The Life Of Five Brother

The Life Of Five Brother
Chapter 6 : Demi Kebebasan


__ADS_3

Pukul 05:00


Pagi hari pun tiba, Ishiki pun terbangun dari tidurnya, ia pun bangun dan pergi ke toilet, setelah keluar dari toilet, ia pun kembali ke kamarnya, sesampainya di kamar ia pun sedikit kebingungan karena Sune yang sudah tidak ada di tempat tidurnya.


"Sune? kemana dia? Tumben sekali pagi pagi sudah engga ada di tempat tidurnya" Gumam Ishiki sembari berjalan perlahan ke tempat tidurnya.


Ia pun kembali tidur, saat akan kembali tidur ia pun kembali khawatir dengan Sune, ia pun bangun dan membangunkan Sui dan yang lainnya.


"Hei, Sui, Kenzo, Yosuke, bangun!" Teriaknya sembari menyalakan lampu.


Sui dan yang lainnya pun bangun perlahan mendengar teriakan Ishiki.


"Kenapa Ishiki? Ada apa pagi pagi begini?" Tanya Yosuke.


"Sune tidak ada" Ucapnya.


Seketika mereka pun langsung bangun dan kembali bertanya "Apa yang terjadi? Kemana dia?" Serentak mereka bertiga.


"Aku juga tidak tau, saat aku terbangun, dia sudah menghilang" Ucap Ishiki.


Mereka semua pun terdiam dan memikirkan kemana Sune sebenarnya.


"Apakah ia pergi keluar untuk membeli makanan?" Tanya Kenzo.


"Tidak mungkin, tidak ada toko makanan yang buka pagi pagi buta begini" Ucap Sui.


"Sial!" Gumam Ishiki yang memiliki firasat buruk.


"Aku akan mencari Sune" Ucap Ishiki.


Saat Ishiki akan keluar, tiba tiba Sui menarik tangannya sembari mengucapkan "Kalau begitu biarkan kami ikut" Ucap Sui.


Ishiki pun kembali tersenyum dan mengucapkan "Ayo kita cari Sune!" Ucapnya dengan semangat.


Mereka pun langsung keluar kamar dan mencari Sune, saat mereka berjalan melewati kamar Ayah dan Ibu mereka, tiba tiba Yosuke berhenti yang membuat Ishiki dan yang lainnya kebingungan.


"Ada apa Yosuke?" Tanya Ishiki.


Yosuke pun tidak merespon ucapan Ishiki dan berjalan mendekati pintu kamar Ayah dan Ibu mereka, ia pun saat ia mendekati pintu itu, perlahan ia mendengar suara Sune yang sedang kesakitan.


"Aku mendengar suara Sune" Ucap Yosuke.


Ishiki yang mendengarnya pun seketika terkejut.


"Apa Sune di dalam kamar Ayah dan Ibu?!" Panik Ishiki.


"Iya.., a.. aku yakin sekali" Ucap Yosuke sangat takut dan khawatir.


#Disisi lain


Sune pun terlihat di siksa habis habisan oleh Ayah dan Ibunya, ia di pukuli menggunakan tongkat baseball, di rotan, dan berbagai siksaan lainnya yang membuatnya sekarat.


"Ugh!!" Sune pun memuntahkan darah dari mulutnya.


"Apakah akan berakhir?.." Gumam Sune.


"Aku..." Sune pun mengingat semua kenangannya bersama Ishiki dan yang lainnya.


"Ishiki, Sui, Kenzo, Yosuke.. Maafkan aku, sepertinya aku sudah tidak sanggup bertahan lagi.." Gumam Sune lemas.


"Tidak.. Aku tidak ingin mati.. Aku mau hidup.., sakit.. Sakit sekali!.." Sune pun menangis karena sangat kesakitan.


"Seseorang!.. Tolong aku!!" Gumam Sune sembari menangis.


(Bam! Bam! Bam!!)


Tiba tiba suara berisik pun muncul, ternyata suara itu berasal dari pintu di iringi dengan teriakan Ishiki dan yang lainnya.


"Sune!! Sune!!!!" Teriak Ishiki panik sembari terus mengetuk pintu itu dengan kuat.


"Ishiki!" Sune pun perlahan bangun, tetapi Ayahnya langsung mencekik lehernya.


"Agh!!!" Sune pun di cekik dengan kuat oleh Ayahnya.


"Aku akan mati?!" Gumam Sune ketakutan.

__ADS_1


Ayah Sune pun membukakan pintu, di saat yang bersamaan Ishiki pun sangat syok melihat kondisi Sune.


"Kenapa?!!, kenapa ini terjadi?!?!" Gumam Ishiki.


Ayahnya pun melemparkan Sune ke dirinya, dan di tangkap oleh Sui dan Kenzo.


"Kenapa?!!" Tatapan Ishiki pun menjadi kosong.


#Disisi lain


Yosuke pun sangat ketakutan, mentalnya tidak stabil, kepanikan yang tidak teratur, ia pun merasakan sesak di dadanya.


