
(Kring!!)
Pukul 12:00
Lonceng pun kembali berbunyi.
"Hahh.. Akhirnya bisa istirahat!..." Ucap Sune sembari meregangkan tubuhnya.
(Brak!)
Tiba tiba Ishiki bangun dari bangkunya yang membuat seisi kelas seketika terkejut.
"Ishiki?" Sune yang melihat Ishiki.
Ishiki pun keluar kelas dan berjalan ke kelas 1A.
"Hei Ishiki akan kemana?" Tanya Sui.
"Ayo kita ikuti dia" Ucap Yosuke.
Saat Yosuke bangun dari bangkunya, tiba tiba Sune pun menghentikannya sembari mengucapkan "Biarkan saja Ishiki sendiri, pasti dia sedang memikirkan sesuatu" Jelas Sune.
"Tapi, apa Ishiki akan baik baik saja?" Tanya Yosuke khawatir dengan Ishiki.
Rin yang melihat Ishiki pun bangun perlahan dan berjalan keluar, Sui yang menyadarinya pun membiarkan Rin dan mengalihkan perhatian Sune.
"Hei Sune, dari tadi Ishiki terus diam, kenapa dia?" Tanya Sui.
"Aku juga tidak tau" Ucap Sune.
#Disisi lain
Ishiki pun berjalan ke kelas 1A dengan rasa penasaran yang tinggi, beberapa saat kemudian, Ishiki pun akhirnya tiba di kelas 1A, dan ia pun masuk, saat ia akan masuk, tiba tiba seorang pria menghalanginya.
"Siapa kamu? murid lain di larang masuk di kelas ini" Ucapnya.
Tiba tiba Hara mengucapkan "Goru, tolong biarkan dia lewat.. dia adalah tamuku.." Ucapnya.
"Tapi Hara, dia dari kelas D loh, apa kamu yakin?" Tanya pria itu.
Tiba tiba Hiri pun mengucapkan "Goru, tolong biarkan dia masuk, jika Hara sudah tertarik dengan orang itu, sebaiknya kamu jangan mengganggunya"
"Tch!" Pria itu pun mendorong Ishiki hingga Ishiki terjatuh.
__ADS_1
(Brak!!)
Seisi kelas pun terkejut karena meja belajar Hara seketika hancur di pukul olehnya, Hara pun langsung menyerang pria yang menyerang Ishiki.
"Hara!!" Hiri berusaha menghentikan Hara, tetapi Hiri tidak dapat mengimbangi kecepatan adiknya.
Hara pun memukul Goru dengan kuat tetapi sebelum pukulannya mengenai Goru, Ishiki berhasil menahan serangan Hara dengan kedua tangannya.
"Tenanglah..." Ucap Ishiki sembari menahan kesakitan.
Ternyata Ishiki tidak mampu menahan serangan Hara yang begitu kuat dan cepat, ia pun terpaksa membiarkan pukulan Hara mengenai dadanya yang membuatnya sedikit memuntahkan darah.
Hara yang melihat Ishiki pun langsung menghentikan serangannya.
"Maafkan aku" Ucap Hara.
"Ukh.." Ishiki kembali memuntahkan sedikit darah dari mulutnya.
"Ishiki?! Kamu baik baik saja?!" Panik Hara sembari mengeluarkan sapu tangannya, ia pun mengelap darah di mulut Ishiki, saat ia akan mengelapnya, tiba tiba Goru menahan tangannya sembari mengucapkan "Biarkan saja dia Hara, dia saja yang bodoh sudah menerima seranganmu, jika dia tidak menghalangi pasti dia tidak akan seperti ini, aku sudah yakin bisa menghindari seranganmu, makanya aku melakukan hal itu" Ucap Goru.
Tiba tiba Hiri menendang Goru tetapi Goru dapat menahan serangannya.
"Goru!!" Seru Hiri.
"Wah wah, sepertinya ratu kita sudah mulai marah yah..." Ucap Goru sembari menatap Hara yang menatapnya dengan tatapan sinis.
Tiba tiba Rin menyerang Goru yang membuatnya sedikit terkejut, tetapi ia berhasil menghindari pukulan dan tendangan Rin yang cepat itu.
"Kenapa kau di sini?! Kak Goru?!" Seru Rin.
"Wah wah, ternyata adek Rin, bagaimana kabar adikku? Rin?" Tanya Goru sembari tersenyum.
