
“Ugh.... Aku masih mengantuk” Kata Yeon sambil berjalan duduk di bangku yang sudah disediakan untuk istirahat sementara melanjutkan sesi pemotretan ke 5
Pagi buta sekali Yeon sudah di bangunkan oleh Manajernya itu untuk sesi pemotretan pertama. Walaupun cuaca dingin dan mata masih mengantuk, Yeon tetap fokus bekerja.
“Tahan sebentar lagi, tinggal satu sesi lagi lalu kau bisa istirahat dengan tenang” Kata manajer Yeon sambil menyodorkan sebotol minuman air putih kepada yeon
“Istirahat dengan tenang? Kau kira aku bakalan mati?” Jawab Yeon dengan sedikit kesal namun tidak berteriak
“Terserahlah” Jawab lelaki itu dengan singkat karena malas bertengkar dengan Yeon.
Selama perjalanan menuju apartemennya, Yeon di foto terus dan hasilnya pun Bagus.
Brukkk.......
Yeon melemparkan tubuhnya di kasurnya yang empuk itu
“Hahh...... Lelah sekali.... ” Kata Yeon sambil mengambil handphone nya yang ia letakkan di atas meja
Dari setelah sampai di inggris hingga sekarang, Yeon tidak membuka handphone nya sama sekali.
Klik.....
Tanpa sengaja yeon mengklik pesan dari Park Min yang isinya tentang omelan Park Min karena tidak menelepon nya ketika sampai
Klikk....
Yeon membuka panggilan tak terjawab di handphone nya dan terkejut ketika melihat 57 Panggilan tak terjawab dari Park Min
Karena terkejut, tanpa sadar Yeon menelepon Park Min dan tentunya langsung di angkat oleh Park Min.
"Emm... Hallo"
"kau masih ingat aku rupanya?"
"eh... "
"Huh, aku menunggu telepon mu hingga tengah malam dan kau tidak mengabari ku sama sekali"
"Maaf, aku lupa. Aku tidak memengang handphone setelah sampai karena terlalu lelah"
"Setidaknya kau SMS aku bilang kalau kau lelah. Walau singkat dan padat, namun aku kan jadi tau setidaknya jika kau lelah. Jadi aku tidak mengkhawatirkan mu semalaman karena tidak menelepon"
"maaf.... "
"Yasudah, kau sudah makan? Jaga kesehatanmu itu"
"Iya"
"Aku masih harus latihan bersama member lainnya, sampai jumpa nanti malam baby"
Park Min mematikan panggilan telepon itu dan kembali latihan bersama teman temannya
Disisi lain, Sebuah senyuman terukir di wajah yeon karena ia kena omel oleh Park min. Ia tidak menyangka jika ia akan pacaran dengan Park Min
Semua hal yang ia lalui selama ini, terasa seperti mimpi. Semua hal berubah dari cafe itu di susul insiden penyelamatan Park Min dari kejaran para fans nya
Sedikit geli yeon mengingat kembali masa masa itu
__ADS_1
“Yeon, apakah kau lapar?” Tanya manajer yeon kepadanya
“Tidak” Jawab Yeon sambil menggelengkan kepalanya
“Kau ingin jalan jalan tidak?” Lelaki itu bertanya lagi kepada Yeon
“Hmmm.... Boleh” Jawab Yeon sambil menganggukkan kepalanya dengan antusias
“Maka bersiaplah” Sahut Hyuk sambil keluar meninggalkan Yeon yang kini tengah mengumpulkan kekuatannya untuk bersiap siap.
Karena merasa gerah, Yeon pun pergi kekamar mandi untuk memmbersihkan dirinya dan segera bersiap untuk menikmati keindahan kota Bath.
Dengan Make Up yang tipis dan Baju kaos yang di padukan dengan celana jeans dan topi koplo juga masker dengan rambut hitam legam yang di urai, memperlihatkan gaya santai namun tetap stylish.
Yeon dan Hyuk berjalan keluar dari apartemen menikmati sejuknya angin malam di sana.
Dengan berlari kecil, Yeon tertawa dan melompat kegirangan menikmati malam itu.
Mereka berdua hanya berjalan kaki di sekitar Apartemen akan tetapi serasa kembali ke zaman 90 an. Jalanan yang tidak terlalu ramai malam ini, membuat suasana semakin terasa sejuk karena tidak tercemar oleh asap knalpot dari mobil
"Apa kau tidak lelah berlari dan melompat?" Tanya Lelaki itu sambil menatap ke arah Yeon yang sedang tertawa gembira
"Tidak, ini mengasikkan" Sahut Yeon dengan senyuman manisnya yang terukir di wajahnya itu
Hyuk hanya mengangguk tanda mengerti dengan kata kata yeon.
Mereka berdua berjalan keliling hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.54 malam.
Dengan langkah yang agak kaku karena suasana dingin yang menyerang mereka berdua kembali ke apartemen dan menghangatkan diri masing masing di dalam kamar.
Saat Yeon mengambil handphone nya, tiba tiba saja handphone itu berdering dan tertera nama Park Min di sana.
Tanpa sadar sebuah senyuman terlukis di wajah yeon yang kini nampak agak lelah
"Hallo"
"Lama sekali kau tidak menjawab. Kau sedang apa?"
"Aku tadi jalan jalan keliling bersama manajer"
"Oh"
"Kau sudah selesai latihan?"
"Ya, sudah"
"Istirahat lah, kau pasti lelah kan"
"Nanti saja, aku masih ingin mendengar suaramu"
"Yasudah, dengarkan sana sambil tiduran"
"Kau lelah?"
"Sedikit"
"Istirahatlah, jaga tubuh mu baik baik"
__ADS_1
"Nanti saja, aku belum mengantuk"
"Kau ingin kunyanyikan?"
"Sok, suaramu Bagus emng? Hahaha.... "
"Memang nyatanya suara ku Bagus"
"Maka nyanyikanlah"
"Baiklah"
My last mide me feel like
I would never try again
But when I saw you
I felt something I never felt
Come closer
i'll give you all my love
If you treat me right
Baby i'll give you everything...
My last mide me feel like
I would never try again
But when I saw you
I felt something I never felt
Come closer
I'll give you all my love
If you treat me right
Baby I'll give you everything...
Mendengar suara Park Min, Yeon merasa jika dirinya beruntung bisa memiliki Park Min di sisinya.
Mata Yeon mulai terpejam dan akhirnya yeon pun terlelap dalam tidurnya dengan nyenyak
Karena Park Min merasa tak ada suara dari yeon, ia pun mematikan telepon nya karena ia tau jika yeon tertidur saat ia menyanyikan lagu untuknya
Park min membayangkan betapa manjanya Yeon nya itu ketika meminta park min menyanyikan nya lagu agar ia bisa tidur.
“Terlihat imut” Gumam Park min dan tanpa sadar terukir senyum di wajahnya itu
Merasa mengantuk, Park min pun menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang empuk lalu mematikan lampu dan menyisakan lampu tidur agar tidak terlalu gelap.
Saat mata mulai menutup, Park Min berkata 'Selamat malam Yeon' sambil menungging kan senyum manisnya karena membayangkan jika yeon bersikap manja kepadanya
__ADS_1