
Pukul 17:56
Sore hari pun tiba, terlihat Sui sedang berjalan sendirian sembari meminum minuman kaleng yang ia beli dari mesin minuman, ia pun berjalan ke rumahnya, saat sedang berjalan ke rumahnya ia pun sengaja melewati sebuah gang sempit yang belum pernah lewati.
Disisi lain terlihat Rin yang terus mengikuti Sui dari tadi, ia pun mengikuti Sui yang masuk ke dalam gang itu, saat ia masuk dan berbelok, tiba tiba seseorang membekam mulutnya dan menahan kedua tangannya.
"Mmhm?!" Rin pun sedikit panik.
"Ternyata kamu Rin" Ucap Sui.
"Hm?" Rin yang mendengarnya pun kebingungan, saat ia melihat baik baik orang yang membekamnya, ternyata ia adalah Sui.
Sui pun melepaskan Rin, dan Rin pun bisa kembali tenang.
"Lalu, kenapa kamu mengikuti Rin?" Tanya Sui sembari memberikannya sekaleng minuman yang sama persis dengan yang ia minum.
Rin pun mengambilnya sembari mengucapkan "Jangan bertanya, kamu sudah tau kan jika aku yang mengikutimu dari tadi" Jelas Rin.
"Kalau itu memang benar, tapi apa alasanmu mengikutiku?" Tanya Sui.
"Um.. Kalau itu.. Aku juga tidak tau hehe.." Ucap Rin berbohong.
"Begitukah.." Sui pun mengiyakan perkataan Rin seakan akan ia benar benar percaya dengan Rin yang membuat Rin sedikit terkejut.
"Sebaiknya kamu pulang Rin, sudah mulai gelap" Ucap Sui sembari meninggalkannya, di saat yang bersamaan Rin pun mengucapkan "Kalau begitu antarlah aku pulang" Ucapnya spontan.
Wajah Rin pun seketika memerah saat baru sadar apa yang ia katakan, tiba tiba Sui menarik tangannya dan mengucapkan "Kalau begitu tunjukanlah jalan rumahmu" Ucap Sui dengan tenang.
Rin yang mendengar ucapan Sui pun kembali terkejut dan tersipu malu karena sudah mengucapkan hal yang tidak seharusnya di ucapkan.
"Tapi sebelum itu, biarkan aku kembali ke rumahku dulu, aku harus memberi tau Ishiki dan yang lainnya agar mereka tau" Jelas Sui.
Sui pun berjalan ke rumahnya bersama Rin, setelah lama berjalan, ia pun sampai di rumahnya, Sui pun mengetuk pintu rumahnya.
Rin yang melihat rumah Sui pun sangat terkejut karena rumah mereka yang sangat luas.
"Yo Sui, kamu sudah kembali? dari mana saja?" Tanya Kenzo.
"Tidak, aku belum kembali, aku hanya ingin meminta izin kepada Ishiki, kebetulan ada kamu Ken, bisa tolong katakan pada Ishiki, jika aku akan pulang sedikit malam?" Tanya Sui.
__ADS_1
"Ah, kalau itu sih bisa, tapi kenapa?" Tanya Kenzo.
Sui pun menunjuk Rin sembari mengucapkan "Aku harus mengantarkannya pulang dulu"
Kenzo pun menganggukkan kepalanya sembari mengucapkan "Baiklah, semoga kencanmu berjalan lancar!" Kenzo pun langsung menutup pintu.
"Kencan?" Gumam Sui kebingungan.
Sui pun berjalan ke arah Rin sembari mengucapkan "Ayo, aku sudah di berikan Izin" Jelas Sui.
"Ah, baiklah.." Rin dan Sui pun berjalan bersama menuju rumah Rin, saat sedang berjalan bersama, ternyata Kenzo, Sune, Ishiki dan Yosuke mengikuti mereka dari belakang tanpa di ketahui oleh Sui dan Rin.
"Hei Rin, bagaimana dengan keadaan timmu?" Tanya Sui.
"Tim? Maksudmu gengku? Gengku baik baik saja kok, kenapa kamu bertanya begitu?" Tanya Rin.
"Kemarin Ishiki mengatakan jika ada sebuah geng yang sedang mengincar tim kami, dan mereka akan menghancurkan geng geng yang mengganggu mereka, termaksud geng kalian, setauku ia mengatakannya kemarin begitu" Jelas Sui.
