The Life Of Five Brother

The Life Of Five Brother
Chapter 2 : Kisah Kehidupan Kelima Bersaudara


__ADS_3

Kehidupan pun berfokus kepada lima bersaudara yang sedang bersekolah di sebuah SD, lima bersaudara itu sangat dekat dan kekompakkan mereka tidak bisa di ragukan sedikitpun, guru guru yang mengajar mereka saat sd pun sangat takjub dengan tingkah laku mereka yang sangat sempurna, seperti mengerjakan tugas bersama sama, bergotong royong, bahkan selalu menolong orang yang membutuhkan.


Mereka hidup bersama kedua orang tua mereka di dekat kota, kedua orang tua mereka kerja di sebuah restoran yang sangat besar dan mewah, kedua orang tua mereka bisa di bilang adalah tangan kanan dari boss pemilik restoran, tetapi kelima saudara itu tidak pernah sombong dengan memamerkan pekerjaan orang tuanya, bahkan mereka jajan di sekolah hanya menggunakan uang yang di berikan orang tua mereka secukupnya, dan sisanya mereka tabung di dalam tabungan mereka.


Malam hari pun tiba, kelima bersaudara itu pun sangat akrab dan terus bersama, mereka terlihat sedang mandi bersama.


Saat sedang mandi, terlihat seorang anak bernama Sune sedang melamun di dalam bak mandi, tiba tiba seseorang menyiraminya dengan shower.


"Hei Ishiki! Berhenti!!" Teriak Sune.


"Ahahaha, maaf maaf, lagian kamu sih melamun terus" Ucap Ishiki.


"Huh.. Aku hanya memikirkan ulangan besok, aku kurang pintar dalam pelajaran matematika" Ucap Sune.


"Iya juga ya, aku tidak menyukai matematika" Ucap Ishiki.


"Ah sudahlah, ayo kita keluar, kita sudah terlalu lama di sini" Ucap Ishiki.


"Ayo, aku juga sudah kedinginan" Ucap Sune.


Mereka berlima pun mengeringkan tubuh mereka dan pergi ke kamar mereka, saat mereka ke kamar, tiba tiba suara pintu ruang tamu pun terdengar.


"Ayah dan ibu sudah pulang!" Ucap Ishiki.


Seketika mereka pun langsung berlari ke ruang tamu dan menyambut kepulangan kedua orang tuanya.


"Ayah, Ibu selamat datang kembali!.." Ucap Ishiki sembari memeluk Ibunya.


"Kami pulang Ishiki.." Ucap Ibunya dengan senyum yang ramah.


"Ayah, Ibu apakah kalian kelelahan?, apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya Sune.


"Sedikit.., kalau begitu tolong bawakan tas Ayah dan Ibu ke kamar ya.." Ucap Ayahnya.


"Kalau begitu aku akan ikut membantu Sune" Ucap Sui sembari mengambil tas Ibunya.


"Ayo Sune" Ucap Sui sembari berjalan ke kamar Ibu dan Ayah mereka.


"Ayah, Ibu, apakah kalian ingin minum?" Tanya Ishiki.


"Sepertinya untuk sekarang Ayah dan Ibu tidak ingin minum dulu, Ayah dan Ibu masih ada urusan di luar" Jelas Ayahnya.


"Begitukah..." Paham Ishiki.


"Ayah membelikan kalian makanan, makan yang banyak ya.. Agar cepat besar.." Ucap Ayahnya sembari memberikan makanan kepada Ishiki.

__ADS_1


Ishiki pun mengambil makanan itu dan tersenyum bahagia, karena makanan yang di belikan Ayahnya adalah makanan kesukaan mereka yaitu cup ramen.


"Terimakasih Ayah!..." Ucap Ishiki sembari menundukkan kepalanya.


"Kalau begitu Ayah dan Ibu pergi dulu ya.." Ucap Ibu mereka sembari tersenyum.


"Iya bu.. hati hati di jalan.." Ucap Ishiki sembari melambaikan tangannya di ikuti oleh kedua saudaranya.


Saat Ayah dan Ibu mereka pergi pun Ishiki mengajak mereka untuk menemui Sune dan Sui untuk memasak ramen yang di belikan Ayah mereka.


"Kenzo, Yosuke, ayo kita ke tempat Sune dan Sui untuk makan bersama" Ajak Ishiki.


"Ayo" Sahut Yosuke.


Mereka bertiga pun berjalan ke kamar Ibu dan Ayahnya untuk memanggil Sui dan Sune.