"Takut!! Takut!!" Gumam Yosuke ketakutan.


Karena rasa takut dan kepanikannya yang tidak wajar ia pun pingsan, tetapi saat ia akan pingsan, tiba tiba ia kembali berdiri dan hawa keberadaannya seketika berubah drastis.


"Aku akan membunuh kalian!!" Yosuke pun menatap kedua orang tuanya dengan tatapan tajam.


Yosuke pun langsung berlari ke arah Ayahnya dan melompat, tak di duga Yosuke dapat melompat tinggi yang membuat Ayahnya terkejut, Yosuke pun langsung menendang kepala Ayahnya tepat di bagian matanya.


"Aghh!!!" Ayahnya pun terjatuh kesakitan.


Ibunya pun langsung menarik kaki Yosuke dan memukul perutnya dengan sangat keras.


"Agh!!!" Yosuke pun langsung memuntahkan darah dari mulutnya.


Ibunya pun menjambak dan memukul wajah Yosuke berkali kali, Ishiki yang melihatnya pun seketika sangat marah.


Ishiki pun berjalan perlahan sembari bersiul keras, ia bersiul seakan akan menghembuskan nafasnya, Ibunya yang mendengar suara siulan pun berhenti memukuli Yosuke, ia pun melepaskan Yosuke, tiba tiba Ishiki memukul perutnya dengan keras.


"Ghh?!!" Ishiki pun langsung menendang kaki Ibunya yang membuat Ibunya seketika terjatuh, di saat Ibunya terjatuh, Ishiki langsung melompat dan menginjak perut Ibunya yang membuat Ibunya seketika memuntahkan darah, tidak sampai di situ, Ishiki pun memukul wajah Ibunya berkali kali dengan sangat kuat hingga membuat Ibunya sekarat.


Yosuke dan yang lainnya pun sangat terkejut dan syok melihat Ishiki yang sangat brutal.


Ishiki pun berjalan ke arah Ayahnya dan menginjak kepalanya berkali kali dengan kuat, Ishiki terus menginjaknya tanpa henti yang menyebabkan Ayahnya harus tewas, tetapi Ishiki tidak berhenti sampai di situ, ia pun mencekik leher Ayahnya dan menggeretnya ke tempat Ibunya.


"Pem..bun..uh!" Ibunya pun seketika sangat ketakutan saat Ishiki kembali berjalan ke arahnya sembari membawa suaminya.


Ishiki pun kembali menginjak perut Ibunya dengan kuat dan kepalanya berkali kali, terakhir ia pun membanting kepala Ayahnya tepat di muka Ibunya yang seketika membuatnya tewas.


Sune pun perlahan membuka matanya, saat ia sadar ia pun melihat Ishiki yang telah membunuh kedua orang tua mereka yang membuatnya sangat terkejut.


Disaat yang bersamaan, Ishiki pun menatap Sune dan mengucapkan "Apa aku membunuh mereka?..." Ucapnya dengan tatapan kosong dan mengeluarkan airmata.


Disaat yang bersamaan Sui, Kenzo, Yosuke dan Sune pun merasakan perasaan Ishiki yang begitu hampa lewat tatapan matanya.


Ishiki pun terduduk lemas dan menangis tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


"Aku membunuh mereka.. Aku pembunuh!" Ucap Ishiki.


Sune pun perlahan jalan ke arahnya dam memeluknya.


"Ini yang terbaik Ishiki, kamu tidak salah.. Kita tidak ada yang salah.." Ucap Sune sembari menangis.


Sui pun memeluk Ishiki dan mengucapkan "Tidak apa Ishiki, kamu adalah bagian dari kami, kami tidak akan meninggalkanmu dengan rasa sakit dan kekecewaan seperti ini" Ucap Sui sembari menangis.


Kenzo dan Yosuke pun memeluk mereka yang membuat Ishiki pun menangis histeris.


#Time skip


Pukul : 08:30


Tiga jam pun berlalu, Ishiki pun terbangun di tempat tidurnya, ia pun bangun dan melihat sekitarnya, Ishiki pun syok karena tidak melihat saudara saudaranya, ia berfikir jika saudara saudaranya sudah meninggalkannya.


"Aku pembunuh!.." Gumam Ishiki.


Ishiki pun berteriak histeris sembari menangis.


#Disisi lain


Sune, Sui, Kenzo dan Yosuke yang sedang membersihkan kamar Ayah dan Ibunya pun terkejut mendengar teriakan Ishiki, mereka pun langsung berlari ke kamar.


(Bam!)


"Ishiki?!!" Panik Sune.

__ADS_1


Ishiki pun terlihat meringkuk sembari menangis, Sune dan yang lainnya pun langsung berlari ke arah Ishiki dan memeluknya, di saat yang bersamaan Ishiki pun terkejut karena saudara saudaranya yang ternyata masih tetap bersamanya.


"Sudah sudah Ishiki, kami tidak akan kemana mana" Ucap Sune yang membuat Ishiki kembali menangis.