"Begitu ya.. Aku juga pernah mendengar rumor itu" Ucap Rin.
Setelah lama berjalan, mereka pun terkejut karena melihat banyak lentera yang terpasang, di saat yang bersamaan, Rin pun baru sadar jika hari ini adalah hari besar, yaitu hari Festival Lentera.
"Hah... Seharusnya hari ini aku mengenakan kimono, sudah lama sekali aku tidak mengenakannya" Ucap Rin sembari tersenyum.
Sui yang mendengar ucapan Rin pun menjadi penasaran dengan Rin yang menggunakan kimono, ia pun mengucapkan "Kalau begitu gunakan saja kimonomu saat Festival Tatabana di saat malam hari" Ucap Sui.
"Eh?!" Rin yang mendengarnya kembali terkejut, karena tidak menduga jika Sui akan mengatakan itu.
"Lupakan saja, ayo kamu harus pulang, sudah malam nanti orang tuamu akan khawatir" Ucap Sui sembari menarik tangan Rin.
Saat sedang berjalan, tiba tiba mereka di ikuti oleh beberapa orang selain Ishiki, tetapi Sui menyadari keberadaan mereka, Sui pun mengambil jalan lain dan memutar berniat membuat orang orang yang mengikuti mereka kebingungan.
Setelah lama berjalan Rin pun bertanya " He.. Hei Sui, kenapa kita berputar putar?" Tanya Rin.
"Kita di kepung" Ucap Sui.
"Eh?" Rin pun seketika kebingungan, tetapi karena ucapan Sui, ia pun bersiaga.
"Oi oi, membawa gadis secantik ini untuk kesenangan sendiri? berbagi dong" Ucap seorang pria sembari memunculkan dirinya bersamaan dengan sebelas bawahannya.
__ADS_1
"Rin, aku ingin menitipkan sesuatu" Ucap Sui sembari melepaskan headphone di lehernya, ia pun menaruh headphone miliknya di leher Rin yang membuat Rin terkejut.
"Kenapa dia memberikannya kepadaku?" Gumam Rin.
"Headphone itu adalah barang berhargaku, aku takut jika itu akan rusak nanti, jadi kutitipkan sebentar ya" Ucap Sui sembari tersenyum.
Rin yang melihat Sui pun seketika terpesona dengan senyumannya.
"Baiklah kalau begitu" Sui pun bersiap menyerang mereka semua.
"Agh!! Akh!! Ah!!!!" Tiba tiba Ishiki dan yang lainnya muncul dan menghajar mereka semua.
"Yo Sui" Sapa Ishiki.
"Ishiki?!" Sui pun terkejut karena tidak menduga jika Ishiki dan yang lainnya mengikutinya dari tadi.
"Serahkan yang di sini pada kami, kamu pergilah antar Rin kembali ke rumahnya, jika tidak nanti orang tuanya akan khawatir dengan keadaannya" Ucap Ishiki sembari memberikan jempol kepada Sui.
Sui yang melihatnya pun malah merasa aneh sembari mengucapkan "Kalian seperti pembunuh bayaran saja, aku bahkan tidak menyadari keberadaan kalian dari tadi" Ucap Sui.
"Eh?!" Ishiki yang menyadarinya pun malah terkejut.
"Terima kasih Ishiki, aku akan segera pulang setelah mengantarkannya" Ucap Sui sembari menarik Rin dan meninggalkan mereka.
Saat sedang berlari di tengah tengah jalan, mereka berdua berpapasan dengan seorang pria yang menggunakan topeng rubah.
Beberapa saat kemudian, Sui dan Rin pun sampai di rumahnya.
"Terima kasih sudah mengantarkanku pulang Sui.." Ucap Rin sembari tersenyum.
"Terima kasih, sudah menemaniku jalan jalan hari ini.." Ucap Rin.
Sui pun tersenyum sembari mengucapkan "Sama sama, katakanlah pada orang tuamu yang sebenarnya agar mereka tidak khawatir, jangan pernah membohongi orang tuamu ya" Ucap Sui sembari meninggalkannya.
"Hei Sui tunggu" Ucap Rin, tetapi Sui sudah meninggalkannya, ia pun melihat headphone yang melingkar di lehernya.
"Hah.. entah kenapa.. Headphonenya membuatku terasa sangat nyaman" Gumam Rin sembari tersenyum.
#Bersambung...
__ADS_1