Setelah memanggil mereka berdua, mereka pun pergi ke dapur untuk memasak ramen mereka, beberapa saat kemudian, setelah rame mereka siap di hidangkan, mereka pun memutuskan untuk makan sembari menonton film yang mereka sukai yaitu film horor.


Hubungan mereka pun sangat erat seakan akan tidak akan ada yang dapat menghancurkan bahkan memutuskan hubungan kekeluargaan mereka walau hanya satu menit.


Waktu pun terus berlalu dan yang mereka tidak sadari adalah mereka sudah menonton film horor itu selama tiga jam, dan jam sudah menunjukan pukul 21:53.


"Tunggu sebentar ya, aku akan mengambil minuman dulu" Ucap Ishiki.


"Iya iya, Sune, Sui, Yosuke kalian mau juga?" Tanya Ishiki.


"Boleh" Serentak mereka bertiga.


"Oke, aku ambilkan dulu ya.." Ucap Ishiki.


Ishiki pun mengambil minuman dikulkas, saat ia akan kembali ke tempat saudara saudaranya, ia pun terkejut melihat jam yang sudah menunjukan pukul 21:58.


"Gawat, sudah larut malam" Gumam Ishiki sembari berlari ke arah saudara saudaranya.


"Hei!.. Kita sudah kebablasan! Sudah jam 10 malam loh! Besok kita harus piket dan ulangan! Ayo kita tidur!" Teriak Ishiki dari kejauhan.


"Gawat!" Gumam Sune.


"Ayo kita segera tidur!" Ucap Kenzo sembari mematikan Televisi.


Ishiki pun memberikan mereka minuman yang ia bawa, dan mereka pun meminum minuman itu bersama sama, setelah minum, mereka langsung membuang botol minuman itu ke tempat sampah dan berlari ke kamar.


"Sune!" Teriak Ishiki.


"Iya, aku tau kok" Sahut Sune.

__ADS_1


Sune pun langsung membuka pintu kamar dengan lebar dan saat mereka semua masuk, Sune menutup pintu kamar, di saat yang bersamaan Kenzo mematikan lampu dan Sui menghidupkan AC kamar mereka, mereka pun langsung tidur.


"Selamat malam semuanya" Serentak mereka semua.


#Time skip.


Pagi hari pun tiba, Sui yang bangun lebih awal pun langsung membangunkan saudara saudaranya yang sedang tertidur, Ia pun membuka lampu dan membangunkan saudara saudaranya.


"Sune, Ishiki, Kenzo, Yosuke bangun!" Teriaknya.


Seketika keempat saudara itu pun bangun dan langsung berlari kekamar mandi.


Sui pun sedikit terkejut melihat saudara saudaranya.


"Mereka sebenarnya tidur atau tidak sih?" Gumam Sui kebingungan.


#Time skip


Setelah selesai mandi, mereka pun sedikit kebingungan karena kedua orang tuanya yang belum pulang selama satu harian.


Tetapi mereka tidak memikirkan hal yang aneh, dan mereka langsung bergegas ke sekolah.


Setelah sampai di sekolah, mereka pun membersihkan kelas mereka, kerja sama mereka sangat hebat, mereka dapat membersihkan seluruh ruangan kelas hanya dalam lima menit.


Setelah selesai membersihkan kelas, mereka pun langsung belajar untuk menghadapi ujian, beberapa menit pun berlalu, lonceng pun berbunyi yang menandakan kelas akan di mulai.


"Huh.. Semoga aku bisa menjawabnya" Gumam Sune.


Guru matematika pun memasuki kelas, tetapi guru yang masuk kedalam kelas berbeda yang membuat seluruh murid kebingungan.


"Kok pak Urui ga masuk ya hari ini?" Gumam Ishiki kebingungan.


Guru itu pun duduk di mejanya dan mengucapkan "Murid murid, mulai sekarang Ibu yang akan mengajarkan kalian ya.." Ucap guru itu.


Tiba tiba Sui pun mengangkat tangannya dan bertanya "Buk, pak Urui kemana ya?" Tanya Sui.


Seketika muka ibu itu pun murung dan mengucapkan "Pak Urui di kabarkan menghilang tanpa sebab yang di ketahui" Jelasnya.


Seketika murid murid pun terkejut mendengar penjelasan guru itu.


"Apa yang terjadi?!" Gumam Ishiki kebingungan.


Ishiki pun khawatir dengan kedua orang tuanya yang juga belum pulang, ia khawatir kedua orang tuanya ikut menghilang tanpa sebab, tidak hanya Ishiki. Sui, Kenzo, Sune, dan Yosuke juga memikirkan hal yang sama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2