Beberapa jam pun berlalu, Ishiki dan yang lainnya pun membersihkan rumah mereka bersama sama, di saat yang bersamaan Ishiki pun bertanya kepada Sune.


"Dimana Mayat Ayah dan Ibu?" Tanya Ishiki dengan wajah yang murung.


Sune pun menjawab "Aku sudah menghilangkan jejak kematian mereka, Aku, Sui, Kenzo dan Yosuke sudah memutilasi mayat Ayah dan Ibu yang kami tutupi dengan kantong hitam besar lalu membakar mereka" Ucap Sune dengan raut wajah yang murung.


"Cuma itu cara satu satunya agar dapat membakar mereka tanpa membawa mereka keluar, kami membakar mereka di gudang menggunakan ember kaleng besar yang ada di gudang agar apinya tidak menyebar" Jelas Sune.


"Begitu ya.." Ucap Ishiki dengan raut wajah murung.


Sune pun terkejut dan bertanya "Kenapa kamu tidak bertanya apapun?" Tanya Sune.


"Aku mengerti kok, aku tidak akan bertanya apapun, kita melakukan hal yang tidak seharusnya, tetapi hanya itu jalan satu satunya demi kebebasan kita" Ucap Ishiki.


Sune pun terdiam mendengar ucapan Ishiki.


Ishiki pun perlahan tersenyum dan mengucapkan "Sudah sudah, kita sudah bebas, tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan" Ucap Ishiki sembari tersenyum.


Sune dan yang lainnya pun perlahan tersenyum, tiba tiba Yosuke mengucapkan "Ayo kita mulai kehidupan kita sebagai geng Kuroi bara" Ucap Yosuke.


"Tidak, jangan gunakan nama itu lagi" Ucap Ishiki.


"Kita akan tetap bersama tanpa membuat geng, tapi jika kalian ingin bergabung ke dalam geng lain, kalian boleh saja" Ucap Ishiki.


Sune pun perlahan mendekati Ishiki dan mengucapkan "Jika itu maumu, kami akan mengikuti kamu Ishiki" Ucapnya sembari tersenyum.


Mereka pun berpelukan dengan erat dan hidup damai seperti dulu kala.


#Time skip


Tiga tahun pun berlalu


Saat Ishiki, Sui, Kenzo dan Yosuke sedang membersihkan rumah, tiba tiba Sune berteriak memanggil mereka dan mereka pun langsung menghampiri Sune.


"Ada apa Sune?" Tanya Ishiki.


Sune pun tersenyum sembari menunjukan lima lembar kertas kelulusan yang ia buat sendiri untuk masuk ke SMA.


"Ayo kita pergi mendaftar ke sekolah baru besok!" Ucap Sune sembari tersenyum.


Ishiki dan yang lainnya pun seketika terkejut melihat Sune dan bertanya "Bagaimana kamu membuat ini?!" Tanya Ishiki kebingungan.


"Hehe, sebenarnya aku melihat di internet dan semua hasil kelulusan itu sama, aku pun mengotak atik laptop Ayah dan membuat formulir kelulusan ini, setelah itu aku mengeprintnya" Ucap Sune.


Ishiki dan yang lainnya pun sangat terkejut dan bahagia karena mereka dapat bersekolah lagi.


"Kamu hebat sekali Sune!!" Ishiki pun langsung memeluk Sune disusul oleh ketiga saudaranya dan mereka pun hidup dengan sangat bahagia.


#Kembali ke masa kini


Ishiki pun terlihat sedang tertidur lelap di mejanya, tiba tiba seorang guru datang dan membangunkannya.


"Ishiki.. Bangun Ishiki!" Ucap guru.


Ishiki pun perlahan terbangun dari tidur lelapnya.


"Ishiki, apa tugas yang diberikan sudah kamu kerjakan?" Tanya guru itu.


Ishiki pun terkejut mendengar ucapan guru itu, tiba tiba Sune pun menjawab pertanyaan Ishiki.


"Ishiki sudah selesai mengerjakannya buk, dia bahkan paling pertama yang selesai dari kami berempat" Ucap Sune.


"Jika Ibu tidak percaya, cek saja buku latihan Ishiki" Ucap Sune.


Guru itu pun mengecek buku latihan Ishiki yang membuat Ishiki panik, setelah mengeceknya guru itu pun kembali meletakkannya dan mengucapkan "Kamu benar Sune" Ucap guru itu.


Ishiki pun terkejut dan langsung mengecek buku latihannya, ternyata soal yang guru itu berikan semuanya sudah selesai, Ishiki pun menyadari dan menatap Sune dan ketiga saudaranya yang ternyata dari tadi menghalangi penglihatan guru dari depan saat ia sedang tertidur.


Sune dan yang lainnya pun tersenyum melihat Ishiki.


Ishiki pun sangat bersyukur karena ia mempunyai saudara saudara seperti Sune dan yang lainnya.

__ADS_1


"Terima kasih Sune!" Gumam Ishiki.


Bersambung...


__ADS_2