The Love Secret

The Love Secret
Episode 1


__ADS_3

Crassssssssss.....


Suara hujan yang begitu deras terdengar di telinga seorang perempuan mungil yang cantik yang kini tengah berdiri di depan pintu rumahnya menatap jalanan yang kini basah di guyur hujan sederas itu.


"Huh, hujan lagi" Ucap perempuan cantik itu sambil mengambil payung dan segera berlari menuju halte bus agar tidak terlambat masuk kelas.


Dalam perjalanannya menuju kampus, bus dipenuhi oleh orang orang yang juga berangkat untuk bekerja. Penuh sesak hingga membuat perempuan cantik yang mungil itu agak susah untuk bernafas.


Cittttttttttt....


Suara rem bus yang ia tumpangi kini berhenti tepat di sebuah halte bus didepan sebuah kampus yang nampak sibuk karena terlihat banyak wanita maupun lelaki yang masih muda wira wiri di sana.


Perempuan itu segera turun dan bergegas berlari menuju kampus tersebut


"huh, untung saja belum mulai" Ucap perempuan itu yang kini tengah mengatur nafas nya karena berlari begitu cepat


"Yeonnnn..... " Teriak seorang wanita dari kejauhan yang nampak sedang berlari menuju ke arah perempuan itu kini berada


Perempuan itu segera menengok ketika mendengar suara yang dikenalnya tersebut. Nampak seorang wanita cantik dengan rambut yang tergerai dan dress pendek selutut membuat kesan yang sangat pas untuk para lelaki buaya.


"Yeonnn..... " Ucap perempuan cantik yang kini tengah berdiri tepat di hadapannya


Namanya adalah Kim Lee Yeon. seorang mahasiswi kampus yang mengambil jurusan photographi dan sahabatnya yang tengah berlari tadi adalah sahabat masa kecilnya yang bernama Kim Soo Young yang juga seorang mahasiswi jurusan Photographi.


Kim Lee Yeon adalah seorang perempuan cantik yang memiliki nasib yang sedang tidak beruntung dari kecil hingga saat ini. Ia yatim piatu karena kedua orang tua nya telah meninggal akibat kecelakaan yang menimpa mereka.


Saat itu yang selamat hanyalah Yeon karena ibunya memeluknya dengan erat ketika kecelakaan itu terjadi. Ia masih berusia 3 tahun ketika kehilangan kedua orang tuanya yang sangat menyayangi nya itu.


Saat itu ia tidak punya siapa siapa, namun Ayah Soo Young mengangkatnya menjadi anak angkat sehingga ia dirawat seperti anaknya sendiri dengan penuh kasih sayang. padahal ia tidak memiliki hubungan darah apapun dengan ayah Soo Young. Namun ayah soo young hanya mengatakan bahwa kedua orang tua nya sangat baik ketika hidup dulu. Makanya Ayah nya soo young ingin merawatnya seperti anaknya sendiri.


"Hmmmm? " Jawab perempuan yang bernama Yeon tersebut sambil mengangkat alisnya


"Aku rinduuuu.... " Ucap Soo Young sambil memeluk yeon sahabat kecilnya itu


"Sudahlah soo young, mari ke kelas" Ucap Yeon sambil menarik lengan soo young yang memeluknya tadi


"baiklah" Jawab Soo young yang pasrah saja dengan sikap teman kecilnya itu.


Baginya itu sudah biasa. Yeon adalah orang yang dingin dengan tatapan mata tajam namun memiliki hati yang sangat lembut. Ia merasa beruntung memiliki teman kecil seperti Yeon yang selalu nampak tak perduli padahal hatinya sangatlah perduli. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jika dahulu ayahnya tak mengangkat Yeon menjadi anak angkatnya, entah bagaimana nasibnya sekarang.


...


Jam kuliah kini telah selesai. Nampak Soo Young yang tengah duduk di sebelah Yeon dengan wajah yang sedih menatap wajah Yeon.


"Yeonn... " Ucap Soo Young dengan wajah yang sedih melihat temannya itu


"Hmmm? " Jawab Yeon dengan wajah datar sambil membereskan buku yang ada di mejanya itu


"Kau akan bekerja lagi setelah ini? " Tanya Soo Young yang kini tengah merubah posisi duduknya menjadi menghadap ke arah Yeon dari samping


"Ya" Jawab Yeon dengan singkat, padat dan jelas.


