga mau kamu kesepian aja" Ucap Hara sembari menggenggam tangan Ishiki.


Ishiki yang mendengarnya pun terkejut dan sangat kebingungan dengan Hara.


"Hara, boleh aku bertanya?" Tanya Ishiki.


"Iya silahkan.." Ucap Hara.


"Kenapa kamu mendekatiku? Apa karena kamu ingin aku masuk kedalam gengmu?" Tanya Ishiki.


"Tidak.. Aku tidak akan memaksa jika kamu tidak mau" Ucap Hara sembari tersenyum.


"Kalau begitu, kenapa kamu terus mendekatiku?" Tanya Ishiki.


"Karena, kamu terlihat sangat menderita, kesepian, dan terus merasa hampa, tapi kamu bisa menutupi itu semua, kamu terus tersenyum dan tertawa" Ucap Hara sedikit murung.


Ishiki yang mendengarnya pun terdiam dan kembali bertanya "Kenapa kamu mengatakan itu?" Tanya Ishiki.


"Aku bisa melihatnya, aku bisa melihatnya dari matamu yang sangat kosong itu" Ucap Hara sembari menatap Ishiki.


"Emm Hara, wajahmu terlalu dekat" Ucap Ishiki sedikit gugup.


"Eh?! Maaf!!" Hara pun langsung menjauhi Ishiki dan wajahnya sedikit memerah.


beberapa saat kemudian, makanan yang mereka pesan pun tiba dan mereka pun makan bersama setelah selesai makan, mereka pun keluar dari rumah makan itu.


"Hara, apa masih ada tempat yang ingin kamu kunjungi?" Tanya Ishiki.


"Ada! Aku mau ke toko aksesoris!" Ucap Hara sembari tersenyum.


"Baiklah, ayo kita kesana" Ucap Ishiki.


"Ayo!.." Ucap Hara sembari tersenyum.


Saat mereka sedang berjalan, tiba tiba seseorang dengan topeng rubah muncul tepat di depan mereka bersama bawahannya.


"Hm?" Ishiki yang melihatnya pun sedikit kebingungan


"Gawat" Hara pun sedikit waspada dengan pria bertopeng itu.


"Kenapa Hara?" Tanya Ishiki.


"Dia adalah orang yang pernah ku bicarakan" Bisik Hara.


Ishiki pun seketika mengingat perkataan Hara saat mereka sedang berbincang di kelas A.


"Jadi dia yang kamu maksud ya.." Ucap Ishiki.


"Iya, dia mengincarku" Ucap Hara.


"Samariya Hara, bubarkan gengmu, atau akan ku hancurkan" Ucap Pria itu sembari meninggalkan mereka.


"Apa maksudnya?" Gumam Ishiki kebingungan.


"Hara?" Ishiki pun melihat Hara dan Hara pun terlihat sangat ketakutan.


"Hara? Kamu baik baik saja?" Tanya Ishiki.


"Aku takut, aku tidak ingin berurusan dengannya!.. Tapi, aku juga tidak ingin membubarkan gengku!" Panik Hara.


Ishiki yang melihat Hara sangat ketakutan pun mengelus kepalanya sembari mengucapkan "Sudah, jangan takut begitu, ingatlah kenapa kamu membangun geng, dan pasti kamu sudah tau resiko dari membuat geng itu" Ucap Ishiki.


Hara yang mendengar ucapan Ishiki pun seketika mengingat alasan ia membangun gengnya.


"Alasanku membangun gengku.." Gumam Hara.


Perlahan rasa takut Hara pun mulai menghilang dan ia pun kembali tersenyum.


"Sudah lupakan! Ayo kita ke toko aksesoris!" Ucap Hara sembari tersenyum.

__ADS_1


Ishiki yang melihat Hara pun menyadari sesuatu, jika Hara adalah gadis yang sama dengannya, gadis yang kesepian dan menutupi semua rasa kesepian dan rasa sakitnya dengan senyuman.


Bersambung...


__ADS_2