
Kringggg....... (Suara Hp Yeon)
"Hmmmmmmm"(Mencari hp dengan mata tertutup)
Telepon~
"Hallo"(Suara khas orang bangun tidur)
"Yeon.... "
"Pa.... Park Min"(Terkejut)
"Apakah kau punya waktu malam ini?"
"Emmmm....."
"Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu"
"Emmm....."
"Jika kau bisa, temuilah aku di Pantai waktu itu"
"Emmm....."
"Akan ku tunggu sampai kau datang. Sampai jumpa nanti malam"
Tittt..... tit..... (Suara telepon di matikan)
"Hmmmmm"(sedih)
"Aku ragu"
"Jika ia menunggu ku......"
"Sudah lah, pikirkan nanti saja"
Yeon pun pergi ke kamar mandi dan segera bersiap siap untuk menemui Soo Young
Saat selesai bersiap, Yeon menatap dirinya dengan wajah sendu di cermin kamarnya
"Hmmm...."
"Mengapa wajah ini susah sekali tersenyum?"
"Huh, sudahlah. aku akan menemui soo young saja"
Yeon pun segera memakai masker dan kacamata hitam untuk menutupi dirinya
Sesampainya di rumah Soo Young, Yeon langsung membuka pintu dan masuk tanpa mengeluarkan suara sedikit pun
"La la la la la......."
__ADS_1
"Let's Kill This Love, Yeah yeah yeah♪"
Melihat temannya bernyanyi dengan suara yang kencang dan memakai handset di telinganya sambil rebahan di lantai, Yeon pun hanya diam menunggu temannya menyadari keberadaan nya itu.
Namun karena terlalu keasyikan dengan Handpone nya sendiri, Soo Young tidak mengetahui keberadaan Yeon yang sudah duduk di sofa nya sedari tadi.
"Rapapapapapapam......♪"
Karena merasa kurang senang dengan sikap teman kecil nya itu yang tidak menyadari keberadaan nya, Yeon pun berteriak dengan keras memanggil Soo Young.
"Yakkkk, Soo Young"
Karena terkejut dengan teriakan keras Yeon yang memanggil namanya, di tambah lagi dengan keberadaan Yeon yang menurut nya tiba tiba muncul seperti setan, Soo Young berteriak sekencang mungkin sambil melempari Yeon dengan bantal yg ia pakai untuk rebahan.
"Aaaaaaaaaaaa........."
"Aduh, aduh, aduh"
"Aaaaaaaaaaaa....... "
"Heyy, Soo young, berhentilah, ini sakit"
"Aaaaaaaaaaaa...... "
"Yakkkk soo young, ini aku Yeon, berhentilah"
Karena mendengar nama Yeon, Soo Young langsung berhenti berteriak dan segera menatap Yeon dengan lekat.
"Cih, siapa yg ingin menjadi fans mu, menyebalkan"
"Hoho..... seperti nya kau baik baik saja dan tidak terkejut lagi yaaa"
"Kau muncul tiba tiba dan berteriak memanggil namaku dengan kencang, bagaimana orang tidak terkejut hah?"
"Hahaha, sudahlah. aku tidak ingin berdebat denganmu sekarang"
"Tumben"
"Karena aku lapar"
"Kauu ini......"
"Suttt,, jangan kesal, nanti kau tambah tua karena selalu kesal"
"Untung saja kau Yeon, jika saja kau bukan seorng artis terkenal, maka sudah ku oleskan minyak goreng dapur ke wajah mu sekarang. sayang..... wajahmu sangat berharga. makanya aku tidak berani"
"Halah, bilang saja kau sangat kagum melihat kecantikan ku"
"Narsis"
"Hmmm...."
__ADS_1
"Tunggu sepertinya ada yang salah"
"Apa?"
"Mengapa kau berubah menjadi dingin lagi?"
"Tidak apa apa"
"Pasti ada yang tidak beres"
"Tidak"
"Hey, ayolah, aku mengenalmu"
"Kau ingin mati?"
"Aw, ancaman yang menakutkan, hahahahaha"
"cih"
"Apakah kau putus Cinta? ataukah kau sedang bertengkar dengan park min?"
"Hey, kau tau kami hanya berpura pura"
"meskipun begitu, pasti ada perasaan kan di hatimu"
"Tidak"
"Kau berbohong"
"Tidak"
"Wajahmu mengatakan kebalikannya"
"Aku bilang tidak"
"Hahahahaha, terserah kau saja. aku sudah memberi tahu"
"Huh"
"Tanyakan pada hatimu saja"
"Diamlah"
"Hahahahahahahaha"
"Kau, mulut mu perlu kah ku sumpal kertas?"
"Ampun, hahahahaha"
"Huh"
__ADS_1
Pagi itu, Yeon menghilangkan ragu nya untuk bertemu dengan Park Min di rumah sahabat nya itu. Ia menghabiskan pagi nya di rumah sahabatnya sambil menunggu malam tiba