"kau tidak lelah? mari kerumah ku saja hari ini, istirahatkanlah tubuhmu itu, pasti cape kan setiap selesai kuliah kau selalu bekerja keras" Ucap Soo young dengan penuh perhatian kepada teman kecilnya yang selalu saja berusaha keras itu


"Tidak, aku akan bekerja saja" Jawab Yeon dengan tersenyum ke arah soo young yang menandakan bahwa ia baik baik saja


"Hmmm, baiklah. jika kau berubah pikiran hubungi aku yaa" Ucap Soo young sambil berdiri dari tempat duduknya


"Tidak akan" Jawab Yeon dengan wajah datarnya

__ADS_1


"Kau ini dingin sekali jadi orang" Ucap Soo young yang kini tengah berjalan di samping yeon itu


"Terserah" Jawab Yeon dengan singkat, padat dan jelas


"Yasudah, aku pulang dulu, dahhhhhh, sampai jumpa besokk Yeon" Ucap Soo young sambil berlari dan melambaikan tangannya tanda salam perpisahan untuk yeon.


Yeon hanya melihat teman kecilnya itu berlari pergi meninggalkannya di depan kampus


"Ayolah Yeon, kau harus semangat" Ucap Yeon menyemangati diri sendiri karena ia harus bekerja keras untuk membayar rumah yang ia sewa kini.


Rumahnya cukup besar, dan juga yang pastinya biaya sewanya yang tidak sedikit.


Seperti biasa, Yeon pergi membawa gitarnya ke cafe dekat rumahnya untuk bekerja menghibur para pelanggan disana dengan bernyanyi.


Suara yang sangat khas dan merdu mengisi kesibukan cafe tersebut, mengurangi beban pikiran yang ada pada pikiran orang yang mendengar lantunan merdu suara nyanyiannya.


Di ujung pojok sudut ruangan, ada seorang lelaki yang tengah duduk dan tanpa sengaja mendengar suara Indah tersebut. Dengan wajah yang kagum, lelaki itu terus memperhatikan yeon yang sedang bernyanyi mengisi kesibukan cafe malam itu.


Setelah selesai menyelesaikan tugasnya menghibur para pengunjung cafe, Yeon pun segera bergegas mengambil uang bagiannya dan segera pulang menuju rumahnya karena merasa lelah.


Saat ia melangkahkan kaki keluar dari pintu cafe tersebut, nampak seorang lelaki yang sedari tadi memperhatikan Yeon itu menyapa nya dengan wajah berbinar bahagia.


"Permisi" Sapa lelaki tersebut yang sedari tadi memperhatikan Yeon bernyanyi


"Iya, ada apa? " Ucap Yeon dengan wajah bingungnya


"Anda yang bernyanyi di panggung tadi kan? " Tanya lelaki tersebut kepada Yeon


"iya, ada apa ya?" Ucap Yeon yang masih bingung dengan apa yang dilakukan lelaki tersebut


"Apa anda berminat menjadi seorang


"Idol?" Tanya Yeon yang tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Entah mengapa ia ditanyai begitu, ia tak mengerti. Jika ada seseorang yang di tanya seperti itu, mereka pasti akan menjawab ya. Kenapa tidak? karena seorang idol pastilah akan sangat terkenal dan memiliki banyak uang. Tapi tidak dengan Yeon. Ia malah tidak mengerti dengan pertanyaan yang dilontarkan lelaki tersebut kepadanya.


"Ya, ini kartu nama saya, jika anda sudah selesai berfikir, hubungi saja saya" Ucap lelaki tersebut sambil menyerahkan sebuah kartu nama kepada Yeon.


"Hmmm, baiklah" Ucap Yeon sambil menerima kartu nama tersebut walaupun ia masih bingung dengan apa yang terjadi


"kalau begitu, saya permisi dulu" Ucap lelaki itu dan segera pergi dengan wajah nya yang berbinar bahagia, meninggalkan yeon yang masih mematung bingung di situ tak mengerti dengan apa yang terjadi.


Karena hari sudah malam, Yeon hanya menyimpan kartu nama tersebut dalam tasnya dan bergegas pulang agar ia lekas mengistirahatkan tubuhnya yang lelah itu.


Sesampainya di rumah, yeon menjatuhkan tubuhnya diatas kasur tanpa melepaskan aksesoris yang masih melekat pada tubuh nya.


"Huh, hari yang melelahkan" Ucap yeon yang tengah berbaring di atas kasurnya sambil menatap langit langit kamarnya.


Ia mengingat kejadian di depan cafe tadi. Ia segera membuka tasnya tanpa bangun dari kasurnya.


Dikartu nama tersebut, tertulis 'Seo Nam Ji, TY Entertainment'


Yeon menelisik kartu nama tersebut, namun tak menemukan apa apa terkecuali Nama Seo Nam Ji, tulisan TY Entertainment dan sebuah nomor Handphone.


Karena penasaran, Yeon membuka Hp nya dan mencari tahu tentang TY Entertainment di google Hp nya.


