
Cip~ Cip~
Cip~ Cip~
Cip~
Suara burung menggema dipagi hari yang cerah. Rasa dingin di subuh hari menusuk kedalam tulang sum sum. Matahari masih belum menampakkan dirinya. Namun, Yeon sudah terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat meregangkan tubuhnya seperti ulat bulu yang tengah menggeliat karena terganggu.
Perempuan itu kini mengusap usap matanya lalu bergegas pergi kekamar mandi. Ia membersihkan dirinya hingga Wangi tubuhnya menyebar keluar ruangan.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Yeon membuka lemari dan mengenakan beberapa pakaian yang ada di situ yang ia sengaja tinggalkan. Tak lupa juga sedikit riasan yang meriasi wajahnya agar tak nampak pucat.
Dirinya membuka pintu kamar lalu bergegas menyebrang menuju ke arah dimana kamar park min berada.
Diketuknya pintu itu, namun sedikitpun tak ada jawaban. Diketuknya lagi dengan sedikit keras, namun tetap saja sama. Tidak ada jawaban. Karena kesal, Yeon memukul mukul pintu itu hingga membuat suara berisik yang membangunkan Park Min dari tidur lelapnya.
“Iya, Iya, sebentar!” Teriak park min.
Sambil mengusap usap matanya, Park min melangkahkan kaki menuruni ranjang yang ia tiduri itu lalu perlahan membuka pintu kamar dam dikejutkan oleh wajah seorang wanita yang terlihat kesal.
“Hmm... masih tidur? jam berapa ini hah? cepat bangun!!! Dan mandi sana!!” Bentak Yeon
Park Min melangkahkan kaki berputar balik tanpa menutup pintu dan merespon perkataan Yeon. Dirinya kembali menjatuhkan diri diatas kasur yang lembut dan hangat itu.
Yeon nampak sangat kesal. Pasalnya, sekarang ini sudah jam 5 pagi, namun ia masih saja bermalas malasan.
Dengan kekesalan yang meluap, Yeon memasuki kamar Park Min lalu menjewer telinga lelaki yang tengah nyenyak dengan tidurnya itu.
__ADS_1
Seketika Park Min langsung saja berteriak kesakitan dan meminta Yeon untuk melepaskan jewerannya yang menyakitkan itu.
Namun, Yeon malah menambah tarikannya dan mengomel memarahi Park Min dengan panjang lebar, padat dan jelas.
Park Min hanya bisa mengaduh kesakitan sambil mendengarkan ocehan kekasihnya tersebut.
Setelah beberapa kali Yeon mengoceh, Park Min menyetujui perintah tersebut lalu segera bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diriny sebelum telinganya yang mungil itu ditarik lagi oleh iblis wanita itu.
Ya, Yeon dimata Park Min sekarang adalah Seorang Iblis wanita yang kejam karena membangunkan Dirinya subuh subuh. Belum lagi dengan omelannya dan jewerannya yang menyakitkan itu. Sungguh wanita yang kejam, batin Park Min.
Yeon kembali kekamarnya dan mengambil sebuah selimut tebal untuk menutupi tubuhnya dari dinginnya cuaca subuh itu.
Wanita itu melangkahkan kakinya untuk melihat pemandangan Indah dari tempat itu.
Seorang nenek tua terlihat tengah berjalan perlahan menuju ke arah Yeon dengan membawa secangkir Teh hangat yang wanginya membuat pikiran tenang. Perempuan Tua itu berbincang sedikit dengan Yeon lalu pergi kembali kekamarnya untuk melanjutkan Tidurnya.
Pemandangan yang disajikan tempat itu memang sangatlah Indah. Tak sia sia ia membeli tempat itu dan merenovasinya.
Pluk...
Sebuah pelukan hangat mendarat dari belakang tubuh Yeon. Wangi tubuh lelaki itu tercium jelas dihidung Yeon.
“Ada apa?” Tanya Yeon sambil menyeruput teh hangatnya
“Dingin”
“Kalau begitu pakailah selimut sepertiku”
__ADS_1
“Tidak mau, aku hanya mau memelukmu. Itu sudah sangatt menghangatkan tubuhku” Ucap Park Min sambil mengeratkan pelukannya
Yeon memalingkan wajahnya hingga tepat bertatapan dengan wajah park min
“Kalau begitu kita bagi selimut ini”
Park Min tersenyum sumigrah. Ia segera mengambil setengah bagian selimut itu
“Hangat”
Yeon hanya tersenyum lembut sambil kembali menyeruput teh hangatnya itu
“Kau tidak membagi nya kepadaku. Aku juga ingin” Ucap Park Min dengan wajah memelasnya
Yeon lalu memberikan Teh hangat di cangkir yang ia pegang untuk park min, namun park min menolakknya
“Kenapa?” Tanya Yeon sambil menyeruput teh hangatnya lagi
Park Min tersenyum nakal ketika melihat Yeon memutar balikkan kepalanya dan bertanya kepadanya sambil menyeruput teh hangat itu. itu adalah sebuah kesempatan besar baginya.
“Karena aku hanya ingin meminumnya dari mulut kekasihku ini” Ucap Park Min sambil mengangkat dagu Yeon lalu mencium bibirnya lembut.
Yeon yang terkejut langsung mundur dari posisinya namun tubuhnya ditahan oleh Park Min. Karena bibir Park Min yang lembut, membuat Yeon pun akhirnya ikut terbuai.
Disaat yang bersamaan matahari menampakkan dirinya. sungguh suasana yang sangat Indah dan romantis.
Kedua pasangan itu berciuman di depan matahari yang terbit membuat iri sang matahari.
__ADS_1