Rin yang mendengarnya pun seketika terdiam, karena ia tidak tau bagaimana dengan keadaan adiknya Goru.
Tiba tiba Goru memukulnya dengan kuat sembari mengucapkan "Wah.. Sepertinya kamu tidak becus sekali ya.. wahai ketua.. Ah bukan.. Maksudku.. Hayanako Rin ketua dari geng Kuremachisu" Ucapnya dengan santai.
"Kuremachisu?!" Hiri dan Hara yang mendengarnya pun seketika terkejut karena tidak menduga jika mereka akan bertemu dengan ketua geng dari kuremachisu.
"Wah.. Sepertinya bakal banyak masalah sekali yah.. Wah wah.... Aku tidak menduga hal ini akan terjadi.. Hahaha.." Goru pun bersikap semakin aneh yang membuat Rin semakin jengkel.
Tiba tiba Goru terpelanting di tendang oleh seseorang, ternyata yang menendangnya adalah Sui.
"Ugh?!" Goru pun memuntahkan darah dari mulutnya dan sangat terkejut karena ia tidak sadar jika seseorang menendangnya dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Ah, sepertinya tidak sejago yang ku kira, jika hanya seperti ini, Ishiki pasti bisa membunuhmu" Ucap Sui dengan santai sembari menatap Goru.
Goru yang merasa kesal pun langsung menyerang Sui, tetapu Sui menahan serangannya dan memukul balik tepat di perut Goru yang kembali membuatnya kesakitan.
"Uhk uhk!" Goru pun menatap Sui dengan tatapan sinis sembari mengucapkan "Awas saja kau, akan ku balas kau, ingat saja!" Serunya sembari berlari meninggalkan Sui dan yang lainnya.
"Eh?" Setelah Goru pergi, Sui pun langsung menarik tangan Rin dan meninggalkan Ishiki dan yang lainnya.
"Sui?!" Bingung Rin.
"Biarkan Ishiki, dia pasti sedang mencari tau tentang sesuatu" Jelas Sui sembari menarik tangan Rin dan berjalan ke kelas mereka.
"Iya.. Aku tau Sui.. Ta.. Tapi aku sangat.. sangat gugup jika kamu menarikku seperti ini!.." Gumam Rin.
#Disisi lain
Setelah Goru pergi, keadaan kelas pun kembali normal, dan Ishiki pun tanpa basa basi langsung bertanya kepada Hara.
"Siapa namamu? dan kenapa kamu mengetahuiku? Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Ishiki.
"Namaku Hara, Samariya Hara" Jelasnya.
"Kamu bertanya kenapa aku tau identitasmu bukan? Aku sebenarnya tidak tau, tapi dari matamu saat itu yang sangat kosong, aku pun mengetahuinya jika kamu pernah mengalami trauma berat yang sampai sampai menghancurkan hatimu, aku juga pernah mengalaminya walau hanya sesaat" Bisik gadis itu.
Ishiki yang mendengarnya pun sedikit terkejut, ia pun kembali bertanya kepada Hara "Kalau begitu, kenapa saat pertama kali kita bertemu kamu terus menatapku?" Tanya Ishiki.
"Karena aku sangat tertarik denganmu, aku sudah pernah mengenalmu di SD waktu itu" Jelas Hara.
Seketika Ishiki pun seketika mengingat seorang gadis yang sering melihatnya sembari tersenyum saat sedang bersama Sui dan yang lainnya di masa SD mereka.
"Baiklah, aku sudah mengerti sekarang" Ucap Ishiki.
Tiba tiba senyuman Hara pun menghilang, ia pun seketika mengucapkan "Kuro Bara No Ishiki, masuklah kedalam gengku" Jelas gadis itu.
"Maaf, aku tidak bisa, aku sudah ada kelompokku sendiri" Ucap Ishiki.
Hara yang mendengarnya pun seketika terkejut dan spontan mengucapkan "Tapi jika kamu tidak bergabung ke gengku, kelompokmu yang tidak beranggota banyak itu akan di serang!" Tegas Hara.
"Apa maksudmu" Tanya Ishiki.
Hara pun langsung menutup mulutnya karena ia keceplosan.
Ishiki pun menatap Hara sembari kembali bertanya "Apa maksudmu, Hara?" Tanya Ishiki.
__ADS_1
Bersambung...