Ia terkejut karena mendapati bahwa itu adalah sebuah agensi idol dimana para idol terkenal berasal dari agensi tersebut.


Wajah Yeon berbinar bahagia, namun masih ragu karena ia tak yakin bisa memasuki dunia hiburan music dengan tampangnya yang sangat jelek tersebut.

__ADS_1


Kini nampak perempuan itu tengah berfikir untuk mengambil kesempatan itu atau tidak. Ia mengigat betapa berjasanya keluarga soo young yang merawatnya seperti anak mereka sendiri tanpa mengharapkan imbalan apapun yang terpenting ia hidup bahagia. Ia tak ingin merepotkan keluarga itu lagi. Meski kini ia telah bekerja sendiri dan membayar sewa rumah sendiri, namun masih saja ia merepotkan keluarga itu ketika ia kehabisan uang dan benar benar belum gajihan, ia pasti akan meminjam uang orang tua soo young meski ia akan mengganti, namun ia masih merasa membebankan keluarga itu.


Kini sepertinya perempuan itu telah mengambil keputusannya. Nampak Yeon mengambil teleponnya dan mengetik sebuah Nomor telepon di layar kaca hp nya dan menelepon nomor tersebut.


"Hallo" Ucap Yeon dengan wajah gugup nya


"Hallo, siapa ini?" Tanya suara yang ada di telepon tersebut


"Saya Yeon yang tadi bapak kasih kartu nama di cafe" Ucap Yeon dengan memberanikan dirinya


"Ohh kamu, sudah membuat keputusan?˝ Tanya lelaki tersebut melalui hp


"saya sudah memutuskan pak, saya mau" Jawab Yeon dengan wajah meyakinkannya meski ia tak bertatap muka langsung dengan lelaki tersebut


"Baiklah, besok temui saya di TY Entertainment, tunjukkan saja kartu nama saya kepada security, nanti dia akan mengantarkan mu kepada saya" Ucap lelaki tersebut dengan suara yang sangat antusias mendengarkan jawaban dari Yeon


"Baiklah pak, terima kasih" Ucap Yeon dengan menghembuskan nafasnya merasa lega karena telah membuat keputusan.


Ia merasa ia harus lebih berusaha lagi mulai sekarang. Ia akan bekerja keras hingga ia sukses dan tidak membebani keluarga soo young lagi.


"Sebaiknya aku tidur, besok aku akan kesana setelah selesai kuliah" Gumam yeon dengan wajah yang berbinar bahagia


Perempuan itu kini nampak berjalan menuju arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum ia tidur.


Setelah selesai membersihkan dirinya, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan senyum yang terlukis di wajahnya karena tak menyangka sebuah kesempatan yang sangat diharapkan banyak orang datang kepadanya dengan tak terduga.


Kringggggggggg.......


Suara Hp yang berdering keras menyadarkannya dari lamunannya.


"Huh, siapa malam malam begini menelpon? menganggu orang ingin istirahat saja" Ucap Yeon dengan wajah kesal karena ia merasa terganggu dengan dering telepon tersebut.


Nampak Nama Soo Young tertera di layar kaca Hp Yeon tersebut dan dengan cepat ia mengangkat telepon tersebut.


"Yeonnnn.... " Teriak Soo Young karena kesal dengan Yeon yang sangat lama mengangkat telepon darinya


"Soo Young, bisakah kau tidak berteriak?" Ucap Yeon sambil menjauhkan Hpnya dari telinga nya karena merasa teriakan Soo young menyakitkan di telinganya


"Kau lama sekali sih angkatnya" Jawab Soo young dengan wajah kesal meski yeon tak melihat raut wajah tersebut


"Sudahlah, ada apa? menganggu orang ingin beristirahat saja" Tanya Yeon dengan santainya


"Besok bisakah kau temani aku berbelanja?" Ucap Soo Young dengan wajahnya yang berharap


"Tidak, aku sibuk" Jawab Yeon dengan wajah datarnya


"Ayolahhhh, kau selalu sibuk setiap hari" Bujuk Soo Young agar yeon mau menemaninya berbelanja


Perempuan itu kini menghembuskan nafasnya karena tidak tahan dengan sikap teman kecilnya itu


"Ya, besok datanglah" Jawab Yeon dengan singkat lalu segera mematikan teleponnya karena merasa malas mendengarkan ocehan dari teman kecilnya itu.


Note :


Disini pemainnya tidak ditentukan ya. Jadi, kalau ada foto yang tertera di novel ini, itu bukanlah pemainnya namun hanya merupakan model dari pakaian tersebut.


Jadi, kalian bebas menentukan siapa pemainnya, terserah kalian. Berimajinasilah :)


Jangan lupa like, komen dan vote yaa****.

__ADS_1


__ADS_2